Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 99 : Mulai curiga


__ADS_3

"Mama..kenapa repot-repot sih."


"Nggak repot kok sayang."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Sayang..apa kamu ada masalah? Kalau iya cerita ya sama mama siapa tau mama bisa bantu." Tanya mama ana di sela-sela makan siang mereka. Amara diam sejenak mencerna pertanyaan mama ana.


"Kenapa mama bertanya seperti itu apa aku terlihat sedang sedih?"


"Bukan begitu sayang tadi Ardi telepon mama agar mama kesini untuk menghibur kamu."


"Kenapa Ardi ngomong gitu sama mama apa maksud Ardi." Batin amara 


"Tidak usah dengarkan kata Ardi ma. Amara baik-baik saja." Mama ana menggenggam satu tangan Amara.


"Kamu bisa bohongi semua orang tapi tidak dengan mama. Mama tau kamu tidak baik-baik saja. Cerita sama mama sayang. Apa kamu tidak percaya lagi dengan mama?"  Tiba-tiba air mata Amara jatuh, ia pun menangis mama ana berdiri dan menghampiri Amara lalu memeluknya.


"Jangan sedih sayang ada Mama. Mama sayang sama kamu tolong jangan menyimpan semua kesedihan kamu sendiri." Mama ana ikut menangis.


Mama ana membiarkan Amara sampai tenang. Setelah Amara tenang mama ana meminta amara untuk menceritakan masalahnya.


Amara pun bercerita jika sumber masalahnya adalah dirinya yang tak kunjung hamil juga. juga Tentang orang-orang yang selalu menghinanya hingga karyawannya juga. Tapi Amara tidak bercerita tentang perubahan sikap Ray kepadanya.


"Jadi begitu ma ceritanya. Aku capek aku malu, aku takut menghadapi semua ini sendirian. "


"Sayang ..kamu tidak sendiri, ada mama, papa, dan Ray. kita semua ada untuk kamu sayang. jadi kamu jangan merasa sendian."


"Tidak ma. Mama salah kak Ray juga sama seperti mereka." Ingin sekali Amara mengatakan semua itu namun kenyataannya hanya dalam hati Amara.


_


_


Dan disinilah Ray berada di sebuah restoran seafood. Ray sedang makan siang bersama angel.


Setelah Amara mengatakan bahwa amara akan ke kantor Ray untuk mengantar makan siang, angel langsung beraksi menjalankan rencananya. angel menghubungi Ray dan meminta Ray untuk menemaninya makan siang.


Pukul 13.30 Ray kembali di kantor.


"Brak"


Ardi meletakan bekal makan siang dari Amara di atas meja Ray cukup keras.


"Apa-apaan kamu Ar jangan kurang ajar ya."


"Sorry, itu bekal dari Amara."


"Amara? Tadi Amara kesini? Kenapa kamu tidak menghubungi ku."


"Untuk apa. Lagian Lo kan sedang sibuk dengannya." bahkan Ardi tidak lagi memakai bahasa formal.


"Apa maksud Lo ngomong kayak gitu. Gue atasan Lo yang sopan kalau ngomong." Ray pun terpancing dengan ucapan Ardi.


"Hem..aku lupa lo kan Rayen Dirgantara."


"Eh Lo jangan kurang ajar ya Ar." Ardi pun pergi begitu saja tanpa menghiraukan Ray. Biarkan Ray marah. Ray memang keterlaluan.

__ADS_1


"Ar! Lo kenapa sih pms Lo?" Teriak Ray yang tidak dihiraukan oleh Ardi.


"Ardi kenapa hari ini aneh sekali." Gumam Ray. Kemudian netranya menatap kotak bekal yang ada di atas meja Ray pun mengambilnya.


"Kasihan istriku dia sudah jauh-jauh kesini tapi aku malah…" gumam Ray sendu.


_


_


Waktu menunjukan pukul 17.00 Mama ana pun sudah pulang. Amara sedang memainkan ponselnya sambil duduk bersandar di headboard ranjang sambil menunggu Ray pulang.


Ray memasuki pelataran rumahnya dan melihat Ajeng yang sedang duduk di depan teras.


"Selamat sore tuan.." sapa ajeng


"Sore jeng. Istri saya ada dirumah?"


"Ada tuan..nona ada diatas." Ray pun masuk dan menuju kamarnya.


"Mbak Ajeng ngopi dong mbak.." ucap pak bejo satpam sekaligus tukang kebun di rumah Ray.


"Pak Bejo ini masih sore sudah minta kopi. Sebentar ya pak saya buatin."


"Makasih mbak Ajeng.."


"Iya.." jawab Ajeng sambil jalan.


_


_


Ray membuka pintu kamar


Amara langsung menghampiri Ray begitu melihat Ray masuk.


"Kak Ray baru pulang." Amara mengambil tas yang ada di tangan Ray dan mencium punggung tangan Ray. Tiba-tiba Ray memeluknya erat dan mencium puncak kepalanya. Amara tersenyum dalam pelukan ray.


"Kak Ray kenapa apa ada masalah?"


"Maafin aku sayang." ucapnya tiba-tiba.


"Maaf kenapa?"


"Untuk sikapku tadi pagi dan siang tadi."


"Oke..untuk tadi pagi. Tapi untuk siang hari memang kak Ray kenapa?" Ray melepas pelukannya kemudian menggenggam kedua tangan Amara.


"Kata Ardi tadi siang kamu ke kantor membawakan makan siang untukku. Maaf ya aku tidak tau kalau kamu ke kantor jadi aku makan siang diluar sama.."


"Sama?" Ulang Amara. Hampir saja Ray keceplosan mengatan sedang makan siang dengan angel.


"Sama Dimas sayang."


"Oh..Dimas. nggak apa-apa lah kak. Aku yang salah kok aku nggak ngasih tau kak Ray dulu kalau aku mau kesana. Udah yuk kak Ray mandi dulu terus makan."


"Mandiin.." ucap Ray manja

__ADS_1


"Aku kan udah mandi kak nanti basah lagi dong."


"Oke kali ini aku terima alasan kamu. Tapi nanti malam kamu harus menggantinya dengan empat ronde." Ray menarik turunkan ke dua alisnya mengucapkan kalimat terakhirnya kemudian pergi.


"Blush"


Pipi Amara memerah bahkan merasa deg-degan kembali seperti saat dulu saat melakukan malam pertama.


"Astaga..jantungku kenapa?" Gumam amara


_


_


Ditempat lain angel sedang mondar mandir di dalam kamarnya memikirkan alasan agar ia bisa bertemu dengan Ray lagi. Bahkan angel ingin Ray dua puluh empat jam selalu bersamanya.


"Ayo mikir angel.." gumam angel mondar mandir sambil mengetuk-ngetuk keningnya dengan ponsel.


"Sial. Kenapa otakku buntu sih. Ray..aku kangen sama kamu." Gerutu angel frustasi.


_


_


Berbeda dengan angel yang merasa frustasi Ray dan Amara justru sedang menikmati indahnya surga dunia.


Menyalurkan segala hasrat dan rasa rindu yang menggebu. Akhir-akhir ini mereka memang sering bertengkar karena Amara yang tak kunjung hamil dan jarang melakukan hubungan suami-istri.


Tak heran jika Amara merasa kembali deg-degan saat Ray meminta jatah padanya.


Ray benar-benar membuktikan ucapannya Ray membuat Amara terkuai lemas. mereka melakukannya dengan dua ronde. dua ronde saja Amara sudah tak berdaya apalagi empat ronde bisa pingsan Amara hehe🤭.


"Sayang..semoga disini segera tumbuh buah cinta kita." Ray memeluk Amara dan mengelus perut Amara yang masih rata. masih dengan tubuh mereka yang toples tanpa sehelai benang pun.


"Amin sayang. Aku juga sangat menantikan saat-saat itu."


"Aku janji sama kamu sayang aku tidak akan membuat kamu sakit hati lagi."


"Iya sayang..aku percaya sama kamu." Kemudian Ray mencium puncak kepala Amara lama.


Tiba-tiba handphone Ray berdering.


"Sebentar ya sayang aku lihat dulu siapa yang telepon.


Ray meraih handphonenya yang ada di atas nakas dan melihat siapa yang melakukan panggilan dan ternyata angel.


"Aku angkat sebentar ya sayang."


Ray segera memakai celana boxernya dan menjauh dari Amara untuk mengangkat telepon. Amara menatap Ray curiga kenapa akhir-akhir ini Ray selalu menjauh saat menerima telepon. Padahal dulu tidak. Siapa sebenarnya yang menghubungi Ray kenapa sangat mencurigakan. Tapi Amara mencoba menepis pikiran-pikiran negatif yang bisa membuatnya semakin stres.


🍁🍁🍁bersambung gaess🍁🍁🍁


🌺Maaf ya cayang-cayangku baru bisa up. kemarin author ada acara keluarga sampai malam.


🌺Terimakasih yang untuk semua pembaca dan pendukung kisah cinta Amara semoga sehat selalu dan dilimpahkan rizkinya.


🌺Tak bosan-bosan author meminta dukungan like komen dan vote sebanyak-banyaknya dan beri hadiah juga ya🤭🤭😀😀

__ADS_1


🌺Terimakasih cayang-cayangku ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2