
"Ayo kita sarapan.." Amara mengangguk karena sudah lapar. Tadi saat dirumah Amara hanya mengaduk- aduk makanannya ia tidak berselera makan.
Sementara Ray pergi mengambil pesanan cincin pernikahannya.
Ya..Ray pergi sendiri tanpa menyuruh orang lain karena Ray ingin memastikan bahwa cincin yang ia pesan benar-benar sesuai dengan keinginannya tak kurang satu pun.
Ray memesan cincinnya di sebuah toko perhiasan terbesar dan terbaik langganan para artis.
Ray memesan sebuah cincin emas putih dengan bermata biru bercampur diamond yang sangat indah.
Sudah pasti pas di jari Amara tanpa Amara perlu mencobanya terlebih dahulu karena dulu saat cincin pertunangan mereka Ray juga memesannya disini.
Setelah pesanannya sesuai Ray kembali akan menemui Amara dirumah Tante Hana, di tengah jalan handphonenya
berdering sebuah panggilan masuk dari Dimas sahabatnya.
"Dimas.." Ray pun menjawabnya.
"Halo dim..Lo udah terima undangannya kan?"
"(....)"
"Nggak bilang gimana sih, gue kan ngundang Lo."
"(...)"
"Lo udah pulang?"
"(...)"
"Oke-oke gue kerumah Lo sekarang."
"(...)"
"Oke, di cafe biasanya gue kesana sekarang."
Ya..Dimas sudah lama berada di luar negeri bersama ayahnya mengembangkan bisnis restorannya disana.
Tiga puluh menit kemudian Ray telah sampai di cafe tempat mereka janjian. Cafe favorit mereka saat berkumpul bersama, Ray Kevin dan Dimas mereka bertiga bersahabat namun hancur setelah datangnya Amara. Ya bisa dibilang Amara yang membuat persahabatan mereka hancur jika hanya melihat dari luar tanpa tau yang sebenarnya terjadi.
Ray masuk ke dalam cafe dan melihat Dimas yang tengah duduk melamun di tempat mereka duduk setiap datang ke cafe ini.
"Dim…" sapa Ray memegang pundak Dimas
"Hay brow.." Dimas berdiri dan memeluk Ray singkat.
"Lo kapan pulang? Tanya Ray setelah mereka duduk
"Setelah Lo ngabarin gue kemarin, gue langsung mutusin buat pulang. Gue mau denger langsung semuanya dari Lo. Karena setau gue kevin cinta banget sama Amara."
"Lo lupa Kalau Kevin sudah menikah dengan Farah? Terus apa yang mau Lo denger dari gue?"
"Semuanya. Gue tau Kevin sudah menikah dengan Farah. Tapi gue juga tau dia sangat mencintai Farah. Dia sering ngomong ke gue kalau Lo dan Amara udah hianatin dia. Lo udah nyakitin dia Ray. Benar begitu?"
"Jadi Lo percaya gue dan Amara udah hianatin Kevin."
"Makanya gue pengen denger langsung dari Lo Ray. Gue nggak percaya."
Ray pun menceritakan awal dia bisa dekat dengan Amara hingga membuatnya jatuh cinta. Sampai kejadian Kevin dan Farah yang tidur bersama saat masih bersama Amara.
__ADS_1
"Terserah Lo percaya atau tidak, tapi itulah kenyataanya."
"Jadi sebenarnya kevin yang telah menghianati Amara?"
"Bukan hanya kelakuan Kevin yang membuat gue memperjuangkan Amara tapi juga pak Antoni yang juga jahat terhadap Amara. Gue nggak rela orang yang gue cintai disakiti terus menerus. Gue rela kehilangan segalanya demi Amara." Dimas manggut-manggut
"Sekarang gue ngerti, dan gue dukung Lo bersama Amara. Oke..karena besok Lo udah menikah sekarang kita nikmati masa terakhir Lo sebagai perjaka. Kita minum sepuasnya…setuju.."
"Gila Lo..Amara bisa ngamuk ke gue kalau tau gue mabok."
"Haha..dasar bucin Lo."
"Sialan Lo ngatain gue bucin."
"Btw, Kevin Lo undang juga?"
"Gue masih menghormati Kevin, walau bagaimanapun Kevin pernah menjadi sahabat gue. jadi gue tetap undang dia."
"Gue setuju." Dan mereka menghabiskan waktu bersama dengan canda tawa.
_
_
Sementara mama ana berada di hotel Marion bersama Mona sahabatnya melihat persiapan disana yang sudah sembilan puluh persen hampir selesai tinggal printilan- printilan kecil.
"Terimakasih ya Mona kamu memang selalu bisa diandalkan."
"Sama-sama ana..ini memang sudah tanggung jawabku."
"Ya..tapi aku tidak menyangka dalam waktu sesingkat ini kamu dan karyawan kamu mampu menyelesaikan dengan tepat waktu dengan hasil yang sangat memuaskan."
"Ya..itulah kenapa wedding star bisa menjadi bintang wedding."
"Oh ya nanti jam makan siang kamu dan semua karyawan kamu pergi ke lantai 8 ya, aku sudah menyiapkan semuanya diatas untuk makan siang. mereka sudah bekerja keras. Aku tinggal dulu ya.."
"Baiklah, nanti jam makan siang kami keatas.kamu hati-hati ya.."
_
_
Sementara Amara dan Tante Hana kini berada di sebuah salon ternama dan terbaik untuk melakukan perawatan untuk Amara khususnya. Tante Hana juga melakukan perawatan namun hanya perawatan biasa. Berbeda dengan Amara yang akan melakukan perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mulai dari perawatan rambut, wajah, massage, manicure pedicure hingga perawatan organ intim Amara lakukan. Atas saran dari Tante Hana tentunya karena memang Amara tidak pernah melakukan perawatan.
_
_
_
Mama ana menuju rumah Tante Hana untuk menui besannya.
"Pagi nyonya ana.." sapa mbok Darmi pembantu Tante hana begitu mama ana sampai.
"Pagi mbok..Hana ada?"
"Nyonya Hana sedang pergi bersama mbak Amara."
"Oh, kalau besan saya ada mbok?"
__ADS_1
"Ada nyonya, mereka ada di taman belakang."
"Kalau begitu saya temui mereka dulu ya mbok.."
"Iya nyonya.." mbok Darmi sudah seperti keluarga sendiri bagi keluarga Hana karena sudah puluhan tahun bekerja untuk Hana.
"Assalamualaikum Bu Jumiati..pak Hasan.."
"Waalaikumsalam Bu ana.." pak Hasan dan ibu jumiati lantas berdiri melihat besannya itu datang.
"Apa kabar Bu..pak.." mama ana menyalami mereka.
"Alhamdulillah Bu ana..kami baik-baik saja. Semuanya berkat ibu ana sekeluarga."
"Jangan begitu Bu..kita ini kan sebentar lagi menjadi satu keluarga. Mari pak Hasan..Bu Jumiati..duduk kembali."
"Sebentar ya Bu ana, saya buatkan minum."
"Tidak usah Bu Jumiati, mbok Darmi pasti sudah buatkan. Oh ya Bu, pak..kedatangan saya kemari mau menjemput ibu dan bapak untuk ke hotel sekarang."
"Apa kita tidak menunggu Amara Bu, Amara sedang keluar."
"Tidak apa-apa Bu Jumiati, nanti biar Amara menyusul bersama Hana."
"Baiklah Bu kalau begitu, kami siap- dulu."
"Iya Bu silahkan.."
_
__
Siang telah berganti malam, Amara telah bersama kedua orangtuanya berada di hotel Marion. Sementara di kediaman dirgantara telah ramai berkumpul para kerabat serta sahabat juga tetangga dekat mama ana dan pak Dirga. Mereka mengadakan malam syukuran atau malam ngaturi jika menurut orang jawa.
Acara sederhana namun sakral itu berlangsung sangat hikmat.
Acara berlangsung dari pukul 19.00 hingga pukul 21.00 malam
Tante Hana dan paman yoga serta Ardi malam ini menginap di rumah mama ana karena besok mereka akan berangkat bersama menuju hotel marion.
Begitu pula Dimas dan Bagas juga menginap dirumah Ray. Dimas, Ardi dan juga Bagas akan menjadi pendamping Ray besok. Saat ini mereka tengah berkumpul di kamar Ray.
"Udah tidur sana Lo ngapain sih, lihat handphone Mulu?" Ucap dimas
"Masak gue nggak boleh sih telpon Amara?"
"Nggak boleh!" Jawab Dimas,Ardi dan Bagas bersamaan
"Resek lo semua."
"Dim! Lo sitah tuh handphone Ray."
"Siap Ar.." kemudian Dimas mengambil handphone Ray.
"Eh apaan sih Lo pada resek banget."
"Buat jaga-jaga ntar kita tidur, Lo telpon Amara lagi."
"Ya terserah gue lah Amara kan calon istri gue."
__ADS_1
"Nggak boleh!" Jawab mereka barengan lagi.
***Happy reading 🥰🥰***