
Mike merunduk duduk di depan ruang tunggu sementara Amara masih diperiksa dan belum sadarkan diri.
Gerry mendekat dan menyentuh pundak Mike memberikan Mike dukungan.
"Amara pasti akan baik-baik saja." Ucap Gerry
"Aku telah menyakiti anak dan istriku, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu dengan mereka."
"Ini bukan sepenuhnya salahmu Mike, jadi berhenti menyalahkan diri sendiri."
"Kalau saja aku jujur dari awal ini semua tidak akan pernah terjadi."
"Yang sudah terjadi biarlah terjadi ambil ini sebagai pelajaran kedepannya kamu harus selalu jujur kepada Amara." Mike mengangguk
"Pasti."
Tak lama seorang dokter perempuan keluar dari ruangan Amara.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Anda suaminya?"
"Iya, saya suaminya."
"Pasien sudah sadarkan diri, tapi kondisinya masih lemah. Jangan biarkan pasien terlalu stress karena itu sangat berpengaruh pada kehamilannya. Apalagi kandungan pasien masih sangat muda sangat rentan beresiko."
"Baik dok saya mengerti."
"Kalau begitu saya permisi."
"Terimakasih dok."
"Gerry tolong kamu jaga disini aku mau masuk."
"Oke Mike."
Mike lantas masuk, Amara langsung membuang muka begitu melihat Mike masuk dan menghampirinya.
Mike menarik kursi dan duduk di samping Amara, ia meraih satu tangan Amara untuk ia genggam. Amara pun membiarkan apa yang Mike lakukan.
"Aku minta maaf aku tidak bermaksud membohongimu apalagi mengkhianatimu, aku melakukan semua ini karena kamu, aku tidak rela mereka menyakitimu selama ini." Amara masih tidak bersuara
"Aku tahu caraku salah karena aku sendiri yang melakukannya, aku hanya ingin membalasnya dengan tanganku sendiri. Jujur saja kemarin aku memang tidak lembur aku menemani angel membeli tas branded." Amara meneteskan air mata saat mendengar Mike menemani angel berbelanja. Amara bisa membayangkan pasti mereka tertawa bersama, atau bahkan bergandengan tangan atau berpelukan.
"Sayang jangan berpikiran yang tidak-tidak, aku tidak melakukan apapun dengannya. Aku juga tidak mengeluarkan sepeserpun uangku untuk angel."
Mike ingin menghapus air mata Amara tapi dengan cepat pula Amara menghindar dan menghapus air matanya sendiri dengan kasar.
Mike menarik kembali tangannya dengan perasaan sedih.
"Aku tidak akan memaksamu untuk memaafkan aku saat ini juga, tapi percayalah aku tidak pernah mengkhianati cinta kita. Aku mohon katakan sesuatu Amara jangan diam seperti ini aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan."
Amara lantas menoleh, menatap kedua mata mike.
"Pergi dari sini."
Duaarrrr
Mike membeku mendengar kata-kata Amara, Mike tidak menyangka Amara bisa mengatakan ini padanya.
"Sayang apa maksudmu, aku tahu aku salah tapi jangan menyuruhku untuk meninggalkanmu, aku sangat mencintai kamu aku tidak mau kehilangan kalian. Aku tidak akan pergi dari sini meski kamu terus mengusirku aku tidak akan pergi dari sini tanpa kamu."
Dahi Amara mengerut melihat reaksi Mike.
"Mike, kamu jangan egois kalau kamu tidak mau pergi dari sini aku akan minta bantuan orang lain."
"Terserah, aku akan tetap berada disini."
"Jadi kamu tidak mau pergi?"
"Tidak! Dan tidak akan pernah."
"Kamu benar-benar egois Mike, ini yang kamu bilang cinta, aku lapar Mike dari semalam aku tidak makan sekarang kamu juga tidak mau membelikan aku makanan, kamu jahat Mike aku benci sama kamu!!"
"Apa, makan?? Jadi yang kamu maksud itu makanan, kamu menyuruhku beli makanan?"
"Iya, memang kamu pikir apa?"
__ADS_1
"Aku kira kamu…" Mike memeluk Amara erat
"Kamu membuatku takut, aku hampir saja kehilangan akal. Kamu membuat jantungku hampir berhenti berdetak."
"Dasar lebay! Lepaskan jangan memelukku aku belum memaafkan mu."
"Tidak mau aku rindu."
"Aku tidak bisa bernafas Mike, tubuhku masih lemas."
"Baiklah kali ini aku lepaskan tapi tidak setelah ini." Lalu Mike mencium seluruh wajah Amara
"Mike hentikan!" Amara mendorong tubuh Mike hingga Mike menghentikan aktivitasnya.
"Cepat belikan aku makan aku lapar."
"Siap istriku, sebentar ya aku segera kembali." Mike berlari keluar dari ruangan Amara.
"Gerry kamu temani Amara aku mau beli makanan sebentar."
"Tapi Mike.." belum sempat Gerry menjawab Mike sudah berlari menjauh.
"Astaga.. tadi aja nangis-nangis sekarang semangat banget dasar aneh." Gumam Gerry lalu masuk kedalam ruangan Amara.
"Hello everybody.." ucap Gerry dengan senyum jahilnya.
"Gerry!, Kamu disini juga."
"Kamu pikir Mike bisa menemukan keberadaan kamu kalau bukan karena bantuanku."
"Oh jadi kamu bilang keroknya, gara-gara kamu rencanaku mengerjai mike gagal."
"Kalau tidak ada aku siapa yang akan menolong kamu di kamar mandi?"
"Hmm makasih."
"Amara mungkin Mike salah karena tidak jujur denganmu tapi Mike melakukan ini karena dia sangat mencintai kamu, dia tidak terima kamu disakiti oleh angel dan Ray. Untuk itu maafkanlah Mike semua manusia pernah melakukan kesalahan begitu juga Mike." Amara memutar bola matanya malas.
"Kamu tidak tahu betapa bingung dan khawatir nya Mike mencari mu."
"Hemmm."
"Berapa?"
"Yaelah bukan harga yang itu, iya deh iya percaya kamu istri Mike Louis Edgar pengusaha kaya raya, istri sultan."
"Hahaha…dasar lebay, Arum harus tahu sisi gelap kamu yang baperan."
"Enak aja sisi gelap, sembarangan kalau ngomong."
"Makasih ger, kamu selalu menghibur aku."
"Kamu kira aku badut menghibur."
"Yah sebelas dua belas lah."
"Wah parah, benar-benar sudah ketularan Mike tiap ngomong selalu nyakitin."
Mereka kembali tertawa.
Mike ikut tersenyum
"Seru banget kayaknya. Sayang mau minum jus alpukat dulu atau makan dulu?"
"Minum jus dulu deh."
"Siap!!" Mike lantas membantu Amara minum
"Buat aku mana?"
"Beli sendiri."
"Yaelah Mike tega banget sih, masak iya Bali sendiri."
"Bodo!"
"Udah ya minumnya, makan dulu." Amara mengangguk
__ADS_1
Mike lantas menyuapi Amara dengan makanan yang baru saja ia beli."
"Ambil sendiri kalau mau." Ucap Mike melirik Gerry
"Hahaha aku tahu kamu pasti nggak akan tega."
"Abis kasihan nggak ada yang kasih makan."
"Anjir emang kamu kira aku kucing."
Amara kembali tertawa
_
_
Keesokan harinya Mike sudah membawa Amara kembali ke mansion bersama dengan dion.
Sementara Gerry pulang membawa mobil Mike.
"Pokonya mulai sekarang jangan ada yang kamu sembunyikan lagi, kali ini aku maafin kamu tapi tidak lain kali. Sekali lagi kamu berbohong aku akan membawa anak-anak pergi dari sini."
"Iya sayang aku janji aku tidak akan berbohong lagi."
"Jadi sudah ngapain saja kamu dengan angel?"
"Sayang, aku hanya pura-pura suka dengan angel mana mungkin aku aneh-aneh."
"Mana mungkin angel tertarik kalau kamu tidak melakukan apapun."
"Jadi bagian mana yang sudah angel sentuh."
"Sayang.."
"Mike!!"
Mike memejamkan mata kemudian menjawab
"Dia pernah memelukku saat naik motor."
"Apa, naik motor?? kamu naik motor sama angel??"
"Itu bagian dari rencanaku sayang."
"Termasuk pelukan juga bagian dari rencana kamu?"
"Hanya sekali sayang aku tidak punya pilihan lain."
"Oke, kalau gitu aku nggak mau peluk kamu lagi."
"Sayang kok gitu sih."
"Aku nggak mau sisa dari angel, pokoknya aku nggak mau peluk kamu sampai sakit hatiku hilang."
"Sial ini semua gara-gara angel." Batin mike
"Terus apalagi?"
"Nggak ada."
"Jangan bohong!"
"Membukakan pintu mobil."
"Kedepannya nggak usah bukain aku pintu mobil lagi."
"Sayang kok gitu lagi sih."
"Biarin salah sendiri katanya pura-pura tapi menikmati juga." Kesal Amara lalu pergi
"Sayang kamu mau kemana?"
"Aku mau dikamar jesen aja, kesel lihat muka kamu."
Brakkk
Amara menutup pintu dengan keras
__ADS_1
"Baru aja baikan udah marah lagi, mana belum diapa-apain lagi." Gerutu mike
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹