Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kejutan untuk Ratu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Selamat ya mbak, mas. Semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah dan cepat dapat momongan."Ucap Ratu memberikan selamat kepada sepasang pengantin baru, Bima dan Karina.


Ratu memeluk Karina, dia tahu jika saat ini wanita itu lagi berperang dengan hati dan fikirannya. Sebab Ratu tahu jika tadi ibu Marni membisikkan sesuatu saat sungkeman, apalagi sedari tadi ibu Marni juga tidak menunjukan senyumnya sama sekali. Padahal hari ini adalah hari bahagia anak laki-lakinya. Ratu pun melepaskan pelukannya, dan beralih menjabat tangan Bima.


" Aamiin.. Terima kasih Ratu atas doamu tadi. Doa yang baik juga untuk dirimu."Jawab Bima sambil mengangguk.


Setelah mengucapkan selamat kepada Bima dan Karina, Ratu segera turun dari pelaminan. Ibu hamil satu itu sudah kelihatan lelah dan mengantuk, sehingga dia mengajak Arya untuk pulang lebih awal. Karina dan Bima memaklumi keadaan Ratu yang memang sedang berbadan dua yang tidak bisa lama-lama duduk, dan tidak boleh terlalu capek juga.


Sementara itu, melihat Arya dan Ratu yang sudah pulang membuat ibu Marni juga ingin pulang. Padahal sebagai orang tua Bima seharusnya dia ada disana lebih lama, untuk menemani Bima duduk di pelaminan.


" Ibu mau kemana?."Tanya Serli saat melihat ibunya turun dari pelaminan.


" Pulanglah, memangnya mau kemana lagi?."Seru ibu Marni dengan ketus.


" Bu, acaranya masih panjang bu. Baru juga jam setengah dua belas bu, paling tidak nanti sore ibu bisa pulang. Tidak enak dengan keluarganya mbak Karina bu, kalau ibu pulang siapa yang mau menemani bapak duduk di sana."Seru Serli menunjuk kearah kursi pelaminan samping pengantin yang mana tadi jadi tempat duduk ibu Marni dan Pak Santo.


Hhhuuuffff...


Ibu Marni justru melengos dengan kesal, dia sudah malas berlama-lama ada di tempat itu. Apalagi Arya dan Ratu sudah pulang juga, jadi tidak ada yang dia takutkan.


Ibu Marni duduk di kursi tamu sembari memainkan ponselnya untuk memesan taksi online. Dia tetap akan pulang, tanpa memperdulikan perasaan Bima dan pak Santo.

__ADS_1


Orang tua Karina sedari tadi sudah merasa jika besannya itu tidak suka dengan anaknya. Tapi mereka cukup diam saja, tidak mau mempermasalahkannya agar tidak terjadi keributan dan perdebatan di hari bahagia anaknya. Bagi mereka yang terpenting Bima dan Karina bahagia, tidak perlu memperdulikan besannya yang setengah waras.


" Ibu mau pulang, itu taksi online sudah menunggu di depan. Oh iya, nanti kalau pulang jangan lupa minta bungkusin makanan untuk di rumah. Lagian uang yang buat pesta juga uang kakak kamu, Bima. Tidak salah dong kalau kamu pulang bawa makanan, sudahlah ibu mau pulang. Jangan lupa kasih tahu bapak kamu kalau ibu pulang."Seru ibu Marni berjalan keluar dari tenda pesta.


Serli hanya mengusap d4danya saja sembari menatap punggung ibunya yang benar-benar pergi menjauh. Serli menggantikan ibunya duduk di samping pak Santo agar kursi itu tidak kosong.


" Ibu kamu pulang?."Tanya pak Santo pelan.


" Iya pak. Katanya dia mengantuk dan capek, jadi meminta Serli yang menggantikan ibu duduk disini."Jawab Serli sedikit berbohong.


Pak Santo hanya mengangguk dengan pelan. Dia tidak bisa memaksa atau menahan istrinya untuk tetap ada di tempat itu.


Tamu undangan silih berganti, hingga suara adzan zuhur berkumandang. Musik hiburan pun berhenti, sedangkan pengantinnya juga masuk untuk beristirahat sejenak.


*******


Ratu dan Arya kedatangan tamu istimewa, kedua orang tua Ratu datang. Dan Raja pun ikut datang, mereka datang memang sengaja tidak memberitahu Ratu. Semua itu untuk kejutan Ratu, sekitar 6 bulan Ratu tidak bertemu dengan orang tuanya.


Ratu berjalan cepat untuk memeluk mama dan papanya yang sangat dia rindukan. Hampir saja Ratu jatuh karena dia jalan tidak lihat-lihat, beruntung Arya sigap memegang tangan Ratu sehingga tidak sampai jatuh.


" Ratu pelan-pelan dong nak."Seru mama Dinda memilih dia yang mendekati Ratu.


" Dari dulu kok ceroboh, lupa apa kalau sedang hamil?."Gerutu Raja kesal dengan adiknya yang masih saja suka ceroboh.


" Maaf, aku bukannya lupa kak. Tapi karena aku kaget dan senang ada mama dan papa disini. Aku sangat merindukan mereka, mama peluk aku dong."Seru Ratu dengan manja sambil merentangkan kedua tangannya.


Mama Dinda memeluk sang anak perempuannya dengan erat. Tidak dapat di pungkiri jika dirinya juga sangat merindukan anak perempuannya itu, terlebih anak perempuannya saat ini sedang hamil. Anak yang dulunya dia timang-timang kini sebentar lagi akan menjadi orang tua.


" Anak mama, mama juga sangat merindukanmu. Kamu sehatkan sayang?."Seru Mama Dinda sambil mencium pipi Ratu.

__ADS_1


" Alhamdulillah sehat ma. Mama jahat, datang tidak kabar-kabar dulu. Mama kelamaan di Jerman nya, kirain sudah lupa dengan jalan pulang dan sudah sama Ratu dan kak Raja."Seru Ratu sambil cemberut mengerucutkan bibirnya.


" Maaf ya sayang. Oma buyut kamu disana minta ditemani, apalagi kondisi Oma buyut memang kurang enak badan jadi mama dan papa tidak enak jika meninggalkannya begitu saja. Dan kami sengaja tidak memberitahu kamu kalau kami akan datang, semua ini untuk kejutan anak perempuan mama yang paling cantik ini."Seru mama Dinda menjelaskan keadaan oma buyut alias Nenek Murni.


" Apakah anak papa ini tidak merindukan papanya?."Seru Satria yang sedari tadi merasa di abaikan oleh Ratu.


Ratu senyum-senyum sendiri lalu dia memeluk papanya seperti tadi dia memeluk mamanya.


" Ratu kangen sama papa. Papa sebentar lagi mau jadi kakek loh."Seru Ratu sambil mengusap perutnya yang sudah membesar.


Papa dan mama Ratu sangat bahagia melihat senyum bahagia puterinya. Puteri kecil yang dulu manja, kini sudah beranjak menjadi wanita yang lebih matang dan bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu muda.


Kedua orang tua Ratu dulu sempat takut jika Arya tidak bisa membahagiakan anaknya. Ternyata prasangka mereka itu salah, Ratu bahagia hidup dengan Arya sesuai keinginan dan harapan orang tuanya.


" Mama dan papa apa kabar?." Seru Arya menyalami kedua mertuanya dengan bergantian tidak lupa dia mencium tangan mereka juga.


" Alhamdulillah kami sehat. Oh iya kalian habis kondangan kemana? Kata bik Siti tadi kalian kondangan atau mengantar pengantin gitu."Seru mama Dinda kurang paham dengan kata-kata bik Siti tadi.


" Mas Bima kakaknya mas Arya yang menikah."Jawab Ratu dengan cepat.


" Loh, bukannya Bima itu sudah menikah? Kok menikah lagi? Apa sama istrinya yang dulu sudah pisah?."Tanya mama Dinda dengan wajah kebingungan.


Ratu hanya menganggukkan kepalanya saja. Tidak mau membahas lebih banyak lagi soal Bima dan mantan istrinya. Ratu mengajak mamanya untuk kekamar, sedangkan para pria berkumpul di ruang keluarga. Sudah pasti soal bisnis dan pekerjaanlah yang menjadi topik utama pembicaraan mereka. Jika bukan soal bisnis apalagi, tidak mungkin mereka bergosip. Apalagi Raja dan papanya memang tidak suka mengomentari hidup orang.


" Perusahaan bagaimana, Arya?."Tanya Satria menanyakan soal perkembangan perusahaan.


" Alhamdulillah, perusahaan saat ini mengalami kemajuan pa. Doa kan Arya agar bisa lebih baik lagi mengelola perusahaan ya pa."Jawab Arya.


" Iya itu pasti. Kamu itu memang bisa di andalkan, kata Raja dalam beberapa bulan ini kamu sudah bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing. Papa bangga sama kamu Arya, belum juga 1 tahun kamu memegang perusahaan itu kamu sudah bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan asing."Ucap Satri bangga dengan kinerja anak menantunya.

__ADS_1


Arya merasa tersanjung karena sang papa mertua memuji kinerjanya. Sanjungan dan pujian dari papa mertuanya dia jadikan pemacu untuk lebih semangat lagi dalam memajukan perusahaan.


************


__ADS_2