
"Gimana jesen senang nggak hari ini?"
Tanya Mike di dalam mobil
"Senang pa, jesen belum pernah jalan-jalan."
"Oh ya..berarti jesen harus berterimakasih sama papa, kalau nanti papa ajak jesen jalan-jalan lagi Jesen mau nggak?"
"Mau pa, jesen mau."
"Jesen..udah ya bahas jalan-jalannya ."
"Iya ma."
"Amara kenapa ya.. sepertinya dia tidak suka aku dekat dengan jesen." Batin Mike menatap Amara.
_
_
Mobil Mike memasuki pelataran rumahnya begitu mobil berhenti Amara langsung turun menggendong jesen tanpa membawa barang-barang belanjaan yang tadi mereka beli ralat bukan mereka tetapi Mike.
Mike hanya diam memperhatikan perubahan sikap Amara, Mike tau Amara sedang marah dengannya tapi apa penyebabnya Mike tidak tahu.
I'in, sari bawa semua belanjaan yang ada di bagasi ke kamarku."
"Baik tuan."
Mike pun segera naik ke kamarnya.
Mike merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size.
"Tok tok tok..permisi tuan saya sari dan i'in membawa barang belanjaan tuan."
"Masuk tidak di kunci." Jawab Mike dari dalam
"Permisi tuan di taruh dimana?"
"Taruh di meja saja." sari dan i'in pun hendak pergi
"Tunggu!"
"Iya tuan." Mike berjalan kemudian mengambil beberapa paper bag yang berisi baju Amara dan jesen.
"Berikan kepada Amara."
"Baik tuan."
"Sebenarnya ada hubungan apa sih Amara dan tuan Mike, kenapa tuan Mike baik sekali kepadanya, tunggu-tunggu.. Amara kan sudah punya anak apa jangan-jangan itu anak tuan Mike tapi bagaimana dengan nona Cassandra kasihan nona Cassandra ini tidak bisa dibiarkan." Batin I'in tidak suka melihat Mike yang sangat perhatian kepada amara.
"I'in kamu kenapa?"
"Ti..tidak apa-apa tuan."
"Kalau begitu tunggu apalagi cepat pergi dan berikan semua itu kepada Amara."
"Baik tuan."
_
_
"Permisi nona Amara, ibu Jumiati kami mengganggu sebentar." Ucap sari sopan di ambang pintu kamar Amara yang terbuka, Amara lantas berdiri menghampiri sari dan I'in.
"Iya sari ada apa?"
"Ini nona kami disuruh mengantarkan ini untuk nona."
"Bawa kembali sari bilang untuk tidak usah repot-repot."
__ADS_1
"Maaf ya sebelumnya kami disini hanya menjalankan perintah, jadi tolong diterima hidup kami sudah sulit jangan dipersulit lagi."
"I'in kamu apa-apaan sih, yang sopan kalau bicara, maaf nona I'in hanya bercanda."
"Iya tidak apa, I'in benar kok."
"Kalau begitu kami permisi nona."
"Iya terimakasih ya sari, I'in."
"Sama-sama nona." sari yang menjawab
_
_
"I'in kenapa kamu bicara seperti itu kepada nona amara."
"Memangnya kenapa sih sar, dia itu bukan siapa-siapa kita, memang dia siapanya tuan Mike berani sekali bertingkah seperti nona dirumah ini."
"Husss!! kamu jangan bicara sembarangan ya, tuan Mike tidak mungkin membawa sembarangan orang ke rumah ini kalau bukan orang yang penting."
"Halah bisa aja dia itu cuma merayu tuan Mike, kamu tau sendiri kan dia sudah punya anak bisa aja anak itu anak tuan Mike dan dia kesini ingin merebut harta tuan Mike, kita harus waspada dengan dia. Aku sih tetap nona Cassandra ya yang sudah pasti bebet bobot dan kualitasnya apalagi statusnya."
"Terserah kamu deh in, kalau aku sih ikut tuan Mike saja." Kemudian sari pergi
"Lihat saja nanti kamu pasti akan memujiku." Teriak Iin.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Berulang kali Cassandra menghubungi Mike namun tidak ada jawaban.
"Aaa…" Cassandra membanting handphonenya ke lantai hingga hancur berantakan, tangannya meremas beberapa lembar foto, foto Mike dengan Amara dan juga jesen saat jalan-jalan tadi siang.
"Siapa perempuan itu, siapa anak kecil itu kenapa mereka terlihat mesra, aku harus membuat perhitungan dengannya berani sekali dia merebut Mike dariku."
"Besok..ya besok saat Mike ke kantor aku akan menemui perempuan itu akan aku beri dia pelajaran."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Malam pun tiba
Mike mondar mandir di dalam kamarnya mencari cara untuk bisa bertemu dengan Amara.
"Ayo otak cerdasku berpikirlah bagaimana caranya agar aku bisa menemui Amara."
Mike tau Amara masih marah dengannya, tapi Mike tidak bisa membohongi perasaannya yang menggebu ingin selalu dekat dengan Amara.
Sejak Amara menginjakkan kaki di rumahnya mike semakin yakin jika dia memang menyukai Amara, rasa bahagia dan rasa aneh yang Mike rasakan Mike yakin ia memang sudah jatuh cinta kepada Amara, rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya apalagi setelah mereka jalan bersama perasaan Mike semakin bertambah besar, bahkan dulu saat Mike menerima Cassandra Mike tidak memiliki perasaan apapun. Mike menerima Cassandra sebagai kekasihnya karena menghargai Cassandra yang begitu menginginkannya juga dorongan dari teman-temannya.
_
_
Akhirnya setelah sekian lama berpikir Mike menemukan cara agar bisa berduaan dengan Amara.
Mike menyuruh Amara datang ke kamarnya melalui telepon rumah yang ada di kamar amara selang beberapa menit pintu kamar Mike di ketuk.
"Tok tok tok"
Mike yakin itu adalah Amara Mike pun mulai menjalankan rencananya
"Masuk ra tidak dikunci" teriak Mike
Amara pun masuk namun tidak melihat keberadaan Mike disana
"Dimana Mike." Gumam Amara
"Mike..Mike kamu dimana."
__ADS_1
"Aku disini Amara ah..tolong aku Amara." Jawab Mike dari dalam kamar mandi sambil merintih kesakitan.
Amara pun segera menuju kamar mandi.
"Mike kamu kenapa?" Panik Amara kemudian berlari menghampiri Mike yang duduk di lantai sambil memegangi kakinya.
"Tolong Ra kakiku sakit banget."
Amara memapah pundak Mike untuk membantunya berjalan
"Ya ampun kok bisa kek gini sih Mike kamu ngapain aja."
Saking paniknya amara sampai tidak sadar jika Mike tidak memakai baju dan hanya memakai handuk sebatas pinggang bahkan Amara bertanya apa yang sedang Mike lakukan, sungguh pertanyaan yang konyol.
Amara membawa Mike di tepi ranjang.
"Coba aku lihat yang mana yang sakit."
"Itu pergelangan kaki aku."
Amara duduk di lantai hendak menyentuh kaki Mike disitulah ia mulai tersadar perlahan amara menatap Mike dari ujung kaki hingga ujung rambut Mike yang hanya memakai handuk di pinggang bahkan rambutnya masih basah Amara menelan ludahnya kasar.
"Aaaa…apa yang kamu lakukan Mike, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tidak pakai baju, dasar... cepat pakai bajumu."
"Amara kaki aku kan sedang sakit mana sempat aku memakai baju, kalau begitu tolong ambilkan aku baju ganti."
"His..ya udah dimana bajunya."
"Itu di walk in closed."
Kemudian Amara bergegas mengambilkan baju untuk Mike.
"Pilihlah sesuai seleramu." Teriak mike entah Amara dengar atau tidak
"Ini cepat pakai."
"Pakaikan."
"Yang sakit kan kakimu kenapa manja sekali sih." Gerutu amara namun tetap melakukan permintaan Mike
Posisi Amara kini berdiri di antara kedua kaki Ray posisi mereka sangat dekat bahkan Mike bisa menatap jelas wajah cantik Amara.
"Sebenarnya kamu sangat cantik kalau lebih berisi sedikit."
Mendengar perkataan Mike Amara tersadar dengan posisinya Amara segera mundur.
"Apaan sih bisa nggak nggak usah mesum, dasar player."
"Apa kamu bilang, aku player?"
"Iya kamu player."
Amara melihat wajah mike yang tiba-tiba berubah dingin
"Ma..maaf Mike aku cuma bercanda."
"Pergilah tidak usah membantuku."
"Kamu yakin?"
"Ya."
"Ya udah aku pergi, sekali lagi aku minta maaf jika aku menyinggungmu."
Kemudian Amara benar-benar pergi.
"Sial pergi beneran kan sekarang harusnya aku nggak usah pura-pura marah dasar bodoh kamu Mike." gumam Mike menyesali kebodohannya
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹
__ADS_1