Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 168 : Kamu cemburu??


__ADS_3

Amara membuka paper bag yang Mike berikan. Bukan hanya baju saja tetapi lengkap dengan pakaian dalam juga. Amara tersenyum geli memegang pakaian dalam tersebut. Bagaimana Mike bisa tau ukuran amara. Lalu Amara segera memakainya dan menyusul Mike ke balkon.


Terlihat Mike berdiri menatap pemandangan kedua tangannya ia lipat di dada dengan wajah yang kesal. Amara menghampiri Mike dengan sedikit keberanian Amara memeluk Mike dari belakang.


Mike terkejut bercampur senang tiba-tiba saja Amara memeluknya dari belakang.


Sungguh mendapat perlakuan manis dari Amara Mike merasa deg-degan.


"Apa kamu marah?" Tanya Amara


"Aku tidak marah kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Bagaimana mungkin aku bisa marah dengan Perlakuan seperti ini, aku mencintaimu Amara tidak semudah itu aku bisa marah." Batin Mike


"Tapi wajahmu terlihat kesal." Mike tersenyum tapi masih enggan berbalik


"Aku sedih, kamu istriku sekarang istri Mike Louis Edgar, pria tampan, kaya raya dan berkharisma tapi istriku masih memikirkan pekerjaan. Apa kamu takut aku tidak bisa menghidupimu?"


"Bukan begitu maksudku Mike tapi aku…"


"Aku tidak ingin kamu bekerja lagi. Cukup menjadi istri yang setia, dan bisa melayaniku dengan baik aku sudah sangat bahagia terutama…" Mike menjeda kalimatnya dan berbalik menatap Amara


"Terutama apa??" 


"Urusan ranjang." Bisik Mike dan mengecup telinga Amara


"Bugh" Amara memukul dada Mike hingga membuatnya meringis


"Dasar mesum."


"Mesum dengan istri sendiri tidak apa-apa kan?"


"Tau ah.." Amara memanyunkan bibirnya membuat Mike semakin gemas. Mike mengangkat dagu Amara lalu mencium bibirnya, bibir yang kini sudah halal dan menjadi candu baginya. Amara memejamkan mata dan membalas ciuman lembut Mike.


Saat sedang saling menikmati tiba-tiba Amara mendorong tubuh Mike yang membuat ciuman mereka terlepas


"Kenapa?" Tanya Mike dengan wajah yang bingung


"Aku lapar." Jawab Amara sambil memegang perutnya. Mike tersenyum lalu memeluk Amara


"Aku kira apa, maaf ya aku membuatmu kelaparan. Kita sarapan sekarang aku sudah menyiapkan semuanya."


Mike menyiapkan banyak makanan untuknya dan sang istri.


"Banyak banget mike kita kan cuma makan berdua."


"Peraturan baru tidak boleh memanggil suaminya dengan nama, harus ada panggilan khusus."


"Terus apa?"


"Sayang! Aku mau kamu panggil aku sayang."


"Bukannya kamu sudah janji kamu tidak akan memaksaku, aku sudah bilang kan kamu tidak perlu memintanya semua akan terjadi saat rasa cinta itu sudah ada."


"Nyesss" kata-kata Amara menusuk hatinya, lagi-lagi Mike harus mendengar bahwa Amara belum mencintainya.


"Oke..kita makan sekarang." Mike mencoba menutupi rasa kecewanya.


Mereka pun sarapan bersama dengan suasana hening hanya suara denting piring yang terdengar.

__ADS_1


"Maaf Mike lagi-lagi aku membuatmu kecewa. Semoga rasa cinta itu akan segera hadir." Batin Amara.


"Mike..setelah ini kita pulang kan?"


"Iya terserah kamu."


"Tapi kalau kamu keberatan tidak apa-apa aku tidak memaksa." Mike menggenggam tangan Amara


"Aku tidak keberatan, ok setelah sarapan kita pulang." Mulut Mike memang berkata tidak keberatan tapi tidak dengan mata Mike, Amara bisa melihat ada raut kekecewaan disana.


_


_


Mike dan Amara sedang dalam perjalanan pulang.


"Sayang mau beli sesuatu??"


"Nggak, emang mau beli apa??"


"I don't no maybe sesuatu untuk jesen biar dia senang."


"Nggak usah Mike." Mike manggut-manggut tapi mobil Mike berhenti di sebuah minimarket.


"Kamu mau beli sesuatu Mike?"


"Iya, ayo kita turun."


Mike menggandeng tangan Amara dan tangan satunya mengambil keranjang belanjaan lalu menuju tempat Snack. Mike mengambil beberapa Snack.


"Jesen suka minum susu?"


"Susu apa?"


"Biasanya aku membelikannya Gonta ganti jadi aku tidak tau mana yang jesen suka."


"Baiklah kita beli semuanya."


"Untuk apa Mike?"


"Tentu saja untuk jesen."


Mike juga memasukan banyak susu kotak dengan berbagai rasa.


Lalu Mike memasukan juga beberapa ice cream kesukaan jesen.


"Sudah Mike ini sudah sangat banyak."


"Iya..ya..kita bayar sekarang."


Banyak pengunjung lain terutama perempuan yang menatap Mike saat sedang memilih belanjaan dengan tatapan kagum. Bagaimana tidak laki-laki tampan dengan wajah yang sedikit blasteran, tinggi dengan postur tubuh yang sispek mau membawa barang belanjaan satu keranjang penuh.


"Aduh ganteng..kok mau sih bawa belanjaan sebanyak itu." Ucap seorang ibu-ibu. Mike hanya tersenyum menanggapinya


"Aduh..senyumnya, makin ganteng deh." Tambahnya lagi. Mike bergidik ngeri dengan sikap ibu-ibu itu.


Di depan Mike berdiri perempuan cantik bersama ibunya yang tengah mengandung. Perempuan itu melirik perut ibunya kemudian berkata.


"Kak..mama aku sedang hamil dan sedang ngidam kakak bisa bantu aku nggak?"

__ADS_1


"Bantu apa?"


"Mama aku pengen banget bisa mencium wajah kakak ganteng."


Amara tercengang mendengar penuturan perempuan itu bisa-bisanya dia meminta dicium oleh suaminya.


"Dasar modus, bisa-bisanya dia menggunakan mamanya yang sedang hamil untuk mencium Mike, lagian yang ngidam kan mamanya kenapa dia yang minta cium. Nggak akan aku biarkan itu terjadi." Batin Amara 


Perempuan itu mendekat kepada Mike lalu memanyunkan bibirnya Mike sendiri memundurkan wajahnya dengan cepat Amara menarik Mike lalu menyodorkan pipinya dan..


"Cup" perempuan itu mencium pipi amara


"Ih..kok kakak sih, mama aku kan ngidamnya di cium kakak tampan."


"Yang ngidam kan mama kamu kenapa kamu yang manyun."


"I..itu mama aku malu, emang kenapa?"


"Maaf ya bocil kakak tampan ini suami aku, dan aku tidak memberi izin kamu mencium suami aku."


"Dasar pelit!" Mike tersenyum tipis melihat istrinya bertengkar dengan bocil.


"Apa kamu bilang.."


"Maaf ya nak, anak saya memang rada-rada, mohon dimaklumi."


"Mama! Kok aku dibilang rada-rada sih."


"Diam kamu!"


"Sekali lagi maaf ya mbak..mas.."


"Untung ibu sedang hamil jadi saya maafkan, Ayo." Amara menarik tangan Mike untuk segera ke kasir


_


_


Mike dan Amara sudah keluar dari minimarket kemudian melanjutkan perjalanan untuk pulang. Di dalam mobil Amara hanya diam saja sambil melihat ke arah jendela tidak seperti tadi saat keluar dari hotel.


"Sayang..kamu kenapa?"


"Nggak apa-apa."


"Kamu marah, gara-gara tadi?"


"Nggak lah marah kenapa?"


"Tapi tadi kamu baik-baik saja waktu keluar dari hotel tapi setelah dari minimarket kenapa jadi berubah, ayo ada apa sayang??"


"Aku kesel Mike, jadi jangan ngomong lagi atau aku akan lebih kesal lagi, mending kamu diam. Bisa-bisanya dia minta dicium sama kamu. Kamu juga kenapa diam saja apa jangan-jangan kamu suka, iya kan. Dasar mesum sekali mesum tetap saja mesum." Gerutu amara. Mike tersenyum tipis


"Kamu cemburu?"


"Apa?? Cemburu.. siapa yang cemburu. Aku tidak cemburu aku bilang aku kesal bukan cemburu apa kamu tidak bisa membedakan mana kesal mana cemburu."


"Cemburu..masak iya aku cemburu." Batin amara.


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2