
Eps sebelumnya
"Apa semuanya sudah siap?"
"Sudah pak, ."
"Baiklah, ayo kita meeting."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di tempat lain Amara sedang berjuang mencari pekerjaan di tempat-tempat yang sudah ia cari sebelumnya melalui jejaring sosial, sudah dua tempat yang Amara datangi tetapi belum ada yang menerimanya daftar berikutnya adalah restoran seafood besar yang cukup terkenal.
"Bismilah semoga kali ini aku di terima ya Allah." Doa Amara saat akan memasuki restoran, dan benar saja Amara diterima bekerja di restoran tersebut sebagai pelayan, bahkan Amara bisa langsung mulai bekerja.
 Karena sebelumnya Amara juga pernah bekerja sebagai pelayan jadi tidak sulit baginya untuk memulai pekerjaannya.
Amara sangat ramah dan cekatan melayani pelanggan membuat seorang manajer yang sedang mengawasi Amara tersenyum kecil, manager itu pun kemudian pergi karena sudah cukup melihat kinerja Amara.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Siang hariÂ
Mike sedang meeting bersama client membahas proyek kerjasama mereka di sebuah cafe xxx setelah selesai client meminta untuk meninjau langsung ke lokasi, mereka pun menuju lokasi proyek, setelah hampir satu Jam akhirnya meeting selesai.
Karena merasa lelah Mike meminta Dion untuk menggantikannya untuk meeting bersama satu client lagi.
Dion pun pamit kepada Mike.
Sementara Mike ingin mengisi perutnya yang sudah kelaparan Mike pun mencari restoran yang tak jauh dari tempat nya saat ini.Â
Mike menjalankan mobilnya sambil melihat kiri kanan mencari rumah makan, tak lama Mike menemukan sebuah restoran seafood yang cukup besar dan terlihat cukup ramai, Mike pun segera memarkirkan mobilnya.
Mike pun masuk ke dalam restoran kemudian memesan makanan karena memang sudah sangat lapar, tak lama pesanannya pun datang.
Baru sesuap ia mencicipi makanannya tiba-tiba terdengar suara kegaduhan tak jauh dari tempatnya duduk yang membuatnya terganggu tetapi karena lapar Mike mencoba acuh, pengunjung yang lain pun berdiri melihat apa yang terjadi, awalnya Mike tidak peduli siapa yang membuat keributan dan tetap melanjutkan makannya tetapi suara seseorang membuatnya berhenti mengunyah.
"Tapi saya bukan pencuri, dan saya tidak pernah mencuri." Suara seorang perempuanÂ
"Suara itu.." gumam mike
Mike menajamkan lagi pendengarannya dan benar suara itu mirip dengan suara seseorang yang ia kenal ralat bukan kenal tapi yang ingin ia kenal, Mike mengangkat kepalanya untuk memastikan suara itu dan benar saja perempuan itu tengah menangis dan memohon ampun, di depannya terlihat ibu-ibu yang tengah berdiri sambil memarahi Amara, ya perempuan itu adalah Amara.
"Mike mendekat dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Dasar mal*ng, kamu nggak malu, kamu itu masih muda kenapa harus menjadi pencuri."
"Bu saya bukan pencuri, saya tidak mengambil dompet ibu."
"Halah..mana ada mal*ng ngaku."
"Iya benar, cantik-cantik kok pencuri." Suara pengunjung lain ikut memojokan Amara
__ADS_1
"Mana manajer kamu, saya akan laporkan kamu ke manajer kamu biar kamu dipecat."
"Jangan Bu saya mohon, saya baru dapat pekerjaan, tolong jangan laporkan saya Bu."
"Saya tidak peduli, di sini saya yang dirugikan."Â
"Ada apa ini?" Suara manajer restoran tersebutÂ
" Anda siapa berani ikut campur?"
"Saya manajer disini."
"Oh anda manajernya, tolong ya pak disini ada mal*ing karyawan bapak sudah mencuri uang saya, pokoknya saya akan melaporkan dia ke polisi dan saya akan membuat image restoran ini menjadi jelek."
"Jangan Bu, jangan bawa-bawa restoran saya, dia ini karyawan baru saya juga tidak tau kalau dia ini pencuri."
"Pak saya bukan pencuri, tolong percaya sama saya."
"Diam kamu!!" Bentak manager itu
"Makanya kalau cari karyawan itu yang benar mal*ng kok dijadikan karyawan, pokoknya saya akan tetap melaporkan karyawan anda ke polisi."
"Hu….dasar mal*ing." Suara-suara pengunjung yang lain.
Mike tidak bisa tinggal diam entah kenapa melihat Amara menangis hatinya juga ikut sakit, Mike mengepalkan kedua tangannya.
"Diam!!" Suara bariton Mike menghentikan suara keributan.
"Apa anda punya bukti bahwa dia yang mencuri?" Tanya Mike
"Siapa kamu berani ikut campur urusanku, jangan-jangan kamu bersekongkol dengannya."
"Saya tanya sekali lagi apa anda punya buktinya?" Dengan tatapannya yang tajam Mike bertanya sekali lagi membuat nyali ibu-ibu tersebut menciut.
"U..uang di dompet saya tiba-tiba hilang?"
"Hilang? Lalu kenapa anda menuduh dia yang mencuri bagaimana jika anda salah?"
"A...aku yakin dia yang mencuri, karena dia yang memegang dompet saya."
"Saya hanya membantu mengambil dompet anda yang jatuh saya tidak mencuri."
"Alah itu kan cuma alasan kamu saja." Teriaknya lagi
"Pyarrrr"Â
Suara gelas yang Mike jatuhkan membuat ibu-ibu itu terlonjak kaget.
"Jangan pernah berteriak di depan saya." Mike menekankan kata-katanyaÂ
"Anda manajer disini?"
__ADS_1
"Iya saya manajernya."
"Apa disini tidak ada sisi tv, restoran anda cukup besar tidak mungkin tidak ada sisi tv-nya."
"Ada pak."
"Kamu dengar disini ada sisi tv di sini ayo kita buktikan apakah dia bersalah atau tidak, jika dia tidak terbukti bersalah anda harus siap menanggung resikonya."
"Ini masalahku dengannya kenapa kamu harus ikut campur."
"Karena saya tidak suka dengan orang-orang seperti anda." Tunjuk Mike
"Mari pak kita lihat sisi tv-nya." Mike masih menatap tajam ibu-ibu itu, sementara ibu itu sendiri tidak berani menatap mata Mike.
"Mama..!" Teriak seorang anak perempuan memakai seragam SMA, berlari menghampiri ibu itu.
"Sika..kamu kok ada disini?"
"Mama dari tadi aku telepon nggak diangkat, nih dompet mama ketinggalan."
Sambil menyerahkan dompet berwarna coklat sama dengan dompet yang Amara temukan.
"I..ini dompet mama, kayaknya bukan ini dompet mama ada di tas."
"Mama..aku dikasih sama papa kata papa dompet mama ketinggalan terus aku disuruh nyusul mama takut mama nggak bisa bayar."
"Terus ini dompet siapa?" Siska mengangkat pundaknya
"Sini coba aku lihat." Siska lantas membuka dompet tersebut seperti mencari sesuatu
"Nah ini dia, ini itu dompet ibu Suyati, ada yang namanya ibu Suyati nggak disini?" Teriak Siska sambil membaca nama yang tertera di kartu identitas tersebut
"Oh ternyata bukan dompetnya." Ucap salah satu ibu-ibu
"Makanya Bu apa-apa itu dilihat dulu jangan asal nuduh." Ucap yang lain
"Sudah selesai dramanya?" Ucap mike
"Mama ini ada apa sih drama apa?"
"Saya kasih tau, mama kamu sudah menuduh perempuan di samping saya ini pencuri, dia hampir saja kehilangan pekerjaan dan juga hampir masuk penjara gara-gara ulah mama kamu, bagaimana jika ini menimpa kamu?"
"Mama..papa kan udah bilang mama nggak boleh jahat lagi sama orang, ya ampun kasihan kan mbaknya, maafkan mama saya ya mbak."
"Tidak!" Mike yang menjawab
"Mama kamu sudah membuatnya menangis dan malu, kata maaf tidak akan mampu mengobati rasa sakit hati seseorang, seperti yang saya katakan jika dia tidak terbukti bersalah maka anda akan menanggung akibatnya, dan kamu." Mike menunjuk manajernya
"Saya pastikan restoran ini akan tutup."
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹
__ADS_1