Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 25 : kejutan dari pak antoni


__ADS_3

Amara menangis di dalam ruangannya. Kebetulan Risya juga belum datang.


"Kenapa semua ini harus terjadi padaku. Aku bahkan tidak melakukan apa apa." 


"Ceklek" suara pintu terbuka. Amara buru buru menyeka air matanya.


"Huf..hampir saja aku telat. Untung masih bisa kekejar. Ban mobil aku tadi bocor ra untung saja aku punya kenalan montir panggilan. Kalau enggak bisa telat aku." Cerocos Risya begitu memasuki ruangan.


"Amara..kamu sakit? kok diem aja sih?"


"Aku nggak papa kok mbak." Jawab Amara dengan suara serak khas orang menangis. Risya pun membalikan tubuh Amara karena posisi Amara membelakanginya.


"Amara kamu kenapa? Kamu habis nangis? Cerita sama mbak siapa yang udah bikin kamu nangis." Risya memeluk Amara.


"Hiks hiks" Amara kembali menangis dalam pelukan Risya.


"Ya udah nggak papa kalau kamu belum bisa cerita sama mbak. Udah ya jangan nangis lagi sttt.."


"Denting" satu chat masuk dari ray di handphone Amara 


"Apa terjadi sesuatu?"


"Denting"


"Apa kamu baik baik saja?" Amara masih tidak membalas


"Denting"


"Semangat ya kerjanya."


Kevin tiba di kantor pukul 08.30 lebih awal dari biasanya. 


Karena pagi ini Kevin ada meeting dengan klien penting. Kevin memberitahu Ray jika Amara yang akan menemaninya meeting. Ray pun menyampaikannya pada Amara.


Amara menemui Kevin di ruangannya untuk mengatakan bahwa dia tidak bisa menemani Kevin meeting.


Saat keluar dari ruangan Kevin high heel amara patah Amara Pun seketika oleng. Beruntung Kevin segera menangkapnya.


Dan kejadian itu tak luput dari pantauan Hesti. Hesti pun mengambil gambar Kevin dan Amara yang terlihat sedang berpelukan kemudian mengirimkannya pada Farah. Ya, Hesti kini menjadi mata mata Farah untuk menjatuhkan Amara.


Bahkan Hesti juga men share foto Kevin dan Amara di grup karyawan.


"Mampus Lo Amara!" Ucap Hesti pelan.


_


"Denting" satu chat masuk di handphone Farah dari hesti. sebuah foto Kevin dan Amara tengah berpelukan


"Sial! Awas lo Amara Lo benar benar bikin kesabaran gue habis."


Farah pun mengirimkan foto tersebut pada pak Antoni.


"Drtt drtt" panggilan masuk dari pak Antoni


"Sekarang kamu siap siap kita kekantor Kevin sekarang juga!" Ucap pak Antoni di seberang telepon tanpa basa basi.


_

__ADS_1


_


Pukul 11.00 wib pak Antoni dan Farah tiba di kantor dan disambut ramah oleh para karyawan. Pak Antoni menuju ruangan Ray dan meminta Ray untuk mengumpulkan seluruh karyawan karena ada yang ingin beliau sampaikan. Pak Antoni menelepon Kevin Jika saat ini beliau ada di ruangan ray.


"Ceklek, pa! kenapa disini? Kenapa tidak di ruangan Kevin? Ucap Kevin begitu memasuki ruangan Ray.


"Kamu tidak ingin menyapa Farah? Tanya pak Antoni


"Kenapa kamu ada disini?"


"Kevin! apa begitu cara kamu menyapa calon istrimu?"


"Sudah lah om tidak apa apa, mungkin Kevin lelah iya kan sayang?" Kevin tidak menanggapi ucapan Farah.


"Ayo kita keruangan Kevin pa!"


"Kevin papa punya kejutan untuk kamu."


"Permisi pak, semua sudah siap!" Ucap Ray


"Ayo Vin! Kejutan untuk kamu sudah siap."


"Kejutan apa pa? Kevin tidak mengerti. Ray kejutan apa yang kalian maksud?"


"Maaf pak saya juga tidak tahu. Pak Antoni hanya menyuruh saya untuk mengumpulkan para karyawan.


"Jangan main main kamu Ray."


"Saya sungguh tidak tahu pak."


" cukup vin! Nanti juga kamu tau. Sekarang lebih baik kita keluar ."


"Selamat siang semuanya, saya tidak akan basi basi lagi. Saya ingin mengumumkan bahwa anak saya Kevin maurer dan Farah tidak jadi bertunangan." Pak Antoni menjeda kalimatnya. Suara riuh karyawan pun mulai terdengar. Banyak yang menyalahkan Amara atas batalnya pertunangan Farah dan kevin. Jangan tanyakan Kevin, sudah pasti Kevin adalah orang paling bahagia pertunangannya dibatalkan. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya dan pandangannya tak lepas dari Amara. Ray pun terlihat kaget jika pertunangan Kevin dan Farah dibatalkan bukan tidak mungkin Kevin dan Amara akan kembali bersatu. Sementara hatinya sudah terukir nama Amara.


Tetapi semua keterkejutan terjawab sudah ketika pak Antoni melanjutkan kalimatnya.


"Saya belum selesai bicara." Suara riuh pun kembali tenang.


 " Saya memang membatalkan pertunangan Farah dan Kevin tetapi..mereka akan melangsungkan pernikahan Minggu depan."


JEDER!! 


Bagai dihantam batu besar. Kevin sangat syok atas kejutan yang diberikan papanya. tubuhnya terhuyung ke belakang tubuhnya seketika lemas.beruntung ada kedua ajudan pak Antoni yang berada di belakang Kevin sehingga Kevin tidak terjatuh.


"Pa! Apa apaan ini, apa maksud papa?"


Pak Antoni memberi kode pada Ray lewat matanya untuk membubarkan para karyawan. 


"Kita bicarakan di ruangan kamu vin!" Pak Antoni menuju ruangan Kevin diikuti Farah dan Ray.


" Jelaskan apa maksud semua ini pa? Kenapa papa membuat keputusan tanpa bertanya pada Kevin?"


" Kenapa kamu marah Vin. Apa karena perempuan itu?"


"Perempuan apa maksud papa?"


" Kamu tidak perlu berpura pura lagi papa sudah tau semuanya Vin. Perempuan itu bernama Amara bukan?" Seketika Ray yang menundukan kepala reflek mengangkat kepalanya mendengar nama Amara disebutkan.

__ADS_1


"Demi perempuan murahan itu kamu tega menyakiti Farah Vin? Papa tidak habis pikir apa bagusnya perempuan itu Vin. Dia hanyalah seorang perempuan dari kelas rendahan yang tidak level dengan keluarga kita. Perempuan seperti Amara tidak pantas menjadi bagian keluarga kita!"


Ray mengepalkan kedua tangannya. Ray tidak sanggup lagi mendengar perempuan yang dia cintai dihina.


"Saya permisi pak!" Ucap Ray lalu keluar.


"Amara itu perempuan baik baik pa. Dia tidak seperti yang papa bicarakan!"


"Berani kamu membela perempuan itu didepan papa?"


"Pa..Kevin mencintai Amara pa. Tolong jangan pisahkan kami." Kevin berlutut di depan pak antoni dan menangis.


"Vin! Apa yang kamu lakukan ayo berdiri."


Farah tidak terima Kevin merendahkan dirinya hanya demi Amara.


"Nggak Farah! Aku mencintai Amara. Aku akan berlutut sampai papa merestui kami."


"Bagaimana dengan anak kita Vin?"


"Anak? Apa maksud kamu anak?" Kevin berdiri


"Jangan bilang kamu.." Kevin tidak sanggup melanjutkan kata katanya


" Iya Vin aku hamil. Aku hamil anak kamu Vin hiks hiks."


"Kamu harus bertanggung jawab vin! Jangan membuat papa malu. Mau tidak mau pernikahan kamu dan Farah akan dilangsungkan Minggu depan!"


"Ayo kita pulang Farah." 


Pak Antoni dan Farah pun meninggalkan Kevin sendiri. 


" Apa yang harus aku lakukan?" Kevin bertanya pada dirinya sendiri.


_


Sementara Amara dan Risya sedang menghabiskan makan siangnya di kantin.


"Tadi gue kaget banget waktu pak Antoni mengatakan bahwa pertunangan Farah dan Kevin dibatalkan. Gue kira beneran eh taunya ngeprank."


"Sama. Aku juga kaget."


" Iya Lo emang kaget. Tapi Lo kagetnya seneng kan? Dasar munafik!" Sahut Lia yang tiba tiba datang entah dari mana


"Eh Lo apa apaan sih Lia. Jaga omongan Lo ya!" Tunjuk Risya pada Lia


" Mbak Risya itu nggak tau aja seberapa busuknya Amara. Tampangnya aja yang sok polos tapi murahan!"


"Plak" satu tamparan mendarat di pipi Lia.


"Mbak apa apaan sih. Kenapa mbak tampar saya?"


"Sekali lagi Lo menghina Amara gue cabik cabik mulut Lo! Ayo Amara kita pergi dari sini." Risya menarik Amara pergi dari kantin.


***happy reading ya gaes jangan lupa untuk selalu mendukung author***


*like

__ADS_1


*komen dan


*vote🥰🥰


__ADS_2