Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 95 : Lima tahun kemudian


__ADS_3

"Sayang.." panggil mama ana. Kemudian Amara berganti memeluk mama ana.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


๐ŸŒบ๐ŸŒบLima Tahun kemudian


Semenjak saat Kevin meminta Amara untuk kembali bersamanya Kevin sudah tidak pernah muncul lagi. Baik kevin maupun Farah tidak ada lagi yang mengganggu amara. Dan kabar terakhir Kevin telah pindah keluar negeri bersama farah empat tahun yang lalu.


Mendengar kabar Kevin dan Farah telah pindah Amara sangat bahagia. Bukan apa-apa Amara hanya ingin hidup damai bersama Ray tanpa ada yang mengganggu.


Lima tahun sudah Amara membina rumah tangga bersama Kevin namun hingga saat ini Amara masih belum dikaruniai seorang anak. Itu yang membuat Amara merasa kesepian bukan hanya kesepian tapi juga takut. Takut jika Ray akan meninggalkannya. Amara sering datang ke kantor menemani Ray bekerja. Jika bosan Amara menghabiskan waktu jalan-jalan bersama Ajeng. Hanya itu aktivitas yang Amara lakukan untuk mengurangi rasa kesepiannya.


Tak jarang juga tetangga yang membicarakan Amara saat Amara lewat. Karena sudah lima tahun menikah tetapi masih belum mempunyai anak. Bahkan ada yang mengatakan jika Amara mandul.


Di kantor pun sama banyak karyawan yang juga membicarakan Amara di belakangnya hingga membuat Amara merasa stress.


ย Amara pernah mengadu pada Ray, namun Ray malah memarahinya. Kata Ray itu memang kenyataanya jadi Amara tidak boleh sakit hati atau pun marah. Itu yang membuat Amara merasa kecewa dengan Ray. Kenapa Ray malah membela mereka bukan dirinya. Padahal Ray sendiri juga tahu bahwa Amara dan dirinya tidak ada yang bermasalah dengan kesuburan tapi Ray seolah menyalahkannya.


Berbagai macam cara telah Amara tempuh. Mulai minum vitamin, obat-obatan hingga jamu pun telah Amara minum. Amara melakukan setiap ada orang yang menyarankannya tetapi hasilnya tetap nihil. Hanya satu upaya yang belum Amara lakukan yaitu bayi tabung.


Malam ini Ray telah rapi dan sangat tampan tentunya dengan setelan jas berwarna hitam. Ray akan menghadiri acara reunian bersama teman kuliahnya dulu.


"Sayang..kamu benar-benar tidak mau ikut?" Amara menggeleng kemudian menjawab..


"Kak Ray kan tau sendiri apa alasan aku tidak mau ikut."


"Sampai kapan kamu akan begini terus amara? Aku bosan mendengar alasan kamu selalu itu, itu dan itu."


"Kamu tidak mengerti perasaanku kak. Kamu itu laki-laki sedangkan aku perempuan. Yang mereka bicarakan itu aku bukan kamu."


"Stop Amara! Memangnya kenapa jika mereka berkata seperti itu kepadamu. Itu memang kenyataan kan. Jadi stop menyalahkan orang lain. Ini bukan salah mereka. Kamu harus belajar untuk menerima kenyataan."


"Kenyataan yang bagaimana menurut kak Ray. Aku normal kak. Kak Ray bicara seperti itu seolah-olah kak Ray menyalahkan aku dan secara tidak langsung kak Ray mengatakan bahwa aku yang tidak bisa hamil."


"Sudahlah Amara aku tidak mau berdebat." Kemudian Ray pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Amara. Itulah yang terjadi satu tahun belakangan ini mereka selalu bertengkar karena masalah kehamilan. Ray selalu pergi setiap mereka bertengkar hanya Ajeng yang bisa mengerti Amara.


"Tok tok tok. Nona..ini saya Ajeng. Nona tidak apa-apa?" Amara membukakan pintu untuk Ajeng kemudian memeluk Ajeng dan menangis.


"Nona bertengkar lagi dengan tuan? Sabar ya nona ini ujian untuk rumah tangga nona. Nona harus bisa melewati ini semua."


"Kak Ray jahat jeng..aku lelah dengan semua ini."


"Tidak nona..nona tidak boleh lelah. Nona harus tetap kuat." Amara melepas pelukannya dan mengajak Ajeng masuk.


"Kamu tau sendiri kan jeng aku normal. Aku juga pengen cepat hamil tapi kak Ray seolah menyalahkan aku jeng seolah ini semua aku yang salah. bukannya menyemangatiku.


_


_

__ADS_1


Ray melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan perasaan yang dongkol gara-gara berdebat dengan Amara Ray terlambat datang. Ponselnya terus berdering panggilan masuk dari Dimas namun saat akan menjawabnya Ray tidak sengaja menjatuhkan ponselnya.


Ray mengurangi kecepatan mobilnya tangannya meraba-raba mencari keberadaan ponselnya.


"Dimana sih." Gumam Ray. Ray sedikit menunduk untuk meraih ponselnya tiba-tibaโ€ฆ


"Citttโ€ฆ." Ray mengerem mendadak yang membuatnya hampir kepentok stir kemudi. Ray hampir saja menabrak seseorang. Ray turun dari mobilnya dan melihat siapa yang ia tabrak.


Seorang perempuan menunduk berambut panjang berwarna coklat merintih kesakitan di depan mobil Ray.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Ray mendekati perempuan itu


"Kakiku sakit sekali." Jawab perempuan itu sambil mendongak.


Dan alangkah terkejutnya Ray melihat perempuan itu, perempuan yang sangat ia kenal. Dia adalah angel teman spesial Ray dulu.


"Angel.."


"Ray.."


Ray menatap angel lama tidak percaya bahwa itu benar angel.


"Auw..tolong Ray kakiku sakit banget."


"I..iya." Ray membantu angel berdiri dan membawanya duduk di pinggir jalan.


"Sorry ya njel gara-gara aku kamu jadi terluka."


"Sini biar aku lihat." Ray memeriksa kaki angel


"Kita kerumah sakit ya.."


" Aku nggak mau ke rumah sakit aku takut."


"Kamu masih saja tidak berubah. Masih takut dengan rumah sakit."


"Iya..antar aku ke apartemenku saja."


"Kamu tinggal di apartemen sekarang?"


"Iya.. eh tapi kayaknya kamu buru-buru. Nggak apa-apa deh aku pulang sendiri saja. Biar aku pesan taxi."


"Aku tidak ada acara. Biar aku yang antar ayo." Ray membantu angel berdiri.


"Auwโ€ฆ" rintih angel lagi


"Aku nggak bisa Ray kakiku sakit banget." Tiba-tiba Ray menggendong angel ala bridal style. Angel menatap Ray sambil tersenyum samar.


"Yes berhasil." Batin angel.

__ADS_1


_


_


Sesampainya di apartemen Ray kembali menggendong angel sampai di tempat tinggalnya.


Bahkan saat membuka pintu pun Ray masih menggendong angel.


Ray mendudukan tubuh angel di sofa ruang tamu.


"Kamu yakin nggak mau kerumah sakit saja."


"Nggak usah Ray.aku nggak apa-apa kok." Jawab angel sambil memijat kakinya. Ray memperhatikan angel yang terlihat semakin cantik. Bayangan dulu saat bersama angel kembali muncul.


"Sini biar aku yang pijat." Ray menarik kaki angel di pangkuannya.


"Selamat ya Ray.." ucap Angel tiba-tiba


"Selamat untuk pernikahanmu."


"Terimakasih."


"Kenapa kamu tidak mengundangku apa kamu masih marah karena aku meninggalkanmu?"


"Tidak."


"Sudah tidak usah dipijat kamu pulang saja. Istrimu pasti sudah menunggu di rumah." Sambil menarik kakinya pelan.


"Sebenarnya tadi aku mau menghadiri acara reunian."


"Ya sudah kamu pergi saja. Aku tidak apa-apa."


"Untuk apa sudah terlambat juga."


"Maaf ya gara-gara aku kamu terlambat."


"Sudah kubilang bukan gara-gara kamu."


"Kapan kamu datang?"


"Tiga hari yang lalu." Ray menatap angel tajam.


"Sebenarnya aku pengen banget memberitahumu kalau aku pulang. Tapi aku tidak punya nomormu. Aku mau kerumah Tante tapi aku tidak enak dengan istrimu nanti. Tapi tuhan sangat baik aku dipertemukan denganmu malam ini. meskipun aku harus merasa sakit."


Ray tersenyum mendengar cerita angel.


"Kenapa tersenyum?"


"Kamu masih sama saat seperti dulu lucu jika bercerita." Kemudian mereka tertawa bersama dan saling bercweita

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ Bersambung gaess๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2