
"Dia mantan suamiku." Ucap Amara tiba-tiba, seketika Mike berhenti dan kembali menoleh kepada Amara.
"Jadi dia mantan suamimu,," tanya Mike lagi dengan tatapan tajam
"Iya…" Amara bangun dan duduk.
"Apa kamu masih mencintainya??" Tanya Mike lagi, Amara menggeleng cepat sambil terus menatap Mike.
"Tidak sayang..mana mungkin aku mencintainya. Aku sudah ada kamu sekarang. Perasaanku sudah hilang sejak lama. Aku yang meminta untuk berpisah darinya mana mungkin aku masih mencintainya."
"Kamu diam-diam menemuinya, mana mungkin kamu tidak mencintainya."
"Aku minta maaf sebelumnya sebenarnya aku…aku punya dua anak." ucap Amara gugup
"Apa dua?? Jadi kamu selama ini berbohong??"
"Aku tidak pernah berbohong, aku hanya tidak berani jujur. Jesen punya saudara kembar perempuan yang dibawa pergi Ray sejak lahir. Aku bahkan baru Menggendongnya sebentar tapi dengan paksa Ray dan istrinya mengambil dia. Aku yang saat itu masih lemah aku tidak berdaya karena pasca melahirkan tidak mampu berbuat apa-apa. Setelah dia memisahkan aku dengan putriku dia hilang bak ditelan bumi bolak balik aku mencarinya ke Jakarta tempat dimana ia tinggal. tapi sedikitpun informasi tentang dimana keberadaannya tidak juga aku dapatkan. Hingga akhirnya aku dan ibu memutuskan untuk tinggal di Jakarta agar aku lebih mudah untuk mencari dia. Agar aku tidak meninggalkan jesen lagi. Bertahun-tahun aku mencarinya hingga saat ini barulah aku dipertemukan dengannya kemarin. Kalau kamu tanya aku bahagia jawabannya ya..aku bahagia. Aku bahagia karena aku bisa segera bertemu putriku. Sudah lama aku ingin jujur padamu Mike tapi aku takut kamu akan meninggalkan aku. Aku takut kamu tidak bisa menerima bahwa aku sudah mempunyai dua anak." Amara meraih kedua tangan Mike lalu menggenggamnya.
"Aku minta maaf sayang..aku tau aku salah karena tidak jujur selama ini. Kamu mau kan maafin aku." Dengan berurai air mata Amara meminta maaf kepada Mike. Tapi sepatah katapun tidak keluar dari mulut Mike. Tiba-tiba Mike menarik tangannya lalu keluar begitu saja meninggalkan Amara.
"Sayang maafin aku..sayang..hiks..hiks.." teriak Amara namun tidak digubris oleh Mike. Amara menangis meraung-raung sambil terus memanggil nama mike.arum yang ada di luar ruangan berlari menghampiri Amara dan memeluk Amara erat. Sedangkan Dion mengejar Mike.
Amara masih menangis dalam pelukan Arum.
Tiba-tiba pintu terbuka, Amara mendongak berharap itu adalah mike tapi ternyata bukan ia adalah Gerry. Amara melepas pulangnya melihat Gerry berjalan ke arahnya.
"Sayang ada apa?" Tanya Gerry kepada Arum
"Pak Mike marah sayang, cepat kamu kejar dia."
"Tapi marah kenapa?"
"Ceritanya panjang sayang, udah sana kamu kejar dia. Aku disini aja temenin Amara."
"Tapi aku harus kejar kemana sayang?"
"Ya nggak tau, kamu telpon kek, udah sana cepat."
"Iya sayang iya..aku pergi dulu ya."
Lalu Gerry pun pergi.
_
__ADS_1
_
Pikiran Mike menjadi kacau mendengar penuturan Amara, tanpa pikir panjang Mike meninggalkan Amara yang menangis. Tatapannya yang tajam dan kedua tangan yang mengepal Dion tau pasti ada sesuatu yang telah terjadi ditambah lagi dengan teriakan Amara memanggil nama Mike dari dalam. Dion segera mengejar Mike. Mike meminta Dion untuk mengajak Ray bertemu tetapi ditolak oleh Ray dengan alasan sedang ada meeting dengan client lain akhirnya Mike meminta Dion untuk langsung datang ke kantor Ray.
Tanpa bertanya ada apa Dion menuruti perintah Mike.
"Lebih cepat!!" Ucap Mike.
"Tidak Mike, aku tau kamu sedang marah tapi jangan sampai kamu membahayakan nyawa kamu sendiri."
"Berhenti!"
"Apa?"
"Aku bilang berhenti!" Teriak Mike lagi. Lalu Dion pun menghentikan mobilnya dengan cepat Mike turun lalu mengambil alih posisi mengemudi
"Mike apa yang kamu lakukan??"
"Minggir!" Dion menggeser posisinya lalu Mike mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Pelan-pelan Mike, kita bisa celaka."
"Diam jika tidak mau celaka."
Lima belas menit kemudian mereka sampai di perusahaan xxx atau kantor Ray.l
Lalu menuju resepsionis untuk minta bertemu dengan CEO perusahaan itu tanpa menunggu lama dengan cepat resepsionis itu mengizinkan Mike dan Dion untuk bertemu CEO perusahaan mereka setelah Dion menyebutkan nama Mike Louis Edgar. Ya..siapa yang tidak mengenal Mike CEO muda tampan, kaya raya dengan prestasi yang luar biasa yang sukses diusia muda.bahkan resepsionis itu terpesona menatap Mike.
Mike dan Dion segera menuju ruangan Ray yang ada di lantai 8 perusahaan itu.
Begitu sampai di depan ruangan Ray Mike dan Dion dihalangi oleh asisten pribadi Ray Andi.
"Pak Mike..selamat siang pak..selamat siang pak Dion."
"Kami ingin bertemu pak Ray." Ucap Dion
"Maaf pak tapi pak Ray tidak ada tempat, beliau sedang meeting pak." Bohong Andi tapi Mike dan Dion bukanlah orang yang bodoh, mana mungkin Ray meeting sedangkan asistennya ada di kantor. Mike tersenyum meremehkan
Mike tetap melangkah membuka ruangan Mike. Andi mencoba untuk menghalangi Mike namun Dion menarik tangan Andi.
Ceklekk
Pintu ruangan Ray dibuka oleh Mike. Dan benar dugaan Mike, Ray berada di dalam. Saat pintu terbuka sontak Ray mendongak melihat Mike ada di depannya Ray lantas berdiri. Kemudian disusul Dion dan Andi di belakang Mike.
__ADS_1
"Pak Mike…" lirih Ray
"Maaf pak, saya sudah mencobanya." Ucap Andi. Yang dimaksud Andi mencoba adalah mencoba untuk menghalangi Mike untuk masuk.
Mike melirik Andi sebentar.
"Selamat siang pak Ray..' ucap Mike
"Se..selamat siang pak Mike. Silahkan duduk pak."
"Tidak perlu, saya tidak biasa duduk di tempat kecil seperti ini." Jawab Mike sombong.
"Kedatangan saya kisini untuk membahas kerjasama kita."
"Maaf pak apa ada yang salah dengan kerjasama kita??"
"Iya ada kesalahan besar. Dion.."
"Sial pak!!" Dion lantas mengeluarkan surat kontrak kerja sama mereka. Lalu Dion memberikannya kepada Mike.
Brak
Mike lempar surat tersebut diatas meja Ray.
Dengan cepat Ray mengambil surat tersebut lalu membacanya.
"Ini maksudnya apa pak.."
"Saya membatalkan Kerjasama dengan perusahaan anda."
"Tapi kenapa pak, apa salah saya."
"Kamu adalah rayen dirgantara mantan suami istri saya Amara Andini."
"Tapi pak anda tidak bisa mencampur adukkan urusan pribadi dengan urusan bisnis."
"Apapun bisa saya lakukan apalagi menghancurkan kecil seperti ini itu sangat mudah jadi jangan main-main dengan saya apalagi ISTRI SAYA." Mike menekankan kata terakhirnya lalu pergi begitu saja.
Ray merasa syok tiba-tiba tubuhnya tak mampu untuk berdiri Ray duduk di tempat duduknya cukup keras sambil memegang surat kontrak tersebut. hancur sudah harapan Ray untuk mendapatkan investor besar yang mampu menyelamatkan perusahaannya dari ambang kebangkrutan.
"Aaaaa..brengsek." teriak Ray frustasi
"Maaf pak saya.."
__ADS_1
"Keluar kamu Andi, keluar!!" Andi yang hendak meminta maaf pun dibentak oleh Ray.
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹