Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Menikah tanpa restu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Rani dan ibu Marni benar-benar menemui Karina di cafe miliknya. Meskipun Karina sudah tahu maksud kedatangan ibu Marni dan Rani, Karina tetap menyambutnya dengan baik. Karina mengajak mereka untuk makan lebih dulu, dan Karina memilih tempat private room agar obrolan mereka tidak di dengar oleh orang lain.


Ibu Marni dan Rina menikmati makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan cafe. Ibu Marni nampak lahab sekali makannya, sampai Rani ilfeil melihat cara makan ibu Marni. Sedangkan Karina hanya menemani mereka saja, sebab dia memang belum lapar.


" Makanannya enak Ran."Seru ibu Marni dengan mulut yang penuh.


" Ditelan dulu bu, nanti tersedak loh."Ucap Karina mengingatkan.


Heeemmmm....


Ibu Marni hanya berdehem saja lalu kembali menikmati makanannya. Cara makan ibu Marni juga terlihat jorok, bahkan meja didepannya sampai berantakan. Dia mengakui jika makanan nya sangat enak, sehingga sangat sayang jika tidak di habiskan.


" Bu, jorok banget sih makannya? Ingat bu, kita datang kesini itu mau bicara soal mas Bima jadi jangan keasikan makan."Seru Rani mengingatkan dan dia sudah selesai makan.


" Iya Rani, ibu habiskan makanannya dulu baru nanti ibu yang bicara. Sayang banget kalau tidak di habiskan, ini makanannya enak banget."Seru ibu Marni sambil terus mengunyah makanannya.


" Kalau ibu suka dengan makanannya nanti Karina bungkuskan untuk di bawa pulang."Seru Karina dengan lembut.


" Itu harus, jangan pelit jadi orang. Meskipun aku menyukai makanan ini dan kamu akan membungkuskan untuk di bawa pulang, itu semua tidak merubah keputusan ku untuk menyetujui pernikahanmu dengan Bima. Tetap No !!."Seru ibu Marni.


Karina terdiam sambil menganggukkan kepalanya. Dia harus lebih sabar lagi menghadapi calon ibu mertuanya, seperti apa yang sudah dikatakan Bima, jika Ibu Marni dan Rani keterlaluan mau tidak mau Karina harus melawan mereka juga.


Setelah menunggu 10 menit Ibu Marni makan, akhirnya Ibu Marni pun menyelesaikan makannya. Semua piring yang ada di atas meja sudah bersih dan kosong. Makanan berpindah ke dalam perut ibu Marni. Rani dan Karina melihat itu semua hanya tercengang dan menggelengkan kepalanya. Apalagi Karina, dia tidak menyangka jika calon ibu mertuanya terlalu rakus seperti itu.


" Ibu mau bicara apa?."Tanya Karina dengan lembut. Dia pura-pura tidak tahu saja, padahal dia sudah tahu tujuan utama Rani dan Ibu Marni menemuinya.


" Langsung saja, ibu mau kamu memutuskan hubungan dengan Bima dan membatalkan rencana pernikahan kalian."Ucap ibu Marni dengan tegas.


" Atas dasar apa saya membatalkan rencana pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi bu? Semuanya sudah siap, baju pengantin pun sudah siap. Jika mas Bima sendiri yang memintaku membatalkan nya aku iya kan, tapi ini ibu loh. Memangnya ada apa sampai harus di batalkan?."Tanya Karina lagi tetap berpura-pura.

__ADS_1


" Karena Rani mantan istri Bima sedang hamil dan itu anaknya Bima."Ucap ibu Marni.


Hhhuuuffffff


Karina membuang nafas dengan kasar. Ternyata memang benar apa yang dikatakan Bima tempo hari, jika ibu Marni dan Rani pasti akan datang dan mengatakan masalah ini. Karina hanya berpura-pura tidak tahu saja, agar semuanya terlihat baik-baik saja.


" Aku dan mas Bima sudah menyiapkan pernikahan kami jauh-jauh hari, aku tidak akan membatalkan pernikahan ini. Jika ibu mau, bicara sendiri sama mas Bima untuk membatalkan pernikahan kami. "Jawab Karina menyulitkan Ibu Marni dan Rani.


" Kamu ini jadi wanita tahu diri dikit dong, dasar pelakor g4tal !!."Seru Rani tiba-tiba menyebut Karina pelakor.


" Kapan saya merebut suami kamu ? Saya dekat dengan mas Bima karena kamu selingkuh dan itupun setelah kalian bercerai, memang benar sih jika kami kenal dari sebelum kalian bercerai. Tapi waktu itu kami hanya sekedar berteman saja."Ucap Karina dengan santai namun pasti.


Brraaakkk


Rani memukul meja dengan kuat sehingga menimbulkan suara yang nyaring. Ibu Marni saja sampai terperanjat kaget, beruntung dia tadi sudah selesai makannya jika belum pasti dia akan tersedak.


Karina hanya mengulas senyum kecut, sama sekali tidak takut dengan Rani dan tidak terprovokasi dengan umpatan Rani maupun ibu Marni.


" Kamu itu diajak bicara baik-baik malah menyalahkan perselingkuhanku. Itu bukan urusan kamu dan kamu tidak berhak ikut campur. Lagi pula sekarang ini aku ingin kembali dan rujuk dengan Bima, makanya kamu menjauh dari Bima."Ucap Rani tidak tahu malu terus-terusan meminta Karina meninggalkan Bima.


" Kamu ini kan seorang wanita, pasti kamu punya hati nurani juga kan? Kamu lihat, Rani sekarang itu hamil anaknya Bima dan kamu justru akan menikah dengan Bima? Apa kamu tidak kasihan dengan anak dalam kandungan Rani ini? Yang nantinya lahir tanpa adanya seorang ayah. Ibu mohon sama kamu untuk menjauhi Bima."Ucap Ibu Marni bicara dengan memohon.


" Nanti aku fikirkan."Jawab Karina singkat padat dan jelas.


Sengaja dia bicara seperti itu agar Rani dan ibu Karina tidak lagi banyak bicara dan cepat pergi meninggalkan cafenya.


" Maaf bu, apa masih ada yang ingin di bicarakan? Saya masih ada urusan yang lain."Ucap Karina masih tetap bersikap ramah dan sopan.


" Sombong banget sih ! Ayo bu kita pergi dari sini, awas saja kamu kalau sampai tidak meninggalkan Bima, aku akan hancurkan usahamu ini dan aku akan viralkan jika kamu itu seorang pelakor !! Apa mungkin dulu orang tua kamu tidak pernah mengajarkan kamu hal yang baik makanya kamu sombong dan jadi perempuan g4t4l begini?."Seru Rani mengancam Karina dan bahkan dia juga mencibir dengan membawa-bawa orang tua Karina.


Plaakk


Plaakk


Dua tamparan Karina daratkan di pipi Rani. Karina sedari tadi sudah diam, tapi saat Rani membawa-bawa orang tuanya Karina tidak terima. Mau Karina dihina seperti apapun dia bisa menahan emosinya, tapi jika sudah orang tuanya dibawa-bawa jangan salahkan Karina kalau dia bersikap kasar.


" Jangan pernah bawa-bawa orang tua ku, Rani !! Kamu tidak berhak menghakimi orang tua ku. Sekarang cepat pergi dari sini sebelum aku berbuat lebih dari ini !."Ucap Karina mengancam dengan lantang.

__ADS_1


" Dasar sombong !! Awas kamu, kamu sudah menamparku. Nanti pasti akan aku balas perbuatan kamu hari ini. Ayok buk kita pergi dari sini."Seru Rani dengan ketus.


Ibu Marni dan Rani pun keluar dari private room itu. Ibu Marni ingat jika Karina tadi akan membumgkuskan makanan, sehingga tanpa malu menagihnya lebih dulu kepada Karina. Karina sendiri yang berjanji akan membungkuskan makanan sehingga dia menepati janjinya.


Setelah makanan sudah di terima , ibu Marni menyusul Rani yang sedang menunggunya di luar.


" Malu-maluin sih bu. Padahal kalau ibu memintanya sama Rani pasti Rani belikan juga yang banyak. Ibu tahukan kalau sekarang Rani ini banyak uang, besok-besok jangan seperti ini."Ucap Rani.


" Ini tadi kan dia yang berjanji, jadi wajar dong kalau ibu menagihnya. Sudah ayok pulang, itu taksi yang kamu pesan sudah datang."Ucap Marni lagi.


Heeemmm... Rani hanya mengangguk sambil berdehem saja. Setelah itu masuk ke mobil taksi online dan mobil melaju dengan cepat meninggalkan parkiran cafe.


*****


Saahh


Saahh


Kata sah sudah menggema di kediaman orang tua Karina. Semua orang ikut berbahagia dengan pernikahan mereka, hanya satu orang saja yang tidak bahagia. Orang itu adalah ibu Marni seorang.


Hari sudah berlalu, dan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu Bima dan Karina. Ikrar ijab dan qabul baru saja selesai di ucapkan. Tepat jam 10 pagi, Karina sudah sah menjadi istri Bima dan menjadi tanggung jawab Bima.


Ibu Marni nampak ikut menghadiri pernikahan Bima dan Karina. Tidak ada senyum bahagia di wajahnya, yang ada justru tatapan tajam dan sinis ke arah Karina. Karina sama sekali tidak mengindahkan permintaannya beberapa hari yang lalu.


" Bu, senyum kenapa? Ini pernikahan Bima loh."Seru pak Santo mengingatkan.


" Aku ikut datang kesini saja sudah bagus, jadi jangan menuntut ibu untuk ini itu. Lebih baik bapak diam saja dan ikuti acara demi acaranya."Seru ibu Marni bicara dengan ketus.


Dia tidak bisa berbuat yang lebih lagi, karena disana ada Ratu dan Arya. Ibu Marni masih takut dengan ancaman surat perjanjian yang sudah dia tanda tangani.


Acara sungkeman pun di mulai, mau tidak mau ibu Marni juga mengikuti acara itu.


" Jangan merasa menang karena kamu sudah bisa menjadi istri Bima. Kamu sama sekali tidak mengindahkan perkataan ku, lihat saja aku akan buat rumah tangga kalian tidak bahagia. Kalian menikah tanpa adanya restu dari ku, seorang ibu yang sudah melahirkan suamimu."Bisik ibu Marni di telinga Karina saat Karina sungkem dengannya.


Deegghh


Hati Karina bergetar setelah mendengar ancaman ibu mertuanya. Sebegitu tidak sukanya ibu Marni kepadanya sampai di hari pernikahannya saja dia mengancam seperti itu. Tanpa terasa air mata Karina membasahi pipinya, orang mengira itu air mata bahagia, namun nyatanya itu adalah air mata kesedihannya mengingat segala ancaman ibu mertuanya tadi.

__ADS_1


* Kamu kuat Karina, kamu pasti bisa Karina. Ini hari bahagia kamu dan suami kamu, jangan buat orang-orang yang hadir mengetahui jika saat ini hatimu sakit. Tutupi semuanya dengan senyum, dan ingat kamu tidak akan hidup seatap dengan mertua kamu.*Gumam Karina mengsugesti dirinya sendiri.


****************


__ADS_2