Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 29 : Aku benci kamu kevin


__ADS_3

Amara terus berjalan hingga sampai di lobby perusahaan dan berpapasan dengan Kevin yang memang baru datang.


"Amara..kamu kenapa? Mau kamu apakan barang barang ini?" 


"Mulai hari ini saya bukan karyawan di perusahaan bapak lagi." Amara pun melangkahkan kakinya kembali


"Amara tunggu! apa maksud kamu?" Kevin mencekal tangan amara "saya adalah pimpinan perusahaan ini. dan kamu tidak bisa keluar dari perusahaan ini tanpa persetujuan saya."


Amara melepas tangan Kevin dan berbalik.


"Bapak benar. Orang rendahan seperti saya tidak akan pernah bisa berbuat apa apa. Berbeda dengan Anda orang kaya yang mampu mengatur segalanya.bahkan mengatur kehidupan seseorang sekalipun."


"Ra maafin aku jika kata kataku membuatmu tersinggung. Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya.."


"Berhenti bersikap baik kepada saya pak.


Bapak tidak tahu. Sikap baik bapaklah yang menghancurkan saya. 


Sekarang saya kehilangan pekerjaan tapi nanti…saya tidak tahu apalagi yang akan terjadi. Jadi saya mohon berhenti bersikap baik pada saya. Permisi!" Amara benar benar pergi dan meninggalkan Kevin yang berdiri mematung dengan perasaan yang tidak bisa diartikan. Kata kata Amara mampu membuatnya bungkam dengan seribu pertanyaan pertanyaan yang memenuhi otaknya. Sikap Amara berubah 180⁰. Bahkan ketika Kevin menghianati Amara, Amara masih baik padanya. Kini Amara telah membencinya. 


"Vin.." panggil Hesti sambil memegang satu pundak Kevin.


"Jaga sikap kamu ini di kantor!" Ucap Kevin dingin. 


"Maaf. Tadi aku lihat Amara membawa barang barangnya apa dia dipecat?" Kevin menatap Hesti tajam lalu pergi begitu saja.


"Ih..nyebelin banget sih." Hesti kesal sambil menghentakkan satu kakinya.


_


Dengan langkah cepat Kevin menuju ruangannya dia ingin segera menemui ayahnya.


"Pa! Apa yang papa lakukan kenapa papa memecat Amara." Dengan penuh amarah Kevin bertanya kepada ayahnya.


"Apa maksud kamu vin? Ayo duduk dulu! kamu pasti lelah mempersiapkan acara pernikahan kamu sendiri." 


"Tidak usah mengalihkan pembicaraan pa! Jawab pertanyaan Kevin kenapa papa pecat Amara?"


"Hahaha" tawa pak Antoni menggema memenuhi ruangan.


"Apa kamu pikir papa tidak punya pekerjaan. Sehingga papa harus mengurusi hal semacam itu?" Pak Antoni berjalan menuju mejanya dan mengambil amplop putih dan memberikannya pada Kevin.


"Lihat ini." Dengan cepat Kevin membuka amplop tersebut.


"Mengundurkan diri? Tapi kenapa pa? Amara tidak mungkin mengundurkan diri begitu saja."


"Sudahlah Vin. Kenapa kamu harus peduli? Itu bukan urusan kamu. Jangan pikirkan hal hal yang tidak penting. Sebentar lagi kamu akan menikah, papa tidak mau kamu tidak fokus hanya karena masalah tidak penting ini. Sebentar lagi ada meeting sebaiknya kamu siap siap papa tunggu di ruang meeting.

__ADS_1


Kevin bersandar di sofa yang ada di ruangannya. Pikirannya benar benar kacau. Tak butuh waktu lama Kevin pun terlelap.


Ray memasuki ruangan Kevin setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada jawaban. Dan mendapati Kevin yang tengah tertidur pulas. Ray mencoba membangunkan Kevin.


"Pak..pak Kevin..pak..pak Kevin!" Ray sedikit mengeraskan suaranya di panggilan terakhir. baru Kevin terbangun.


"Hmmm ada apa?" Kevin bertanya dengan nada tidak suka. Semenjak kejadian Ray memeluk Amara. Hubungan Kevin dan Ray menjadi jauh. baik Ray maupun Kevin tidak ada yang mau bertegur sapa kecuali urusan pekerjaan. Padahal dulu Ray Dimas dan Kevin adalah sahabat baik.


"Maaf pak. Pak Antoni sudah menunggu Anda di ruang meeting."


"Iya!" Hanya kata itu yang keluar dari mulut kevin lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada di ruangannya untuk mencuci muka agar lebih segar. Sementara Ray menunggu Kevin disofa.


Sambil menunggu Ray mengirim pesan pada Amara.


"Nanti kita makan siang bareng. Nggak boleh nolak!" Isi pesan Ray untuk Amara.


"Ceklek" pintu kamar mandi terbuka. Ray pun menghampiri Kevin.


"Apa kamu tahu kenapa Amara mengundurkan diri?" Kevin bertanya pada Ray.


"Apa? Amara mengundurkan diri? Saya tidak tahu pak. Bahkan saya baru tahu dari bapak."


"Hmm." Kevin berjalan menuju ruang meeting.


Selama meeting berlangsung baik Ray maupun Kevin sama sama tidak bisa fokus. Mereka sibuk dengan pikirannya masing masing.


Kevin yang kacau karena acara pernikahannya dengan Farah yang tinggal beberapa hari lagi ditambah Amara mengundurkan diri.


"Ra kamu dimana sekarang. Semoga kamu baik baik saja." Batin ray.


"Baiklah meeting hari ini cukup!" Semuanya boleh keluar kecuali Kevin dan Ray." Dari mimik mukanya pak. Antoni terlihat marah.


"Kevin! Apa yang kamu pikirkan? Kamu sama sekali tidak fokus saat meeting. Apa kamu sudah tidak sanggup menjadi pimpinan di perusahaan ini?"


"Tidak pa! Bukan begitu. Kevin masih sanggup." 


"Jangan main main Kevin. Jangan merusak kepercayaan yang papa berikan selama ini.


"Maaf pa. Kevin tidak akan mengulanginya lagi.


"Bagus. Papa pegang janji kamu. Dan kamu Ray apa yang kamu lakukan? Apa kamu lupa tugas dari seorang sekretaris?"


"Maafkan saya pak."


" Saya tidak suka orang yang tidak bisa profesional. 


"Ingat Ray masih banyak yang ingin berada di posisi kamu. Jadi saya harap kamu tidak main main.

__ADS_1


_


_


Ray kembali mengirim pesan untuk amara


"Kamu dimana Ra? Apa kamu baik baik saja?" Isi pesan kedua Ray.


Namun setelah beberapa menit menunggu tak kunjung mendapat balasan. Ray pun menghubungi Amara tetapi panggilannya ditolak. Ray semakin tidak tenang ingin rasanya segera pergi mencari Amara tetapi ini masih jam kerja.


_


_


Di tempat lain Amara sedang menangis seorang diri di kamar kosnya. Sedangkan Arum hari ini juga sif pagi.


"Hiks hiks hiks.." Amara terus menangis sambil mengingat awal pertemuannya dengan Kevin, masalah masalah yang dihadapi selama ini hingga kehilangan pekerjaan semua karena Kevin.


"Kenapa..kenapa harus aku yang menanggung semuanya. Apakah hubunganku dengan Kevin adalah sebuah kesalahan? Iya! Ini pasti kesalahan aku hanyalah sampah. Kenapa kita harus bertemu dan mengenal Kevin aku benci sama kamu aku benci..!" Teriak Amara frustasi.


"Drtt drtt drtt" dilihatnya panggilan masuk dari orang tuanya.


"Dari rumah?"


" Halo..Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam nduk.."


"Ibuk sama bapak gimana kabarnya sehat?"


"Alhamdulilah nduk ibuk sehat. Tapi bapak nduk..bapak sakit."


" Ya Allah Buk. Bapak sakit apa terus gimana keadaannya sekarang?"


"Sekarang bapak ada di Puskesmas tadi dibantu sama pak RT.


"Iya buk besok Amara pulang. Ibuk tenang ya."


"Emang nggak apa apa nduk kalo kamu pulang? Nggak dimarahin to sama bos kamu?"


"Nggak buk. Amara kan bisa ambil cuti dulu jadi nggak di marahin."


"Maaf ya nduk kalau ibuk sama bapak jadi ngerepotin kamu."


"Buk..ibuk jangan ngomong gitu. Justru Amara seneng bisa bantuin ibuk sama bapak. Amara pengen bisa bahagiain ibuk sama bapak."


"Ya sudah kamu istirahat ya nduk. Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam buk.."


"Sebaiknya aku nyiapin baju baju aku untuk besok." Amara segera memasukkan baju bajunya kedalam koper.


__ADS_2