Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 78 : Bikin nagih


__ADS_3

"Aa..brengsek..Lo harus terima akibatnya Amara. Gue akan buat perhitungan sama Lo..hiks."


_


_


Amara terbangun dari tidurnya karena merasa haus dan lapar. Dilihatnya handphone nya menunjukan pukul 13.00. siang.


"Pantesan aku laper banget udah siang aja rupanya."


Ray masih terlelap dalam tidurnya tangannya masih nyaman memeluk pinggang Amara. Dengan pelan Amara menyingkirkan tangan Ray. Kemudian bangun dan menuju kamar mandi.


Tangan Ray meraba tempat disebelahnya dan terasa kosong. Ray pun membuka matanya tidak ada Amara di sampingnya. Namun Ray mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Ray yakin Amara pasti sedang mandi. Dengan cepat Ray bangun kemudian menuju kamar mandi masih dengan tubuh polosnya. Ray memutar knop pintu yang ternyata tidak dikunci. Ray tidak menyia-nyiakan kesempatan Ray pun masuk. Ray tersenyum melihat Amara yang tengah berdiri dibawah guyuran shower. Tubuhnya yang tinggi putih dan mulus membuat king kobra Ray seketika bereaksi. Ray mendekati Amara menempelkan tubuhnya dan tubuh Amara dari belakang. Amara kaget tiba-tiba saja Ray sudah berada di belakangnya. Amara merasakan sesuatu yang mengeras menusuk b****gnya. 


"Kak Ray.." lirih Amara


"Aku mau mandi bersama.." kata Ray dengan suara yang berat menahan sesuatu. Tangannya bergerak menuju sesuatu yang sangat dia sukai yaitu bukittinggi Amara. Ray memberi pijatan disana. Ray menyibak rambut Amara kesamping dan m******t leher Amara kemudian meraih bibir Amara dengan bibirnya. Ray menghentikan permainannya dan menggendong Amara menuju jacuzzi dan masuk kedalamnya berendam dengan busa. Ralat bukan berendam tetapi bermain disana. Licin dan lembutnya air busa yang menyentuh kulitnya dan kulit Amara membuat Ray semakin b*******h. Ray semakin ber****u memijat Bukittinggi amara hingga membuatnya tak tahan lagi. Kemudian mereka melakukannya di dalam jacuzzi. suara nyanyian dari mulut Amara terdengar sangat indah di telinga Ray membuatnya semakin bertambah semangat. Ray mempercepat gerakannya saat akan memperoleh pelepasan. Dan akhirnya mandi di siang hari Amara berubah menjadi mandi penuh g****h. 


_


_


Amara memanyunkan bibirnya sambil memainkan ponselnya. 


"Maaf sayang..aku kelepasan."


"Aku tuh lapar kak. Aku capek tapi kak Ray malah terus melakukannya."


"Iya sayang..maaf ya. Aku janji habis ini kita pulang."


"Nggak mau."


"Nggak mau.." ulang Ray dengan senyum yang mengembang


"Kenapa tuh senyum-senyum gitu, jangan mikir yang aneh-aneh ya. Aku tuh nggak mau pulang. Aku mau jalan-jalan." Padahal Ray sudah senang Ray kira Amara tidak mau diganggu juga seperti dirinya.


"Siap sayangku.. apapun yang sayang mau pasti aku turutin."


"Bener??" 


"Iya. Asal…."


"Asal apa?"

__ADS_1


"Asal nanti malam dapat jatah."


"Kak Ray! Itu terus pikirannya ih."


"Habis kamu nikmat banget sih, bikin aku pengen lagi dan lagi."


"Capek kak…"


"Nanti kalau sudah dimasukin juga capeknya hilang. Yang ada hanya nikmat."


"Kak Ray!"


"Apa sayang…'


"Dasar mesum."


"Hahaha.."


"Ayo cepat kak Ray pakai baju kita pergi sekarang. Aku udah laper banget."


"Nggak makan disini aja sayang."


"Nggak mau."


_


_


Ternyata Kevin meminta Dimas untuk menemaninya. Disinilah Kevin dan Dimas sekarang di cafe xxx menikmati makan siang sambil Kevin menceritakan keluh kesahnya.


"Udahlah Vin ikhlasin aja Amara, dia udah bahagia bersama Ray sahabat kita sendiri."


"Jadi Lo membela Ray?"


"Vin ayolah..jangan kayak anak kecil. Gue nggak ngebela siapapun tapi memang kenyataannya amara istri Ray sekarang."


"Tapi gue masih mencintai Amara dim. dua tahun gue bersama Amara menjalani suka duka bersama. Dan gue harus kehilangan dia gitu aja. Sakit dim."


"Bukan hilang gitu aja Vin, semuanya ada prosesnya kan. Proses dimana Lo yang dijodohkan hingga Lo tidur bersama Farah saat status Lo masih bersama Amara. Coba Lo bayangin siapa yang lebih sakit Lo atau Amara. Amara lebih sakit Vin menjalani rasa sakit karena Lo, karena bokap Lo, dan karena Farah. Lo jangan merasa yang paling tersakiti Vin karena ini semua berawal dari Lo. Lo sendiri yang membuat pilihan seperti ini."


"Gue tau gue salah waktu itu. Tapi gue nggak sengaja gue dijebak dim."


"Ya oke Lo dijebak, tapi sekarang kenyataanya Amara sudah menikah dan Lo harus terima itu. Tolong jangan ganggu hubungan mereka Vin gue mohon sama Lo. Jika Lo benar-benar mencintai Amara biarkan dia bahagia. Sebentar lagi Lo juga akan menjadi seorang ayah Lo harus fokus pada anak dan istri Lo sendiri bukan istri orang."

__ADS_1


"Itu juga yang mau gue omongin dim. Gue ngerasa ada yang aneh dengan kandungan Farah."


"Aneh, aneh gimana maksud Lo?" Kevin pun menceritakan perihal kecurigaannya terhadap Farah. Tentang kandungannya yang besarnya berubah-ubah tentang dia yang tidak boleh menyentuh perut Farah, hingga hasil pemeriksaan yang sepertinya Farah sembunyikan.


"Kalau gitu Lo harus cari tau Vin, tapi dengan cara yang sehalus mungkin. Jangan sampai Farah curiga."


"Tapi gimana caranya?"


"Sini.." Dimas membisikan sesuatu pada Kevin.


_


_


Amara dan Ray sampai di sebuah cafe xxx tadinya Amara dan Kevin akan ke mall tetapi karena Amara yang sudah sangat kelaparan akhirnya mereka memutuskan untuk makan dulu.


Karena sudah sama-sama kelaparan baik Ray maupun Amara tidak memperhatikan sekeliling. Mereka tidak sadar jika sedari tadi laki-laki tampan tengah memperhatikan mereka. Bukan mereka tetapi Amara. 


"Vin..ayo kita pulang. Jangan ganggu mereka." ya lelaki itu adalah Kevin. 


"Sebentar dim."


"Vin nanti Ray lihat Lo yang sedang memperhatikan istrinya." Kevin sama sekali tidak menggubris ucapan Dimas.


"Ayo Vin.."Tetap saja Kevin tidak berkutik.


"Kamu semakin cantik saja Amara. Sangat cantik." Kevin justru memuji Amara. Yang membuat Dimas semakin takut jika Kevin akan semakin nekat.


Ray tidak sengaja melihat ke arah Kevin dan pandangan mereka bertemu. Ray tau Kevin sedang memperhatikan istrinya Ray mengepalkan tangannya geram dengan tingkah Kevin yang masih saja mencuri kesempatan pada Amara.


"Sayang kenapa sih? Kamu lihat apa?"


"Nggak lihat apa-apa kok. Sudah kamu makan saja." Amara melanjutkan makannya tetapi Ray masih saja memperhatikan Kevin.


"Kak Ray kenapa sih, kak Ray lihat apa?" Amara akan menengok tetapi Ray segera mencegahnya. Posisi Amara membelakangi Kevin.


"Em…nggak ada apa-apa sayang. Kamu sudah selesai kan makannya. Kalau begitu ayo kita pulang."


"Nggak mau. Aku mau jalan-jalan kak.."


"Iya maksudnya kita jalan-jalan sekarang." Ray memanggil pelayan untuk membayar makanannya Lalu pergi. Ray memeluk pinggang Amara posesif sambil terus mengajaknya berbicara agar amara tidak melihat kiri kanan. Ray sengaja memeluk Amara posesif agar Kevin sadar bahwa Amara sudah menjadi milik Ray seutuhnya.


Kevin menatap nanar kepergian Amara. Kevin mengepalkan tangannya kala melihat tangan Ray melingkar di pinggang ramping Amara.

__ADS_1


***Happy reading gaess 🥰🥰***


__ADS_2