
Pagi-pagi sekali Amara sudah bangun dan pergi tanpa membuatkan Ray sarapan
"Sayang kamu mau kemana?"ย
"Ada urusan."
"Ada urusan dengan siapa kenapa pagi-pagi sekali."
"Teman." Jawabnya singkatย
"Amaraโฆ" teriak Ray yang melihat Amara pergiย
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Amara pergi menemui Ardi sebelum Ardi berangkat ke kantor.ย
Mereka bertemu di taman dekat kosnya dulu.
"Jadi apa yang bisa aku bantu Amara?"
"Ini." Amara menyerahkan handphone miliknya
"Untuk apa?"
"Aku minta informasi mengenai angel. Semuanya tanpa ada yang tertinggal. Dan lagi aku minta sosial media Ray yang tidak bisa aku buka. Aku yakin disitu ada banyak informasi mengenai hubungan Ray dan angel dulu. Please Ar tolong aku."
Ray menyerahkan kembali handphone Amara
"Aku akan bantu kamu tidak sampai dua puluh empat jam semua informasi yang kamu butuhkan akan aku kirimkan termasuk email sosial media Ray." Amara tersenyum senang
"Terimakasih ya Ar.." ucap Ray menggenggam tangan Ardi.
"Deg"
Tiba-tiba jantungnya berdetak lebih kencang tubuhnya seketika menegang.
"Astaga kenapa dengan tubuhku kenapa aku menjadi deg-degan saat Amara menggenggam tanganku." Batin Ardi lalu menyentuh dadanya.
"Ardi.. kamu kenapa?"
"Ti..tidak apa-apa?" Jawabnya terbata
"Baiklah Ar kalau begitu aku pulang dulu ya. Terimakasih kamu sudah mau membantuku."
"Sa.. sama-sama Amara jika butuh sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuan kepadaku."
"Terimakasih." Jawab amara sambil tersenyum.
"Amara!" Panggil Ardi lagi saat Amara ingin melangkah pergi
"Biar aku antar."
"Tidak usah Ar aku naik taxi saja. Lagian nanti bisa terjadi salah paham kalau ada yang lihat kamu mengantarku pulang."
"Iya Juga sih. Ya udah kamu hati-hati ya."
"Oke.."
_
_
Sementara Ray merasa gelisah di kantor memikirkan Amara yang sejak pagi sudah pergi tanpa pamit bahkan handphone Amara tidak dapat dihubungi.
"Kemana perginya Amara kenapa tidak bisa dihubungi." Gumam Ray sambil terus menghubungi Amara.
Angel tiba-tiba masuk ke ruangan Ray kemudian duduk di depannya. Bahkan saking sibuknya Ray menghubungi Amara Ray tidak sadar jika angel sudah duduk di depannya.
__ADS_1
"Angel sejak kapan kamu ada disini? ada apa?" Kaget ray
"Kamu yang ada apa? Dari tadi aku mengirim chat untuk kamu tapi tidak kamu balas aku hubungi juga tidak bisa, kenapa sih Ray?"
"Amara! Sejak pagi dia sudah pergi bahkan tidak membuatkan aku sarapan. Aku hubungi juga tidak bisa." Angel memutar bola matanya malas.
"Amara lagi Amara lagi memang sialan amara." Batin angel
"Ray..paling juga Amara pergi ke pasar beli sayur emang apalagi yang bisa dilakukan ibu rumah tangga. Sudahlah Ray kamu tenang saja."
"Tapi tidak biasanya dia tidak menyiapkan aku sarapan."
"Justru itu Ray seharusnya kamu marah itu sudah kewajiban Amara sebagai seorang istri untuk menyiapkan sarapan. Kamu sudah bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan Amara dan orang tuanya kamu tidak usah memikirkan hal-hal yang seharusnya dia lakukan.
Ayolah Ray kamu jangan lemah kalau kamu lemah Amara bisa semena-mena sama kamu."ย Ray terdiam mendengar kata-kata angel. Sementara di luar pintu Ardi mengepalkan kedua tangannya mendengar angel yang mencoba menghasut Ray dan menjelek-jelekkan Amara.
Tadinya ardi ingin ke ruangan Ray untuk mengantarkan berkas tetapi dari luar Ardi mendengar suara angel dan Ray Ardi pun mengurungkan niatnya untuk masuk dan hendak pergi namun mendengar angel menyebutkan nama Amara Ardi pun memutuskan untuk mendengarkan percakapan mereka.
_
_
Sesampainya di rumah Amara menghubungi Miko sebenarnya Amara ragu apakah Miko masih mau bertemu dengannya atau tidak. Tapi Amara tidak punya pilihan lain hanya Miko orang ia kenal yang bisa memberinya pekerjaan.
"Tuuut.." panggilan tersambung dan tidak perlu menunggu lama Miko menjawab panggilan dari Amara.
"Halo Amara.." ucap Miko di seberang sana
"Hai kak..maaf ya aku mengganggu kak Miko pagi-pagi begini."
"Tidak apa-apa Amara aku juga tidak sibuk. Aku malah senang kamu mau menghubungiku lagi."
"Apa kita bisa bertemu?"
"Bisa!" Dengan semangat Miko menjawab
"Terserah kak Miko saja."
"Sekarang juga boleh." ucap miko
"Beneran?"
"Iya, gimana kalau kita bertemu di restoran xxx?"
"Oke. Aku siap -siap dulu ya kak."
_
_
Miko tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya Sepanjang perjalanan menuju restoran senyum di bibirnya tak pernah pudar. Miko sampai di restoran lebih dulu Miko tidak ingin Amara menunggunya terlalu lama lebih baik Miko yang menunggu. Lima belas menit kemudian Amara sampai di restoran.
"Maaf ya kak aku telat."
Terpana?? YaโฆMiko terpana dengan Amara yang selalu cantik bahkan sekarang semakin cantik Dimata miko meskipun amara terlihat lebih kurus.
"Kak.." panggil Amara lagi
"Iya kenapa?"
"Maaf ya aku telat kak Miko sudah lama?"
"Tidak apa-apa aku juga baru sampai kok."
"Mau pesan apa?"
"Jus alpukat saja kak."
__ADS_1
"Makannya?"
"Em.. french fries saja."
_
_
"Jadi apa yang bisa aku bantu?" Tanya Miko sambil menikmati hidangan ringannya.
"Yah..ketahuan deh emang kelihatan banget ya kak kalau aku lagi butuh bantuan."
"Hahaha..bukan begitu maksudku. Kamu sudah punya suami tidak mungkin kamu mau mengajakku bertemu jika tidak ada sesuatu yang penting."
"Oke..jujur saja aku mau minta pekerjaan."
"Uhuk..uhuk" Miko tersedak
"Minum dulu kak." Amara memberikan minumannya untuk miko.
"Hati-hati dong kak kok bisa tersedak sih?"
"Sorry Ra aku kaget kamu minta pekerjaan." Raut wajah Amara berubah sendu dan Miko menyadari itu.
"Eh sorry -sorry maksudku aku kaget aja Ra suami kamu kan kaya raya Kenapa kamu harus bekerja?"
"Terkadang apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan apa yang kita pikirkan."
"Maksud kamu?"
"Tidak ada. Jadi apa ada pekerjaan untukku?"
"Kamu lupa kamu belum membuat surat pengunduran diri waktu kamu keluar dan aku anggap itu sebagai cuti untuk kamu."
"Mana ada cuti sampai bertahun-tahun?"
"Ada! Khusus untuk kamu yang tidak ada bisa aku adakan."
"Hahaha" mereka tertawa bersama
"Sudah lama Ra aku tidak melihat tawamu dan sekarang aku bisa kembali melihatnya aku sangat bahagia." Batin miko
"Dulu aku pernah mengatakan padamu kapanpun kamu mau kembali bekerja aku akan selalu menerima kamu. Jadi kalau kamu mau besok kamu bisa mulai bekerja.
"Iya aku mau."
_
_
Amara merebahkan tubuhnya di kamar tamu tiba-tiba handphonenya bergetar satu pesan masuk dari Ardi.
Ardi mengirimkan email sosial media Ray juga informasi mengenai angel.
Amara segera bangkit lalu mengambil laptopnya yang ada di kamar.
Setelah mengotak Atik laptop-nya akhirnya Amara bisa membuka sosial media Ray.
Dan betapa terkejutnya Amara melihat foto Ajeng dan Ray dari mereka masih sekolah hingga kuliah. Dari yang biasa hingga yang paling mesra foto itu masih tersimpan rapi disana. Dan foto terakhir yang membuat Amara sangat syok yaitu foto angel yang sedang tidur di sebuah kamar dengan caption "cepat sembuh my angel" dan baru di unggah oleh Ray satu Minggu yang lalu.
Kalah. Ya Amara telah kalah satu langkah lebih cepat oleh mereka. Bisa-bisanya Ray menipunya hingga sejauh ini. Amara mengepalkan kedua tangannya hatinya bergemuruh diselimuti rasa amarah.
Sekarang Amara yakin jika ada hubungan sepesial di antara mereka.
๐๐๐ Bersambung gaess๐๐๐
๐บ terimakasih untuk semua yang selalu mendukung kisah cinta Amara semoga sehat selalu dan di limpahkan Rizkynya
__ADS_1
๐บ๐บ Happy reading ๐ฅฐ๐ฅฐ๐บ๐บ