Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 100 : Semakin mencurigakan


__ADS_3

Siapa sebenarnya yang menghubungi Ray kenapa sangat mencurigakan. Tapi Amara mencoba menepis pikiran-pikiran negatif yang membuatnya semakin stres


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Sayang aku harus pergi..ucap Ray sambil buru-buru memakai kembali bajunya


"Kak Ray mau kemana kenapa buru-buru?"


"Dimas butuh kakak. Aku pergi dulu ya sayang. Kamu tidur duluan saja tidak perlu menunggu aku."


"Tapi udah malam kak. Apa tidak bisa besok?"


"Hanya sebentar sayang." Ray mencium kening Amara kemudian pergi.


Lagi-lagi Dimas yang menjadi alasan Ray.


_


_


Tiga hari kemudian.


"Sayang..aku berangkat ya."


"Kak Ray nggak sarapan dulu akhir-akhir ini kak Ray jarang Lo sarapan dirumah."


"Maaf ya sayang aku udah telat. Aku kan pemimpin sayang masak aku telat nggak enak dong sama karyawan yang lain. Aku berangkat ya." Kemudian mencium kening Amara.


"Jangan malam-malam pulangnya."


"Siap sayang."ย 


_


_


Ray sudah berangkat ke kantor.


Setiap hari angel dan Amara selalu bertemu dan bertukar cerita jika tidak bertemu mereka akan bercerita lewat telepon. Mereka benar-benar dekat layaknya seorang sahabat pada umumnya.


Seperti pagi ini amara dan angel berada di sebuah cafe mewah. angel juga tidak masuk kerja hari ini entah apa lagi rencananya kali ini sampai tidak masuk kerja demi bertemu dengan Amara.


ย "Kamu nggak kerja?"


"Lagi males aku. Aku mau nemenin kamu aja. Lagian aku nggak masuk pun nggak ada masalah kan aku udah bilang aku kerja di tempat dia."


"Jadi kamu masih lanjut sama dia?"


"Bagus aku seneng nih kalau Amara tanya gini." Batin angel


"Ya masih lah beb. aku nggak bakal nyerah sebelum aku dapetin dia kembali."


"Kamu tuh kekeh banget sih. Udah lah njel lupain aja dia. Dia kan udah punya istri kasihan loh istrinya."


"Nggak! akan aku akan tetap memperjuangkan milikku. Salah siapa merebut dia dari aku."


"Ya dia kan juga nggak tau kalau cowok itu kekasih kamu di masa lalu."


"Tatap aja aku nggak mau. Pokoknya aku akan merebut dia kembali. Lagian ya Beb dia itu masih sayang sama aku."

__ADS_1


"Oh ya..dari mana kamu bisa tau kalau dia masih sayang sama kamu? Dia ngungkapin perasaannya?"


"Belum sih tapi aku yakin kok dia masih mempunyai perasaan yang sama denganku. Coba kamu pikir kapanpun dan dimanapun aku ngajak ketemu dia pasti mau. Tiap hari kita bertemu, sarapan bareng, makan siang bareng pokoknya selalu bareng. Dan kamu tau dia sampai rela bohongi istrinya demi bisa bertemu aku. Apa coba namanya kalau bukan cinta. Apalagi sekarang kita satu kantor kamu bisa bayangin seberapa dekatnya kita. Kita jauh saat pulang kerja aja. Itupun cuma sebentar malam harinya kita tetap bertemu kok." Amara terdiam mendengar cerita angel Amara jadi teringat dengan Ray yang tidak pernah sarapan dirumah lagi dan selalu pergi pada malam hari.


"Beb..kok bengong sih."


"A..aku nggak apa-apa kok."


"Bohong ih. Lagi mikirin apa sih cerita dong."


"Kok aku jadi ingat kak Ray ya. Dari cerita kamu yang hampir mirip."


"Mirip gimana?"


"Akhir-akhir ini kak Ray tidak pernah sarapan di rumah. Tiap malam juga keluar."


"Yang penting kan nggak keluar bareng cewek iyakan?"


"Iya sih. Dia keluar sama Dimas."


"Yes..pancinganku berhasil Amara mulai curiga dengan Ray mamam tuh dimas." Batin angelย 


_


_


Amara sudah pulang kembali dan sedang bersantai di depan tv sambil menonton drakor kesukaannya.


"Nona maaf mengganggu sebentar ada tuan Dimas nona."


"Cie..ada Dimas. Nyari siapa tuh Dimas nyari kamu ya."


"Kak Ray? Kenapa mencari disini kak Ray kan di kantor. Sekarang dia dimana?"


"Di ruang tamu nona." Amara pun menemui Dimas.


" Kak Dimas.."


"Hay Amara..maaf aku mengganggu waktu istirahat kamu."


"Nggak ganggu kok kak. Emang ada apa? Eh iya kok belum dibikinin minum sih "


"Ajeng.."


"Iya nona ini minumnya."


"Makasih ya Ajeng kamu memang pengertian sama kak dimas."


"Nona!"


"Bercanda Ajeng piss." Amara mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V. Sementara Dimas hanya tersenyum melihat kedekatan Amara dengan Ajeng yang tidak seperti art yang lain.


"Silahkan diminum dim."


"Iya Ra terimakasih. Aku kesini ingin bertemu dengan Ray sekalian mau pamit aku akan kembali ke luar negeri."


"Kok cepat banget sih kak. Oh iya kak Ray kan ada di kantor kenapa kak dimas nggak ke kantor saja."


"Tadi aku sudah ke kantor Ra tapi Ray tidak ada. Aku tanya Ardi, Ardi juga tidak tahu. Ardi bilang dia pergi dengan sekretarisnya." Amara mengira jika sekretaris yang di maksud Dimas adalah Yola.

__ADS_1


"Mungkin lagi bertemu client. Bentar ya aku telepon." Amara pun menghubungi Ray namun tidak ada jawaban sampai tiga kali Amara mengulanginya namun tetap tidak ada jawaban.


"Nggak di angkat kak. Mungkin kak Ray lagi meeting sama client di luar."


"Ya udah Ra nggak apa-apa. Kamu tolong sampaikan saja ya kalau aku sudah kembali ke luar negeri."


"Iya nanti pasti aku sampaikan."


"Sebenarnya lebih enak bertemu langsung karena ada banyak hal yang pengen aku tanyakan pada Ray. Kenapa dia tidak datang di acara reunian kita dia juga tidak pernah mengangkat telepon dariku. Aku bingung Ar apa salahku aku.."


"Apa?" Amara kaget dan berdiri


"Kenapa Amara apa aku salah bicara?" Dimas ikut berdiri mensejajarkan dirinya dengan Amara


"Kak dimas bilang kak Ray tidak datang di acara reunian kalian?"


"Iya benar."


"Tapi malam itu kak Ray bilang mau ke reunian kak! bahkan tengah malam kak Ray baru pulang. Kak dimas juga bilang kak Ray tidak pernah menghubungi kak Dimas kan?"


"Iya."


"Hampir tiap hari kak, pagi siang malam. Kapanpun dan dimanapun kak Ray selalu teleponan dan kak Ray bilang itu dari kak Dimas. Bahkan kak Dimas juga pernah meminta untuk ditemani makan malam-malam buta. Dan kak Dimas bilang nggak pernah bertemu atau telepon kak Ray. Terus siapa Dimas yang kak Ray maksud kak..siapa orang yang selalu kak Ray temui setiap malam?"


"Tapi Amara aku berkata yang sebenarnya kami tidak pernah bertemu hampir dua Minggu."


Amara terduduk di lantai dan menangis tubuhnya terasa lemas.


"Amara kamu tidak apa-apa." Dimas panik


"Ajeng..Ajeng..bantuin jeng." Teriak Dimas memanggil ajeng


"Iya tuan.." Ajeng berlari dari dapur.


"Nona..nona kenapa menangis. Tuan Dimas nona Amara kenapa?"


"Aku juga tidak tau jeng."


_


_


"Nona..nona sebenarnya kenapa?"


"Kak Ray jeng..kak Ray bohong sama aku jeng."


"Bohong kenapa nona?" Amara pun menceritakan semuanya pada Ajeng.


"Nona jangan berpikir yang aneh-aneh dulu ya. Lebih baik kita cari tau dulu nona."


"Kamu benar Ajeng aku harus bermain cantik seperti yang kak Ray lakukan."


"Iya nona saya setuju. Nona harus berpura-pura tidak tau nona harus bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa sampai kita tau kebenarannya."


"Ini nona.." Ajeng menyerahkan kertas yang bertuliskan nomor telepon


"Ini nomor siapa jeng?"


"Tuan Dimas nona. Tadi tuan menitipkan ini untuk nona sebelum pergi. Kata tuan Dimas jika ada yang ingin nona tanyakan nona bisa menghubungi tuan dimas."

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸBersambung gaess๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2