Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 102 : Di permainkan


__ADS_3

Pagi harinya


Amara sudah bangun namun dia enggan untuk kemana-mana kebetulan hari ini juga hari Minggu Ray juga belum bangun. entah jam berapa Ray pulang Amara sudah tidur dan Amara pun tidak peduli lagi.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Amara mendapat pesan dari angel. Angel mengajaknya untuk bertemu siang nanti di restoran ini kesempatan bagus untuk Amara untuk menggali sudah sejauh mana hubungannya dengan Ray. Amara Pun menerima ajakan angel. Setelah mendapat pesan dari angel Amara berubah pikiran yang tadinya bermalas-malasan untuk bangun menjadi semangat. Amara yakin angel pasti akan menghubungi Ray untuk mengajaknya bertemu pagi ini. Amara segera membersihkan diri dan berganti pakaian lalu berdandan secantik mungkin.


"Pagi sayang.." Ray memeluk Amara dari belakang. Ingin sekali Amara memberontak dan mengatakan aku benci kamu namun Amara akan tahan sampai menemukan bukti yang kuat.


"Cantik banget sih istriku mau kemana?"


"Aku mau keluar kak sama Arum mau nemenin dia cari kado boleh kan?"


"Em…boleh nggak ya?"


"Ayolah kak cuma ke mall masak nggak boleh?"


"Nggak boleh!"


"Ih kak Ray jahat!" Amara melepas tangan Ray kasar.


"Nggak boleh kalau kamu nggak cium aku dulu."


"Hem..dasar modus!!"


"Jadi nggak mau nih??"


"Muach…" Amara mencium pipi Ray singkat.


"Nggak mau kalau disitu Maunya disini." Ray memajukan bibirnya. Amara pun menciumnya namun Ray malah menekan tengkuk Amara dan m*****t bibir Amara andai Ray masih seperti dulu dengan senang hati Amara akan membalas ciuman Ray tapi semuanya sudah berubah. Kini bukan rasa senang yang Amara rasakan tapi justru rasa sakit. Bisa-bisanya Ray bersikap manis kepada dua wanita sekaligus. Amara jadi berpikir jauh tentang hubungan Ray dengan angel apakah mereka juga pernah berciuman atau bahkan…bahkan untuk mengatakannya saja Amara tidak mampu.


Ray menyudahi ciumannya karena Amara tidak merespon.


"Kamu kenapa?"


"Aku lagi sariawan kak."


"Maaf ya aku tidak tau kalau kamu sariawan. Jangan lama-lama ya pulangnya nanti aku bisa kangen."


"Gombal! Ya udah aku pergi ya kak."


"Hati-hati ya sayang."


_


_


Amara sengaja menunggu Ray di dalam taxi tak jauh dari rumahnya. Amara yakin Ray pasti akan segera keluar dan begitu melihat Ray keluar Amara segera mengikutinya.


Dan benar dugaan Amara mereka bertemu di sebuah restoran mewah.


Amara menyuruh seseorang untuk memata-matai mereka dari dekat sekaligus merekam percakapan mereka juga mengambil gambar mereka. Karena tidak mungkin jika dirinya yang masuk pasti akan ketahuan.


Posisi Ray dan angel duduk di samping kaca jadi gerak-gerik mereka bisa terlihat jelas dari luar.


Terlihat Ajeng yang memegang satu tangan Ray. Ray pun tidak menolak Terlihat juga angel menyuapi Ray begitu pun sebaliknya.


Setelah hampir setengah jam akhirnya mereka keluar dari restoran. Pun orang suruhan amara.


Ray juga membukakan pintu untuk angel dengan cepat Amara mengambil gambar mereka.


Orang suruhan amara menghampiri Amara dan Amara meminta hasil rekamannya. Setelah selesai dikirimkan Amara memberikan uang sepuluh lembar seratus ribuan pada orang orang suruhannya.


"Terimakasih mbak senang bekerja sama dengan anda."

__ADS_1


"Terimakasih juga atas bantuannya. kamu boleh pergi."


"Baik mbak saya permisi."


"Jalan pak!" Ucap Amara pada sopir taxi untuk mengantarnya pulang karena dia ingin segera melihat isi rekaman tersebut.


Sesampainya dirumah Amara segera menuju kamar dan menguncinya.


Ia duduk di atas ranjang kemudian melihat isi rekaman tersebut.


"Ray..aku tidak bisa lagi menahan perasaanku padamu. Setiap hari kita bersama kerja bareng, makan bareng dan menghabiskan waktu berdua aku merasa nyaman Ray. Ray bisakah kita seperti dulu lagi maukah kamu menerima cintaku?"


"Aku..memang merindukan kamu tapi aku sudah menikah sekarang. Kita tidak mungkin bisa seperti dulu lagi aku.."


"Aku tidak peduli dengan status kamu asal kamu juga mencintaiku aku bisa menerima semuanya aku mau menjadi yang kedua."


Ray terdiam seperti sedang berpikir


"Jangan tinggalkan aku lagi Ray.."


"Ayo kita makan." Ray mengalihkan pembicaraan mereka kemudian angel menyuapi Ray begitu pun sebaliknya.


Begitulah isi dari rekaman itu Amara menangis menjerit Ray benar-benar telah mengkhianatinya.


Amara mengambil handphone dan menghubungi Ardi


"Halo Amara ada apa?" ucap ardi diseberang sana


"Siapa nama sekretaris ray Ar?"


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya sekretaris Ray?"


"Cepat katakan Ar!"


"Angel."


"Duarr"


Bagai disambar petir semua rasa sakit menjadi satu dalam hati Amara. Amara menjatuhkan handphonenya menangis tersedu-sedu


"Amara..kamu baik-baik saja? Amara..kamu masih dengar aku kan?" Amara segera mematikan sambungan teleponnya.


Amara teringat perkataan angel saat di restoran dua hari yang lalu angel mengatakan bahwa dia satu kantor dengan laki-laki yang dia suka. Selalu bersama hanya saat pulang kerja mereka tidak bersama itu artinya waktu Ray lebih banyak saat bersama angel dibandingkan dengannya Amara merasa telah dipermainkan dan ditipu mentah-mentah oleh suami dan sahabatnya sendiri.


Amara belum siap jika harus melihat wajah Ray hatinya akan kembali terasa sakit.


Amara memutuskan untuk ke rumah mama ana. Amara kembali menuruni anak tangga sambil menenteng tas kecil


"Nona mau kemana lagi nona kan baru pulang?"


"Hanya sebentar." Jawabnya singkat


"Tapi nona.."


"Ajeng! Tolong mengerti jangan membuat aku semakin bertambah pusing." Untuk pertama kalinya Amara membentak ajeng. Ajeng pun langsung diam


"Jangan pernah menguji kesabaranmu!" Tambahnya lagi kemudian pergi


"Sepertinya nona lagi banyak masalah kasihan nona. Maafkan saya nona." Gumam Ajeng.


_


_


Satu jam kemudian Ray pulang.

__ADS_1


Ray menuju kamar namun Amara tidak ada.


"Apa Amara belum pulang? tanya ray pada dirinya sendiri. Kemudian kembali ke bawah untuk bertanya kepada Ajeng.


"Ajeng..Ajeng.."


"Iya tuan…"


"Apa istri saya belum pulang?"


"Sudah tuan tapi nona pergi lagi."


"Pergi? Pergi kemana?"


"Nona tidak bilang tuan."


"Apa sudah lama?"


"Sudah satu jam yang lalu tuan."


Ray menghubungi amara namun tidak ada jawaban.


"Kemana dia sebenarnya." Gumam Ray


Hingga larut malam Amara baru pulang. Ia jalan begitu saja melewati Ray yang menunggunya di depan tv.


"Amara.." panggil Ray


"Ada apa?" Jawab Amara ketus


"Dari Mana kamu?"


"Rumah mama."


Amara tetap berjalan menuju kamar kemudian membersihkan diri dan tidur.


_


_


Pagi-pagi sekali Amara sudah bangun dan pergi tanpa membuatkan Ray sarapan


"Sayang kamu mau kemana?"


"Ada urusan."


"Ada urusan dengan siapa kenapa pagi-pagi sekali."


"Teman." Jawabnya singkat


"Amara…" teriak Ray yang melihat Amara pergi Ray mengikuti Amara hingga depan rumah


namun sayang Amara terlanjur menaiki taxi.


"Mau kemana Amara sebenarnya. kenapa akhir-akhir ini dia sering sekali keluar rumah?"


"Ajeng..Ajeng?" teriak Ray


"Iya tuan?"


"Apa setiap hari nona selalu pergi?"


"Tidak tuan. nona tidak pernah kemana mana kecuali sama saya dan nyonya tuan."


"Baiklah terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2