
"Kamu dengar baik-baik Cassandra namoera! mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi."
"Tega kamu Mike, aku akan balas penghinaan ini." Kemudian Cassandra pergi setelah mengatakan itu.
"Kalian semua dengarkan baik-baik Amara adalah calon istriku, jesen adalah putraku dan ibu Jumiati adalah calon ibu mertuaku jadi mulai sekarang kalian harus hormat kepada mereka seperti kalian menghormatiku jika aku mendengar dari kalian ada yang berbuat tidak baik kepada mereka kalian akan terima akibatnya. Mengerti!!" jelas mike
"Mengerti tuan."
"Dan kamu i'in kemasi barang-barangmu, BI darmi bibi tau kan apa yang harus bibi lakukan?"
"Siap tuan muda."
"Tuan muda saya mohon jangan pecat saya, saya menyesal tuan." Mohon i'in di kaki Mike.
"Kamu tau kan aku bukan orang yang bisa menerima penghianatan begitu saja, aku tidak akan memberi ampun kepada seorang penghianat."
"Saya tidak tau tuan kalau nona Amara itu adalah calon istri tuan muda, ampuni saya tuan."
"Apa aku pernah membawa orang asing ke rumahku, harusnya dari situ kamu bisa berpikir bahwa Amara bukanlah orang sembarangan, bangunlah dan kemasi barang-barangmu."
Kemudian Mike pergi menuju kamarnya.
"Nona Amara ampuni saya nona, saya mohon bantu saya agar saya tidak dipecat." i'in memohon kepada Amara agar membantunya
"I'in bangunlah jangan seperti ini, aku minta maaf aku tidak bisa membantumu." Mendengar penolakan dari Amara i'in pun marah.
"Bohong! Kamu pasti sengaja tidak mau membantuku agar aku dipecat, dasar licik kamu, aku tidak akan sudi mempunyai nona sepertimu yang menghalalkan segala cara untuk menggoda dan mendapatkan laki-laki kaya."
"Plakk"
Satu tamparan keras Amara berikan di pipi i'in
"Jaga mulutmu i'in!! aku tidak seperti yang kamu tuduhkan, aku sudah cukup sabar menghadapimu, tapi apa yang kamu lakukan kamu semakin menjadi-jadi. Kamu membantu Cassandra mengusir ibu dan anakku aku diam dan sekarang kamu menghinaku aku tidak bisa diam lagi."
"Jadi kamu belum pergi juga!!" Suara Mike mengejutkan semuanya.
"Baiklah sepertinya kamu tidak bisa dengan cara halus.
"BI darmi ambil barang-barangnya!"
"Siap tuan." BI darmi segera berlari menuju paviliun untuk mengambil barang-barang i'in di bantu oleh mid yang lain dan Mike menarik tangan I'in keluar dari rumahnya disaksikan Amara dan calon mertuanya.
Sesampainya di teras Mike melepas tangan I'in hingga membuatnya jatuh lalu Mike melempar barang-barang i'in yang dibawa BI darmi dan uang gaji i'in.
"Kalian urus perempuan ini, aku tidak mau mendengar suara keributan lagi."
_
__ADS_1
_
Malam pun tiba setelah terjadi kekacauan yang menguras emosi Mike akhirnya Mike bisa beristirahat dengan tenang.
Tapi kenyataannya Mike tidak bisa beristirahat Amara datang menemui Mike di kamarnya.
"Tok tok tok Mike..apa kamu sudah tidur, apa aku boleh masuk?"
"Ceklek" Mike membuka pintu
"Apa kamu tidak bisa tidur, masuklah aku bisa membantumu agar tidur nyenyak."
"Apaan sih Mike, aku ingin bicara tentang hubungan kita."
"Iya aku juga, masuklah."
Amara pun masuk perlahan Mike menutup pintu kamar dan menguncinya, sangat pelan hingga Amara tidak tau.
"Mike untuk masalah yang tadi aku tidak mengerti apa maksudmu, tolong jelaskan."
"Yang mana aku tidak mengerti."
"Yang kamu bilang aku adalah calon istrimu. Kamu tidak serius kan Mike?"
"Tentu saja aku serius, aku tidak pernah bercanda dalam mengambil keputusan."
"Kenapa, apa kamu keberatan tadi kamu diam saja kenapa sekarang keberatan?"
"Tadinya aku pikir kamu hanya bercanda makanya aku diam."
"Tidak Amara, aku tidak pernah bercanda apalagi untuk pendamping hidup aku tidak akan main-main."
"Baiklah terserah kamu tapi aku tidak setuju, aku tidak mau menikah denganmu."
"Apa kamu bilang?"
"Aku Amara Andini tidak mau menikah denganmu Mike Louis Edgar." Amara kembali menekankan kata-katanya yang membuat Mike naik pitam lalu menyerang Amara, Mike membungkam bibir Amara dengan bibirnya dan mendekap tubuh mungil itu. Amara mencoba memberontak tetapi tidak bisa tenaga Mike jauh lebih besar darinya, Amara pun hanya bisa pasrah dan menangis. Melihat Amara menangis Mike pun melepaskan pagutannya.
"Maafkan aku." Lirih Mike kemudian Amara berlari ingin keluar dari kamar itu tetapi pintu sudah dikunci oleh Mike.
"Mike buka pintunya, aku mau keluar!"
"Keluarlah jika bisa."
"Make jangan bercanda ini tidak lucu."
Mike berjalan menghampiri Amara sontak Amara pun mundur.
__ADS_1
"Berjanji lah Amara untuk menikah denganku."
"Mike kamu gila, aku tidak mempunyai perasaan apapun denganmu bagaimana bisa kita menikah, menikah itu sesuatu yang sakral jangan main-main."
"Sudah ku bilang aku tidak pernah main-main."
"Tapi menikah itu harus didasari dengan cinta tapi aku tidak mencintaimu Mike, kita tidak bisa menikah."
"Cinta akan datang seiring berjalannya waktu."
"Tidak Mike aku tidak bisa."
"Baik jika kamu menolak aku akan membawa jesen pergi darimu."
"Mike jesen itu anakku kamu tidak berhak membawanya."
"Aku tidak peduli, aku akan memisahkan kalian jika kamu tetap menolak. Ingat Amara aku bisa melakukan apapun jauh dari apa yang kamu bayangkan jadi pikirkan baik-baik keputusanmu, aku tunggu sampai besok jika kamu tidak bisa memberikan jawaban besok bersiap-siaplah untuk sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Keluarlah!" Mike membukakan pintu untuk Amara
"Dasar gila." Ucap Amara kemudian pergi.
"Maaf Amara hanya ini satu-satunya cara agar kamu mau menikah denganku.
"Aku benar-benar sudah gila, ya..aku memang gila karena Amara. Gamam Mike merebahkan tubuhnya.
_
_
"Kamu dari mana nduk?"
"Anu Bu..em..dari.."
"Kamu dari kamar nak Mike kan." Potong ibu Jumiati cepat
"Bagaimana ibu bisa tau, ibu jangan berpikir yang macam-macam ya, aku tidak melakukan apapun dengannya aku hanya minta penjelasan saja Bu."
"Nduk..pikirkan baik-baik, ibu bukannya memaksamu tapi jika ada laki-laki baik yang ingin meminang kita kenapa harus kita tolak kesempatan tidak akan datang dua kali, jesen juga butuh sosok seorang ayah, sudah lama kamu sendiri nduk apa kamu tidak ingin mempunyai pendamping."
"Bu..ibu tahu sendiri kan apa alasanku, jadi tolong jangan paksa aku Bu."
"Ibu tahu nduk, tapi mau sampai kapan kamu seperti ini, sudah saatnya kamu memikirkan jesen, tidak semua laki-laki itu sama nduk."
"Justru karena aku memikirkan jesen Bu, aku hanya ingin fokus membahagiakan jesen dan ibu."
"Apa kamu tau apa yang membuat kami bahagia, ibu dan jesen itu sama nduk kami ingin kamu mempunyai pendamping agar ada yang menjaga dan melindungimu, agar kamu tidak berjuang sendirian jesen juga bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah, pikirkan baik-baik kata-kata ibu jangan egois. Tidurlah sudah malam ibu juga mau tidur."
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹
__ADS_1