Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 141 : Perhatian dion


__ADS_3

Eps sebelumnya


"Lusi siapa yang membuat kopi ini?"


"Gawat jangan-jangan kopinya tidak enak lagi, kampret si Amara bikin masalah aja." Batin Lusi


"Em..anak baru pak, kenapa ya pak?"


"Tidak apa-apa, pergilah."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Rasa kopi ini sama dengan di tempat makan itu, iya aku masih ingat rasanya apa dia orangnya tapi mana mungkin dia bekerja disini." Batin Mike menebak-nebak.


_


_


Dion dan Mike sedang makan siang di cafe dekat kantor tiba-tiba Dion teringat dengan Amara.


"Amara sudah makan belum ya, astaga aku lupa Amara kan tidak punya uang aku harus segera kembali atau aku bungkusan saja, tapi bagaimana jika Mike curiga." Dion bergelut dengan pikirannya sendiri


"Kamu kenapa?"


"Nggak apa-apa."


"Yakin, kayaknya kamu gelisah banget."


"Mike aku duluan ya, perutku tiba-tiba sakit."


"Aneh banget, kenapa tiba-tiba."


"Ya namanya juga sakit ya mana aku tahu, aku duluan ya." Dion langsung buru-buru meninggalkan mike sebelum Mike bertanya lebih banyak lagi.


"Eh Dion aku belum selesai ngomong." Teriak mike


Dion hanya mengangkat satu tangannya ke atas.


"Semakin mencurigakan kamu Dion." Gumam Mike


Begitulah mereka jika di luar kantor akan menjadi sahabat dengan dibumbui pertengkaran-pertengkaran kecil.


_


_


ย Dion sampai di kantor dengan membawa paper bag di tanganya lalu menuju pantry untuk mencari amara, Dion tidak peduli dengan karyawan lain yang tengah memperhatikannya.


"Lusi dimana Amara?" Tanya Dion tiba-tiba membuat Lusi yang tengah menikmati makanannya terjingkat kaget, sontak ia pun berdiri memberi hormat kepada Dion.


"Pak Dion siang pak."


"Dimana Amara?" Ulang Dion


"Aโ€ฆAmara tadi saya lihat sedang membersihkan sampah-sampah di ruang kerja karyawan pak."


"Kalau amara masih kerja kenapa kamu malah makan?"


"I..inikan Jam istirahat pak."


"Sudah tau jam istirahat kenapa Amara masih bekerja?"


"Maaf pak."


"Cepat kamu panggil Amara suruh kesini."


"Iya pak siap."


Lusi pun segera memanggil Amara, beberapa menit kemudian Amara datang bersama lusiย 

__ADS_1


"Siang pak Dion, pak Dion panggil saya?"


"Siang Amara, ini untuk kamu." Sambil menyerahkan paper bag yang berisi makanan yang ia beli di jalan.


"Ini apa pak?" Dion melirik Lusi yang masih berdiri di samping Amara, Lusi yang mengerti maksud Dion lantas pergi.


"Eh maaf pak, saya pergi dulu, permisi pak Dion."ย 


"Ini makanan, Kamu pasti belum makan kan?"


"Harusnya pak Dion tidak perlu repot-repot pak, saya jadi tidak enak."


"Tidak repot kok, kebetulan aku sedang makan diluar jadi aku bungkus saja untukmu, langsung dimakan ya, aku tinggal dulu."


"Iya pak terima kasih."


"Sebenarnya ada hubungan apa antara pak Dion dan amara kenapa mereka sangat dekat apa aku tanya langsung saja, iya benar lebih baik aku tanyakan langsung daripada kepo.?" Batin Lusi yang mengintip merekaย 


"Amara aku mau tanya."


"Tanya apa mbak?" Jawab Amara sambil menikmati makanan yang Dion berikan, tetapi Lusi malah tergoda dengan makanan Amara, ayam bakar dengan sambal dan full lalapan.


"Kayaknya makanan kamu enak."


"Mbak Lusi mau?"


"Mau." Jawabnya cepat kemudian mengambil makanan Amara lalu memakannya, Amara yang baru memakan sesuap hanya bisa menelan ludahnya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pulang kerja


Dion menunggu Amara di tempat tadi pagi ia menurunkan Amara, cukup lama ia menunggu Amara hingga sepi karyawan tapi Amara belum terlihat juga karena takut terjadi sesuatu dengan Amara Dion pun kembali ke kantor untuk memastikan Amara baik-baik saja namun sayang saat Dion baru turun dari mobil, Mike tiba-tiba keluar.


"Dion bukannya tadi kamu sudah pulang?"


"Em..aku mau jemput kamu."


"I..itu akuโ€ฆ"


"Tapi it's oke aku juga malas nyetir, lets go." Mike pun naik mobil Dion, Dion memejamkan mata


"Aduh aku kan mau jemput Amara kenapa jadi Mike." Batin Dion


"Aku tau kamu bukan mau jemput aku Dion, aku ingin tau sampai kapan kamu akan membohongiku." Batin Mike


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Dion mondar-mandir di teras hatinya gelisah sudah pukul 05.30 tetapi amara belum pulang juga, selang beberapa menit akhirnya yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, dengan senyum bahagia Dion menyambut Amara.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..Amara kenapa baru pulang?"


"Iya Dion tadi bersih-bersih dulu."


"Sendiri?"


"Nggak lah masak sendiri, sama yang lain kok."


"Terus kamu tadi pulang naik apa?"


"Angkot, aku masuk dulu ya aku pengen cepat istirahat."


"Iya..jangan lupa makan dulu." Amara hanya tersenyum menanggapi ucapan Dion.


"Ceklek" Amara membuka pintu kamar


"Mamaโ€ฆ" jesen berlari memeluk Amara, Amara pun berjongkok dan merentangkan kedua tangannya

__ADS_1


"Jesen kangen mama, kenapa mama balu pulang papa sudah pulang Dali tadi."


"Iya sayang tadi pekerjaan mama banyak makanya mama baru pulang, jagoan mama udah makan belum?"


"Sudah dong ma, disini kan makanannya enak-enak jesen suka ma, tadi jesen juga dibelikan papa pizza besalโ€ฆbanget jesen mau makan baleng mama."


"Em..baik banget sih anak mama."


"Ayo ma kita makan jesen sudah pengen."


"Iya ayo.."


Amara jesen dan ibu Jumiati pun makan pizza dengan canda dan tawa, Dion yang melihat interaksi mereka di balik pintu yang sedikit terbuka menyunggingkan senyum bahagia.


"Melihat senyum mereka aku juga ikut bahagia." Batin Dion


"Papa.." panggil jesen yang melihat keberadaan Dion kemudian menghampiri Dion dan menarik tangan Dion untuk masuk.


"Masuk nak Dion, kita makan pizza sama-sama." ucap ibu jumiati Lantas Amara mengambilkan sepotong pizza untuk Dion


"Nih, atau mau disuapin?" Goda Amara


"Emang aku jesen harus disuapin."


"Aku makan sendili papa." Jawab jesen polos yang menimbulkan gelak tawa membuat suasana semakin ramai.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Di tempat lain seorang perempuan cantik sedang uring-uringan dan merasa bingung dengan perubahan sikap Dion, sudah tiga hari ini Dion tidak menghubunginya ataupun mengangkat panggilan darinya.


Perempuan itu adalah Bella kekasih Dion.


"Kemana sih Dion sebenarnya, kenapa sifatnya tiba-tiba berubah, besok aku harus menemuinya."


beberapa saat kemudian Dion menghubunginya


"Sayang..kamu dari mana saja?" Tanya Bella


"Aku dirumah, baru selesai mandi ada apa?"


"Aku kangen sayang..sudah tiga hari kita tidak bertemu kamu juga tidak mau menemuiku atau menghubungiku."


"Maaf aku sangat sibuk."


" Sibuk apa sih sayang, kamu sadar nggak kamu tuh sekarang berubah, Aku kangen sama kamu Dion, sudah tiga hari kita nggak ketemu, keluar yuk."


"Jangan gila kamu Bella ini sudah malam."


"Biasanya juga kamu oke-oke aja aku ajak kamu keluar jam berapapun kenapa sekarang kamu berubah."


"Aku lelah Bella, tolong mengerti."


"Harusnya kamu yang mengerti aku, aku lelah bekerja seharian."


"Aku selalu mengerti kamu Dion, kurang apa aku selama ini, apa aku salah kangen sama kamu."


"Tidak."


"Kamu memang sudah berubah Dion."


"Itu hanya perasaanmu saja."


"Nggak! Ini bukan cuma perasaanku tapiโ€ฆ"


"Tapi apa, jadi kamu menghubungiku hanya untuk marah-marah."


"Bukan sayang..aku.."


"Tidurlah sudah malam, aku juga mau tidur selamat malam."

__ADS_1


"Halo..sayang, Dion.." namun panggilan sudah diakhiri oleh Dion.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน Bersambung ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2