
Eps sebelumnya
"Beib..ini kan waktunya istirahat udah ya meeting nya di pending dulu, ayo kita makan." Cassandra menarik tangan Mike masuk ke dalam ruangan Mike.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Kamu ngapain sih kesini?" Bentak Mike
"Beib..aku nganterin makan siang buat kamu."
"Aku nggak butuh!! Berapa kali aku bilang sama kamu jangan pernah menemui aku di kantor!"
"Kamu kenapa sih Mikeย nggak bisa melihat kebaikan aku sedikit aja, aku ini pacar kamu mike."
"Terus karena kamu pacarku kamu bisa berbuat semau kamu, ha?"
"Aku cuma nganterin makan siang Mike terus salah aku dimana kenapa kamu marah?"
"Tapi aku nggak suka Cassandra, apa kata orang-orang kantor apa kamu nggak malu?"
"Malu..kenapa aku harus malu, udah ya..jangan marah-marah terus nanti karyawan kamu dengar kan nggak enak beib."
"Ini terakhir kalinya kamu datang kesini kalau sampai kamu nekat kesini lagi aku pastikan kita putus."
"Jangan!! jangan beib aku nggak mau putus sama kamu."
"Sial gara-gara Cassandra aku gagal melihatnya, sebentar kenapa aku ingin melihatnya." Batin Mike.
_
_
Semenjak saat itu Cassandra tidak lagi menemui Mike di kantornya.
Cassandra memang kekasih Mike meski begitu Mike tidak pernah sekalipun menghubungi Cassandra jika bukan ia yang menghubunginya.
Mike berusaha sangat keras untuk mengembangkan perusahaan kakeknya karenanya Mike tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Hari berganti hari tidak terasa hampir satu bulan sudah Amara bekerja di rumah makan milik Bu inah, dengan penghasilan harian yang tidak menentu, Amara merasa bingung karena penghasilannya yang tidak menentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari apalagi jesen sudah mulai sekolah playgroup, Amara juga harus membayar uang kontrakan.
Sedangkan uang yang ia sisihkan dari hasil kerjanya masih jauh dari cukup untuk membayar kontrakan.
"Aku harus mencari uang dimana lagi untuk membayar kontrakan." Keluh Amara pada dirinya sendiri kemudian Amara teringat pada Mira seorang wanita yang menawarinya pekerjaan tiga Minggu yang lalu di rumah makan Bu Inah.
"Apa aku terima saja tawaran mbak Mira." Amara segera mencari nomor telepon yang Mira berikan untuknya.
"Alhamdulillah ketemu.." Amara pun mendial nomor Mira
"Halo mbak.." panggilan tersambung
"(...?)"
"Ini saya mbak Amara, yang pernah mbak beri nomor telepon tiga Minggu yang lalu di rumah makan Bu Inah di jalan xxx, apa pekerjaan yang mbak tawarkan masih ada?"
"(....)"
"Iya mbak, nanti saya kesana."
"(...)"
"Baik mbak, terimakasih banyak." panggilan berakhir
"Alhamdulillah.. akhirnya aku punya pekerjaan sampingan, kata mbak Mira aku harus dandan cantik, okelah lebih baik sekarang aku siapkan bajunya." Gumam Amara, dengan semangat Amara menyiapkan baju yang akan ia pakai.
_
_
__ADS_1
Malam pun tiba Amara bersiap untuk pergi ke klub sesuai yang Mira katakan.
"Nduk..kamu mau kemana malam-malam begini?"
"Jesen sudah tidur, tadi sudah aku kelonin. Aku mau kerja sampingan Bu, teman aku ada yang ngasih kerjaan Bu."
"Tapi kerja apa nduk malam-malam begini?"
"Aku juga belum tau Bu, ini aku mau mastiin dulu kalau kerjaannya nggak aneh-aneh aku ambil."
"Janji ya nduk..jangan aneh-aneh."
"Iya Bu..Amara juga nggak mungkin aneh-aneh kok."
"Hati-hati ya nduk.." ibu Jumiati tiba-tiba menangis memeluk Amara
"Ibu kenapa menangis?"
"Nggak apa-apa nduk..sudah sana berangkat jangan lupa berdoa."
"Iya Bu assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.." ibu Jumiati menatap sendu kepergian Amara
"Ya Allah jaga anakku ya Allah lindungi dia dimanapun dia berada."
_
_
Setengah jam perjalanan Amara pun sampai di klub xxx, Amara turun dari motor tukang ojek ternyata Mira sudah menunggunya di depan klub. Melihat Amara turun Mira segera menghampiri Amara.
"Amara..ayo cepat masuk."
"Bentar mbak aku bayar dulu."
"Nih pak cepat pergi." Mira memberikan uang lima puluh ribu kepada tukang ojek tersebut.
Mira menarik tangan Amara.
" Harusnya kamu dandan yang cantik, ini juga pakaian apa yang kamu pakai."ย
"Memang kenapa dengan pakaianku?"
"Sudahlah karena ini hari pertama kamu kali ini aku maklumi."
Amara tidak pernah masuk klub sebelumnya ini adalah pertama kalinya ia masuk klub, suara musik yang keras dan orang-orang yang tengah berjoget dengan pakaian yang sangat terbuka membuatnya merasa risih dan tidak nyaman.
"Ayo cepat."
Kemudian Mira membawa Amara menemui bosnya.
"Malam bos..ini aku bawa yang tadi aku bilang." Ucap Mira kepada bosnya, laki-laki itu memandang Amara dari atas sampai bawah.
"Sempurna..kerja bagus Mira, cepat urus dia."
"Siap bos."
Mira membawa lagi Amara ke sebuah kamar."
"Kenapa kesini mbak, ini kamar siapa?"
"Kamarku,, lebih tepatnya ruang ganti. Ayo cepat duduk." Mira mendudukkan Amara di sebuah kursi rias
"Mbak mau apa?"
"Aku akan membuat kamu seperti princess malam ini."
"Memangnya harus mbak."
__ADS_1
"Iya dong itu syarat supaya kamu diterima disini."
"Kenapa syaratnya aneh sekali, memangnya aku kerja apa?"
"Hanya melayani tamu."
"Aku tidak mengerti melayani seperti apa?"
"Sial banyak sekali pertanyaan gadis ini." Batin Mira
"Amara kita tidak punya banyak waktu, aku harus cepat mendandani kamu sebelum bos marah besar. Lebih baik kamu menurut ya."
Akhirnya Amara tidak lagi bersuara
Lima belas menit kemudian Mira selesai mendandani Amara
"Selesai.." ucapnya
"Udah ya mbak?"
"Udah dong kamu cantik banget tau nggak, emang dasarnya cantik tetap saja cantik. Sekarang kamu ganti baju."
"Oh ganti seragam ya mbak?"
"Iya dong..nih ganti baju ini."
"Ini baju apa mbak.. aku nggak mau."
"Hah lama." Mira menarik baju Amara paksa hingga baju itu robek
"Mbak Apa yang mbak lakukan?"
"Sekarang kamu tidak punya pilihan lain cepat ganti baju."
"Nggak! Aku nggak mau."
"Cepat ganti Amara.."
"Nggak mau mbak Kenapa mbak jadi maksa."
"Terserah kamu mau ganti baju atau tidak aku tidak peduli tugasku sudah selesai selamat bersenang-senang Amara, brakk." Mira menutup dan mengunci pintu dari luar
"Brak..brak..barak"
"Mbak buka pintunya aku mau keluar, kenapa pintunya dikunci." Amara menangis ia baru menyadari bahwa ia telah dijebak.
"Ibu..tolong aku Bu. Hiks..hiks.." Amara menangis bersandar pada pintu, tak lama suara sepatu seseorang mulai terdengar, Amara bangun
"Ceklek" suara seseorang membuka kunci Amara mulai merasa takut, ia berdiri berlari di pojokan.
Dua orang laki-laki masuk dan menghampiri Amara
"Ayo cepat ikut."
"Jangan..aku mau dibawa kemana?"
"Diam!!" Bentak laki-laki itu.
Mereka membawa Amara ke sebuah kamar VIP yang sangat mewah, kamar yang khusus disediakan untuk pelanggan setia mereka yaitu pengusaha sukses yang sangat kaya raya.
Tidak boleh ada yang memakai kamar itu kecuali dia.
"Cepat masuk." Laki-laki itu mendorong tubuh Amara hingga hampir terjatuh kemudian mengunci pintunya. Lagi-lagi Amara berteriak meminta tolong tapi sayang tidak akan ada yang menolongnya.
๐น๐น๐น Bersambung ๐น๐น๐น
๐น๐นkasihan Amara gaess..๐ญ๐ญ
๐น๐นJangan lupa like, komen dan vote, yang belum favorit segera difavoritkan ya agar ada notifikasi setiap author up.
__ADS_1
๐น๐น Happy reading ๐ฅฐ ๐ฅฐ ๐น๐น