
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Tiga minggu sudah Arya memutuskan kerja ssm dengan perusahan milik Orang tua Anne. Dan selama 3 minggu ini juga Anne tidak menampakkan dirinya, seakan hilang di telan bumi. Namun Raja meminta Arya untuk tetap waspada, sebab wanita seperti Anne tidak akan menyerah begitu saja. Pasti dia sudah menyiapkan senjata untuk membalas perbuatan Arya.
Hari ini jadwal Ratu periksa kandungan, Ratu di antar oleh Arya tapi Arya tidak ikut menemani Ratu periksa. Tiba-tiba saja ada klien dari luar negeri yang ingin bertemu siang itu juga dan tidak bisa di tunda atau di wakilkan dengan sekretaris Arya.
" Dek, beneran tidak apa-apa kamu aku tinggal?."Tanya Arya memastikan.
" Tidak apa-apa mas, lagi pula pekerjaan mas tidak bisa di wakilkan kan? Sudah mas temui saja kliennya, bukannya nanti sore klien itu akan pulang ke negaranya."Ucap Ratu meminta Arya untuk menemani klien saja.
Antrian masih cukup lama, Ratu mendapat nomor antrian 32 sedangkan saat ini baru nomor 25. Akhirnya setelah pertimbangan yang matang, Arya menemui klien dan dia akan menjemput Ratu saat sudah selesai periksa
Sambil menghilangkan rasa jenuh, Ratu mencoba memainkan ponselnya dengan mengscrol sosial medianya. Tiba-tiba ada seorang wanita yang duduk di sampingnya dan dengan tidak tahu malunya meminta Ratu untuk bergeser padahal di samping Ratu ada orang.
" Geser dikit dong mbak, aku juga mau duduk sempit nih."Seru wanita yang sangat Ratu kenal suaranya.
Secara cepat Ratu mendongakkan kepalanya untuk melihat apa benar wanita yang ada di sampingnya adalah wanita yang sudah mengganggu rumah tangganya.
" Anne."Seru Ratu. Wanita itu rernyata benar Anne. Tidak pernah menyangka jika dia akan bertemu dengan Anne di rumah sakit.
" Ternyata nyonya Arya? Hemm.. Anda sendirian saja?."Tanya Anne dengan menyunggingkan senyum tidak bersahabatnya.
Ratu malas menanggapi pertanyaan Anne , dari raut wajahnya saja sudah terlihat jika Anne hanya ingin cari masalah dengannya. Anne merasa kesal karena Ratu mengabaikan pertanyaannya tadi.
" Heehh.. Aku itu bertanya sama kamu bukan sama patung?."Seru Anne dengan kesal.
" Anda melihat saya sendirikan? Berarti saya memang saya sendiri. Lagi pula tidak penting aku menjawab pertanyaan kamu yang tidak penting itu."Seru Ratu menjawab dengan malas.
Ratu kembali fokus dengan ponselnya, namun mulut Anne lama-lama bikin telinganya panas juga. Giliran Ratu masih menunggu 5 orang lagi, yang artinya dia akan semakin lama dekat dengan Anne.
" Kamu mau periksa kandungan juga kan? Sama dong, aku juga mau periksa kandungan. Kamu tidak mau tahu siapa ayah dari anak yang aku kandung ini?."Tanya Anne dengan senyum jahatnya.
Setahu Ratu, Anne belumlah menikah atau memang dia sudah menikah secara diam-diam. Melihat Ratu yang sama sekali tidak kaget dengan kabar kehamilannya membuat Anne terlihat kesal. Padahal tujuan nya memberitahu kehamilannya agar Ratu kaget dan penasaran.
" Tidak penting." Jawab Ratu dengan malas tanpa melihat kearah Anne.
" Ini anak Arya, suamimu."Seru Anne sedikit berbisik di telinga Ratu.
__ADS_1
Dddeegghh
J4ntung Ratu seakan dihantam dengan batu yang besar. Bagaimana bisa ada seorang perempuan yang mengatakan jika dia hamil karena suaminya, Arya. Ratu langsung memandang wajah Anne, Anne nampak tersenyum puas sudah bisa membuat Ratu syok.
" Kagetkan? Hemm tapi aku justru senang kamu kaget begitu. Siapa tahu kamu bisa jantungan dan mampus sekalian, jadilah aku dan calon anakku ini yang akan hidup bahagia dengan Arya."Seru Anne dengan tidak tahu malunya.
" Kapan suamiku tidur dengan kamu? Dan apa kamu yakin jika kamu hamil dan itu anak suamiku?."Tanya Ratu mencoba menguatkan hatinya agar dia tidak meneteskan air matanya. Ratu tidak mau dianggap lemah oleh Anne.
" Yakin dong, aku sudah tes dengan alat kehamilan dan hasilnya positif. Makanya aku periksa untuk lebih memastikan, dan anak ini itu anak hasil hubunganku semalam suntuk dengan Arya. Tepatnya 3 minggu yang lalu saat kami sama-sama menghadiri sebuah pesta, pasti kamu ingat dong kapan suami kamu tidak pulang dan lebih memilih menghabiskan malamnya denganku sampai dini hari. Duhh kasihan deh kamu, lihat saja sebentar lagi kamu akan kalah, Ratu. Wanita miskin dan kampungan seperti kamu tidak pantas menjadi Nyonya Arya. Akulah yang lebih pantas !."Ucap Anne bicara panjang lebar.
Ratu nampak terpaku sambil menggelengkan kepalanya. Apa yang diucapkan Anne sama sekali tidak masuk akal. Malam itu Arya pulang dan itupun bersama dengan Raja, lantas siapa pria yang dimaksud Anne bersama dia sampai dini hari.
* Sepertinya memang ada sesuatu yang mas Arya sembunyikan? Aku harus menanyakannya agar semuanya jelas? Atau sebelumnya mas Arya dan Anne sebelum ketahuan mas Raja, mereka sudah sempat....* Ratu tidak berani melanjutkan pikiran buruknya tentang Arya.
Saat ini fikiran buruk tentang Arya ada dibenak Ratu. Ratu seakan meragukan kejujuran suaminya, jika semua itu benar. Ratu tidak akan pernah mau memaafkan Arya, dia tidak mau dengan suami yang sudah membohonginya.
" Kita lihat saja, siapa nanti yang bakal mendampingi Arya untuk selamanya."Ucap Anne sengaja menekan mental Ratu.
Beruntung giliran nama Ratu yang dipanggil oleh petugas. Ratu segera bangkit dan masuk ke ruangan pemeriksaan, usia kandungan Ratu saay ini sudah dua bulan. Masih terlalu muda dan rentan, Ratu mencoba menepis fikiran buruknya dan merilekskan tubuhnya agar tidak berpengaruh buruk dengan kandungannya.
Setelah 15 menit, Ratu sudah selesai diperiksa dan dia keluar dari ruang pemeriksaan. Dia melihat masih ada Anne yang duduk mengantri sambil memainkan ponselnya. Ratu berjalan melewati Anne tanpa ada niat untuk menyapanya. Dia tidak menghubungi Arya, melainkan lebih memilih memesan taksi online saja.
******
" Ternyata Arya tokcer juga, hemm hasil lembur semalaman akhirnya membuahkan hasil. Aku harus segera memberitahu Arya, tapi tidak ke kantornya. Aku akan datang ke rumah Arya dan aku akan langsung bawa baju-baju ku kerumah Arya dan mulai hari ini aku akan tinggal dirumah Arya. Mau tidak mau Arya harus bertanggung jawab atas kehamilanku ini."Seru Anne sudah merancang semuanya dengan penuh pertimbangan.
Anne mengendarai mobilnya langsung menuju rumahnya untuk mengambil pakaiannya yang memang sudah dia siapkan dalam koper. Sesampainya di rumah, Anne langsung berteriak meminta ART nya untuk membawakan koper nya ke mobil.
" Kalau mama dan papa tanya bilang saja aku menginap dirumah calon suamiku."Seru Anne menitip pesan kepada Art nya.
" Iya Non."Jawab Art dengan singkat.
Anne melajukan mobilnya menuju rumah Arya, dia sudah mengantongi alamat rumah Arya dari jauh-jauh hari.
Sementara itu, Arya dirumahnya merasa ada yang aneh dengan istrinya. Ratu sedari tadi diam saja bahkan saat diajak bicara seakan menghindar. Saat ini Ratu hanya ingin menenangkan fikirannya lebih dulu baru nanti dia akan membahas masalah Anne dengan suaminya.
" Dek, apa mas ada salah? Kamu marah karena tadi mas memilih menemui klien? Maafkan mas ya dek, bukannya tadi kamu juga yang meminta mas untuk menemui klien. Dek, jangan diam saja dong."Seru Arya semakin tidak tahu harus bagaimana lagi.
Ratu masih saja tetap diam, sampai terdengar deru suara mobil memasuki pekarangan rumah. Ratu tidak mau melihat siapa yang datang, dia mengira jika itu pastinya kakaknya, Raja. Arya yang melihat istrinya diam sajapun serba salah. Pak Satpam masuk dengan menarik dua koper besar, yang belum diketahui milik siapa.
" Koper siapa pak?."Tanya Arya dengan heran.
" Ini koper milik wanita yang diluar sana pak, katanya keluarga pak Arya."Seru pak Satpam memberitahu.
__ADS_1
Arya dan Ratu pun saling beradu pandang, jika Serli, Rani maupun ibu Marni pasti pak Satpam sudah paham. Lagipula saat ini ibu Marni masih didalam penjara, lantas siapa wanita yang datang seperti mau pindahan dengan membawa dua koper besar sekaligus.
" Hallo... Akhirnya aku sampai juga dirumah kalian. Rumah dimana seharusnya aku dan anakku tinggal."Seru Anne mengagetkan Arya.
" Anne !! Apa-apaan ini? Kamu datang tanpa permisi dan membawa dua koper besar seperti ini? Maksudnya apa ini?."Seru Arya dengan wajah kebingungan.
Ratu nampak cuek, dan seakan enggan menanggapi Anne. Dia memilih pergi meninggalkan Arya dan Anne, akhir-akhir ini Ratu memang moodnya kurang baik. Melihat Ratu yang beranjak membuat Arya mengejar Ratu, tidak mau istrinya salah paham sehingga Arya meminta Ratu untuk tetap ada di ruangan itu.
" Untuk apa aku tetap disini mas? Bukannya kalian ingin berdua saja untuk merayakan kebahagiaan kalian karena Anne hamil."Seru Ratu dengan mata berkaca-kaca.
Ddduuarrr
Jadi sedari tadi Ratu mendiamkannya karena masalah Anne. Apa? Anne hamil? Ratu mengira jika anak dalam kandungan Anne adalah Arya. Pasti Anne sudah bicara yang tidak-tidak kepada Ratu.
" Dek, sumpah demi Allah mas tidak pernah tidur dengan Anne. Bukannya mas dan kak Raja sudah menjelaskan semuanya."Seru Arya menyakinkan Ratu.
" Bohong !! Jangan bawa-bawa sumpah atas nama Allah, mas ! Anne sendiri sudah cerita jika malam itu kalian sudah melakukannya sampai larut malam. Kamu pembohong mas."Seru Ratu sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.
" Dek, bagaimana aku melakukannya sampai larut malam? sedangkan malam itu aku dan kak Arya pulang. Kamu salah paham dek, tolong jangan marah dan berfikiran buruk sama mas. Mas bisa jelaskan semua yang sudah terjadi malam itu. Kak Raja saksi kuncinya dek, mana mungkin aku berbohong. Pria itu bukan mas dek, itu orang lain. Dia suruhannya kak Raja."Ucap Arya mencoba untuk menjelaskan.
Anne nampak senang bisa membuat Arya dan Ratu berantem sampai dia tidak memperhatikan kata-kata Arya tadi. Dengan percaya dirinya Anne meminta bik Siti untuk membawa koper-kopernya masuk kekamar.
" Jangan mau bik. Aku tidak mengizinkan wanita ini tinggal dirumah ini."Seru Arya dengan lantang.
" Arya sayang, kenapa kamu jadi galak seperti ini sih? Aku saat ini sedang hamil anak kamu loh sayang, kamu memang tokcer baru juga semalaman langsung jadi saja. Aku harap kamu akan segera menikahiku."Seru Anne dengan manja.
Pllakk
Tanpa berbasa-basi Arya menampar seorang perempuan. Dia tidak perduli siapapun itu, jika sudah mengusik kebahagiaannya, Arya akan bersikap dengan tegas.
" Wanita licik !! Wanita mur4h4n !! Aku tidak pernah tidur denganmu, jebakanmu malam itu tidak berhasil. Dan asal kamu tahu, laki-laki yang bersamamu malam itu adalah seorang g!9olo suruhan kakak iparku. Kamu fikir kamu sudah menang dan berhasil? Kamu salah besar Anne."Seru Arya dengan tatapan penuh amarah.
" Tidak mungkin, kamu itu cuma mengarang cerita agar istrimu itu percaya sama penjelasanmu, Arya. Kamulah pria malam itu yang sudah tidur denganku, kamu harus bertanggung jawab Arya."Seru Anne tetap tidak percaya dengan penjelasan Arya.
" Silahkan saja jika kamu tidak percaya, aku punya bukti-buktinya. Tunggu aku akan memberikan buktinya."Seru Arya menantang Anne.
Arya nampak sedang menghubungi seseorang yang dia panggil kak, Ratu tahu jika pasti itu Raja yang sedang di hubungi Arya. Sudah dua hari ini Raja memang ada di kota ini untuk meninjau proyek barunya, sehingga dia akan cepat sampai.
" Tunggu saja, setelah ini kamu pasti akan malu."Seru Arya.
" Dek, duduklah. Kita tunggu kak Raja, sebab bukti-bukti itu ada sama kak Raja. Dia sedang dalam perjalanan, dia bilang akan segera sampai."Ucap Arya mengajak Ratu untuk duduk dan Ratu hanya menurut saja.
************
__ADS_1