Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 71 : Hari H


__ADS_3

Hari ini adalah hari paling ditunggu-tunggu dan hari paling bersejarah bagi pasangan Ray dan Amara juga keluarga besar Dirgantara. Hari dimana mereka akan mengucapkan janji suci untuk saling menjaga, saling mencintai, hidup bersama sampai maut memisahkan.


Amara sudah bangun dari pukul 04.00 pagi, tadi malam ayu event manager dari wedding star memberitahu jika tim dari wedding star yang akan meriasnya pukul 04.15 sudah dipastikan sudah ada disana.


Amara sudah selesai mandi begitu juga kedua sahabatnya Arum dan risya juga telah selesai mandi.


Arum dan risya sampai di hotel Marion tadi malam. Karena Amara ingin mereka menjadi pendampingnya nanti.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Risya melihat raut wajah Amara gelisah


"Mbak..aku ngundang Miko tanpa memberitahu kak Ray. Kok aku jadi takut ya kalau kak Ray marah."


"Lo tuh ya..ada-ada saja. Harusnya Lo bilang dulu sama pak Ray."


"Iya..ya..aku salah. Mbak Risya kok malah marah sih."


"Ya elo sih bikin gara-gara terus. Ya semoga saja di hari bahagianya ini pak Ray bisa menahan emosinya."


"Tok tok tok" semua menengok ke arah pintu yang diketuk.


" Biar aku yang buka." Ucap Arum


"Ceklek, eh Bu Jumiati..silakan masuk Bu."


"Iya nak Arum..ini tukang riasnya sudah datang. Amara sudah bangun kan?"


"Sudah Bu..ayo silahkan masuk."


"Amara..ada ibu kamu." Lantas Amara dan Risya berdiri.


"Ini nak.. ibu mengantar tukang rias yang akan mendandani kamu."


"Halo mbak Amara..saya Ami, dan ini rekan saya jeni, kami tim dari wedding star yang akan merias anda."


"Iya Mbak Ami, saya Amara." Amara menjabat tangan Ami kemudian jeni yang diam tanpa mengucapkan apapun.jeni juga memakai masker juga topi. Amara merasa aneh saat menjabat tangan jeni tangannya terasa berbeda.


"Kalau begitu ibu tinggal dulu ya nak..ibu juga sudah ditunggu mau dirias juga."


"Iya bu jumiati, terima kasih.." ucap Risya dan Arum bersamaan.


Beberapa saat setelah kepergian ibu jumiati jeni membuka topi kemudian maskernya.


"Hei semuanya…aduh eike benar-benar pengap pake masker terus. Ini mulut Eike sudah gatel dari tadi." Amara, dan Arum bengong melihat lelaki jadi-jadian yang sangat tampan,namun memakai lipstik serta make up yang cetar di hadapannya. 


Dengan gaya ngondek. Sementara Risya tertawa melihat ekspresi kedua sahabatnya.


"Hahaha..kalian kenapa sih?"


"I…ini apa?" Tanya Arum spontan


"Lebay Lo..kaya nggak pernah lihat model ginian aja

__ADS_1


"Tapi ini beda..ganteng, cantik, aku terpesona.."


"Aw…terimakasih. Ya Eike memang cantik banyak kok yang bilang gitu. Tapi..lebih cantikan doi.." tunjuk jeni pada Amara


"Hehe.." Amara hanya nyengir kuda.


"Oke sayang..kita mulai dandannya biar nggak kelamaan. Dimana kita bisa mulai?"


"Di..disana kak."


"Jangan panggil kak dong cantikku..panggil Eike MADAM..Madam Jen oke!"


"Oke madam Jen disana."


"Oke.. let's go. eh Ami..ini kurang satu dong, ini kan masih ada satu hawa lagi."


"Oke bentar ya..aku hubungi Anita dulu." Ami meminta temannya untuk menambahkan satu perias lagi.


Kemudian Ami dan jeni mulai melakukan pekerjaannya sambil menunggu satu rekannya lagi.


Tak lama pintu diketuk Ami membukakan pintu, ternyata rekannya yang bernama indah sudah datang kemudian mereka mulai melakukan pekerjaanya.


_


_


_


Di kediaman dirgantara pun sama mama ana dan Tante Hana, sudah mulai dirias oleh tim dari wedding star tentunya.


Waktu menunjukan pukul 05.30. mama ana dan Tante Hana telah selesai dengan riasannya. Pak dirga dan pak yoga memasuki kamar. Pak Dirga sungguh terpana dengan sosok perempuan yang selalu setia mendampinginya selama ini. Meski diusianya yang tak lagi muda namun kecantikan mama ana tidak pernah pudar. Wanita itu selalu terlihat cantik.


"Mama cantik sekali.." puji pak Dirga kepada istrinya.


"Papa ih, sudah tua masih saja menggombal."


"Bener mbak..mbak itu cantik..sekali." sahut hana


"Kamu juga sangat cantik Han.."


"Oh iya dong mbak, adik mbak ini kan memang selalu cantik."


"Istri siapa dulu dong.." sahut pak yoga bangga.


"Ray sudah bangun kan pa?"


"Ya sudah lah ma..masak belum. Ini kan hari yang paling istimewa untuknya."


"Ya sudah sana papa, dan yoga dirias dulu. Mama mau ke kamar Ray."


Tante Hana menunggu suaminya dan pak Dirga yang sedang dirias sementara mama ana menemui Ray di kamarnya.

__ADS_1


Dari jarak yang cukup dekat Mama ana melihat kamar Ray yang nampak masih sepi tidak ada suara seseorang beraktivitas, mama ana mulai curiga. Mama ana pun mempercepat langkahnya.


"Tok tok tok, Ray.."


"Tok tok tok, Ray..buka pintunya..Ray.."


"Kenapa tidak ada jawaban, jangan-jangan.."


"Ray..buka pintunya Ray.."


"Brak brak" mama ana tidak lagi mengetuk tetapi menggebrak pintu.


"Emhh.." lenguh Ray dalam tidurnya


"Ray…" teriak mama ana sekali lagi


"Mama ngapain sih teriak-teriak." Gumam Ray.


"Iya ma..sebentar." jawab Ray khas bangun tidur. Lantas Ray membuka pintu dan terpampanglah wajah mama ana. Ray memperhatikan mama ana dari ujung rambut hingga ujung kaki. yang sudah cantik dibalut dengan kebaya berwarna abu-abu dengan tatanan rambut yang disanggul sangat anggun. Seketika Ray teringat akan kebodohannya.


"Kamu baru bangun Ray?" Tanya mama ana dengan nada tinggi.


"Brak" Ray menutup kembali pintunya


"Ray..dasar kamu ya. Awas kamu kalau telat mama nikahkan Amara dengan orang lain." Kesal mama ana


"Woy bangun woy!!" Teriak Ray sambil menggoyangkan tubuh dimas kasar. Dimas terbangun disusul Ardi kemudian Bagas.


Ray berlari menuju kamar mandi.


"Kenapa tuh si Ray?" Gumam Dimas yang masih setengah sadar.


Ardi melihat sekeliling saat pandangannya mengarah kegorden Ardi seketika ingat jika hari ini adalah hari pernikahan Ray. Dengan cepat Ardi menyambar handphonenya yang ada di atas nakas dan melihat jam sudah menunjukan pukul 06.00.


"Astaga!!sudah jam enam." Ardi, Dimas, Bagas saling pandang seketika mereka semua teringat akan hari ini "Ayo cepat kita bersiap." Ucap ardi lagi.


"Astagaaaaaaa kenapa bisa telat semua." Gumam Dimas


Ardi, Dimas, dan bagas berlari keluar mencari kamar mandi lain.


Mama ana mengadu tentang Ray yang belum bangun kepada pak Dirga.


"CK, anak itu. Biarkan saja mereka ayo kita berangkat duluan para tamu pasti sudah menunggu."


Pak Dirga dan yang lain bersiap untuk berangkat.


"Ardi!" Panggil pak Dirga yang melihat Dimas lewat akan mandi menggunakan kamar mandi kamar tamu.


"Iya paman.."


"Kami berangkat duluan nanti kamu bilang pada Ray jika kami sudah berangkat. Ingat, jangan sampai terlambat!"

__ADS_1


"Baik paman." Lantas pak Dirga dan yang lain pun memasuki mobil menuju hotel Marion miliknya.


***Happy reading 🥰🥰***


__ADS_2