Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
107 : Seorang selingkuhan hanya akan menjadi bayangan


__ADS_3

Satu yang bisa aku mengerti disini jangan pernah mencintai seseorang yang belum usai dengan masa lalunya."


Kemudian Amara benar-benar pergi.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Amara berhenti di ambang pintu menyentuh perutnya yang masih rata yang sudah ada kehidupan disana.


"Maafkan mama sayang, mama janji mama akan menjaga dan merawat kamu dengan penuh kasih sayang." Amara hendak melangkah lagi namun suara Ray menghentikannya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa memaafkan aku?" Setelah terdiam beberapa saat akhirnya Ray pun bersuara. Ray melangkah mendekati Amara kemudian berlutut menyentuh kaki Amara.


"Jangan tinggalkan aku..aku mohon beri aku satu kesempatan lagi."


"Kamu tau kan aku paling benci dikhianati. Kamu sendiri yang lebih memilih dia.


Lalu untuk apa kamu masih menginginkanku?"


"Aku tidak pernah memilih dia."


"Tapi kenyataannya seperti itu. Kamu nggak tau rasanya dibohongi dikhianati oleh orang yang sangat dekat dengan kita. Dua kali aku dikhianati sudah cukup Ray aku tidak mau dikhianati untuk yang ketiga kalinya apalagi dengan orang yang sama. Sekarang lepaskan kakiku biarkan aku pergi."


"Tidak! Aku tidak mau jangan tinggalkan aku. Kalau kamu tidak mau melakukan itu demi aku lakukanlah demi anak kita. Apa kamu mau anak kita terlahir tanpa seorang ayah?"


"Aku akan mencarikannya ayah baru yang bisa mengerti arti sebuah kesetiaan." Seketika tubuh Ray terasa lemas genggaman tangan Ray di kaki Amara pun meregang dengan cepat Amara melepaskan diri tetapi tiba-tiba mama ana datang. Mama ana pun melakukan hal yang sama ia berlutut di kaki Amara.


"Mama..apa yang mama lakukan? Bangun ma jangan seperti ini."


"Tidak sayang mama tidak akan bangun sebelum ku berjanji untuk tidak meninggalkan Ray. Mama yang salah nak mama tidak bisa mendidik Ray dengan benar hukum mama saja tapi jangan tinggalkan Ray. Jangan pisahkan mama dengan cucu mama, mama mohon sayangโ€ฆ" Amara pun menangis antara bingung dan sedih ia benci dengan Ray tetapi ia sayang dengan mertuanya. Akhirnya Amara pun mengalah ia dorong koper yang ia pegang hingga tergelincir tangis Amara pecah mama ana segera memeluknya.


"Aku lelah ma..aku lelah." ucapnya di dalam pelukan mama ana.


"Iya sayang mama tau tolong berikan Ray satu kesempatan lagi mama mohon sayang."


_


_


Semua berkumpul di ruang keluarga di rumah Ray. Ada mama ana, papa Dirga, Amara dan ray.


Setelah Amara luluh mama ana meminta papa Dirga untuk datang juga.


"Bagaimana nak kamu mau kan memberikan Ray satu kesempatan lagi?" Tanya papa Dirga

__ADS_1


"Aku janji aku tidak akan menyakitimu lagi." ucap Ray lemah.


"Kamu memanggil angel dengan my angel lalu bagaimana aku bisa percaya denganmu lagi."


"Apa? Jadi kamu?"


"Iya..lewat chat saja kalian begitu mesra aku bisa membayangkan bagaimana saat kalian bertemu, lalu kamu masih mau Mungkir bahwa kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan angel?"


"Aku dengan angel memang tidak ada hubungan apa-apa kami hanya sahabatan."


"Oh..jadi sahabat boleh memanggil sayang, boleh bermesra-mesraan, dan menjadi prioritas? Oke kalau itu yang kamu ajarkan aku akan tetap tinggal disini dan menjadi istrimu tapi jangan salahkan aku jika aku mengikuti ajaranmu." Lalu Amara meninggalkan ruang tamu dan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Amara maksud kamu apa bicara begitu?" Teriak Ray menyusul Amara tetapi baru akan menaiki anak tangga langkahnya dicegah oleh pak Dirga.


"Biarkan amara istirahat!" Ucap pak Dirga dengan nada tinggi kemudian menghampiri Ray.


"Pa aku harus bicara dengan Amara apa maksudnya bicara begitu."


"Papa rasa maksud Amara sudah jelas kamu yang mulai kamu juga yang harus bertanggung jawab. Papa tidak menyangka kamu bisa berbuat sejauh ini."


"Biarkan Amara tenang Ray jangan berbicara kasar apalagi memarahinya atau mama akan membawa Amara pergi dari sini mama tidak mau terjadi sesuatu dengan menantu dan cucu mama, Ayo pa." Lantas Mama ana dan papa Dirga pun meninggalkan Ray.


Ray mengusap wajahnya kasar tidak menyangka rumah tangganya akan menjadi seperti ini hanya karena masa lalu Ray menghancurkan masa depannya.


"Kamu mau kemana lagi?"


"Kerja!! bukankah kamu sendiri yang bilang kamu lelah menghidupi aku dan orang tuaku, mulai sekarang berhenti menghidupi kami aku bisa cari uang sendiri." Kemudian Amara pergi


"Kamu tidak boleh pergi!" Amara Pun berhenti lalu menoleh pada Ray.


"Kenapa aku tidak boleh pergi? Aku pergi untuk bekerja bukan berselingkuh, aku bukan kamu yang menghalalkan segala cara untuk menemui selingkuhan mu itu." Ray benar-benar malu kata-kata Amara berhasil membuatnya bungkam.


Ray menangis hatinya sakit melihat Amara yang tidak lagi mendengarnya bahkan tidak menggapnya suami.


_


_


Sore hari Amara di antar oleh Miko sampai di rumahnya.


"Makasih ya kak mau mampir dulu nggak?"


"Nggak usah aku nggak enak dengan suami kamu nanti. Oh iya itu mobil siapa?"

__ADS_1


Amara menoleh dan Amara baru tau jika ada mobil lain di rumahnya.


"Itu kan mobil angel jadi Ray masih berani membawa angel ke rumah, kamu benar-benar tidak menganggapku Ray." Batin Amara.


"Amara kamu baik-baik saja?" Tanpa menjawab pertanyaan Miko Amara turun dari mobil Miko lalu masuk ke rumahnya dengan langkah tergesa-gesa.


"Masih berani kamu membawa perempuan itu kesini?" Ucap Amara dengan suara lantang.


Ray dan angel terjingkat kaget.


"Amara aku bisa jelaskan ini salah paham. Dia sendiri yang kesini aku tidak menyuruhnya."


"Kamu benar-benar tidak menghargaiku Ray. Dia yang pergi dari sini atau aku yang pergi?"


"Sayang..aku mohon jangan.." kalimat Ray terhenti kala mendengar suara lelaki. Dan lelaki itu adalah Miko.


"Amara ada apa?" Tanya miko


"Kamu pulang bersamanya?"


"Iya kenapa?" Tiba-tiba air mata Ray menetes kemudian pergi begitu saja menaiki anak tangga.


"Rayโ€ฆtunggu aku." Teriak angel yang akan menyusul Ray.


"Berhenti!!" Angel pun menghentikan langkahnya. Amara menghampiri angel dan..


"Plakk"


Amara menampar pipi angel.


"Kamu memang tidak tau malu angel, kamu itu seorang model, kamu cantik tapi harga diri kamu seperti s****h.


Kamu tau kan tempatnya s****h dimana? Kamu memang bisa mengambil hati Ray dan silahkan kamu ambil tapi aku pastikan kamu tidak akan bisa menggantikan posisiku karena apa? Karena seorang selingkuhan hanya akan menjadi bayangan yang tidak akan pernah terlihat apalagi dianggap. Sekarang kamu keluar atau aku panggil satpam." Dada angel naik turun menahan amarah.


"Awas kamu Amara." Ucapnya kemudian pergi.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Miko kepada Amara.


"Aku baik-baik saja kak. Terimakasih sudah mengantarku pulang."


"Kamu istirahat ya jangan banyak pikiran kasihan anak kamu. Aku pulang dulu." Amara mengangguk.


"Hati-hati kak." Amara memang sudah bercerita tentang masalahnya dengan Ray juga tentang kehamilannya kepada Miko.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸBersambung๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2