
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Serli !
Bima tiba-tiba juga pulang karena dia kurang enak badan dan izin pulang cepat. Ternyata saat sampai ambang pintu rumah dia melihat Serli yang menampar Rani. Bima belum tahu masalah apa yang sedang dibicarakan Rani dan Serli sampai Serli menampar Rani seperti itu.
" Mas Bima."Seru Serli memandang ke arah Bima yang berdiri di ambang pintu.
" Apa yang kamu lakukan , Serli? Kenapa kamu menampar Rani? Dan kenapa Rani ada di rumah ini?."Pertanyaan Bima secara beruntun sampai membuat Serli bingung untuk menjawabnya.
" Rani datang kesini untuk bertemu ibu. Kenapa? Apa tidak boleh?."Tanya ibu Marni dengan lantang dari depan kamarnya.
Bima dan Serli semakin tidak paham dengan jalan fikiran ibunya. Bisa-bisanya ibunya itu menerima kedatangan Rani dengan baik. Padahal Rani sudah bukan menantunya lagi, Rani sudah tidak pantas menginjakkan kakinya di rumah itu lagi.
" Apa maksud ibu membiarkan Rani datang ke rumah ini? Apa ibu mau sampai ada fitnah dari para tetangga? Bu, Rani ini sekarang bukan keluarga kita lagi dia bukan istri Bima lagi. Lihat, Rani sekarang sedang hamil anak calon suami barunya. Jangan buat orang-orang berfikir buruk bu."Seru Bima bicara dengan meninggikan suaranya.
" Bima !!!."Seru ibu Marni membentak Bima dengan suara lantang.
Suara ibu Marni bahkan sampai membuat telinga orang yang ada disana sakit. Untuk kesekian kalinya ibu Marni selalu membela Rani dan selalu mengutamakan egonya.
" Rani itu hamil anak kamu !! Rani sendiri yang sudah cerita semuanya sama ibu, dia mengandung anak kamu Bima."Ucap Ibu Marni sambil melangkahkan kakinya mendekati Rani yang masih duduk sambil menyaksikan perdebatan antara Bima dan ibunya.
__ADS_1
Hahahahaaaaaa
Bima tertawa dengan lantang, lelucon macam apa yang saat ini sedang di perankan oleh Rani. Bisa-bisanya dia bicara jika anak dalam kandungannya itu anakknya. Mau diminta untuk tes DNA pun Bima mau, karena dia yakin anak dalam kandungan Rani bukanlah anaknya melainkan anak dari pria lain, yaitu si Yanto. Bima sampai melupakan sakit kepalanya, karena sudah di buat syok oleh kata-kata ibunya.
Sebelum Bima mentalak Rani, hampir 1 atau 2 bulan Bima dan Rani tidak pernah melakukannya. Jadi mana mungkin anak itu anaknya, Rani memang sudah tidak waras lagi.
" Lelucon dan kebohongan apalagi yang kamu lakukan Rani. Kamu kira aku ini anak Tk yang mudah kamu bohongi. Mungkin ibu ku memang bisa kamu bohongi karena ot4k ibu ku memang sudah korslet sudah susah untuk di betulkan lagi. Tapi kamu mau berbohong dengan ku, itu tidak mudah Rani."Seru Bima penuh penekanan.
" Bima, jangan kurangajar kamu. Kamu saat menceraikan Rani itu Rani dalam keadaan hamil. Jadi sudah pasti anak itu anak kamu darah daging kamu, jadi mau tidak mau kamu harus tanggung jawab dan rujuk dengan Rani."Seru ibu Marni semakin gila dan tidak bisa diterima akal sehat lagi.
" Memang benar jika saat aku ceraikan dia sudah hamil, tapi sebelum aku ceraikan saja dia sudah tidur dengan pria yang bernama Yanto sang mantan pacar terindah. Sampai indahnya terbawa sampai ranjang. Asal ibu tahu, sebelum aku mentalak Rani, hampir 2 bulan Bima tidak menyentuh Rani. Lantas apa anak itu anaknya Bima? Bukan kan bu?."Seru Bima dengan memandang wajah ibunya dengan kesal.
Ibu Marni mulai bingung harus percaya dengan siapa. Dia memandang Bima dan Rani secara bergantian.
" Bima, kamu ini bicara apa? Kalian itu dulu suami istri mana mungkin selama itu kalian tidak melakukannya. Pasti kamu bohong, kan?."Seru ibu Marni tidak mempercayai ucapan Bima.
" Video apa? Dan siapa yang kamu sebut zin4?."Tanya ibu Marni.
" Ya jelas dia !! Dia sudah berselingkuh dengan Yanto sang mantan pacarnya saat masih menjadi istriku. Hubungan mereka sudah tahap ke ranjang, apa ibu fikir Bima ini mau dengan wamita mur4h4n seperti dia? Ohh No bu, aku tidak sudi dengan wanita mur4h4n dan menjijikan seperti dia!."Ucap Bima secara terang-terangan menolak Rani.
Hikkss Hikkss Hikkss
Rani kembali mengeluarkan senjata air mata pamungkasnya. Dia pura-pura bersedih dan menangis, melihat Rani yang menangis membuat ibu Marni segera memeluk Rani. Rasa sayangnya untuk Rani masih saja seperti dulu.
" Bu, kalau ibu masih tetap meminta Bima rujuk sama Rani, lebih baik ibu keluar dari rumah ini dan ikut tinggal dengan Rani."Ucap Bima bicara tegas.
" Kamu mengusir ibu dari rumah ibu sendiri, Bima?."Tanya ibu Marni dengan wajah keheranan.
__ADS_1
Bima yang sekarang bukan lagi Bima yang dulu yang mudah diatur dan mudah dikendalikan. Bima yang sekarang sudah benar-benar berubah, dia tidak mau mendengarkan kata-kata ibunya lagi. Bukan Bima tidak mau mendengarkan kata- kata ibunya, asalkan apa yang dikatakan ibunya itu sebuah kebenaran pasti Bima akan menurutinya. Akan tetapi kali ini, apa yang dikatakan ibunya dan yang diminta ibunya sama sekali tidak masuk akal, dan tidak mungkin untuk Bima mengikutinya.
" Iya Bima mengusir ibu ! Karena ini juga bukan rumah Ibu. Ini rumah Arya , apa mau Ibu di masukkan penjara lagi oleh Arya."Ucap Bima mengancam Ibu Marni.
" Dan untuk kamu wanita murahan yang tidak tahu malu, berhenti kamu mengganggu hidupku. Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kita sudah resmi bercerai dan jangan pernah kamu mengganggu hidup calon istriku, Karina. Dan jangan pernah mengaku-ngaku jika anak dalam kandungan kamu itu adalah anakku. Aku bisa berbuat nekat jika kamu terus-terusan menggangguku."Seru Bima lagi-lagi membuat Ibu Marni dan Rani terdiam.
Rani masih berada dalam pelukan ibu Marni sambil terus pura-pura menangis. Serli sudah tidak mau melihat drama Rani lagi, dia segera menyambar peralatan sholat yang tadi sudah di siapkan ibu Marni. Secepat kilat Serli keluar dari rumah dan pergi dengan mengendarai motornya, adzan dzuhur pun sedang berkumandang perlengkapan sholat akan segera dipakai pak Santo ke masjid.
" Tapi aku masih mencintai kamu Bima. Anak ini anak kamu, aku berhubungan dengan Yanto sudah hamil anak kamu."Ucap Rani membela diri.
" Jangan bohong !! Sebelum kita bercerai kamu dan aku tidak melakukannya cukup lama karena kamu sudah melakukannya dengan Yanto. Sekarang kamu pergi dari sini, atau kamu akan malu dengan video kamu sendiri yang akan aku sebarkan. Satu lagi, aku curiga jika kamu adalah orang yang sudah berusaha mencelakai Serli."Seru Bima pelan tapi cukup menakutkan Rani.
Degghh
Rani langsung melepaskan pelukan ibu Marni. Tubuhnya tiba-tiba panas dingin dan wajahnya pucat pasi. Hari ini sudah 2 orang yang mencurigainya, pada kenyataannya memang dia pelakunya.
" Bima jangan asal menuduh, untuk apa Rani melakukan itu sama Serli? Kamu ini ada-ada saja Bim."Ucap ibu Marni lagi.
" Karena Yanto juga pacarnya Serli bu. Ibu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?."Tanya Bima penuh selidik.
Rani merasa jika dirinya di rumah itu sudah tidak aman lagi. Bisa-bisa Bima benar mencari bukti-bukti perbuatannya yang akan memberatkan dirinya dan membawanya ke sel tahanan.
" Rani pamit bu."Seru Rani dengan buru-buru.
" Rani tunggu !! Apa benar yang dikatakan Bima tadi jika Yanto itu juga pacar Serli."Seru ibu Marni.
Rani tidak mau menjawab, dia tetap melangkahkan kakinya secara terburu-buru keluar dari rumah itu.
__ADS_1
************