
Hati-hati kak." Amara memang sudah bercerita tentang masalahnya dengan Ray juga tentang kehamilannya kepada Miko.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Amara hendak pergi ke kamar tamu namun langkahnya terhenti saat Ajeng memanggilnya.
"Nona.."
"Iya, kenapa jeng?"
"Boleh saya bicara sebentar ada yang ingin saya tunjukan kepada nona."
"Ya udah kita ngobrol di kamar saja." Amara mengajak Ajeng masuk ke dalam kamar tamu.
"Ada apa Ajeng kamu mau bicara apa?"
"Ini nona.." Ajeng menyerahkan handphonenya yang berisi rekaman antara Ray dan angel kemarin sebelum Amara pingsan. Amara memutar video itu lalu melihatnya.
"Jadi menurut kamu apa kak Ray dan angel tidak berselingkuh?"
"Menurut saya nona angel.."
"Angel nggak pakek nona." Potong Amara tidak terima Ajeng memanggil angel nona kepada angel.
"Iya nona maaf maksud saya angel yang suka dengan tuan Ray."
"Tetap saja kak Ray sudah berbohong."
"Mungkin tuan ray takut untuk memberitahu nona."
"Tapi mereka selalu mesra, bahkan kak Ray mengunggah foto angel di sosial medianya dengan caption
my angel kalau bukan cinta lalu apa namanya?"
"Kalau soal itu saya tidak tau nona tapi maaf apa mungkin itu bukan tuan rau yang mengunggah?"
"Maksud kamu ini ulah angel?" Ajeng mengangguk.
"Bisa jadi sih. Tapi tetap saja kak Ray keterlaluan ngapain malam-malam berduaan di dalam kamar perempuan lain itu namanya mereka sama-sama g***l. Udah jeng nggak usah kamu belain kak Ray biarin dia meratapi kesedihannya."
_
_
Sore hari tiba-tiba saja Amara ingin makan rujak buah dan Amara ingin sekali Ray yang membelikannya tetapi ia bingung bagaimana cara untuk memberitahu pada Ray. Amara mondar mandir di depan kamar utama yaitu kamarnya dan Ray.
"Ceklek"
Ray keluar dari kamar.
"Sayang.. kamu kenapa mondar-mandir kenapa tidak masuk?"
"Aduh..ngomong nggak ya? Tapi aku pengen banget." Batin amara
"Sayang…" panggil Ray lagi
"Aku pingin rujak." Ucapnya cepat Ray tersenyum senang akhirnya Amara mau berbicara dengannya. Ray berlutut di depan perut Amara dan mengelus perut Amara yang masih rata itu.
"Jadi..anak papa pengen rujak? anak papa sudah mulai ngidam sekarang? Siap sayangku papa akan belikan kamu rujak yang paling enak." Amara menarik sudut bibirnya sedikit. Hanya sedikit ya gaeesss🤭. Kemudian Ray berdiri ada lagi nggak sayang yang pengen kamu makan biar aku belikan sekalian."
"Nggak!" Jawabnya ketus kemudian pergi.
__ADS_1
"Awas kalau sampai ketahuan kamu bertemu sama angel habis kamu." Tambahnya lagi tanpa menoleh pada Ray saat hampir menuruni tangga.
"Nggak akan sayang..aku janji aku nggak akan bertemu angel lagi."
Ray menggelengkan kepala dengan seutas senyum kemudian ia mengambil kunci mobil yang ada di kamarnya.
_
_
Amara menghampiri Ajeng yang ada di dapur.
"Ajeng sini."
"Ada apa nona?"
"Kamu ikuti mobil kak Ray tapi ingat jangan sampai ketahuan. Jika kak Ray sampai bertemu dengan angel kamu video mereka. Mengerti?" Lirih Amara
"Mengerti nona."
"Bagus ini buat ongkos kamu naik taxi." Amara memberikan uang dua lembar seratus ribuan
"Sekarang pak Ray di mana nona?"
"Kak Ray masih di depan cepat kamu siap-siap taxinya sudah aku pesankan dan sudah menunggu di samping gerbang."
"Siap nona?"
Lantas Ajeng pun pergi bersiap-siap.
_
_
Ray berkeliling mencari penjual rujak gerobak karena Amara maunya yang gerobak.
"Dimana ada tukang rujak keliling." Gumam Ray. Handphone Ray sedari tadi berdering juga banyak sekali chat yang masuk tapi Ray tidak menghiraukan karena Ray tau itu dari angel.
Setelah lama berkeliling akhirnya Ray menemukan penjual rujak sekaligus buah potong keliling.
"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga tukang rujak." Lalu Ray memarkirkan mobilnya dan membeli rujak
"Rujaknya lima ya kek.." ucap Ray kepada tukang rujak buah yang sudah tua.
"Baik den.." Ray memperhatikan penjual rujak itu yang usianya lebih tua dari mertuanya. Ray merasa iba melihat kakek itu seharusnya di usianya yang sudah lanjut dia beristirahat di rumah tetapi tidak dengan kakek ini dia harus berkeliling mendorong gerobak.
"Kakek sudah lama berjualan rujak?"
"Sudah bertahun-tahun den sampai lupa kakek sudah berapa lama?"
"Dimana anak kakek kenapa kakek masih bekerja di usia kakek yang sudah lanjut?"
"Anak kakek cuma satu perempuan, sudah menikah dan mempunyai seorang anak tetapi nasibnya malang den dia di tinggal oleh suaminya. Suaminya selingkuh dan meninggalkan anak dan cucu saya begitu saja. Anak saya merasa stress den lalu bunuh diri." Mata kakek berkaca-kaca kala menceritakan kisah anaknya.
"Deg" cerita kakek itu menancap dalam hati Ray. Dia teringat dengan Amara. Apa yang sudah dia lakukan dia sudah menyakiti hati istrinya meskipun Ray tidak benar berselingkuh dengan angel tetapi dia sudah menyakiti hati Amara dengan selalu bersama angel dan membohongi istrinya.
"Sekarang kakek harus menghidupi cucu dan istri kakek yang masih kecil."
"Kalau boleh saya tau berapa usia cucu kakek?"
"Empat tahun den."
__ADS_1
"Masih sangat kecil ya kek."
"Kasihan cucu kakek masih kecil tapi sudah menjadi anak piatu dan ditinggal pula oleh ayahnya. batin Ray
"Nama kakek siapa?"
"Panggil saja saya Mbah simen den."
"Mbah simen tinggalnya dimana?"
"Mbah tinggal di jalan xxx. Ini den rujaknya, sore-sore kok beli rujak den?"
"Iya Mbah ini buat istri saya yang lagi ngidam. Berapa Mbah semuanya?"
"Kalau begitu tidak usah bayar den buat istri Aden saja."
"Jangan begitu Mbah ini banyak sekali Mbah bisa rugi."
"Tidak apa-apa den. Saya senang sekali kalau mendengar orang sedang hamil Mbah teringat anak Mbah."
"Ya sudah kalau Mbah nggak mau saya bayar tidak apa-apa. Saya nitip saja ya Mbah buat cucu Mbah beli jajan mohon di terima." Ray menggenggam kan uang di tangan Mbah simen lima lembar uang seratus ribuan.
"Tapi den ini banyak sekali."
"Saya mohon Mbah terima ya ini rezeki untuk cucu Mbah simen."
"Terimakasih den, semoga Allah membalas kebaikan Aden dan semoga istri dan anak aden sehat selalu. Salam juga buat istrinya ya den."
"Amin..pasti saya salamin Mbah. Saya permisi Mbah, assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam…"
Dari jarak yang tidak jauh Ajeng meng-video interaksi antara Ray dan Mbah simen. Ajeng tersenyum melihat hasil videonya.
"Alhamdulillah tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan."
"Ternyata pak Ray baik juga, nona pasti senang." batin ajeng
_
_
Ditengah perjalanan pulang tiba-tiba saja mobil Ray di hadang oleh mobil angel yang juga akan ke rumahnya.
"Mau ngapain lagi angel." gumam Ray
Angel menghampiri Ray dan mengetuk kaca mobil Ray. Ray pun keluar dari mobil. dengan sigap Ajeng memulai aksinya meng-video Ray dan angel.
"Ada apa?" Tanya Ray tanpa basa-basi.
"Aku kangen kamu ray.." Tiba-tiba angel memeluk Ray. dengan kasar Ray mendorong tubuh angel hingga terjatuh
"Jangan pernah kamu berani memelukku lagi."
"Kamu kasar banget sih Ray sakit tau. kenapa kamu berubah kamu lupa dengan janji kamu?"
"Lupakan soal janji itu. aku tidak mau menyakiti istriku. Dan ingat jangan pernah kamu mengganggu aku lagi."
"Kamu jahat Ray..aku benci sama kamu."
"Kamu yang membuatku seperti ini." kemudian Ray masuk ke dalam mobil dan meninggalkan angel.
__ADS_1
"Awas kamu Ray aku tidak akan pernah melepaskanmu." Gumam angel
🍁🍁🍁 Bersambung 🍁🍁🍁