
"Kami berangkat duluan nanti kamu bilang pada Ray jika kami sudah berangkat. Ingat, jangan sampai terlambat!"
"Baik paman." Lantas pak Dirga dan yang lain pun memasuki mobil menuju hotel Marion miliknya.
Ray keluar dari kamar mandi kemudian mencari baju gantinya.
"Dimana baju gue, saat lagi genting gini kenapa mesti tidak ada sih."
"Kenapa lagi sih Ray.. marah-marah Mulu." Ucap dimas yang baru datang telah siap dengan setelan jas berwarna abu-abu.
"Berisik Lo. Gara-gara Lo nih gue bangun kesiangan. Coba mana baju gue?" Entah jam berapa tadi malam mereka semua tidur. Mereka menghabiskan malam dengan bermain game bareng.
"Nih baju Lo.." Dimas menyerahkan setelan tuxedo berwarna putih. Ray pun segera memakainya di walk in closet.
Ray sangat tampan dan gagah memakai setelan tuxedo. Baru memakai baju saja Ray sudah terlihat sangat tampan.
"Mari tuan Ray saya rias dulu." Ucap sang perias. Ray menurut ia pun mengambil posisi duduk di depan cermin.
Dengan lembut perias itu mengoleskan bedak tipis di wajah Ray. Karena wajahnya memang sudah putih dan bersih perias itu tidak kesusahan dalam merias Ray. Sebenarnya tidak terlalu putih jika dibandingkan dengan Amara namun jika dibandingkan dengan sesama laki-laki Ray termasuk putih.
"Sudah selesai tuan." Ucap perias itu
" Terimakasih." Jawabnya singkat dan jelas. Perias itu keluar kemudian Dimas, Ardi dan Bagas menghampiri Ray.
"Lo ganteng banget Ray." Ucap dimas sendu sambil menepuk pundak Ray. Ray tau Dimas pasti sedih teringat pada Kevin. seandainya mereka bisa berkumpul bersama di hari bahagia Ray. Kemudian Ray memeluk Dimas agar Dimas lebih tenang. Hadeh..yang mau nikah siapa yang ditenangin siapa😉😉.
"Sudah peluk-pelukannya, ini jam berapa?"
"Astaghfirullah..Lo sih dim bikin gue telat Mulu."
"Ayo cepat kita berangkat."
"Oh ya Ray. Paman dan bibi sudah berangkat duluan. Mereka sudah membawa semuanya kita tinggal menyusul saja.
" Iya gue tau. ayo cepat!"
"Kalau sudah tahu ngapain tadi paman dan bibi titip pesan." Gumam Ardi pelan.
_
_
Di Hotel Marion
Di dalam ballroom hotel yang sangat besar telah disulap menjadi sebuah istana yang sangat indah. dengan hiasan Bunga-bunga dan lampu kristal bertabur bintang memenuhi seisi ruangan
Para kerabat, sahabat, kolega bisnis pak dirga dan tamu undangan sudah memenuhi ballroom hotel.
Keluarga besar Dirgantara, ibu Jumiati dan pak Hasan telah berkumpul di tempat khusus untuk ijab qobul bersama pak penghulu tinggal menunggu sang mempelai pria datang karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi sesuai dengan yang telah dijadwalkan.
__ADS_1
Mama ana gelisah karena sang putra tercinta belum datang juga.
"Pa…kenapa Ray belum datang juga?"
"Sabar ma..mungkin masih dijalan. Han, coba kamu hubungi Ardi sudah sampai dimana mereka?"
"Baik mas." Lantas Tante Hana menghubungi Ardi.
"Mereka masih dijalan mas, terjebak macet."
"Astaga..kenapa harus macet disaat seperti ini." Ibu Jumiati datang menghampiri pak Dirga dengan wajah yang cemas.
"Kenapa pak Dirga apa ada masalah?"
"Tidak Bu, semuanya baik-baik saja. Ray sudah dijalan hanya sedikit macet."
"Bu Jumiati..mari ikut saya, kita sapa para tamu yang lain." Ajak mama ana
"Ya..mari pak Hasan bapak ikut saya." Ajak pak Dirga juga.
_
_
"Masyaallah ra..Lo tuh cantik banget sih. Gue aja yang cewek seneng liat lo." puji risya
"Aku deg-degan banget mbak.."
"Iya mbak."
"Aduh..cantikku you memang cantik banget. Eike yakin calon suami you pasti pangling liat you entar. Btw suami you yang mana sih Eike penasaran? Eike tadi dari bawah kayaknya belum datang deh. Atau aike yang nggak tahu."
"Masak sih mbak belum Datang?" Amara mulai cemas
"Tenang dong beb..bisa saja calon suami you terjebak macet. Positive thinking aja ya.."
"Kak jeni sih ngomongnya ada-ada saja." Sahut Arum
"Eh..kak, kak. MADAM. dibilangin madam masih saja kak terus."
"Tadi Amara panggil mbak boleh, giliran aku dimarahi."
"Ih..boleh dong buat cantikku apa sih yang lain nggak." Ami dan Risya hanya geleng-geleng kepala melihat pertengkaran antara dua manusia ini.
_
_
Akhirnya yang ditunggu-tunggu telah datang. Ray beserta antek-anteknya telah tiba.hehe😂.
Ray memasuki pelataran hotel diapit dengan Ardi di sisi kanannya dan Dimas di sisi kirinya semantara Bagas dan satu temannya lagi yang bernama eko berjalan di belakangnya. Entah nyomot dimana yang satu lagi mungkin di jalan. pisss..🤣🤣🤣
__ADS_1
Pak Dirga, dan pak Hasan menyambut kedatangan mereka. sementara mama ana dan ibu Jumiati menghampiri Amara di kamar.
"Sayang..kamu cantik sekali."puji mama ana
"Makasih ma.."
"Nak..calon suami kamu sudah datang."
"Kak Ray sudah datang Bu?"
"Sudah nak.."
"Kok Amara deg-degan lagi ya Bu, ma."
"Tenang sayang, rileks saja ya. karena semua tugas ada pada Ray. tugas kami hanya t Nang dan berdoa semoga Ray lancar saat ijab qobul."
"Benar nak..kamu jangan khawatir ya.."
"Kami ke bawah lagi ya sayang nanti kalau sudah waktunya kamu turun kami kesini lagi." Ucap mama ana lembut
"Iya ma.."
_
_
Ray telah duduk di depan pak penghulu dengan Ardi dan Dimas sebagai saksinya di sisi kiri dan kanan. Pak Dirga, pak Hasan, Bagas dan Eko duduk dibelakang Ray. pak Hasan menyerahkan tanggung jawabnya sebagai wali kepada pak penghulu untuk mewakilkan beliau menikahkan anaknya dengan Ray.
"Baik acara sudah bisa kita mulai ya..saya sebagai wakil dari bapak Hasan akan menikahkan anda saudara Ray dengan Amara. Apakah sudah siap?"
"Siap pak."
"Kita coba dulu atau langsung saja?" tanya pak penghulu
"Langsung saja pak." Jawab Ray semangat.
"Wah..semangat sekali ya.sepertinya nak Ray ini sudah tidak tahan ya.." canda pak penghulu yang memancing gelak tawa semua orang yang hadir.
"Baik, karena nak Ray sepertinya sudah tidak sabar kita langsung saja ya."
"Iya pak kasihan teman saya dari tadi sudah uring-uringan." Goda Dimas yang menimbulkan tawa kembali. kemudian pak penghulu memulai acara sakral yang dinanti banyak orang terutama Ray. Pak penghulu menjabat tangan Ray.
"Ananda Rayen Dirgantara saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kami Amara Andini dengan maskawin seperangkat alat sholat, cincin berlian, dan uang tunai sebesar Rp 177.000.000 dibayar TUNAI!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Amara Andini dengan maskawin tersebut tunai!" Dengan satu tarikan nafas dan suara yang lantang Ray berhasil melaksanakan ijab qobul .
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sahhhhh.." jawab semua orang serentak
\*\*\*Happy reading 🥰🥰\*\*\*
__ADS_1