
Kamu benar-benar membuat kesabaranku habis Ray, awas kamu Ray." Batin angel penuh dendam.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dua puluh lima menit kemudian Ray dan Amara sampai di rumah sakit xxx.
Ray menggandeng pinggang amara posesif masuk kedalam rumah sakit.
Kedatangan Ray dan Amara di sambut oleh perawat poli obgyn yang memang sudah ditugaskan untuk mengantar Ray dan Amara untuk masuk ke ruang poli obgyn.
Ray tidak perlu menunggu antrian karena sudah menelpon kepala rumah sakit yang tak lain adalah dokter pribadi keluarga dirgantara.
Sesampainya di ruangan Ray dan Amara di sambut oleh dokter spesialis kandungan bernama Bu Dian yang sepertinya seumuran dengan mama ana.
"Selamat pagi tuan Ray.." sapa dokter itu ramah
"Pagi dok..perkenalkan ini istri saya amara."
"Selamat pagi nona Amara.."
"Pagi juga dokter..Dian." jawab Amara sambil membaca tag nama di dada dokter itu.
"Baik nona kita langsung saja melakukan pemeriksaan ya.."
"Baik dok."
"Silahkan berbaring nona." Amara pun berbaring di atas tempat tidur sesuai yang dokter perintahkan.
Kemudian dokter Dian memulai melakukan tugasnya, memeriksa perut Amara menggunakan stetoskop.
"Maaf ya nona saya buka sedikit bajunya."
"Iya dok silahkan."
Dokter Dian mulai mencari denyut nadi di perut Amara kedua alis dokter Dian mengernyit seperti merasakan keanehan.
Amara dan Ray saling menatap melihat ekspresi wajah dokter Dian yang sedang serius. Ray berdiri di samping Amara menggenggam tangan Amara seperti akan melahirkan.
Kemudian dokter Dian mengambil alat lain untuk mendengarkan detak jantung janin Amara. Dokter Dian kembali mengernyit.
"Tuan..nona..kita USG saja ya supaya hasilnya lebih jelas."
"Silahkan dok, lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya." Jawab Ray.
Dokter Dian pun mulai mengoleskan gel di perut Amara kemudian mulai mencari janin Amara menggunakan alat yang sudah terhubung di monitor. Dokter Dian tersenyum saat letak janin Amara mulai terlihat benar dugaan dokter dian. Bahwa Amara mengandung bayi kembar. Terdapat dua bulatan di sana.
"Itu apa dok?" Tanya Ray.
"Anda bisa lihat tuan..nona..ada dua bulatan di sana artinya nona Amara sedang mengandung bayi kembar." Dokter Dian mulai menjelaskan
"Apa dok kembar??" Ulang Ray dan Amara bersamaan.
"Iya tuan..nona..bayi kalian kembar."
"Alhamdulillah ya Allah.." Ray menangis mengucapkan kata syukur kemudian mencium kening Amara berkali-kali
"Terimakasih sayang.. terimakasih, aku berjanji akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk kalian."
Amara pun sama, amara juga meneteskan air mata mendengar bahwa dia akan mempunyai anak kembar. Dokter Dian tersenyum sekaligus terharu melihat keromantisan keduanya.
"Baik saya lanjutkan ya tuan..nona..disini semuanya sudah bagus perkembangan janinnya juga sangat baik, untuk usianya sekarang memasuki empat belas Minggu yang besarnya sebesar buah lemon dengan panjang dari kaki sampai kepala sekitar sembilan sentimeter dan berat berkisar empat puluh lima gram.
Dan untuk janin tuan dan nona yang kembar sudah sangat baik ya semuanya sesuai dengan perkembangan pertumbuhan bayi yang semestinya.
__ADS_1
Baik jika sudah jelas saya sudahi ya."
"Tolong di bersihkan sus!" Perintah dokter Dian kepada perawat.
Perawat pun mulai membersihkan sisa-sisa gel yang ada di perut amara setelah selesai Amara dan Ray duduk kembali di depan meja dokter Dian.
"Jadi nona Amara apa ada keluhan?"
"Tidak ada dok." Jawab Amara
"Ada dok." Jawab Ray. Dokter Dian tersenyum
"Jadi yang benar yang mana ini saya jadi bingung."
"Setiap pagi istri saya muntah-muntah dok, setelah muntah-muntah istri saya menjadi lemas saya tidak tega melihatnya dok."
"Baik tuan Ray saya jelaskan, muntah-muntah di awal kehamilan atau morning sickness itu hal yang wajar tuan Ray. Biasanya ini terjadi saat kehamilan trimester awal atau tiga bulan pertama kehamilan, Bukondisi ini normal tuan dan akan hilang saat memasuki trimester kedua."
"Apa tidak ada obat atau solusi lainya dok agar istri saya tidak muntah-muntah."
"Ada tuan sebenarnya bukan obat ataupun solusi tapi agar tidak semakin parah saja yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B komplek, minum air jahe, makan makanan yang asam dan mengatur pola makan. Artinya makan sedikit tapi sering itu lebih baik, jadi saat perut kita sudah bisa menerima makan kembali kita makan kalau dirasa mual ya berhenti makan pokoknya yang penting makanan bisa masuk saja. Dan yang paling penting jangan sampai stress ya nona itu sangat berpengaruh untuk janin maupun kesehatan nona sendiri."
Setelah semuanya selesai di jelaskan oleh dokter Dian Ray dan Amara pun pamit pulang.
_
_
Setelah dari rumah sakit Ray dan Amara memutuskan untuk ke rumah mama ana.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam..aden, nona..ayo silahkan masuk."
"Ada non di taman belakang, sebentar ya bibi panggilkan."
"Tidak usah bi. Biar kami saja yang kesana."
"Oh iya non, Aden silahkan nanti dibikinin minum sama bibi."
"Lemon ice ya bi pake madu."
"I..iya nona."
"Lemon ice pake madu.. ada-ada saja si Enon pagi-pagi minum yang asem-asem. Asem-asem.. jangan-jangan nona…" gumam bik Jum menduga-duga.
"Pagi ma…" sapa Amara dan Ray kepada mama ana yang tengah merapikan tanaman bunga nya.
"Pagi sayang..aduh maaf ya mama kotor, sebentar ya mama cuci tangan dulu."
"Kamu tidak kerja Ray?" Tanya mama ana sambil mencuci tangan
"Nggak ma, tadi Ray menemani Amara memeriksa kandungan."
"Oh ya..mama senang dengarnya sayang." Ucapnya sembari berjalan ke arah Amara.
"Ayo kita ke depan."
"Nggak ah ma disini saja lebih sejuk dan nyaman di temani bunga-bunga yang indah."
"Yaudah nggak apa-apa kita disini saja."
"Papa kemana ma?"
__ADS_1
"Biasa papa ke hotel, papa mana pernah duduk diam di rumah ray."
"Em..sayang ini kan masih pagi gimana kalau aku ke kantor nanti pulang dari kantor aku kesini lagi jemput kamu. Kamu disini saja sama mama."
"Iya boleh kok."
"Ya udah aku berangkat ya sayang..muach." Ray mencium kening Amara sekilas sebelum pergi.
"Ma titip Amara ya.."
"Pasti dong sayang kamu ini emangnya mama orang lain pake titip segala."
"Haha..mama gitu aja baper. Yaudah aku berangkat ya sayang..mama."
"Hati-hati kak."
"Aden mau kemana ini diminum dulu.." ucap bik Jum sambil membawa minuman di tangannya.
"Buat bi jum aja, aku kerja dulu ya bi.." mama ana dan Amara tertawa
"Ini nona, Nyoman minumannya silahkan
dinikmati."
"Iya bi terimakasih ya." Amara meminumnya sampai habis. Bik Jum sampai ikut menelan ludah.
"Haus non?"
"Seger banget bi.."
"Seger??" Mama ana tersenyum
"Bibi ini jail banget sih, biarin dong bi orang kehausan juga."
"Hehe iya nyonya maaf, kalau begitu bibi lanjut kerja ya non."
"Iya bi.. terimakasih ya minumnya seger banget."
"Nona mau lagi?"
"Nanti aja bi."
"Jadi sayang gimana hasil pemeriksaannya?" Tanya mama ana setelah bik Jum pergi.
"Alhamdulillah ma semuanya baik-baik saja, aku punya kejutan untuk mama."
"Apa itu?"
"Mama tutup mata dulu dong."
"Oke.."
"Aku hitung sampai tiga baru buka ya ma.
Satu..dua..ti…ga. Surprise.." Amara menunjukan hasil USG kepada mama ana.
"Ini kan…"
"Iya ma..anak aku kembar."
"Masyaallah.." mama ana memeluk Amara dengan tangis haru.
"Makasih ya sayang..mama sangat bahagia."
__ADS_1
🍁🍁🍁Bersambung🍁🍁🍁