Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Lapor polisi lebih baik


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Ibu menyalahkan Ratu? Apa ibu ini tidak punya ot4k ? Ibu yang berusaha mencelakai Ratu tapi kenapa Ratu yang ibu salahkan? Haah..... Apa bukti CCTV ini belum cukup untuk laporan ke polisi !!."Seru Arya marah besar.


Malam harinya Arya datang ke rumah sakit untuk membuat perhitungan kepada ibu Marni dan Serli serta mengantarkan barang-barang mereka yang ada di rumah Ratu. Dia datang sendirian tanpa mengajak Ratu, di kamar rawat Serli juga ada pak Santo dan Bima yang datang lebih dulu. Mereka syok dan kaget saat Arya menunjukan rekaman CCTV yang sudah di pindahkan ke ponselnya.


Wajah ibu Marni langsung pucat pasi, begitupun dengan Serli. Dalam masalah ini tentunya Serli yang bertindak sebagai korban salah sasaran juga ketakutan. Karena awalnya itu semua memang rencaba mereka berdua.


" Ibu keterlaluan !! Jadi ini yang ibu dan Serli rencanakan? Bapak memang sudah curiga, kenapa kalian berubah secepat itu? Ternyata kalian sudah punya rencana licik. Srigala berbulu domba kalian !!."Seru pak Santo terlihat sekali kilatan amarah di wajahnya.


" Ini hukuman untuk ibu dan Serli, Ratu yang ingin ibu celakai tapi Serli yang kena. Allah melindungi Ratu dari orang-orang jahat seperti ibu dan Serli. Mau sampai kapan kalian memusuhi Ratu bu, Bima malu punya ibu seperti ibu !!"Seru Bima juga memarahi ibunya.


Ibu Marni dan Serli hanya menundukan kepalanya saja. Mereka berdua benar-benar terpojok di hakimi tiga pria sekaligus. Seandainya tidak ada rekaman CCTV itu dia masih bisa mengelak, tapi bukti sudah menunjukan jika dia yang salah. Membela diri pun percuma, tidak akan ada yang percaya dan tidak akan yang membelanya.


" Maaf."Lirih ibu Marni dan Serli bersamaan.


" Tidak ada kata maaf !! Ini sudah termasuk tindakan kriminal, Arya akan melaporkan masalah ini ke polisi."Seru Arya serius.


" Laporkan saja Arya, biar polisi yang bertindak. Bapak sudah tidak sanggup lagi mendidik Ibu mu dan Serli. Bapak gagal menjadi Suami dan Ayah, bapak gagal Arya."Seru Pak Santo menyalahkan dirinya sendiri.


" Aku ini ibu mu dan Serli ini adik mu, Arya. Tega kamu melaporkan kami ke polisi? Dasar anak durhaka !! Aku melakukan itu juga karena terpaksa, jika anak yang ada dalam kandungan Ratu itu lahir, anak itu akan menjadi ancaman untuk ibu dan Serli. Kamu pasti akan memprioritaskan anak kamu daripada anak Serli, dan uang bulanan ibu pasti akan semakin berkurang karena kamu sudah ketambahan anggota keluarga ."Ucap ibu Marni membuat Arya tercengang.


Arya mengepalkan kedua tangannya, seandainya yang dia hadapi adalah seorang laki-laki, sudah pasti dia akan memukulnya. Arya tidak habis fikir dengan jalan fikiran ibunya, di ot4knya yang ada hanya uang, uang dan uang saja. Demi uang dia tega mencelakai menantu dan calon cucunya sendiri. Ibu macam apa dia? Arya tidak bisa mentolerir lagi perbuatan ibunya.


" Ternyata hanya demi uang ibu melakukan semua ini ? Mulai detik ini, Arya tidak akan memberikan sepeserpun uang Arya untuk ibu dan Serli. Lagipula apa urusan Arya harus mengutamakan anak Serli? Akibat pergaulan bebasnya dia sampai seperti itu, Arya juga tidak wajib menafkahi ibu."Seru Arya bicara panjang lebar.

__ADS_1


Cukup banyak permasalahan yang akhir-akhir ini menghampiri kehidupan Arya. Masalah terberatnya bukan soal pekerjaan, tapi masalah yang timbul karena ulah keluarganya sendiri. Sampai masalah ini didengar keluarga Ratu, tentunya Arya akan sangat malu.


" Kamu tidak bisa begitu dong, Arya. Bagaimanapun aku ini ibumu dan kamu wajib menafkahi ibu dan juga Serli. Jangan jadi anak durhaka kamu !!."Seru Ibu Marni justru dia tidak terima dengan keputusan Arya tadi.


" Bima bu !! Bima yang akan memberikan uang bulanan untuk ibu, karena Bima anak laki-laki ibu. Bapak pun masih ada bu, bapak pasti masih sanggup menafkahi ibu asal ibu bisa mengatur keuangan dengan baik dan kurangi gaya hidup ibu yang sok kaya itu."Seru Bima ikut tersulut amarah. Sebagai anak kandung ibu Marni tentunya Bima yang lebih wajib memberikan nafkah untuk ibu Marni.


Situasi semakin panas, Arya memilih keluar dari ruangan itu. Begitupun dengan Bima dan pak Santo, dia juga keluar dari kamar rawat Serli. Tinggal menyisakan Ibu Marni dan Serli saja yang ada di ruangan itu. Mereka ketakutan jika Arya benar-benar akan melaporkan mereka ke polisi. Tidak bisa membayangkan betapa dinginnya lantai jeruji besi jika mereka menginap disana.


" Bu, bagaimana ini? Serli tidak mau di penjara bu."Seru Serli ketakutan.


" Memangnya kamu saja yang tidak mau di penjara? Ibu juga tidak mau, semua ini gara-gara menantu durhaka itu. Diam-diam ternyata dia memantau pergerakan kita lewat CCTV , ibu tidak menyangka kalau rumah itu ada CCTV nya."Ucap ibu Marni terlihat kesal.


" Lalu bagaimana ini bu?."Tanya Serli lagi membuat ibu Marni pusing saja.


" Sudah lebih baik kamu diam saja. Nanti kita fikirkan lagi jalan keluarnya, besok kamu harus sudah pulang. Sebab Arya hanya membayar biaya rumah sakit untuk semalam saja, masih bagus ada yang bayarin rumah sakit kamu kalau tidak ada terpaksa kamu jual itu barang-barang branded kamu."Seru ibu Marni.


Hhhuuuffff


Sebenarnya Serli masih ingin di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar kembali sehat. Di rumah sakit juga bisa di jadikan alasannya agar Arya tidak membawanya ke polisi. Namun, apa mau dikata, tidak mungkin dia tetap di rumah sakit sedangkan biayanya saja tidak punya.


" Iya, itu Arya tadi yang bawa. Arya sudah mengusir kita dari rumah itu dan tidak memperbolehkan kita untuk datang kesana lagi. Pasti Ratu yang sudah mempengaruhi pikiran Arya, semenjak menikah dengan Ratu, Arya berubah menjadi pelit dan suka marah sama ibu."Ucap Ibu Marni terus saja dia menyalahkan Ratu.


" Bu, apa mbak Rani belum pulang dari kampung? Coba ibu telepon mbak Rani, tanyakan kapan dia pulang. Kalau ada mbak Rani kita ada kongsi baru lagi bu."Seru Serli lagi.


Ibu Marni mengangguk setuju dengan ide Serli. Hampir saja dia melupakan menantu kesayangannya itu. Jika Rani ada sama mereka , ibu Marni beranggapan Rani bisa mencarikan jalan keluar yang baik. Ibu Marni mencoba menghubungi Rani, sampai panggilan ke dua tidak juga di angkat. Ibu Marni tidak putus asa, dia tetap mencoba menghubungi Rani sampai panggilan ke lima baru Rani menganggkatnya.


[ Haa.. Hallo.. Ada apa bu? Ahh...] Suara Rani terdengar menjijikan.


Ibu Marni langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya. Sebagai wanita dewasa tentunya dia tahu apa yang saat ini sedang dilakukan Rani. Tapi dengan siapa Rani melakukannya? Bukannya dia saat ini ada di kampung? Apa dia sudah pulang dan melepas rindu dengan Bima? Tapi Bima juga baru dari rumah sakit? Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan didalam benak ibu Marni.


[ Ahhh.. Ada apa bu? Aku ini sedang sibuk, ganggu saja.] Seru Rani yang sepertinya memang sedang berolah raga.

__ADS_1


[ Rani kamu dimana? Dan apa yang sedang kamu lakukan?.] Tanya ibu Marni akhirnya memberanikan untuk bertanya.


[ Cerewet sekali sih kamu bu, ganggu kesenangan ku saja. Nanti aku menghubungi ibu lagi, tapi tunggu aku menyelesaikan permainanku dulu.]


[ Sayang Ohh.. Cepat sayang jangan lama-lama.] Seru seorang pria terdengar di telinga ibu Marni.


Seketika ibu Marni menutup mulutnya, suara itu bukan milik Bima. Jadi sudah pasti Rani sedang main dengan pria lain. Ibu Marni mencoba memangggil-manggil Rani tapi tidak ada jawabab dari Rani. Sambungan telepon sudah Rani putus secara sepihak.


" Ada apa bu?." Tanya Serli yang melihat wajah murka ibunya.


" Rani selingkuh !! Sekarang dia sedang bermain dengan seorang pria dan tidak mungkin itu Bima. Suaranya saja bukan suara Bima, kurangajar !!."Seru ibu Marni marah.


" Mbak Rani selingkuh dari mas Bima?." Tanya Serli lagi.


Pertanyaan Serli tidak mendapat jawaban, ibu Marni sibuk dengan ponselnya lagi untuk menghubungi Bima. Dia akan memberitahu Bima kelakuan Rani, ternyata menantu yang selalu dia bela, yang dia sayangi dan dia banggakan tak ubahnya hanya seorang l4cur mur4h4n.


" Kenapa Bima tidak mengangkat telepon ibu?." Seru ibu Marni dengan kesal. Dia terus menggerutu sambil memaki-maki Rani.


Sedangkan Serli, mencoba menghubungi Anto namun belum juga ada jawaban. Pesannya belum di baca dan teleponnya pun tidak di angkat. Kedua wanita beda usia itu saat ini sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing sambil menggerutu tidak jelas.


Dikediaman Ratu, saat ini Arya menyampaikan keinginannya untuk melaporkan tindakan ibu Marni ke polisi. Ratu mendukung apa yang sudah menjadi keputusan suaminya, bukan dia tega atau menantu yang tidak tahu diri. Tindakan ibu Marni sudah termasuk kriminal dan harus diberikan efek jera.


" Kemungkinan ibu saja yang akan dipenjara, mengingat dalam video itu ibu saja yang memasukan obat dalam gelas minuman mu. Tapi tidak masalah, setidaknya ibu akan mendapat pelajaran baru dan Serli juga bisa mengambil pelajaran dalam kasus ini. Dia tidak akan macam-macam lagi, jika dia berulah dia bisa menyusul ibu ke penjara."Ucap Arya.


" Iya mas. Semoga setelah ini ibu bisa berubah dan tidak akan mengulangi perbuatannya tadi."Ucap Ratu.


Arya tidak main-main dengan ancamannya, besok dia akan melaporkan ibunya ke polisi. Setidaknya ada efek jera untuk ibu Marni, jika terus di biarkan dia akan semakin kurangajar dan bertingkah semaunya.


" Sekarang sudah jam 10 malam, kita istirahat saja mas. Mas besokkan harus ke kantor, tadi sudah gagal ngantor. Meskipun mas direkturnya tetap dong harus rajin dan masuk kantor tepat waktu. Jangan kebanyakan izin, nanti akan di contoh oleh karyawan yang lainnya."Seru Ratu menasehati suaminya.


" Siap Nyonya Arya."Seru Arya sambil hormat.

__ADS_1


Ratu tertawa lepas melihat kelakuan suaminya. Ada saja cara suaminya untuk menghiburnya agar tidak bersedih lagi.


************


__ADS_2