
Sepuluh menit kemudian Mike keluar dari kamar mandi dan bergegas mencari kemeja dan celana kerjanya.
"Amara kemana sih kenapa tidak disiapin baju kerjaku." Gerutu Mike sambil memakai baju.
"Sayang.. sayang..pasangkan dasiku." Teriak Mike
Amara yang berada di kamar jesen mendengar teriakan Mike, Amara lalu menuju kamar. Saat Amara hendak masuk Amara mendengar mike berbicara di telepon dengan seorang wanita yang Amara yakin itu adalah angel.karena pintu kamar sedikit terbuka.
"Iya aku sudah bangun, ini mau ke kantor aku tidak sabar melihatmu pakai baju itu kamu pasti sangat cantik." Amara menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca mendengar percakapan Mike di telepon.
Amara mengurungkan niatnya untuk masuk kamar ia pun kembali ke kamar jesen.
"Sayang..kamu dimana sih bantu aku bersiap, aku sudah terlambat." Teriak Mike lagi namun tidak ada jawaban dari Amara.
"Amara kemana sih." Gumam Mike.
_
_
Mike sudah siap untuk pergi ke kantor. Mike menuruni anak tangga sambil memanggil-manggil Amara.
"Amara..sayang..kamu dimana?" Sebelumya Mike sudah mencari Amara di kamar jesen tapi nihil tidak ada seorang pun disana.
"Sari kamu lihat istri saya?"
"Maaf pak saya tidak melihat nona, saya baru kesini."
"Oh mungkin dikamar ibu."
"Di kamar ibu Jumiati juga tidak ada tuan karena saya dari sana."
"Ya sudah kamu kembali kerja."
"Permisi tuan."
"Kemana Amara."
"Pagi pak..anda mencari Amara?"
"Iya Dion, kamu tahu istri saya kemana?"
"Amara pergi dengan jesen ke sekolah."
"Apa?? Kesekolah."
"Iya pak."
"Kenapa Amara tidak pamit, apa Amara masih kesal tapi tidak biasanya Amara seperti ini." Batin Mike
"Sepertinya Amara sengaja menghindari Mike." Batin Dion.
"Apa Amara bilang sesuatu sebelum pergi?"
"Tidak pak."
"Ya sudah ayo berangkat."
_
_
Di kantor
Selama meeting berlangsung Mike sama sekali tidak bisa konsentrasi pikirannya tertuju pada Amara yang pergi tanpa pamit. Mike masih menduga jika Amara pergi karena masih kesal dengannya karena.
"Apa aku ajak dia dinner romantis, selama menikah kita belum pernah melakukan hal romantis. Tapi bagaimana jika Amara menolak. Atau aku ajak dia shoping, biasanya semarah apapun wanita akan luluh jika diajak belanja banyak. Tapi tidak Amara tidak suka belanja selama kita menikah Amara tidak pernah Boros memakai uang. Atau bunga, tidak mungkin aku tidak pernah melihat Amara memegang atau mencium bunga taman di depan rumah saja Amara tidak pernah meliriknya.
__ADS_1
Terus apa, apa yang harus aku lakukan biar dia tidak marah lagi. Cukup!" Ucap Mike tiba-tiba membuat semua orang yang ada di ruang rapat terjingkat kaget.
"Meeting kita tunda, sekarang kalian beri saya ide apa yang harus dilakukan kalau perempuan sedang marah." Semua orang kembali terkejut dengan perintah Mike
"Kenapa kalian malah bengong ayo cepat lakukan!"
"I..iya pak."
"Siapa yang idenya paling bagus akan saya beri hadiah dan jika berhasil akan saya kasih bonus."
Dengan semangat semua karyawan mulai mencari ide.
"Bagaimana dengan shoping pak, wanita paling suka diajak shoping pak."
"Kamu benar wanita memang paling suka diajak shoping tapi tidak dengan istri saya, cari yang lain."
"Makan malam romantis pak."
"Aku sudah pikirkan itu, cari yang lain."
"Liburan pak, keparis misalnya Paris kan kota romantis diluar negri."
"Kamu pikir keparis dalam waktu singkat adalah ide bagus, cari yang lain."
"Belikan es cream pak."
"Kamu pikir istri saya anak kecil, berani kamu menghina istri saya."
"Ma..maaf pak saya hanya memberi ide tidak bermaksud menghina atau merendahkan istri bapak."
"Kalian memang tidak bisa diandalkan, meeting selesai kembali kedevisi masing-masing." Semua karyawan buru-buru meninggalkan ruang meeting.
Kini tinggal Dion dan Mike. Dion menatap datar Mike.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Bukan urusanmu."
"Apa ini karena angel?"
"Kenapa kamu bawa-bawa angel. Apa maksudmu."
"Apa kamu jatuh cinta dengan angel?"
"Bicara apa kamu Dion."
"Kemarin Amara menemui ku."
"Apa?? Untuk apa Amara menemui mu."
"Mencari tau hubungan kamu dengan angel."
"Apa?? Kenapa Amara menanyakan angel apa Amara tahu aku.."
"Iya! Amara sudah tahu." Mike menatap tajam Dion
"Bukan aku yang memberitahunya. Tapi dia tahu sendiri. Amara mendengar saat kamu berbicara ditelepon dengan angel di malam hari. Dan pagi itu juga Amara menemui ku."
"Dan kamu mengatakan semuanya."
"Tentu saja, aku tidak mau Amara sakit hati. Aku sudah bilang jika semua yang kamu lakukan demi dia tapi.."
"Tapi apa?"
"Tapi Amara terlanjur kecewa denganmu, dia juga takut kamu akan jatuh cinta dengan angel. Dia sangat menyayangkan kenapa harus kamu yang menjadi pemerannya langsung. itu yang membuat Amara semakin kecewa."
"Apa dia juga tahu kemarin aku tidak lembur?" Dion mengangguk
__ADS_1
"Amara mungkin tidak bisa berbuat apa-apa tapi bukan berarti dia tidak tahu apa-apa."
"Astaga, apa yang harus aku lakukan sekarang. Kamu handle semua pekerjaan kantor aku akan mencari Amara."
"Hati-hati jangan terburu-buru saat menyetir."
"Aku tahu."
Mike kemudian pergi dengan tergesa-gesa.
"Semoga kamu berhasil Mike." Gumam Dion.
_
_
Mike mencari Amara ke sekolah jesen, Mike ingat kata Dion jika Amara mengantar jesen ke sekolah.
Dan pas sekali saat sampai jesen baru keluar dari kelasnya bersama Eny.
"Papa.." teriak jesen begitu melihat Mike. Jesen lantas berlari menghampiri Mike. Mike tersenyum
"Papa mau jemput jesen ya?"
"Iya dong papa mau jemput anak papa, mama mana?"
"Mama dirumah dong pa."
"Tadi katanya jesen kesekolah sama mama."
"Iya tuan tadi nona Amara memang ikut mengantar jesen tapi setelah itu nona pulang tuan."
"Jadi sekarang istri saya di rumah?"
"Mungkin tuan, tadi nona bilang begitu."
"Baiklah ayo kita pulang sekarang."
_
_
Sesampainya di rumah Mike langsung menuju kamarnya, dengan semangat Mike memanggil istrinya begitu masuk kamar.
"Sayang..aku pulang." Kosong! Tidak ada siapapun disana. Di kamar mandi pun tidak ada Mike lantas turun dan mencari Amara di dapur tapi tidak ada juga. Lalu ke kamar ibu Jumiati tetap tidak ada juga. Dan dibelakang mansion tapi disana hanya ada ibu Jumiati yang masih berkebun. Mike kembali naik ke atas menuju kamar jesen.
"Sayang, benar tadi mama bilang mau pulang?"
"Benar pa, jesen dengar sendiri."
"Tapi mama tidak ada di rumah sayang. Papa sudah mencari ke seluruh ruangan tapi tidak ada."
"Coba ditelpon pa."
"Oh iya papa lupa, anak papa memang pintar." Mike lalu menghubungi Amara tapi nomornya tidak aktif.
"Sial." Lirih Mike
Nggak bisa ya pa?"
"Mungkin mama masih di jalan pa."
"Sayang papa cari mama dulu ya jesen nggak boleh nakal oke."
"Siap pa!"
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹
__ADS_1