
Pagi hari
Mike masih belum masuk kerja mike masih ingin menikmati masa-masa pengantin baru bersama Amara.
Sejak pagi Amara sudah bergelut di dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya. bi darmi sudah melarang Amara tetapi Amara tetap memasak.
"Non biar bibi saja ya yang memasak."
"Nggak apa-apa bi, aku juga pengen masak untuk suamiku."
"Iya non bibi tahu, tapi nanti tuan muda marah non."
"Bibi tenang saja ya, nanti kalau Mike marah Amara yang akan tanggung jawab."
"Tapi nonโฆ"
"Udah bibi kerjain yang lain saja, urusan dapur serahin sama Amara."
"Kalau gitu bibi bantu ya non.."
"Boleh deh bi." Akhirnya Amara memasak dibantu oleh bi darmi.
Hampir satu jam Amara bergelut di dapur akhirnya semua makanan sudah tersaji di meja makan.
_
_
Mike meraba tempat disebelahnya dengan mata terpejam ternyata kosong seketika Mike pun membuka mata.
"Amara sudah bangun.." lalu Mike melihat jam di layar handphone miliknya
"Jam enam kenapa Amara sudah bangun sepagi ini, apa jesen rewel."ย
Mike pun lalu bangun dan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Amara memasuki kamar dan tak melihat Mike disana, lalu Amara membereskan tempat tidur dan mengganti sprei dengan yang baru.
Ceklek
Mike keluar dari kamar mandi
"Mike..kamu sudah bangun??"
"Iya kamu dari mana sayang??" Mike mendekati Amara hendak memeluknya namun Mike mencium bau Amara yang berbau bumbu dapur.
"Sayang maaf kenapa kamu bau bumbu dapur kamu habis ngapain?"
__ADS_1
"Menurut kamu kalau orang bau bumbu dapur habis ngapain?"
"Masak, kamu habis masak??"
"Iya Mike..aku habis masak. Kenapa sih kaya kaget gitu??" Amara masih tersenyum, Amara tidak tau jika Mike tengah menahan amarah.
" Kamu memasak seperti mereka para maid, sekalian saja kamu bersihkan seluruh ruangan ini agar kamu tidak ada bedanya dengan mereka!" Amara tercengang melihat reaksi mike
"Mike!! Jaga bicaramu."
"Harus berapa kali aku bilang Amara jangan pernah mengerjakan pekerjaan rumah, itu bukan tugasmu itu tugas mereka para maid. Kamu istriku disini bukan babu. Tugasmu adalah melayaniku dengan baik dan patuh pada suami."
Dan diluar pintu kamar mike seseorang tengah tersenyum senang mendengar pertengkaran Mike dan Amara.
"Yes mereka bertengkar. Sudah kuduga Mike pasti punya rencana lain menikahi perempuan itu. Kita tunggu saja berapa lama mereka akan bertahan." Batin jenny kemudian meninggalkan Kamar Mike. Ya orang tersebut adalah jenny tadinya jenny ingin bertemu dengan ibu Jumiati tapi entah apa tujuannya. Tapi suatu keberuntungan bagi jenny melihat kamar Mike sedikit terbuka dan tidak sengaja melihat mereka bertengkar.
"Aku sedang melakukan tugasku sebagai istri Mike, aku juga ingin melayani suamiku dengan baik bukan hanya soal ranjang tapi semuanya. Aku memasak untuk kamu suamiku apa itu salah?? Jika itu kesalahan aku minta maaf tapi kamu tidak perlu semarah ini Mike, apa kamu tidak bisa bicara baik-baik, atau kamu menganggap perempuan sepertiku tidak pantas diajak bicara baik-baik. Apa aku serendah itu dimata kamu. Satu hal yang harus kamu tahu Mike sifat kamu ini hanya membuat aku tertekan!!" Ucap Amara menggebu-gebu sambil menangis kemudian pergi ke kamar mandi, menutup pintu dengan keras dan menangis sejadi-jadinya.
Mike tercengang melihat Amara hingga tubuhnya mematung untuk beberapa saat.
Sesaat kemudian Mike tersadar telah menyakiti Amara.
"Astaga apa yang sudah aku lakukan." Mike kemudian meminta maaf kepada Amara
"Sayang..buka pintunya aku minta maaf, aku salah. Aku khilaf sayang."
Amara masih tidak bersuara
Ceklek
Perlahan Amara membuka pintu dengan mata sembab Amara keluar dari kamar mandi. Mike hendak memeluk Amara tetapi Amara mundur
"Sayang aku minta maaf."
"Inilah aku Mike, ini yang aku takutkan kenapa aku belum juga menikah setelah menjadi janda tiga tahun lebih. Aku takut mereka tidak bisa menerimaku sepenuhnya. Aku takut masa laluku yang kelam terulang lagi."
"Aku minta maaf sayang." Mike mencoba meraih tangan Amara tapi Amara menepisnya.
"Ingat Mike kamu sudah berjanji untuk membahagiakan aku bukan membuatku tertekan."
"Iya aku minta maaf sayang aku tahu aku salah."
"Pikirkan Mike, pikirkan apa kamu benar-benar bisa menerimaku sepenuhnya atau tidak jika kamu sudah menemukan jawabannya kasih tahu aku. Aku menunggu jawabanmu sebelum aku jatuh cinta denganmu lebih baik aku tahu sekarang akan lebih mudah jika kita harus.."
Dengan cepat Mike memeluk amara
"Nggak!! Aku nggak mau." Ucapnya di sela-sela pelukannya. Sekuat tenaga Amara mencoba melepaskan diri tapi pelukan Mike justru semakin erat.
__ADS_1
"Aku minta maaf aku salah, Jangan tinggalkan aku, aku mohon."
"Lepas Mike."
"Aku tidak akan melepaskan kamu tidak akan pernah."
"Lepas Mike, bukankah kamu bilang aku bau."
"Tidak."
"Kamu bilang tadi aku bau, kalau begitu jangan dekat-dekat denganku."
"Aku memang bodoh, hukumlah aku tapi jangan memintaku untuk menjauhimu aku tidak sanggup."
Amara perlahan membalas pelukan Mike dan kembali menangis.
Mike melepas pelukannya saat Amara lebih tenang.
Mike menghapus air mata Amara sambil menatapnya dalam.
"Jangan menangis lagi, aku tidak sanggup melihatmu menangis. Hatiku sakit melihatmu menangis. Aku minta maaf jika sikapku membuatmu tertekan. Kamu harus tahu sayang aku melakukan itu karena aku tidak mau melihatmu kecapekan atau merasa diperlakukan tidak adil sebagai seorang istri. Mulai sekarang kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, memasak atau apapun itu kamu boleh melakukannya selama apa yang kamu lakukan masih di batas wajar. Dan ingat jangan terlalu lelah."
"Aku boleh memasak untukmu?"
"Iya.."
"Membuat kue??"
"Terserah kamu yang penting kamu senang. Ini untuk kamu." Mike menyerahkan black card nya. kartu kredit tanpa batas yang tak sembarang orang memilikinya itu Mike berikan untuk Amara
"Ini apa Mike, kenapa kamu berikan kepadaku."
"Kamu bisa membeli apa saja yang kamu mau, untuk kebutuhan kamu, ibu, jesen dan kebutuhan kita. Semuanya boleh kamu beli."
"Tapi Mike.."
"Tidak ada tapi-tapian itu hak kamu. Sebenarnya aku ingin memberikannya kemarin tapi aku belum sempat.
"Makasih ya Mike."
"Aku siapin air hangat untuk kamu mandi ya."
"Nggak usah aku bisa menyiapkannya sendiri."
"Baiklah terserah kamu." Amara kemudian ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit Amara berada di dalam kamar mandi Mike tiba-tiba melepas semua bajunya dan hanya menyisakan celana b*x*r saja.
__ADS_1
Mike lantas meminta Amara untuk membukakan pintu dengan alasan matanya perih kena saus dan ingin mencuci muka. Amara yang polos pun percaya begitu saja. Amara memakai handuknya lalu membuka pintu untuk mike. Begitu pintu terbuka Mike langsung menyerang Amara. Amara yang tidak siap pun kewalahan mengimbangi mike dan terjadilah Dimas di pagi hari.
๐น๐น๐น Bersambung ๐น๐น๐น