
Amara dan Mike menuju tempat tinggal sari dengan Eny sebagai petunjuk jalan.
Sepanjang perjalanan Amara terus menangis.
"Amara kamu jangan menangis terus aku jadi bingung."
"Bagaimana bisa aku tidak menangis Mike..ibu dan anakku menghilang entah kemana, kamu tidak tau bagaimana perasaanku kamu bukan orang tua." Ucap Amara dengan nada tinggi, sontak Mike menghentikan mobilnya.
"Aku memang bukan orang tua tapi bukan berarti aku tidak tau apa yang kamu rasakan. aku hanya ingin kamu tenang sedikit."
"Mereka hartaku satu-satunya, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain mereka, lebih baik aku ma*i daripada harus kehilangan mereka..hiks" Mike menarik Amara dalam pelukannya
"Maaf aku tidak bermaksud begitu aku juga panik melihat kamu panik, jangan menangis lagi aku janji aku akan selalu ada untukmu, kita akan mencari mereka bersama-sama."
"Tidak mungkin mereka tidak ada hubungan apa-apa, tuan Mike saja terlihat sangat sayang dengan nona amara." Batin Eny
Mike mengusap air mata Amara, sesaat mereka saling menatap.
"Ehem tuan..nona..sebentar lagi kita sampai di rumah sari." Ucap Eny membuat Amara gelagapan sementara Mike menatap Eny tajam Eny pun sontak menundukkan kepala.
_
_
Lima belas menit kemudian mereka telah sampai di deretan rumah sederhana sudah pasti semuanya adalah rumah kontrakan. mereka turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya.
"Jadi yang mana tempat tinggal sari, Eny?"
"Maaf tuan muda saya kurang tahu, saya hanya tahu sari tinggal di sekitar sini."
"Jadi maksud kamu kita harus mendatangi rumah itu satu persatu kemudian bertanya dimana tempat tinggal sari?" Ucap Mike menaikan satu oktaf suaranya.
"Biar aku yang tanya kamu tunggu saja di mobil dengan Eny." Amara mencoba melerai
"Tidak! Aku ikut." Lalu Mike menggandeng tangan Amara.
Mereka pun berpencar mendatangi rumah-rumah itu dan menanyakan tempat tinggal sari, Mike bersama amara sedangkan Eny sendiri.
Sudah lima rumah yang Mike dan Amara datangi namun tidak ada satupun yang mengenal sari.
"Aku jadi tidak yakin sari tinggal disini, bagaimana bisa tidak ada satupun yang mengenal sari, sudah lima rumah yang kita datangi aneh sekali." Gerutu Mike sambil berhenti sejenak tapi mata Amara terus berkeliling melihat sekitar dan benar saja dari jauh Amara melihat anak kecil tengah menangis, Amara menajamkan penglihatannya tak lama ibu Jumiati dan sari juga keluar kini Amara yakin itu adalah jesen dan ibunya senyum bahagia terukir di bibir Amara.
"Jesen.." lirih Amara kemudian berlari, Mike yang melihat Amara tiba-tiba berlari pun ikut berlari mengejar Amara.
"Amara kamu mau kemana?" Teriak Mike sambil mengejar Amara begitu pun Eny melihat tuan muda berlari dan memanggil nama amara juga ikut berlari mengejar Mike.
"Jesen.." panggil Amara dengan jarak sedikit jauh.
"Mama.." Amara merentangkan kedua tangannya sambil berlari jesen juga berlari menghampiri Amara dan..happ mereka bersatu dalam hangatnya pelukan.
Ibu Jumiati dan sari menangis melihat pemandangan yang mengharukan.
__ADS_1
Mike pun sama merasa terharu juga.
"Ada apa tuan?" Tanya eny dengan nafas tersengal-sengal
"Sstt.." Mike memberikan isyarat untuk diam
"Amara.."
"Ibu.." Amara melepas pelukan jesen kemudian beralih memeluk ibu Jumiati
"Maafkan Amara Bu, semua ini karena Amara hidup ibu susah karena Amara."
"Tidak nduk ini sudah takdir yang harus kita jalani kita harus ikhlas menghadapi semua ini."
"Jesen!!"
"Papa.." Mike segera berlutut kala jesen berlari ke arahnya
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Mike di sela-sela pelukannya
"Tadi ada Tante jahat pa, nenek di pukul."
"Apa? Tante itu mukul nenek?"
"Iya pa, telus jesen didolong untung jesen ditolong Tante itu." Tunjuk jesen kepada Eny
"Benar apa yang jesen katakan bu?" Tanya Amara
"Tapi ibu tidak apa-apa nduk jangan di perbesar ya."
"Eny..sari..apa semua ini benar?"
"Benar tuan muda, nona Casandra melakukan itu tapi dia tidak sendiri i'in juga membantu nona Cassandra."
"Jangan pernah kalian panggil dia nona dia bukan nona kalian."
"Maaf tuan."
"Aku tidak akan membiarkan ini semua terjadi aku tidak terima dia menyakiti ibu dan jesen, Mike sebenarnya siapa Casandra itu kenapa dia menyakiti ibu dan anakku?"
"Kamu ingin tau jawabannya?"
"Tentu saja."
"Dia kekasihku."
"Apa? Kekasih..sekarang aku mengerti kenapa Cassandra mencariku dan menyakiti ibu dan jesen pasti karena dia cemburu dan salah paham."
"Ayo kita pulang, sari kamu ikut bersama kami."
"Siap tuan muda."
__ADS_1
_
_
Di mansion Mike kerusuhan kembali terjadi Cassandra kembali datang. niatnya untuk mencari Mike namun malah mendapat laporan dari i'in bahwa para maid yang lain telah melapor kepada Mike yang membuat Cassandra marah kemudian memecat dan mengusir mereka semua.
Beruntung Mike dan Amara telah sampai.
Begitu melihat Mike pak Joko satpam di rumah Mike segera melapor kepada Mike.
"Tuan nona Cassandra membuat keributan dan mengusir semua maid di dalam."
"Apa?? Kenapa kamu diam saja apa gunanya aku memiliki security di rumah jika tidak bisa menjaga rumah dari kerusuhan."
"Maaf tuan."
Bukannya Joko dan maid yang lain tidak bisa mengatasi Cassandra namun yang mereka tau Cassandra adalah kekasih tuan mudanya yang artinya adalah nona mereka jadi mereka tidak mau membuat masalah.
Mike kemudian berlari diikuti Amara yang menggendong jesen, ibu Jumiati, sari dan Eny mereka semua berlari masuk ke dalam.
"Cassandra!!"
Cassandra seketika menoleh
"Mike.."
"Beraninya kamu membuat keributan di rumahku."
"Mike mereka kurang ajar padaku, ini semua karena perempuan itu, siapa dia Mike." Menunjuk amara
"Sekarang kamu menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri."
"Mike kamu tidak pernah memberi kabar padaku tiba-tiba kamu jalan dengan perempuan itu, kalian jalan bersama di belakangku dengan begitu mesra siapa mereka sebenarnya Mike?"
"Jadi kamu memata-mataiku, baik akan ku beritahu siapa mereka." Kemudian Mike menarik Amara dan jesen berdiri di sampingnya Mike juga menggenggam tangan Amara, Amara mencoba menolak tapi Mike justru mengeratkan genggaman tangannya.
"Namanya Amara dia adalah calon istriku dan anak ini adalah anakku." pernyataan Mike membuat semua orang terkejut, terutama Amara dan Cassandra.
"Apa? Tidak mungkin kamu pasti bohong kan Mike, aku calon istri kamu Mike, bukan dia."
"Aku tidak pernah mencintaimu Cassandra kamu juga tau itu kan, berkali-kali aku bilang padamu untuk mengakhiri hubungan kita tapi kamu tidak mau, jadi jangan salahkan aku jika aku tiba-tiba membawa calon istriku."
"Kamu tidak bisa melakukan ini Mike, aku kekasihmu harusnya aku yang menjadi istrimu bukan dia, dasar perempuan murahan beraninya kau merebut Mike dari ku."
"Mama jesen takut."
"Iya sayang kita pergi dari sini ya.
Amara pun lantas menggendong jesen hendak membawa jesen ke kamarnya, baru Amara melangkah tiba-tiba..
"Mau kemana kamu perempuan murahan." suara Cassandra bersamaan dengan tangannya menarik rambut Amara, membuat Amara merintih kesakitan.
__ADS_1
"Lepaskan Cassandra!!" Mike melepas tangan Cassandra kasar dan mendorong tubuh Cassandra hingga mundur kebelakang.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Mike kepada Amara, Amara hanya menggeleng.