Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 139 : Dion my hiro


__ADS_3

Amara dan ibunya kembali berjalan entah kemana tujuannya Amara belum tau, hari semakin petang sementara sepeserpun Amara tidak punya uang, semua uangnya ada di dalam tas yang tadi di jambret, sambil menggendong jesen Amara terus menyusuri jalan.


"Aku harus kemana sekarang, kasihan ibu dan anakku, aku harus membawa mereka kemana." Batin Amara menangis


"Kita istirahat dulu ya Bu."


"Iya nduk." Amara dan ibu Jumiati duduk merenung di halte dan menangis tiba-tiba seseorang memberinya sapu tangan Amara mendongak menatap orang tersebut dan ternyata dia adalah Dion.


"Papa.." panggil jesen kemudian memeluk Dion, Dion menggendong jesen


"Papa Dali mana kenapa Balu datang, mama sedih papa."


"Maaf ya papa baru pulang kerja, papa nggak tau kalau mama sedih."


"Dion.." lirih amara


"Aku sudah tahu semuanya, ayo ikut aku pulang ke rumahku."


"Nggak Dion aku sudah banyak merepotkanmu, lagi pula tidak baik jika aku tinggal di rumahmu apa kata orang tua kamu nanti juga kata tetangga."


"Aku tinggal sendiri, dan jangan dengarkan apa kata orang jika tidak ingin terluka, jangan egois Amara kasihan jesen dia masih kecil apalagi ini sudah malam aku janji jika kamu tidak mau tinggal di rumahku besok kamu bisa pergi, tapi untuk malam ini kamu tidur di rumahku, ibu mau kan malam ini menginap dirumahku?"


"Ibu terserah Amara saja nak Dion."


"Jesen mau nggak malam ini tidurnya di rumah papa?"


"Mau..nanti kita bobok baleng ya pa."


"Iya dong. Ya udah kita masuk yuk."


"Mama nggak ikut?"


"Mama juga ikut dong, kita masuk duluan saja nanti mama nyusul."


Kemudian jesen duduk di depan, Dion kembali mengambil barang-barang Amara 


"Sini Bu biar aku masukkan di Bagasi."


Tanpa menunggu persetujuan dari Amara Dion melakukan apa yang ingin dia lakukan Amara pun tidak punya pilihan lain selain mengikuti dion.


"Papa..jesen lapal."


"Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai, nanti jesen boleh makan apa saja yang jesen mau."


"Ada ayam nggak pa?"


"Ada dong."


"Ada yang kayak di tv nggak pa."


"Semuanya di rumah papa ada, kalau nggak ada kita bisa beli."


"Tapi mama nggak punya uang pa, tadi tas mama di bawa jamblet kata nenek."


"Kasihan Amara pasti saat ini dia sedang bingung." Batin Dion


"Kan ada papa."


"Papa mau beliin juga buat mama?"


"Jesen!" Amara memperingati anaknya untuk diam dengan lirikan matanya. Jesen langsung diam dan menunduk.


"Jesen benar-benar anak yang luar biasa, aku bukan siapa-siapanya tapi aku ikut merasa bangga." Batin Dion lagi 


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka sampai di kediaman Dion.


"Tin..tin.." suara klakson mobil Dion, satpam segera membukakan pintu gerbang untuk Dion.


Dion memarkirkan mobilnya di depan rumah.


"Ayo semuanya kita turun."


"Ini lumah papa?"


"Iya ini rumah papa."


"Besal banget pa."

__ADS_1


"Ayo kita masuk, Tono tolong parkir mobilnya."


"Siap tuan."


Mereka semua pun masuk.


"Selamat datang Amara, ibu Jumiati anggap saja rumah sendiri."


"Malam tuan." sapa bi isa


"Malam bi, perkenalkan ini Amara, dan itu ibunya dan ini jesen anak Amara mereka adalah tamuku jadi kamu harus melayani mereka seperti kamu melayaniku."


"Iya tuan siap, selamat malam non, ibu."


"Malam mbak."


"Segera siapkan kamar untuk mereka."


"Iya tuan." 


"Ayo semuanya kita ke ruang tengah, ayo jesen." Dion menggandeng tangan jesen


_


_


Setelah makan malam bersama Amara duduk sendiri di ruang tamu sambil melamun.


"Jesen sudah tidur?" Tanya dion tiba-tiba


"Dion, bikin kaget saja."


"Kamu hobi sekali ya melamun."


"Siapa yang melamun nggak kok."


"Aku boleh duduk?"


"Duduk aja ini kan rumah kamu."


"Ternyata Dion bukan hanya baik tapi juga sopan dan terlihat tulus, ******berkali-kali juga Dion membantuku udah kaya Hiro aja dia******.' Batin Amara


"Duduklah Dion."


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya?"


"Aku tidak tahu, aku.."


"Kamu tenang saja jika kamu mau aku bisa membantumu katakan saja apa yang bisa aku bantu."


"Tidak Dion, kamu sudah terlalu banyak membantuku kamu sangat baik jangan membantuku lagi."


"Aku hanya ingin jadi temanmu apa kamu tidak mau berteman denganku?"


"Dion aku bukan ABG lagi, aku ini seorang single parents."


"Aku tau amara, terus apa salahnya jika aku ingin berteman denganmu."


"Tapi apa kata.."


"Sudah ku bilang jangan dengarkan kata orang lain yang bisa menyakitimu."


"Kenapa kamu ingin berteman denganku?"


"Apakah berteman harus punya alasan?"


"Ya..kamu menang berdebat denganmu tidak akan ada habisnya." Dion menyunggingkan senyum


"Jadi mulai sekarang kita berteman?" Sambil mengangkat jari kelingkingnya Amara juga tersenyum kemudian ikut mengangkat jari kelingkingnya


"Teman." Mereka menyatukan jari Kelingking mereka.


"Tidak apa-apa sekarang berteman dulu karena segala sesuatu itu butuh proses." Batin Dion lagi


"Oh ya kok kamu tau aku ada di halte tadi."


"Aku memang mencari kamu." Dion pun menceritakan semuanya

__ADS_1


Flashback on


Setelah pulang kerja tiba-tiba Dion tidak sengaja melihat pedagang mainan mobil-mobilan besar Dion pun teringat pada jesen lantas membelinya untuk jesen. Setibanya di rumah Amara Dion pun turun dari mobil dengan semangat Dion berjalan memasuki pelataran rumah Amara namun rumah Amara tampak sepi dan pintu tertutup rapat.


"Cari siapa mas?" Tanya Bu Lina


"Maaf Bu yang tinggal disini kemana ya Bu kok sepi."


"Oh Amara?"


"Iya benar Amara."


"Dia sudah tidak tinggal disini lagi udah aku usir."


"Di usir, kenapa diusir Bu?"


"Karena dia tidak mau membayar uang sewa rumah ini."


"Terus mereka pergi kemana Bu?"


"Ya mana aku tau jadi gelandangan kali. Udah ya kalau tidak ada urusan lagi silahkan pergi."


"Iya Bu, terimakasih infonya."


"Kemana kamu Amara mana sudah sore lagi, pasti Amara sedang kebingungan harus pergi kemana." Gumam Dion, Dion pun lantas mencari keberadaan Amara.


Flashback off


"Aku terus mencari kamu sampai akhirnya aku menemukan kamu di halte."


"Makasih banyak ya Dion untung ada kamu kalau tidak mungkin aku ibu dan jesen tidur di jalanan."


"Makanya untuk sementara waktu kamu tinggal disini dulu, sampai kamu punya uang untuk mencari tempat tinggal yang baru."


"Tapi nanti malah merepotkan kamu."


"Tidak sama sekali Amara, aku malah senang rumah ini menjadi ramai."


"Iya aku janji setelah aku dapat pekerjaan dan punya uang aku pasti cari tempat tinggal."


"Di kantorku ada lowongan tapi aku tidak tau kamu mau atau tidak."


"Aku mau?"


"Memang kamu tau dibagian apa?"


"Nggak, tapi aku yakin pekerjaan ini pasti pekerjaan halal, dan selama itu halal aku pasti mau."


"Kamu memang luar biasa Amara, di bagian office girl jika kamu mau besok kamu bisa mulai bekerja."


"Besok?"


"Iya kenapa kamu tidak mau?"


"Ya mau, tapi apa semudah itu?"


"Iya, kan aku yang bantu kamu, tapi maaf sementara hanya di bagian itu yang lagi ada lowongan, oh ya pendidikan terakhir kamu apa?"


"S1."


"Apa? S1..kamu yakin kamu mau bekerja sebagai office girl?"


"Sangat yakin. Aku sudah melamar di beberapa perusahaan tapi tidak ada satupun yang mau menerimaku, ada satu perusahaan yang mau menerimaku tapi entah kenapa saat aku sudah mulai kerja mereka tiba-tiba berubah pikiran dan aku tidak jadi diterima."


"Aneh sekali, kenapa bisa begitu?"


"Aku juga tidak tau padahal awalnya semuanya baik-baik saja, tapi.. ya sudahlah mungkin belum rezeki."


"Tetap semangat ya, aku yakin suatu saat kamu pasti bisa sukses."


"Amin.."


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


🌺🌺Hay gaess..jangan lupa dukungannya


like, komen dan vote yang buuuuanyak🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2