
Dua bulan berlalu Mike tidak pernah lagi menghubungi ataupun menemui angel juga karena misinya telah selesai.
Hari ini adalah hari Minggu Mike ingin mengajak Amara dan jesen jalan-jalan ke mall juga untuk membeli kebutuhan bayi dan baju hamil untuk Amara. Usia kandungan Amara sudah menginjak enam bulan perutnya terlihat semakin membuncit. Apalagi tubuh Amara semakin berisi membuat baju-bajunya banyak yang tidak muat.
"sayang masih belum siap?" Tanya Mike sambil berjalan menghampiri Amara
"Aduh bee, gimana mau siap baju aku nggak muat semua. Aku gendut banget ya bee perasaan dulu waktu hamil jesen nggak Segede ini deh."
"Nggak ah, aku malah suka kamu makin seksi bikin aku gemes." Sambil memeluk Amara dari belakang dan mencium tengkuknya.
"bee..nggak usah bercanda deh aku serius."
"Aku juga serius sayang. Itu kan karena dulu kamu kurus, sekarang kamu bersisi apalagi perut kamu semakin besar wajar dong sayang kalau nggak muat. Coba deh cari lagi nanti kita beli lagi yang banyak."
"Ada sih ini, tapi terlalu seksi nggak sih?"
"Coba dulu aja sayang, sini aku bantu."
"Nggak usah! Orang tinggal Pakai doang." Dengan keras Amara melarang bisa berabe kalau Mike sampai membantunya bisa-bisa mereka gagal pergi jalan-jalan dan berakhir diatas ranjang.
"Hahaha takut banget sih diapa-apain."
"Aku pakai di kamar mandi aja deh."
"Jangan! Kamar mandi licin sayang, biar aku aja yang keluar. aku tunggu di bawah ya sama jesen."
Amara mengangguk cepat.
Selesai memakai baju Amara pun turun, perlahan ia menuruni anak tangga Mike yang melihat Amara turun segera menghampiri Amara lalu menggendongnya sampai di ruang tamu.
"Kebiasaan deh, aku kan bisa turun sendiri pelan-pelan." Protes Amara
"Nggak boleh! Aku nggak mau ambil resiko." Mata Mike melirik kaki Amara yang memakai high heels
"Sayang..harus berapa kali aku bilang nggak usah pakai high heels, perut kamu semakin besar sayang."
"Kan ada kamu, udah yuk jalan nanti keburu siang. Jesen let's go."
"Siap mama.." mereka juga membawa Eny dan sari untuk pergi bersama mereka. Tadinya mereka juga mengajak ibu Jumiati dan Bu darmi tapi keduanya menolak dengan alasan sudah tua dan malas untuk keluar rumah.
_
_
Di mall
Amara menuju baju-baju ibu hamil sedangkan jesen bermain bersama Eny dan sari.
Amara memilih-milih baju yang cocok untuknya
"Sayang lihat ini." Mike menunjukan model baju hamil kekinian yang berwarna dusty.
"Bagus, model dan warnanya juga oke."
"Kamu suka?"
"Iya aku suka."
__ADS_1
Baiklah." Lalu Mike mengambil tiga potong baju itu dengan warna yang berbeda.
"Banyak banget bee?"
"Iya dong sayang, baju kamu kan nggak ada yang muat."
"Tapi ini aku udah pilih tiga ini." Sambil menenteng tiga potong baju di tangannya
"Oke, bungkus."
"Nggak kebanyakan bee, kita masih banyak loh yang harus dibeli."
"Apanya yang kebanyakan sayang, kalau kamu mau aku bisa beli mall ini beserta isinya."
"Astaga aku lupa siapa suamiku, tuan miliarder narsis." Batin Amara.
"Itu juga bagus." Mike mengambil dua potong baju lain lagi
"Sudah bee cukup, nanti juga nggak dipake kok kalau sudah lahiran."
"Bener cukup, ini baru delapan baju Lo sayang."
"Sudah bee."
"Nggak beli bra sekalian sayang, bra kamu kan juga tidak muat." ucap Mike tanpa malu, dengan cepat Amara membungkam mulut Mike, bahkan pegawai disana ikut tersenyum.
"Hehe maaf ya mbak. kamu iseng banget sih ngomongnya asal jeplak aja."
"Asal jeplak gimana sih sayang kan emang benar."
"Ya tapi jangan kenceng-kenceng ngomongnya, malu dong."
Selesai membeli baju hamil dan pakaian dalam amara, mereka menuju baju-baju bayi dan perlengkapan bayi yang satu toko dengan baju ibu hamil.
Pertama yang mereka tuju adalah troli bayi.
"Kamu suka yang mana sayang?"
"Aku jadi bingung bee bagus-bagus semua."
"Pilih yang kamu suka aja sayang."
"Kamu aja deh bee yang pilih aku bingung."
"Baiklah akan aku pilih yang paling mahal."
"Terserah." Amara memutar bola matanya malas selalu saja tentang uang.
Mike pun lantas memilih troli yang harganya paling mahal di toko itu seperti yang Mike katakan, lalu memilih box bayi yang juga Mike yang memilih dan yang terakhir baju-baju bayi yang lucu kali ini Amara yang memilih.
Saat sedang memilih-milih baju tiba-tiba..
"Micle!!" Teriak seseorang sambil menarik tangan Mike.
"Angel!!" lirih amara
"Kamu, ngapain kamu jalan dengan micle dasar pelakor." Ucap angel sarkas
__ADS_1
"Heh!! Berani sekali kamu menghina istriku, kamu pikir kamu siapa." bentak mike
"Istri, kamu bohong micle. Kamu tidak pernah bilang sudah punya istri."
"Kamu dengar baik-baik namaku bukan micle tapi Mike, dan aku adalah suami Amara istriku tercinta perempuan paling sempurna jauh lebih segalanya darimu."
"Bohong! Kamu pasti bohong kan Micle. Dia tidak mungkin istri kamu."
"Apa kamu tidak bisa melihat cincin yang melingkar dijari kami, apa kamu tidak bisa melihat perut Amara."
"Tega kamu micle, aku sudah mengorbankan semuanya untuk kamu, aku sudah meninggalkan Ray demi kamu. Jangan-jangan ini semua rencana kamu."
"Iya! Ini semua rencanaku anggap saja ini adalah karma atas apa yang sudah kamu lakukan terhadap istriku. Siapapun yang sudah menyakiti istriku meski itu masa lalu akan aku pastikan dia mendapatkan balasan yang setimpal, Ayo sayang."
"Micle tunggu, jelaskan padaku soal tas branded dan baju itu."
"Jadi kamu sedang dalam masalah, angel itu tas kamu dan baju-baju kamu. Aku tidak kan Sudi mengeluarkan sepeser pun uangku untukmu. Jadi semuanya kamu sendiri yang harus menanggungnya."
"Dasar brengsek kamu micle, aku akan membalas semua ini."
Lalu datang dua security memegang tangan angel
"Jangan buat keributan disini ayo keluar." Ucap security itu
"Nggak! Aku masih belum selesai."
"Dengan kasar security itu menarik tangan angel.
"Lepaskan aku, aku harus bicara dengan pembohong itu.".
"Diam!." Bentak security itu seketika angel terdiam
"Kenapa aku jadi kasihan melihat angel." Batin Amara
"Sayang..kamu kenapa?"
"Nggak apa-apa kok."
"Yaudah ayo lanjut belanja."
Mereka kembali memilih baju-baju bayi, setelah semuanya selesai Mike segera membayar belanjaannya.
Tak lama sari dan Eny pun datang dengan jesen tentunya.
"Mama..papa"
"Sayang sudah selesai mainnya?"
"Sudah ma,
"Sudah selesai tuan.. nona?"
"Sudah, kalian pilih baju aja nanti kami yang bayar sekalian pilihkan baju untuk jesen juga aku capek mau istirahat."
"Siap nona."
"Ayo jesen kita beli baju biar jesen."
__ADS_1
"Siap suster eny."
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹