Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 199 : Mulai curiga


__ADS_3

Hari berganti malam Amara berdiri di balkon melihat bintang-bintang yang memenuhi langit begitu indah. Amara teringat pada putrinya Laura. Diantara beribu bintang ada satu bintang yang cahayanya paling terang. Amara mengangkat satu tangannya ke atas seolah ia meraih satu bintang itu. Ia tersenyum sambil membayangkan bahwa bintang itu adalah putrinya. Ia teringat cerita almarhum ayahnya dulu waktu ia masih kecil. Jika kita kehilangan seseorang dan kita merindukan seseorang itu maka lihatlah bintang di langit. jika ada satu bintang yang cahayanya paling terang itulah dia. Dia akan menjadi bintang yang paling terang agar kita bisa melihatnya.


"Bapak benar aku rindu dengan bapak dan Laura. Saat aku melihat bintang ada satu bintang yang sangat terang, Apa itu kalian.


Pak..temani Laura disana. Aku ikhlaskan putriku cucu bapak untuk bersama bapak aku titipkan dia pak.


Sekarang Amara sudah kembali mengandung anak dari suami Amara laki-laki yang bertanggung jawab dan sayang dengan Amara, jesen dan ibu. Bapak tidak perlu khawatir lagi Amara sudah menemukan orang yang tepat pak." 


Tiba-tiba Mike datang dan memeluknya dari belakang.


"Terimakasih sayang, kamu sudah memperkenalkan aku kepada bapak. Meski bapak tidak ada disini tapi aku yakin bapak mendengar apa yang kamu katakan. Aku sangat beruntung mempunyai istri sempurna sepertimu." 


"Aku juga beruntung memilikimu Mike Louis Edgar." Mike tersenyum


"Sudah malam ayo kita masuk, angin malam tidak baik untuk kesehatan kamu. Apalagi ada si kecil di sini." Sambil mengelus perut Amara yang mulai terlihat.


"Iya."


 Mike merangkul pundak Amara sampai di ranjang. Lalu Mike juga menata bantal untuk Amara tidur.


"Kamu nggak tidur?"


"Tidur sayang."


"Tapi kok bantal aku aja yang di tata, bantal kamu nggak?"

__ADS_1


"Iya sayang, kamu dulu baru aku." Mike lalu merebahkan tubuhnya di samping Amara.


"Sini aku peluk." Amara pun menggeser tubuhnya lalu masih dalam dekapan Mike. Mike mengelus rambut Amara pelan agar Amara cepat terlelap. Sementara angel terus menghubunginya.


"Sial, mau apa perempuan itu terus menghubungiku." Gumam Mike dalam hati. Beruntung handphone Mike ia silent jadi Amara tidak mendengar apapun. Tetapi salah! Naluri seorang istri sangat kuat Amara bisa merasakan ada keanehan dengan Mike. Apalagi Mike terlihat gelisah. tidak biasanya juga Mike menyuruh Amara cepat tidur. biasanya mik akan langsung memeluk Amara dan mereka tidur bersama saling berpelukan. amara pun berpura-pura memejamkan mata.


Mike menatap Amara dan melambaikan tangannya di depan wajah amara. merasa Amara sudah terlelap perlahan Mike melepas dekapannya lalu bangun.


"Maaf sayang aku harus menyelesaikan misiku." Ucap Mike setelah mencium kening Amara sebelum pergi.


Perlahan Mike berjalan menuju balkon lalu mengangkat panggilan dari angel disana.


Setelah Mike pergi Amara membuka matanya. Dari ranjang Amara melihat Mike sedang berbicara di telepon.


Perlahan Amara bangun dan berjalan mendekati Mike. Rasa curiganya mulai muncul. Siapa yang Mike hubungi kenapa Mike menjauh, kenapa ia tidak boleh tahu. Dan misi apa yang dimaksud Mike. Hati Amara bertanya-tanya.


"Kenapa Mike bicara bisik-bisik, siapa yang menghubunginya." Amara semakin curiga.


"Oke kita bertemu besok ditempat biasa, setelah itu kita belanja. Kamu bisa membeli apapun yang kamu mau." Itulah kata yang Amara dengar dengan jelas.


Amara menutup mulutnya pikiran-pikiran negatif mulai memenuhi otaknya. Rasa takut akan penghianatan kembali Amara rasakan. Amara buru-buru kembali ke ranjang saat Mike mematikan sambungan teleponnya.


Amara kembali berpura-pura tidur.


Sampai di ranjang Mike mengelus kepala Amara dan mencium keningnya kembali.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku janji ini tidak akan lama setelah misiku selesai aku tidak perlu lagi berurusan dengannya." Ucap Mike lagi lalu Mike menuju kamar mandi setelah mengatakan itu.


Air mata Amara lolos dari pelupuk matanya yang sedari tadi ia tahan.


Misi!! Lagi-lagi Mike mengatakan misi sebenarnya apa dan siapa yang Mike maksud.


_


_


Pagi hari Amara bangun lebih dulu dan melakukan tugasnya seperti biasa menyiapkan sarapan juga keperluan Mike.


Setelah semuanya selesai barulah Amara mandi dan berdandan setelah itu Amara membangunkan Mike.


Tapi belum sampai Amara membangunkan Mike, Mike sudah bangun lebih dulu.


"Pagi sayang.." ucap Mike dengan senyum manisnya


"Pagi juga, ayo cepat mandi airnya sudah aku siapkan." Jawab Amara lembut. Amara akan bersikap biasa saja sampai Amara menemukan bukti yang kuat. Beruntung Amara sudah tidak muntah-muntah. Meskipun masih tapi tidak sesering di awal-awal kehamilan.


"Iya istriku tercinta, makasih ya..muach." Mike mencium pipi amara lalu menuju kamar mandi.


Amara memejamkan mata berharap dugaanya salah.


"Semoga tidak terjadi ya allah." lirih Amara.

__ADS_1


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2