Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 51 : Penuh cinta


__ADS_3

Dasar anak nakal!" Gumam mama ana setelah kepergian Ray.


"Kamu jangan mau diapa apain sama dia."


"Iya ma." Jawab Amara sambil senyum senyum


"Eh.. kamu jangan senyum senyum ini serius sayang. Mama nggak mau kamu kenapa kenapa sebelum kalian benar benar halal. Kamu ingat kan kejadian tempo hari saat kamu di rumah sakit mama nggak mau itu terulang lagi."


"Emang ada kejadian apa ma di rumah sakit?"


Mama ana keceplosan dengan kata katanya.


"Em..ya itu kejadian. Kejadian apa ya..ya kejadian kamu dirawat itu." Mama ana bingung mencari alasan


"Terus yang mama takutin dari kak Ray apa?"


"Hehe..udahlah sayang nggak perlu dipikirin mama juga bingung dengan omongan mama. Mama emang gini kalau lagi kesel suka aneh omongannya. Kamu sudah makan belum?"


"Sudah kok ma. Tadi disuapin kak Ray."


"Aaa..so sweet banget sih. Mama jadi pengen deh. Eh sayang menurut kamu kapan kita bisa pergi ke rumah kamu? Mama sudah tidak sabar pengen cepat cepat halalin kamu."


"Hah?"


"Maksud mama biar kamu cepat jadi mantu mama."


"Terserah mama dan kak Ray aja maunya kapan biar Amara kasih tau bapak dan ibu agar bisa siap siap."


"Beneran sayang, emang kamu udah beneran sehat?"


"Udah kok ma Amara udah sehat."


"Kalau besok gimana?"


"Kalau gitu Amara coba telepon bapak sama ibu dulu ya ma. Takutnya mereka belum siap karena mendadak."


"Iya sudah kamu telepon gih. Mama mau kasih tau papa dan Ray dulu. Nanti kalau sudah selesai kasih tau mama ya?"


Amara mengangguk dengan senyum yang dipaksakan.


"Huf..dimana nih kasihan bapak sama ibu pasti kerepotan kalau mendadak gini terus dimana dengan uangnya harus cari dimana tabungan Aku juga sudah habis." Gumam Amara setelah mama ana keluar.


Amara duduk dilantai bersandar pada ranjang menekuk kedua lututnya sambil mengetuk ketukan ponselnya melamun.


Bahkan kedatangan Ray pun Amara tidak sadar.


Tiba tiba Ray mengelus puncak kepalanya.


"Kak Ray! Kebiasaan deh suka ngagetin." Ray tersenyum kemudian mengulurkan tangan untuk Amara berdiri dan membawa Amara duduk dipangkuannya ditepi ranjang. Amara mengalungkan satu tangannya dileher ray dan tangan satunya memainkan kancing piyama Ray. (Duduknya tidak mekakah ya gaess karena Amara memakai piyama kimono)


"Kamu kenapa melamun?" 


"Aku nggak melamun."


"Oh ya? Terus kenapa kamu tidak tau aku datang padahal aku sudah mengetuk pintu bahkan aku panggil kamu berkali kali?"


"Huuf" Amara menarik nafas dalam yang membuat Ray semakin yakin ada sesuatu yang Amara pikirkan

__ADS_1


"Hey..kenapa sayang?" Ray menarik dagu Amara agar melihatnya


"Kak Ray pasti sudah tau kalau besok.."


"Iya aku tau. Terus kenapa kamu tidak setuju atau ini terlalu mendadak?" Potong Ray


"Iya Ini terlalu mendadak. Tadinya aku pikir mama ana tidak akan meminta besok. Mama ana begitu semangat dan senang aku tidak tega menolaknya."


"Jadi sebenarnya kamu tidak setuju?" Amara melihat raut kekecewaan diwajah Ray.


"Bukan begitu kak. Aku hanya bingung harus..harus.." Amara ragu untuk mengatakannya.


"Harus?" Ulang Ray


"Harus mencari uang dimana ibu dan bapak pasti bingung harus mencari uang dimana dalam semalam. Aku juga sudah tidak punya tabungan." Lirih Amara yang menciptakan senyuman di bibir Ray. 


"Kak Ray! Aku serius kok malah senyum senyum sih. Kak Ray ih." Kesal Amara yang akan turun dari pangkuan Ray namun ditahan oleh ray.


"Maaf sayang habis kamu lucu sih. Kamu lupa siapa calon suami kamu ini. Rayen Dirgantara pewaris tunggal Dirgantara Group. Aku yang akan menanggung semuanya dari acara lamaran hingga pesta pernikahan kita."


"Tapi kak ini kan lamarannya dirumah aku. Nggak mungkin kan orang tua aku diam saja tanpa menyuguhkan apapun. Itu yang aku pikirin kak."


"Bukankah aku sudah bilang jika semua biaya hidup kamu dan orang tua kamu aku yang menanggung. Sekarang berapa nomor rekening orang tua kamu?"


 "Tidak punya."


"Terus?"


"Ya nggak tahu."


"Kasih Tau alamat kamu sekarang!"


"Aku kan calon suami kamu. cepat kasih tau kita tidak punya banyak waktu."


Setelah Amara memberikan alamatnya, Ray mengotak Atik handphonenya entah apa yang Ray lakukan Amara tidak tahu. Sesaat kemudian panggilan masuk di handphone Ray.


"Lakukan sekarang sesuai yang aku perintahkan. Bawa temanmu jika tidak mau sendiri!" Kemudian panggilan berakhir.


"Beres." Ucap Ray 


"Apanya yang beres?"


"Urusan orang tua kamu. Kamu tidak perlu memikirkan apa apa lagi semua sudah beres."


"Kak Ray bercanda?"


"Apa aku terlihat bercanda?" Amara menggeleng.


"Sekarang tinggal urusan kita yang belum beres." Ray merapatkan pelukannya pandangan matanya lurus menatap bibir ranum amara. Kemudian menempelkan keningnya pada kening Amara hingga tidak ada jarak lagi. tiba tiba saja bibir mereka sudah saling menyatu. Saling mengecap merengkuh kenikmatan masing masing. Amara membuka mulutnya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Ray. Lidah mereka saling membelit saling mengabsen satu sama lain. Setelah puas di bibir Amara ciuman Ray turun di leher jenjang Amara meninggalkan jejak cintanya disana sesekali Amara melenguh yang membuat Ray semakin bergairah. Ray mengangkat Amara menidurkannya di ranjang lalu mengungkungnya. Ray kembali mencium bibir amara Jemari tangan Ray bergerak membuka satu kancing piyama Amara kemudian meninggalkan jejaknya disana tangan itu terus bergerak untuk membuka kancing berikutnya


"Tok tok tok Amara kamu sudah tidur??"  Teriak mama ana di balik pintu


Lagi lagi mama ana mengacaukan gairah Ray yang sudah diubun ubun.


Kali ini Ray tidak mau kalah Ray tetap melanjutkan aktivitasnya menciumi dada atas Amara.


"Sayang bagaimana apa orang tua kamu setuju?" Seketika Amara teringat jika belum menghubungi orang tuanya kemudian mendorong Ray 

__ADS_1


"I..iya ma ibu dan bapak setuju."


"Kamu sudah mengantuk ya? Maaf ya mama ganggu kamu. Ya sudah kamu lanjutkan saja tidurnya mama pergi dulu. Selamat malam sayang."


"Selamat malam ma!!" Yang membuat Ray tersenyum kemudian kembali melanjutkan aksinya namun di dorong oleh Amara.


"Kakak..aku belum telepon ibu!" Amara bergegas mengambil handphone nya yang ia simpan di atas nakas dan menghubungi orang tuanya.


"Assalamualaikum Bu." 


"Waalaikumsalam nduk, ada apa kok telepon ibu malam malam?"


"Maaf ya Bu Amara mengganggu ibu malam malam begini, bapak mana Bu?"


"Ini disamping ibu."


"Halo nak ada apa?"


"Jadi gini Bu pak, kak Ray bersama orangtuanya akan datang besok untuk melamar Amara." 


"Apa? Kok mendadak to nduk ibu nggak punya apa apa ini. Ibu nggak pegang uang sama sekali nduk. Ndak papa nak kamu jangan khawatir biar bapak pinjam pada Hasim besok." Sahut pak Hasan


"Jangan pak! Bapak nggak boleh pinjam uang sama paman. Nanti bapak malah dihina sama mereka Amara nggak mau itu terjadi pak." 


"Assalamualaikum pak.." sapa ray yang sedari tadi memeluk Amara dari belakang


"Waalaikumsalam nak!"


"Bapak dan ibu jangan khawatir biar semua Ray yang tanggung. Dan malam ini saya telah mengirim asisten saya untuk kesana namanya Ardi dia yang akan mengurus segala keperluan ibu dan bapak. Ibu bilang saja apa yang ibu dan bapak butuhkan kepada Ardi. Termasuk baju untuk bapak dan ibu."


"Wah nak kami jadi ngerepotin, seharusnya tidak perlu seperti itu nak. Amara anak kami sudah menjadi kewajiban kami untuk membiayai ini semua nak."


"Tidak papa pak. Amara calon istri saya artinya bapak dan ibu adalah orang tua saya juga. Ini tidak sebanding dengan pengorbanan ibu dan bapak selama ini merawat dan membesarkan Amara. Dan tiba tiba saya datang ingin memiliki Amara terimakasih banyak pak bu." Kata kata Ray sangat dalam dan tulus membuat Amara terharu dan meneteskan air mata.


"Ya sudah Bu. Itu saja yang ingin Amara sampaikan. Ibu cepat tidur ya besok ibu harus bangun lebih awal dari biasanya."


"Iya nduk kamu juga. Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


"Kak Ray…"


"Hemmm.." tiba tiba Amara memeluk Ray erat.


"I love you" kata yang selama ini Ray tunggu tunggu keluar dari mulut Amara


"Apa?" Ray menangkup kedua pipi Amara


"Katakan sekali lagi!"


"I love you Rayen Dirgantara I love you…" Ray sangat bahagia. Ray menghujani Amara dengan ciuman kemudian memeluknya.


"Aku sangat bahagia sayang..terimakasih sayangku terimakasih." 


*jangan lupa like komen dan vote!!!


***happy reading 🥰🥰***

__ADS_1


 


__ADS_2