
Pagi harinya seperti biasa Amara sudah siap dengan pakaian kerjanya Amara bangun lebih awal Karena ini adalah hari pertama Amara akan berangkat kerja dari rumah Mike Amara tidak tahu jarak dari kantor dengan rumah Mike apakah dekat atau jauh, selain itu Amara juga tidak mau Mike tahu jika dia karyawan di kantornya.
"Bu Amara berangkat dulu ya.." pamitnya kepada ibu Jumiati kemudian mencium kening jesen
"Hati-hati ya nduk.."
"Iya Bu, assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
"Nona mau kemana?" Sapa sari yang berpapasan dengan Amara
"Aku mau berangkat kerja sari."
"Waah..nona kerja hebat ya nona, sarapan dulu nona."
"Hebat apanya sari,nggak usah sar, nanti aku sarapan di jalan saja, aku berangkat ya sar."
"Hati-hati non."
"Heh..dilihat dari pakaiannya dia kerja jadi babu juga, bedanya dia di kantor sedangkan kita dirumah, yang kayak gitu sok sok an mau jadi nyonya disini."
"Kamu kenapa sih in, itu urusan tuan Mike dan nona Amara kenapa kamu yang sewot kita disini kerja jangan terlalu ikut campur."
"Halah..kamu lihat aja nanti aku akan membuat mereka keluar dari sini."
"Kamu jangan macem-macem ya in."
"Ada apa ini!!" Bentak Mike dari tangga, Mike pun menghampiri mereka
"Ada apa?"
"Nggak ada apa-apa tuan."
"Aku tidak mau ada keributan di rumahku kalau kalian masih ingin bekerja disini jangan membuat keributan, mengerti!!"
"Mengerti tuan." Mata Mike melihat sekeliling yang tampak sepi
"Apa Amara belum bangun?"
"Nona sudah berangkat kerja tuan."
"Kerja..kerja dimana dia." Batin Mike kemudian kembali ke kamarnya.
Mike segera membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat ke kantor
"Kerja dimana dia kenapa berangkat pagi sekali, oh iya Dion pasti tau Amara bekerja dimana lebih baik aku tanyakan saja." Gumam Mike sambil memakai pakaiannya.
Tak lama kemudian Mike telah siap Dion juga telah menunggunya di bawah.
"Pagi pak.." sapa Dion
"Pagi Dion, ayo cepat ada yang ingin aku bicarakan."
"Siap pak." Dion pun berjalan di belakang mike
"Dion apa kamu tau Amara bekerja dimana?" tanya Mike di sela perjalanan mereka.
"Apa, apa ini yang ingin Mike tanyakan." Batin Dion
"Maaf pak apa ini pertanyaan yang ingin anda tanyakan?"
"Iya, apa kamu tau?"
"Kenapa Mike bertanya tentang Amara.."
"Dia bekerja di kantor kita pak sebagai office girl."
"Apa office girl??"
"Iya pak kenapa bapak terkejut?"
"Em..tidak apa-apa aku hanya tidak menyangka ternyata dia karyawan ku, tunggu kata karyawan yang lain kamu sering datang ke pantry apa itu untuk menemui Amara?"
"Iya pak."
"Sial!! Ada hubungan apa sebenarnya mereka kenapa Dion seintens itu dengan Amara." Batin Mike
"Kenapa pak?"
"Tidak apa-apa, lebih cepat sedikit aku ada meeting."
"Maaf pak jadwal meeting bapak masih siang hari."
__ADS_1
"Hah sial aku lupa Dion asistenku."
"Ya pokoknya aku ingin cepat sampai."
"Iya pak." Dion tersenyum tipis
_
_
Di kantor
Mike tidak fokus mengerjakan tugasnya yang membuatnya uring-uringan.
"Ah..sial ada hubungan apa sebenarnya Amara dengan Dion apa jangan-jangan Dion sudah mengungkapkan perasaannya, tidak ini tidak boleh terjadi lagi pula Dion sudah punya Bella dia tidak boleh menduakan Bella aku harus cepat bergerak, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang ayolah otak cerdasku ayo berpikir. Ah sudahlah lebih baik aku temui dia saja."
Mike pun keluar dari ruangannya hendak mencari Amara tapi dia melihat Lusi seketika otak cerdasnya mempunyai ide.
"Lusi!"
"Iya pak Mike ada yang bisa Lusi bantu?"
"Buatkan aku kopi yang paling enak dan suruh Amara yang mengantarkannya."
"Amara pak?"
"Iya kenapa?"
"Ti..tidak apa-apa pak, saya permisi."
"Amara lagi Amara lagi kemarin pak Dion sekarang pak Mike." Batin Lusi
_
_
"Amara!" Panggil Lusi kasar
"Iya mbak ada apa?"
"Buatkan kopi yang paling enak dan antar ke ruangan tuan muda."
"Tuan muda? Tuan muda siapa mbak maaf aku nggak tau mbak."
"Mike..mampus bisa ketahuan aku kalau kerja disini."
"Em..boleh nggak mbak Lusi saja yang mengantarnya."
"Kamu tidak mau?"
"Bukan begitu mbak mau kok tapi..baiklah aku yang mengantar."
"Gitu dong dasar.."
"Sekarang aku yakin pasti Amara membuat kesalahan makanya disuruh ke ruangan pak Mike, mudah-mudahan aja dipecat deh." Batin Lusi.
_
_
Amara memakai masker kemudian menarik nafasnya dalam sebelum memasuki ruangan Mike.
"Huft…bismillah aja deh semoga semua baik-baik saja."
"Tok tok tok"
"Masuk!" Jawab Mike dari dalam, Amara pun lantas masuk
"Permisi pak ini kopinya." Mike pura-pura sibuk tetapi matanya melirik Amara
"Iya terimakasih."
"Kenapa kamu pakai masker?"
"Lagi flu pak."
"Oh ya..tapi suara kamu tidak sumbang."
"Haaachu… tuh kan pak saya bersin, permisi ya pak."
Mike tersenyum
"Lucu banget sih kamu Ra." Batin Mike
__ADS_1
"Ya silahkan..." Mike menggantungkan kalimatnya
"slamet..Slamet untung dia nggak tau." Kemudian Amara melangkah
"AMARA ANDINI!!"
Seketika amara berhenti matanya membulat sempurna
"Tak tak tak"
Mike menghampiri Amara yang mematung
"Yakin kamu lagi flu, tadi malam kamu baik-baik saja kenapa tiba-tiba flu." Bisik Mike di telinga Amara membuat bulu kuduk Amara berdiri Amara pun memiringkan kepalanya.
Tangan Mike terulur membuka masker Amara, seketika Amara memejamkan mata.
"Kamu itu lebih cantik begini kenapa harus ditutupi."
Amara menarik maskernya dari tangan Mike
"Aku kan sudah bilang aku lagi flu."
"Kamu membentakku, kamu lupa aku siapa?"
"Ma..maaf pak, sa..saya permisi." Buru-buru Amara meninggalkan ruangan Mike
"Hahaha Amara..Amara.."
Mike tersenyum senang melihat wajah panik Amara.
"Ada apa ini kayaknya seneng banget." Ucap Dion tiba-tiba masuk
"Ehem..tidak ada apa-apa. Ada apa?"
"Ini berkas-berkas yang harus kamu tanda tangani."
"Iya keluarlah nanti aku tanda tangani."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di mansion Mike keributan terjadi karena ulah dari Cassandra, Cassandra tiba-tiba datang lalu mengusir ibu Jumiati dan jesen, niatnya Cassandra ingin memberi pelajaran kepada Amara tetapi yang ada hanya anak kecil yang ia lihat difoto dan ibu Jumiati Cassandra pun melampiaskan kemarahannya kepada mereka. sari ingin menghubungi Mike tapi dihalangi oleh I'in.
Lalu sari berlari mencegah Cassandra yang menarik tangan ibu Jumiati di bantu maid yang lain.
"Jangan non jangan usir mereka kasihan jesen nona dia masih kecil." Cegah sari
"Iya nona kasihan ibu Jumiati, nanti tuan muda marah nona." Ucap maid yang lain.
"Tidak apa nona Cassandra tuan muda tidak akan tau kalau mereka tidak mengadu."
"Kamu benar i'in, ingat ya kalau diantara kalian ada yang mengadu kalian tau sendiri akibatnya." Ancam Cassandra
"Mama hiks..hiks..mama."
"Diam kamu!!"
"Jangan berani membentak cucuku!!"
"Ow..berani melawan kamu ya, dasar tua Ba**ka sia*an."
"Plakkk"
Cassandra menampar pipi ibu Jumiati
"Ibu.." sari berlari memeluk ibu Jumiati
"Nenek..Tante jahat, Tante jahat jesen benci Tante."
"Diam kamu anak kecil." Kemudian Cassandra mendorong tubuh jesen hingga terhuyung ke belakang beruntung ada Eni yang menangkap tubuh mungil itu.
"Apa yang nona lakukan dia masih kecil nona." Ucap eni
"Diam kamu, berani kamu melawan ku akan ku pastikan kamu akan dipecat.
Jangan ada diantara kalian yang menolongnya.
Ayo cepat kalian pergi dari sini." Cassandra kembali menarik tangan ibu Jumiati dan jesen
"Cukup nona lepaskan mereka, saya yang akan membawa mereka pergi dari sini."
"Oh..ada yang mau jadi pahlawan rupanya. Sana kamu bawa mereka pergi tapi ingat jika kamu tetap membawa Mereka kamu harus siap kehilangan pekerjaan ini dan akan aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan dimanapun itu."
"Baik saya akan keluar dari sini. Ayo Bu."
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹