
Pagi harinya seperti biasa Amara berlari ke kamar mandi karena perutnya bergejolak.
Hoekk hoekk
Kinar memuntahkan isi perutnya jesen yang mendengar Amara muntah-muntah berlari memanggil Mike di kamarnya yang tidak terkunci.
"Pa..papa bangun tolongin mama pa." panggil jesen sedikit keras sambil menggoyangkan bahu Mike.
Mike pun langsung terbangun mendengar suara jesen.
"Ada apa jesen?"
"Tolongin mama pa."
"Mama kenapa??" Buru-buru Mike bangun lalu berlari ke kamar jesen.
Mike langsung menuju kamar mandi begitu mendengar suara orang muntah-muntah. Dengan sigap Mike memijat tengkuk Amara hingga Amara selesai muntah. Mike membersihkan mulut Amara dengan tisu. lalu Seperti biasa setelah muntah Amara menjadi lemas dan pucat. Mike merasa kasihan melihat kondisi amara seperti itu.
Mike menggendong tubuh Amara membawa Amara ke kamarnya.
"Papa.. mama kenapa?" Tanya jesen yang berdiri di samping ranjang.
"Nggak apa-apa sayang jesen jangan khawatir ya.."
"Terus mama mau dibawa kemana?"
"Ke kamar papa sayang."
"Jesen ikut pa."
"Iya, ayo."
Jesen berjalan dibelakang Mike.
Sampai di kamar utama Mike membaringkan tubuh Amara di ranjang.
"Aku buatin teh hangat dulu ya sayang."
"Iya." Setelah Mike pergi jesen naik diatas ranjang lalu memeluk Amara.
"Mama kenapa, mama sakit jesen nggak mu mama sakit ma.."
"Nggak sayang..mama nggak sakit kok. Mama baik-baik aja sayang."
"Tapi kenapa mama muntah-muntah." Jesen menangis dalam pelukan Amara.
__ADS_1
"Sayang..mama muntah-muntah bukan karena mama sakit tapi karena dedek bayi yang ada diperut mama." Jawab amara lembut sambil mengelus rambut jesen.
"Dedek bayinya sakit ma? Kasihan dedek bayi kalau sakit harus minum obat. Obat kan pahit ma."
"Em..jesen pinter banget sih. Tapi dedek bayinya nggak sakit sayang tapi dedek bayi nggak suka mencium bau sesuatu makanya dedek bayi muntah-muntah."
"Oh jesen tau ma..dedek bayi pasti kebaikan mencium bau badan mama. Mama kan belum mandi jesen juga."
"Mungkin.."
"Dulu waktu jesen diperut mama jesen muntah-muntah juga nggak ma?"
"Enggak! Karena jesen anak baik, anak ganteng, anak Soleh terus jagoan jadi jesen nggak muntah-muntah."
"Berarti dedek bayinya sekarang cewek makanya nggak jago kayak jesen."
"Bisa jadi sih. Jesen pinter banget sih mama bangga…banget punya jesen."
"Jesen juga bangga sama mama. Mama nggak pernah marah sama jesen. Ma..kalau jesen sudah besar nanti jesen mau jadi orang yang hebat biar bisa melindungi mama dan menjaga mama."
"Amin..makanya jesen harus belajar yang rajin, sekolah yang pinter biar cepat jadi orang hebat."
"Mama.."
"Iya.."
"Kok jesen tanya gitu ya pasti sayang dong, sayang..banget. jesen dan dedek bayi itu sama-sama anak mama. Nggak mungkin mama sayang salah satu dari kalian."
"Kalau papa?"
"Papa juga pasti sayang banget sama jesen." Jawab Mike sambil berjalan ke arah amara membawa secangkir teh.
"Diminum dulu sayang tehnya." Mike membantu Amara untuk minum teh tersebut.
"Sini." Ucap Mike kepada jesen. Jesen pun menurut lalu duduk di pangkuan Mike.
"Kenapa jagoan papa tanya gitu, papa dan mama sudah pasti sayang sama jesen dan dedek bayi."
"Jesen sayang papa." Jesen lalu memeluk Mike erat.
"Ray kamu memang bodoh meninggalkan anak dan istri sempurna seperti mereka. Kamu pasti menyesal Ray." Batin mike.
"Permisi tuan muda..nona.. saya mau jemput jesen untuk siap-siap sekolah." Ucap Eny di ambang pintu yang terbuka
"Iya Eny silahkan masuk." Jawab amara
__ADS_1
"Baiklah jagoan sekarang kamu siap-siap dulu ya pergi ke sekolah dengan suster Eny."
"Tapi papa janji ya jagain mama, kalau mama sakit lagi kasih tau jesen ya."
"Siap laksanakan bos." Jawab Mike sambil hormat
"Hahaha papa lucu." Amara pun ikut tertawa
"Mama..jesen siap-siap kesekolah dulu ya, nanti kalau jesen sudah pulang jesen kesini lagi."
"Iya sayang, sekolah yang pinter ya."
"Iya ma. Muach." Jesen lalu mencium pipi amara sebelum pergi.
"Ayo jesen." Eny lantas menggandeng tangan jesen.
"Kamu nggak siap-siap kerja?"
"Aku mau menjaga kamu saja."
"Ngapain dijaga aku kan nggak sakit."
"Memang orang sakit aja yang harus dijaga, masak suami mau jaga istri nggak boleh?"
"Kalau aku sih boleh-boleh aja, wajar malah tapi nggak tau kalau kamu. Dan ingat orang sakit itu bukan hanya harus dijaga tapi juga diberikan perhatian lebih bukan malah ditinggal."
"Masih saja bahas itu, aku kan sudah minta maaf."
"Masih dong selama rasa sakit hati aku belum hilang aku akan terus bahas ini sampai kapanpun."
"Sadis banget sih."
"Biarin."
"Hem..kirain udah di maafin ternyata cuma pura-pura."
"Bodo amat, kamu mandi sana terus siap -siap ke kantor aku mau tidur."
"Baru juga bangun, udah mau tidur lagi aja, kamu nggak mau mandi dulu."
"H.m ntar aja." Jawabnya sambil merem tak lama Amara pun terlelap.
Mike keluar dari kamarandi bibirnya tersenyum melihat istrinya benar tidur kembali. Lalu Mike bersiap-siap. Sebelum berangkat Mike mencium puncak kepala Amara dan mengelus pipinya yang semakin terlihat Cubi lalu mencium perut Amara yang masih rata.
"Papa berangkat kerja dulu ya nak, baik-baik diperut mama, jagain mama selama papa diluar dan jangan membuat mama lelah, i love you." Lalu Mike keluar.
__ADS_1
Dibawah sudah ada dion yang dengan setia menunggu Mike.
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹