Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 127 : Tiga tahun kemudian


__ADS_3

"Jangan..jangan..jangan ambil anakku kembalikan anakku..kembalikan!!"


"Amara..Amara…bangun nduk." Ibu Jumiati menggoyang-goyangkan tubuh Amara.


"Tidak!!! Huft..huft.." nafas Amara tersengal-sengal dengan keringat membasahi keningnya.


"Minum dulu nduk."


"Terimakasih Bu."


"Kamu mimpi buruk lagi nduk?"


"Iya Bu..entah bagaimana caranya aku bisa bertemu putriku, aku merindukannya bu." Ibu Jumiati pun memeluk Amara.


"Sabar ya nduk..kita pasti bisa bertemu dengan anak kamu semoga dengan kita pindah ke Jakarta peluang untuk bertemu anak kamu semakin besar."


"Jakarta itu luas Bu entah dimana laki-laki itu tinggal sekarang." Bahkan Amara enggan untuk menyebut nama Ray.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asal kita terus berusaha dan berdoa, kita kan baru tiga hari disini jangan patah semangat dong."


"Iya bu, besok Amara akan mulai mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan siapa tau amara bertemu dengan laki-laki itu. Jadi sambil menyelam minum air."


"Kalau kamu semangat begini ibu kan jadi senang."


Amara dan ibunya memutuskan untuk tinggal dan mencari pekerjaan di Jakarta sekaligus untuk mencari keberadaan Ray.


Tiga tahun yang lalu Ray dan angel mengambil salah satu dari anak kembar Amara, Ray dan angel membawa anak perempuan Amara.


Saat itu Amara masih terbaring lemah pasca operasi Caesar tiba-tiba Ray dan angel datang mengambil paksa anak perempuan yang ia lahirkan kembar.


Karena kondisinya yang masih lemah Amara tidak mampu menghentikan Ray, ibu Jumiati pun sudah berusaha untuk menghentikan Ray namun didorong oleh angel hingga terjatuh.


Setelah tiga bulan pasca operasi Amara bertekad untuk ke Jakarta menemui Ray tetapi Ray sudah pindah, Amara pun ke rumah mantan mertuanya tetapi juga sudah pindah. Amara mencoba menghubungi nomor Ardi tetapi tidak aktif akhirnya Amara memutuskan untuk kembali ke Surabaya.


Berbagai cara telah Amara lakukan untuk mencari keberadaan Ray bahkan Amara bolak balik ke Jakarta tapi hasilnya tetap sama Ray tidak ada dirumahnya, mereka semua menghilang begitu saja bak ditelan bumi.


Hingga sekarang putranya berumur tiga tahun Amara memutuskan untuk tinggal di Jakarta sambil mencari keberadaan Ray.


_


_


Pagi tiba.. hari ini Amara akan mencari pekerjaan, uang tabungannya juga sudah menipis sementara Amara harus menghidupi dua orang yang harus ia perjuangkan.


"Bu..Amara mau berangkat."


"Iya nduk..ini bekalnya." Jawab ibu Jumiati sambil menggandeng cucunya yang bernama jesen, tangan kanannya membawa kotak bekal untuk Amara.


Amara berlutut menyamakan tingginya dengan jesen.


"Ganteng..mama berangkat dulu ya sayang jesen jangan nakal sama nenek."


"Ikut ma..jesen mau ikut."


"Sayang..jangan ya jesen dirumah aja sama nenek nanti mama beliin es cream untuk jesen."


"Benelan ma??" (beneran ma?)


"Bener dong sayang."


"Ye..jesen mau dibeliin es ceam." ( es cream) Sambil meloncat-loncat kegirangan, Amara tersenyum melihat tingkah putranya yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Ya udah mama berangkat ya, assalamualaikum.."


"Waaaikumtayam ma.."  jawab jesen tidak jelas ala anak kecil. (waalaikumsalam) 


_


_


Amara sudah membuat list perusahaan-perusahaan yang akan ia datangi setelah tadi malam mencari informasi lewat jejaring sosial.


Beberapa perusahaan dalam daftar listnya telah ia datangi menggunakan angkutan umum. tetapi tidak ada satupun yang menerimanya.


"Huft..ini yang terakhir semoga kali ini aku diterima sambil melingkari buku memo yang ia pegang, Amara Turun dari bus yang ia naiki kemudian berjalan menuju gedung tinggi bertuliskan PT xxx.


"Bismillahirrahmanirrahim semoga aku diterima." Doa Amara sebelum memasuki gedung pencakar langit itu.


"Permisi pak.." ucap Amara kepada security


"Iya mbak ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau melamar pekerjaan pak."


"Oh iya mbak kebetulan disini sedang membutuhkan karyawan di bagian marketing, anda membawa perlengkapannya?"


"Iya pak saya bawa."


"Coba sini mana biar saya kasih kebagian HRD biar cepat."


"Terima Kasih pak, ini." Amara memberikan cv nya kepada security tersebut.


"Tunggu sebentar ya neng, saya masuk dulu."


Beberapa menit kemudian security itu kembali,


"Silahkan masuk neng, langsung saja kebagian HRD ya."


"Beneran pak? Terima Kasih banyak ya pak." Amara pun segera masuk, kemudian mencari ruang HRD.


"Tok..tok..permisi."


"Iya silahkan masuk. Kamu Amara ya?"


"Iya pak."


"Saya sudah melihat CV kamu dan mempelajarinya, jadi kamu sebelumnya bekerja di perusahaan xxx ya?"


"Iya pak benar."


"Sudah lama?"


"Cukup lama pak 5 tahun."


"Lalu kenapa kamu keluar?"


"Menikah pak."


"Oh..jadi tidak ada masalah dengan pekerjaan kamu kan?"


"Tidak pak."


"Baik kalau begitu selamat bergabung di perusahaan kami, kamu saya terima, mulai besok kamu sudah bisa untuk mulai bekerja."

__ADS_1


"Alhamdulillah.. terimakasih banyak pak."


_


_


Dengan hati yang bahagia amara kembali pulang ke kontrakan.


"Ibu pasti senang aku bisa mendapat pekerjaan, tidak sia-sia usahaku hampir seharian berkeliling. terimakasih ya Allah." gumam amara


"Assalamualaikum.." salam Amara ketika memasuki rumah


"Waalaikumsalam nduk..kamu sudah pulang?"


"Sudah Bu, alhamdulilah Amara dapat pekerjaan, Amara diterima di perusahaan xxx di bagian marketing Bu."


"Alhamdulillah..ibu ikut senang nduk..ya sudah ayo masuk kamu bersihkan badan kamu dulu terus makan."


"Jesen mana Bu?"


"Jesen udah tidur nduk habis maem terus tidur." Amara mendekat pada ibu jumiati lalu menggenggam tangannya


"Terimakasih banyak ya Bu, udah jagain jesen."


"Kamu ini ngomong apa to nduk kenapa berterima kasih jesen kan cucu ibu wajar kalau ibu jagain dia."


"Ya udah Amara ke kamar ya Bu."


"Iya nduk…,


Amara memasuki kamar terlihat jesen yang sedang terlelap sangat nyenyak Amara mendekat pada jesen dan mengelus pipi bocah berumur 3 tahun itu, pipi bulat dan hidung mancung seperti miliknya dengan bulu mata yang lentik.


"Maafkan mama ya sayang..mama tidak bisa menemani kamu setiap waktu, mama harus kerja nak ini semua mama lakukan demi kita dan demi saudara kembar kamu sayang."


"Maafkan mama dan papa juga ya sayang karena keegoisan kami kamu dan saudara kembar kamu yang jadi korban, kamu pasti ingin tau kan gimana wajah kembaran kamu, sama..mama juga nak. Mama pengen banget bertemu dengannya dan memeluknya. Dia pasti sangat cantik hidungnya mancung, pipinya bulat, bulu mata yang lentik sama seperti kamu nak sangat tampan." Kemudian Amara mencium kening putranya


"Selamat tidur sayang..mimpi yang indah ya."


"Ya Allah pertemukanlah aku dengan anakku ya Allah." Doa Amara setelah mencium kening jesen.


_


_


Amara makan malam sendiri, kemudian ibu Jumiati datang menghampiri


"Makan yang banyak nduk.."


"Ibu..ibu sudah makan?"


"Sudah, ibu nggak tega nduk kalau melihatmu seperti ini, lihat tubuhmu semakin kurus jangan sedih-sedih to nduk ingat kamu punya malaikat kecil yang sangat membutuhkan kamu, kalau kamu sakit kasihan dia, dia hanya punya kita nduk."


"Ibu tenang saja, Amara memang semakin kurus Bu tapi Amara baik-baik saja Amara sehat Bu, jadi ibu tidak usah khawatir ya."


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


🌹🌹maaf ya gaess ternyata diluar dugaanku yang tadinya season 2 sekarang aku gabungin kembali karena tidak bisa untuk diajukan kontrak dan harus kembali ke sini.


dan seperti biasa jangan lupa like komen dan vote dan yang punya koin boleh juga memberikan hadiahnya😀😀😀


🌹🌹 Happy reading gaess 🥰🥰🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2