
Mereka melakukannya diatas sofa tadinya Amara menolak tetapi begitulah Mike tidak menerima penolakan mau tidak mau Amara pun menurut.
Puas bermain disofa Mike pun membawa Amara berpindah pada ranjang yang berada di dalam ruangannya. Ya ruangan Mike memang dilengkapi dengan ruangan khusus untuk Mike beristirahat. Mike sengaja menyiapkan kamar khusus di dalam ruangannya untuk istrinya kelak jika ia sudah menikah.
Setengah jam mereka melakukan olahraga panas sebenarnya Mike masih belum puas dan masih ingin melakukannya lagi dan lagi tapi karena ini di kantor Amara tidak mau berlama-lama.
"Sayang lagi ya.." rengek Mike sambil berbaring memeluk tubuh polos istrinya.
"Sayang..ini dikantor aku nggak mau ah."
"Ya udah iya, tapi sebagai gantinya nanti malam tiga ronde."
"Iya terserah." Amara mengiyakan permintaan Mike.
"Nggak apa-apa deh tiga ronde juga dari pada harus minta jatah lagi disini lebih baik dirumah, nanti kalau udah capek juga pasti lupa." Batin amara
_
_
Amara dan Mike makan siang bersama setelah selesai melakukan olahraga panas.
Mike tersenyum melihat Amara makan dengan sangat lahap tiba-tiba Amara menghentikan makannya, dahi Mike berkerut
"Kenapa sayang?"
"Sayang aku pengen makan nasi padang."
"Nasi Padang, kamu yakin? Amara mengangguk
"Kenapa tidak boleh ya?"
"Tidak ada yang tidak boleh untuk kamu sayang semuanya pasti boleh, sebentar ya." Mike lalu menghubungi seseorang
"Tunggu ya sebentar lagi makanannya datang
"H.m.." Mike memperhatikan lagi tubuh istrinya yang lebih berisi akhir-akhir ini selera makan Amara juga bertambah Mike teringat jika bulan ini Amara belum datang bulan, senyum Mike mengembang Mike berharap akan ada Mike junior di dalam perut Amara.
"Sayang.. sepertinya kamu telat datang bulan."
"Itu hal biasa sayang, kadang bisa maju kadang bisa juga mundur jadi tidak usah khawatir."
Amara belum menyadari arah pembicaraan Mike tapi Mike juga tidak ingin Amara menjadi tersinggung jika ia terus membicarakan soal anak.
Tak lama kemudian Lusi mengetuk pintu membawa satu bungkus nasi Padang.
lalu Mike membawanya kepada Amara
"Ini nasi Padangnya sayang, mau pake piring?"
"Nggak usah nasi Padang memang enak dimakan seperti ini."
Amara langsung membuka bungkusan nasi Padang itu matanya berbinar kala menatap satu bungkus penuh nasi Padang dengan campuran banyak lauk.
Amara lalu makan menggunakan tangan.
"Sayang pake sendok."
"Nggak enak sayang makan nasi Padang itu harus pake tangan, kamu mau coba?"
"Tidak usah kamu saja."
Lagi-lagi Mike menatap Amara yang makan dengan sangat lahap seperti orang kelaparan padahal Amara baru saja makan bersamanya dengan bekal yang ia bawa.
_
_
Setelah makan siang selesai Mike kembali bekerja meski fokus bekerja tapi sesekali Mike melirik Amara yang sedang menunggunya sambil memainkan ponsel di sofa.
__ADS_1
Amara menonton Drakor kesukaannya sesekali Amara tertawa Mike tersenyum melihat tingkah istrinya.
Saat sedang asik menonton Drakor tiba-tiba muncul iklan seorang anak sedang menikmati ice cream.
"Ya ampun!!" Ucap Amara
"Kenapa sayang?" Tanya Mike panik
"Sayang sini deh." Mike lantas menghampiri Amara
"Kenapa sayang?"
"Coba lihat pasti seger banget makan ice cream panas-panas gini. Aku jadi pengen." Amara menunjukan iklan itu kepada Mike.
"Ya ampun sayang kamu pengen ice cream?"
"Iya, nggak boleh ya?"
"Boleh dong sayang, aku kira tadi kamu kenapa, sebentar ya aku suruh Lusi untuk beli."
"Jangan Lusi.."
"Kenapa?"
"Aku pengennya kamu yang beli."
"Aku?"
"Iya kamu, kenapa kamu nggak mau?"
"Sikap Amara semakin aneh nggak biasanya Amara manja seperti ini mudah-mudahan feeling ku benar."
"Yaudah iya aku beliin ya, kamu tunggu sebentar."
"Pokoknya harus kamu sendiri yang beli nggak boleh orang lain. Kalau sampai kamu ketahuan nyuruh orang aku bakal marah banget sama kamu."
"Iya sayang iya."
Terdengar suara ketukan pintu
"Masuk!" Jawab Mike
"Permisi pak lima menit lagi anda harus meeting dengan dewan direksi." Jelas Dion
"Tolong kamu handle dulu saya akan sedikit terlambat Amara minta dibelikan ice cream."
"Biar saya suruh orang untuk membelikan ice cream pak atau biar saya saja yang beli."
"Nggak mau! Pokoknya harus Mike yang beli." Jawab Amara tegas
"Kenapa sikap Amara jadi aneh nggak biasanya Amara seperti ini." Batin Dion
"Kamu dengar Dion saya harus beli ice cream."
"Baik pak biar saya handle dulu. Kalau begitu saya permisi."
"Oh ya sayang mau ice cream rasa apa?"
"Stroberi, mangga, anggur."
"Banyak sekali memangnya habis?"
"Ya udah nggak jadi nggak usah beli."
"Iya sayang iya..jangan marah ya aku berangkat sekarang."
"Dia juga lebih sensitif sekarang." batin Mike lagi
Sampai dibawah Mike bertemu dengan Lusi lalu Mike memanggilnya
__ADS_1
"Lusi!!"
"Iya pak, ada yang bisa Lusi bantu?"
"Tolong temani istri saya, saya mau beli ice cream."
"Biar Lusi saja yang beli pak."
"Tidak! Istri saya tidak mau orang lain yang beli. Cepat temani istri saya jangan sampai istri saya merasa bosan."
"Baik pak."
"Tapi ingat jangan berbicara kasar apalagi menyakiti istri saya."
"Siap pak. Kalau begitu saya permisi."
Lusi lantas menuju ruangan Mike.
"Permisi..nona." ucap Lusi sambil membuka pintu
"Mbak Lusi..ada apa?"
"Maaf nona saya diperintahkan pak Mike untuk menemani nona."
"Silahkan masuk mbak. Jangan panggil saya nona saya tidak enak."
"Maaf nona tapi ini perintah saya tidak berani melawan saya masih butuh pekerjaan ini."
"Baiklah terserah kamu."
"Nona butuh sesuatu?"
"Tidak! Apa pekerjaan kamu sudah selesai?"
"Belum nona."
"Kalau begitu pergilah lanjutkan perjalananmu, saya tidak apa-apa."
"Tidak nona, kata pak Mike saya harus menemani nona."
"Tapi saya ingin sendiri pergilah mbak."
"Tidak nona saya disini saja."
"Mbak Lusi tolong jangan membuat saya marah."
"Lusi kamu tidak mendengarkan kata-kata saya, jangan membuat istri saya marah!" Ucap Mike yang baru datang
"Maaf pak tapi saya.."
"Sayang mbak lusi nggak bersalah justru mbak lusi menjalankan perintah kamu dengan baik. Tadinya aku menyuruh mbak Lusi pergi tapi mbak Lusi nggak mau karena menuruti perintah kamu." Amara mencoba membela lusi
"Yaudah sekarang kamu silahkan lanjutkan pekerjaanmu."
"Siap pak." Lusi lantas pergi
"Mana ice creamnya?" Amara menadahkan kedua tangannya seperti anak kecil
"Ini sayang silahkan dimakan aku meeting dulu ya sudah ditunggu."
"Mike meeting ini kesempatan aku untuk mencari tau tentang Ray." Batin Amara
"Sayang kamu meeting bawa ponsel apa tidak takut terganggu."
Mike sejenak berpikir kemudian menjawab
"Iya juga sih kalau begitu kamu saja yang bawa aku pergi dulu ya." Mike lalu mencium kening Amara sebelum keluar.
"Yes semoga aku menemukan petunjuk di ponsel Mike."
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹