
"Apa yang sedang kakek rencanakan?" Tanya Mike tanpa basa-basi setelah tidak ada Amara.
"Apa maksud kamu Mike, kakek tidak mengerti. Kakek baru pulang begini caramu menyambut kakek."
Setelah kepulangan Mike di Indonesia kakek luwis berangkat ke Amerika untuk mengunjungi kakak Mike yang bernama jeni.
"Tidak usah berpura-pura kek, apa yang kakek bicarakan dengan ibu Jumiati."
"Tidak ada, kakek hanya berkenalan dengannya."
"Bohong! Pasti kakek sedang merencanakan sesuatu tidak mungkin kakek bisa menerima mereka begitu saja."
"Haha sepertinya kamu memang cocok menjadi detektif. Jadi kamu meninggalkan Cassandra hanya demi perempuan itu. Kakek tidak yakin dia perempuan baik-baik."
"Jaga bicara kakek."
"Mike tidak ada perempuan baik-baik mau tinggal bersama dengan laki-laki yang bukan siapa-siapanya, apalagi dia sudah ada seorang putra harusnya dia malu dengan putranya."
"Mike yang mengajaknya tinggal disini kek, jadi kakek jangan bicara sembarangan."
"Meskipun kamu yang mengajaknya jika dia perempuan baik-baik dia pasti akan menolak."
"Kakek tidak bisa menilai orang hanya dengan satu kali melihat. Kakek belum mengenalnya."
"Kakek rasa kakek tidak perlu mengenalnya semua sudah jelas."
"Jadi kakek menentang hubungan kami.."
"Mike...kakek hanya ingin yang terbaik untukmu, Cassandra itu perempuan yang tepat untukmu yang sudah jelas bibit, bebet dan bobotnya tidak seperti Amara yang tidak jelas asal-usulnya."
"Apanya yang tidak jelas kek, dia tidak sendiri dia bersama ibunya lalu apanya yang tidak jelas. apa karena dia bukan dari keluarga yang berada."
"Pokoknya kakek tidak setuju hubungan kalian, heh..sudah mempunyai anak mau menikah dengan cucuku tidak akan aku biarkan. Apa kamu tau ayah dari anak itu?? Kamu pasti tidak tau kan. Bisa saja itu adalah anak dari laki-laki hidung belang diluar sana, mungkin saja itu adalah anak haram."
"Kek!!"
"Tidak ada yang namanya anak haram di dunia ini!" Amara tiba-tiba muncul.
"Sayang.. bukannya kamu ada di kamar."
"Kalau aku ada di kamar aku tidak akan mendengar semua ini."
"Sayang..kakek hanya bercanda."
"Bercanda kamu bilang.. jadi bercanda kalian seperti ini. aku tidak apa-apa Mike, jika aku yang dihina tapi ini anakku aku tidak bisa terima."
"Jadi kamu tidak terima, lalu apa yang akan kamu lakukan."
"Iya aku tidak terima, kakek tidak mengenalku bagaimana bisa kakek mengatakan aku bukan perempuan baik-baik dan anakku adalah anak haram. Aku punya suami kek meski kita sudah pisah tapi jesen bukan anak haram kami menikah secara sah dimata hukum dan agama."
"Perempuan baik-baik tidak akan tinggal dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya."
"Aku kan sudah bilang aku yang mengajak mereka kek, kenapa kakek tetap menyalahkan Amara."
"Tidak peduli siapa yang mengajak kalau dia memang perempuan baik dia tidak akan mau."
"Kakek benar ini memang salahku semua salahku aku minta maaf." Ucap Amara sambil menangis kemudian pergi ke kamarnya.
"Sayang tunggu." Mike hendak mengejar Amara tapi kata-kata kakek luwis membuatnya berhenti.
__ADS_1
"Kamu lihat dia tidak punya sopan santun."
"Ini semua karena kakek."
"Kamu menyalahkan kakek, hanya karena perempuan itu."
"Sudah ku bilang namanya Amara kek, dia calon istriku aku sudah melamarnya."
"Kakek tidak setuju."
"Aku tidak peduli, kakek setuju atau tidak aku akan tetap menikah dengannya."
Kemudian Mike kembali akan menyusul Amara tapi sayang Amara lebih dulu turun dengan jesen dan ibunya dan menenteng dua tas besar di tangannya.
"Sayang kamu kemana??"
"Aku akan pergi dari sini Mike, kakek benar tidak seharusnya seorang perempuan tinggal bersama laki-laki yang bukan muhrimnya."
"Bagus kalau kamu sadar."
"Kakek cukup! jangan memperkeruh suasana."
Dengan paksa Mike mengambil tas yang Amara bawa juga ibu Jumiati dan melemparnya ke sembarang arah.
"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini, kamu bilang kita bukan muhrim kalau begitu kita menikah sekarang juga."
"Mike apa yang kamu lakukan??"
"Bukankah kakek sendiri yang bilang tidak baik seorang perempuan yang bukan muhrimnya tinggal satu rumah, maka aku akan menikahinya sekarang juga."
"Tapi kakek tidak setuju Mike."
"Jangan gila kamu Mike."
"Ya!! Aku memang gila..aku tergila-gila dengan Amara dan kakek tidak akan bisa memisahkan kami, setelah kita menikah aku akan membawa mereka pergi jauh dari kakek agar kakek puas."
"Jangan Mike jangan tinggalkan kakek nak, kakek mohon kamu tetap disini."
"Tidak! Kalau kakek tidak mau merestui kami, aku akan pergi dari sini."
"Baik, tapi berikan kakek waktu untuk bisa menerima Amara."
"Tidak, tidak ada waktu lagi besok kita akan menikah."
"Tapi Mike.."
"Tidak ada tapi-tapian Amara, kalau kamu menolak ingat konsekuensinya."
"Sari..Eni..!!" Teriak Mike memanggil kedua maidnya
"Ambil tas itu dan bawa kembali ke kamar Amara jangan lupa di rapikan."
"Siap tuan."
"Tidak ada satupun dari kalian yang boleh pergi dari sini atau tanggung sendiri akibatnya." Ancam Mike kepada Amara. Kemudian Mike pergi bersama Gery yang diam mematung tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Mau kemana kamu mike??"
"Bukan urusan kakek."
__ADS_1
"Kamu lihat Mike tidak pernah seperti ini sebelumnya, entah apa yang kamu lakukan sehingga membuat cucuku menjadi seperti ini."
"Maaf kek tapi aku tidak pernah melakukan apapun, dari dulu Mike memang seperti itu jika ada yang menentangnya."
"Berani kamu menjawabku. Heh.. bagaimana mungkin cucuku akan menikah dengan perempuan tidak tau etika sepertimu." Kemudian kakek luwis pergi setelah mengatakan itu.
"Sabar ya nduk.."
"Aku selalu bersabar Bu, tapi kesabaran juga bisa habis."
_
_
"Mike kamu yakin akan menikah dengan Amara besok?" Tanya Gery di tengah perjalanan mereka. Mike menatap tajam Gery
"A..aku hanya bertanya Mike, aku tidak punya maksud apapun."
"Aku harus hati-hati jangan sampai membuat Mike tersinggung." Batin Gery
"Menurutmu apa aku bercanda??"
"Bukan begitu, aku hanya memastikan maksudku baik aku bisa membantumu untuk menyiapkan semuanya."
"Bagus memang itu tugasmu, minta bantuan pada Dion, besok semua harus sudah beres."
"Siap Mike, kamu jangan khawatir besok semuanya sudah beres."
"Hentikan mobilnya."
"Ha..kenapa kita sudah sampai??"
"Turun!!"
"Apa?"
"Aku bilang turun, aku mau membeli cincin, kamu urus yang lain."
"Tapi nggak di turunin juga kali Mike."
"Plok"
Mike memberikan segepok uang untuk Gery
"Masih kurang??"
"Apa ini?"
"Apa kamu tidak bisa melihat itu uang. "
"Maksudku uang untuk apa?"
"Untuk ongkos pulang."
Mata Gery langsung berbinar."
"Siap laksanakan, kamu jangan khawatir aku bisa naik taxi." Mike menancap gas tanpa memperdulikan celotehan Gery
"Bye Mike.. thanks!! Mike memang paling pengertian." Gumam Gery.
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹