Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Bukan keinginanku bu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Setelah semalaman beristirahat di rumah, pagi ini ibu Marni akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk Serli. Ibu Marni juga belum bertemu pak Santo, sebab pak Santo selalu menginap di rumah sakit menemani Serli. Karena Bima pagi harus bekerja, jadi pak Santo memintanya untuk tidak menginap di rumah sakit. Sehingga pak Santo lah yang menemani Serli.


Ibu Marni ke rumah sakit dengan di antar oleh ojek online. Setelah sampai depan lobi rumah sakit ibu Marni segera turun dari motot dan memasuki gedung rumah sakit. Mata ibu Marni terlihat awas memindai satu persatu orang yang berpapasan dengannya. Hingga akhirnya mata ibu Marni menangkap seseorang yang sangat dia kenali. Orang itu adalah Rani, Rani sedang menunggu antrian untuk memeriksa kandungannya. Rani duduk paling pinggir sambil memainkan ponselnya dan sesekali dia mengusap perutnya yang sudah mulai membesar.


Usia kandungan Rani saat ini sudah 3 bulan, mata ibu Marni melihat ke arah perut Rani. Dan dia baru menyadari jika Rani saat ini sedang hamil. Ibu Marni mencoba mendekati Rani dan menyapanya.


" Rani !."Seru ibu Marni dengan pelan.


Meskipun dengan suara pelan, Rani masih bisa mendengar suara ibu Marni. Rani mengalihkan pandangannya ke arah seseorang yang bediri tidak jauh dari tempatnya duduk saat ini.


" Ibu Marni ? Kenapa ibu ada disini? Bukannya ibu mendekam di penjara?."Tanya Rani secara beruntun.


" Cihhh... Aku mau dimana pun itu terserah dong, lagian rumah sakit ini juga tempat umum. Jika aku sudah ada disini berarti aku sudah bebas dong. Oh iya kamu hamil ya? Kok perut kamu membesar? Ibu kira kamu masih bisa kembali dengan Bima, tapi justru kamu sudah hamil."Ucap ibu Marni yang kini sudah duduk di samping Rani.


" Iya bu, aku sekarang sudah hamil 3 bulan. Siapa juga yang mau kembali sama Bima yang cuma punya gaji UMR saja, suamiku yang sekarang itu kaya raya bu dan dia memanjakanku dengan banyak uang. Sorry ya kalau aku harus kembali sama anak ibu yang miskin itu, cihh aku sudah tidak level dengan Bima."Seru Rani bicara dengan senyum sinisnya.


Ibu Marni nampak mengepalkan tangannya, dia tidak suka jika anaknya dihina seperti itu. Padahal dulu ibu Marni selalu membela Rani dan sangat menyayangi Rani, tapi sekarang justru Rani menghinanya dan juga menghina anaknya.

__ADS_1


" Jaga mulut mu Rani !! Biar bagaimanapun kamu itu dulu pernah menjadi istri Bima selama 3 tahun. Apa begini cara kamu mengharga mantan mertua dan mantan suami kamu? Tadinya ibu ingin kamu kembali lagi sama Bima, tapi sepertinya tidak bisa lagi. Selain kamu yang sombong, Bima juga akan menikah lagi dengan wanita pilihannya."Ucap ibu Marni terlihat marah.


Ddeegghh


Rani terperangah kaget saat ibu Marni mengatakan Bima akan menikah lagi. Ada gelenjar aneh yang menusuk rongga hatinya. Seakan tidak senang mendengar kabar pernikahan Bima. Rani mencoba bersikap biasa saja, agar tidak kelihatan jika dia nampak kaget. Dalam hati Rani, masih ada perasaan untuk Bima namun dia menepisnya.


* Benarkah Bima akan menikah lagi? Benarkah Bima sudah bisa melupakan aku? Kenapa hatiku rasa nya sakit dan sesak saat tahu kabar Bima yang akan menikah? Ada apa dengan ku? Apa aku masih mencintainya? Tidak, aku tidak mencintainya lagi, saat ini aku sudah punya Yanto. Tapi perasaan ini tidak bisa di bohongi.*Gumam Rani dalam hatinya.


" Oh selamat kalau Bima sudah mau menikah."Jawab Rani bicara tanpa mau melihat wajah ibu Marni.


" Hemmm... Ya sudah, aku mau menjenguk keadaan Serli dulu. Apa kamu tidak ikut menjenguk Serli? Ada orang gila yang sudah mencelakai Serli, andai aku tahu orangnya sudah pasti aku siram balik itu wajahnya."Seru ibu Marni.


Gleekkk


Rani hanya bisa menelan salivanya sendiri, dia tidak bisa membayangkan jika rahasianya ternongkar dan dia akan mengalami hal yang sama seperti Serli. Wajah Rani nampak gugup dan pucat, beruntung sekali namanya di panggil oleh petugas sehingga dia pun hendak masuk ke rung pemeriksaan.


Rani terkesan buru-buru, bahkan saat dia berjalan pun hanya menundukkan kepalanya. Meskipun ibu Marni merasa ada yang aneh dengan Rani, dia tidak berfikir jika Rani adalah orang yang sudah mencelakai Serli. Ibu Marni pun berjalan menuju kamar rawat Serli.


" Ibu."Seru Serli terkejut saat ibu Marni membuka pintu kamarnya.


Saat ini Serli hanya seorang diri, pak Santo tidak ada di rumah sakit karena dia harus membuka tokonya. Ibu Marni berjalan mendekati Serli, sebelah wajah Serli masih di perban begitupu dengan tangan kirinya.


" Ibu sudah keluar dari penjara?."Tanya Serli dengan wajah terkejut dan senyum menghiasi bibirnya.


" Hemm.. Seperti yang kamu lihat. Kenapa kamu jadi seperti ini Serli? Wajahmu jadi tidak cantik lagi, bagaimana kamu bisa mendapatkan suami yang kaya raya kalau wajahmu cacat begini. Apalagi yang mau kamu banggakan jika sudah seperti ini?."Seru Ibu Marni justru membuat mental Serli down.

__ADS_1


Ceessssss.... Hati Serli terasa sakit, bagaimana bisa seorang ibu yang seharusnya mengsuportnya justru mencibirnya dan membuatnya down. Serli tidak tahu harus berkata apa, kehadiran ibunya yang tadinya dia harapkan kini justru membuat jiwanya terpukul.


" Ibu kok bicara seperti itu sih bu? Serli seperti ini juga bukan kemauan Serli bu. Seharusnya ibu dukung Serli dan berikan Serli semangat agar Serli cepat pulih. Bukan malah mencibir Serli seperti ini bu. Serli butuh dukungan dan semangat dari ibu."Seru Serli dengan mata yang berkaca-kaca.


" Lebay banget sih, begitu saja sudah mau menangis. Memang nyatanya seperti itu kan? Kamu sudah tidak bisa ibu banggakan lagi Serli, dan tidak bisa ibu harapkan lagi. Bahkan bukan hanya kamu saja, kakak mu juga sudah tidak bisa diharapkan lagi. Dia sudah tidak mendengarkan kata ibu lagi, mau menikah tanpa persetujuan ibu. Apalagi Arya dan Ratu, mereka juga sama saja tidak bisa di harapkan."Seru ibu Marni bicara dengan kesal dan emosi.


" Masih bagus mbak Ratu bu, disaat Serli seperti ini dia rutin menjenguk Serli dan memberikan Serli semangat. Padahal dulu Serli jahat sama dia, bahkan tidak menganggap mbak Ratu itu kakak iparku. Ternyata di saat aku seperti ini Mbak Ratu lah yang perduli denganku. Kedatangan ibu justru membuat aku sakit hati, lebih baik ibu pergi saja. Serli tidak mau melihat ibu ada di sini."Ucap Serli mengusir ibunya.


Serli tidak tahan mendengar mulut pedas ibunya yang terus mencibirnya. Yang justru membuat semangatnya menciut dan hatinya sakit.


" Dasar anak durh4k4 !! Masih bagus ibu datang kesini menjenguk kamu, tapi malah begini perlakuan kamu sama ibu. Kalau bukan karena ibu, kamu tidak akan pernah ada di dunia ini. Belum juga bisa membahagiakan ibu, kamu sudah seperti ini."Seru ibu Marni terus-terusan mencibir dan memarahi Serli.


" Bu, Serli mohon keluarlah dari ruangan ini."Ucap Serli lagi dengan tangan mengatup di depan.


Hhhuuuhhhh...


Ibu Marni melengos dengan kesal, namun dia akhirnya juga keluar dari ruang rawat Serli. Dia menganggap Serli sudah tidak bisa lagi di banggakan, dengan wajahnya yang sudah tidak sempurna mana bisa mendapatkan pria kaya raya.


Meskipun sudah menjalani operasi, wajah Serli tidak kembali sempurna. Butuh operasi lagi dan itu juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Ibu Marni terus menggerutu dan menyalahkan Serli atas apa yang sudah dialami Serli.


" Kenapa ibu justru berkata seperti itu. Aku ini sedang sakit, dan aku butuh suportnya. Apa difikiran ibu itu hanya ada uang dan uang saja? Sampai - sampai dia tidak perduli dengan perasaan ku."Ucap Serli bermonolog pada dirinya sendiri.


Hikkss Hikkss Hikkss


Serli menangis sendiri dalam kamar rawatnya. Dia menyesali sikap ibunya tadi, sama sekali tidak ada peduli dan kasihan kepadanya. Hanya Ratu sang kakak ipar yang selama ini mengsuportnya dan menguatkannya.

__ADS_1


***************


__ADS_2