
Tak henti-hentinya Mike menciumi punggung tangan Amara dengan senyum yang merekah dan tatapan mata yang tulus.
"Mike..jangan menatapku seperti itu aku malu."
"Kenapa harus malu, kamu cantik..sangat cantik."
Tiga puluh menit kemudian mobil rombongan sampai di ma**id xxx dengan urutan mobil pengantin berada di urutan paling akhir.
Kakek luwis menunggu mereka di depan pintu ma**id bersama Gery, Dion juga Bella kekasih Dion.
Begitu turun dari mobil pandangan jesen tertuju pada dion lalu jesen berlari menghampiri Dion.
"Papa…" teriak Dion sambil merentangkan tangannya, Dion pun menyambutnya dengan merentangkan tangan juga.
Mereka berpelukan seperti ayah dan anak yang baru dipertemukan kembali.
"Halo jesen.." sapa Bella kepada jesen.
"Halo juga Tante."
"Wah..jesen hari ini tampan sekali Tante sampai pangling Lo."
"Makasih Tante."
Dion mengelus puncak kepala jesen.
"Anak pintar."
Kakek luwis menatap Dion dan jesen heran kenapa jesen bisa sedekat itu dengan Dion bahkan Dion memanggilnya papa. Tapi kakek luwis enggan untuk bertanya, kakek luwis tidak mau membuat keributan yang akan membuat Mike marah.
Mike membukakan pintu untuk Amara lalu menggandeng tangan Amara melangkah masuk ke dalam ma**id.
Dion bersama bella dan Gery menghampiri Amara dan Mike.
"Selamat datang calon mempelai.." ucap Gery, Mike hanya melirik Gery
"Kamu sendirian?" Tanya mike
"Nggak dong doi lagi di kamar mandi. Amara tersenyum manis kepada mereka bertiga.
"Senyum itu yang membuatku semakin sulit melupakanku Amara, ku mohon jangan tunjukan senyum manis itu kepadaku." Batin Dion menatap Amara, Amara juga menatap Dion.
"Ehem..ayo kita masuk sayang." Mike yang bucin tidak suka melihat amara bertatapan dengan dion begitu juga dengan Bella yang merasa cemburu melihat Dion terus menatap Amara.
Mike dan Amara berjalan diiringi Gery dan Dion di belakang mereka
"Saat sampai di ambang pintu masjid Amara tiba-tiba berhenti.
Membuat orang-orang yang berada di belakang mereka merasa bingung.
"Kenapa sayang?"
"Kok aku gugup ya Mike." Ucap Amara pelan memang benar tangan Amara sangat dingin juga keringat memenuhi keningnya.
Mike lantas mengusap keringat Amara dengan sapu tangan yang ia bawa di sakunya.
"Tenang ya..tarik nafas lalu hembuskan perlahan."
Amara tersenyum lalu mengikuti arahan Mike.
__ADS_1
Sebenarnya Mike pun sama gugupnya dengan Amara apalagi ini adalah yang pertama begi Mike. Tapi Mike mencoba untuk setenang mungkin.
Di dalam ma**id sudah ada banyak tamu yang khusus diundang sebagai saksi penghulunya pun sudah datang.
Tamu yang datang diantaranya adalah orang tua Gery, serta rekan kerja dan bawahan Ray yang mempunyai jabatan tinggi.
Amara semakin gugup melihat banyak orang disana.
Semua orang menatap kedua mempelai yang sangat serasi, yang sangat tampan dan cantik.
Amara dan Mike berjalan menuju tempat yang telah disediakan Tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya
"Amara.." panggil seorang perempuan yang tengah berdiri di samping Gery.
Sontak Amara menoleh ke sumber suara dan betapa terkejutnya Amara ketika tau siapa yang memanggilnya.
Gery menatap kekasihnya heran kenapa dia memanggil Amara begitu lantang, begitu Mike.
Amara dan perempuan itu saling pandang dengan mata yang berkaca-kaca.
"Arum…" ucap Amara. Arum berlari lalu memeluk sahabatnya itu. Amara menyambut hangat pelukan Arum mereka menangis saling berpelukan.
"Amara kamu kemana asja, aku nyari kamu selama ini. Aku kangen sama kamu."
"Aku juga kangen sama kamu Arum." Semua orang menatap kedua perempuan cantik itu.
"Aku nggak nyangka kita bisa dipertemukan kembali, aku pikir aku nggak akan bisa bertemu kamu lagi..hiks.."
Amara melepas pelukannya. Lalu mengusap air mata Arum dengan tangannya.
"Jangan menangis lagi, sekarang kita sudah bertemu kedepannya kita tidak akan berpisah lagi."
"Kamu kenal Arum sayang?" Tanya Mike
"Iya, Arum ini sahabat, sekaligus saudara aku dari kampung, dulu kita berjuang bersama-sama di kota ini sebelum akhirnya kita berpisah."
"Aku senang kalau ternyata arum adalah sahabat kamu Amara." Ucap Gery
"Makasih ya Gery kamu sudah membawa Arum kesini."
"Pasti Arum itu kekasihku, pasti aku akan selalu membawanya kemanapun itu."
"Nak Arum." Panggil ibu Jumiati
"Ibu.." Arum lantas memeluk ibu Jumiati
"Ibu apa kabar? Arum kangen sama ibu."
"Ibu sehat nak..ibu juga kangen sama Arum"
"Ini jesen ya Bu..jesen tampan sekali kamu sayang, kenalin ya sayang aku Tante Arum."
Jesen masih malu-malu tapi tetap menyalami tangan Arum."
"Baiklah semuanya kita lanjut nanti acara kangen-kangenannya. Sekarang apa bisa kita mulai acaranya?"
Amara dan Mike lantas duduk di depan penghulu.
Acara ijab qobul pun segera dimulai.
__ADS_1
"Baik kedua mempelai apakah sudah siap?" Tanya penghulu.
"Siap pak." Jawab Mike yakin.
"Baiklah langsung saja kita mulai ya."
Penghulu lantas menjabat tangan Mike dan mengucapkan ijab qobul lalu diikuti oleh Mike.
"Saya terima nikah dan kawinnya Amara Andini binti Hasan dengan maskawin seperangkat alat sholat, uang seratus juta rupiah dan cincin permata diamond dibayar tunai." Dengan satu kali tarikan nafas dan suara yang lantang Mike berhasil mengucapkan ijab qobul.
"Bagaimana para saksi sah??"
"Sahhhhh" jawab semua orang bersamaan
"Alhamdulillah" kemudian penghulu membaca doa sebagai penutup ijab Qabul.
Amara kemudian mencium punggung tangan Mike dan Mike mengucapkan kata i love sebelum akhirnya mencium kening Amara cukup lama.
Ijab Qabul selesai.
Dilanjutkan dengan pemasangan cincin kedua mempelai."
Penghulu pun pamit karena masih banyak yang harus mereka nikahkan.
Amara dan Mike sungkem kepada ibu Jumiati dan kakek luwis.
Pertama Amara sungkem kepada kakek luwis.
"Mohon doa restunya kek." Ucap Amara mencium punggung tangan kakek luwis.
"Kakek harap kamu bisa menjadi istri yang baik, yang selalu ada untuk Mike dalam suka maupun duka dan selalu setia kepadanya." Ucap kakek luwis
"Insyaallah kek, Amara akan berusaha menjadi istri yang patuh kepada suami Amara."
Kemudian berganti Mike yang sungkem kepada kakek luwis.
"Mohon doa restunya kek."
"Dasar bocah berandal. Kakek harap kamu bisa merubah kebiasaan buruk kamu bermain wanita, setialah hanya kepada istrimu sayangi dan cintai dia sepenuh hati."
"Pasti kek, Amara adalah istri pilihan Mike wanita yang sangat Mike cintai, tentu Mike tidak akan pernah menyakitinya."
Amara memeluk ibu Jumiati dengan tangis yang tidak mampu ia tahan.
"Selamat ya nduk semoga kamu bahagia dengan nak Mike, semoga Mike adalah laki-laki terakhir yang akan menemanimu sampai tua nanti, sampai jannah." Doa ibu Jumiati untuk putrinya.
"Amin.. terimakasih ya Bu, semoga setelah ini Amara tidak merepotkan ibu lagi, dan Amara bisa membahagiakan ibu dan jesen."
"Ibu sudah bahagia nduk, melihat kamu selalu tersenyum ibu sudah bahagia."
Kini giliran Mike melakukan sungkem kepada ibu Jumiati. Dengan kedua tangannya Mike menggenggam erat tangan ibu Jumiati
"Ibu..Mike meminta doa kepada ibu untuk menyerahkan putri ibu sepenuhnya kepada Mike. Mike berjanji akan menjaga, menyayangi, melindungi, dan mencintai Amara sepenuh hati. Bukan hanya Amara tapi juga jesen. Mike akan menjadi ayah yang bertanggung jawab untuk jesen dan anak-anak kami kelak. Mike tidak akan pernah membuatnya terluka Mike akan selalu membuat Amara bahagia."
"Ibu merestuimu nak..ibu percayakan putri dan cucu ibu kepada mu."
"Terimakasih Bu.." dengan senyum bahagia Mike memeluk ibu Jumiati.
Para tamu bertepuk tangan menyaksikan momen hari mike kepada ibu Jumiati, Mike terlihat sangat tulus meminta Amara. Bahkan kedua sahabatnya Dion dan Gary sampai berkaca-kaca.
__ADS_1
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹