
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Setelah dari perusahaan Raja, Ratu pun memilih untuk segera pulang. Perjalanan pulang cukup jauh, apalagi Arya tadi memintanya untuk tidak pulang terlalu sore agar tidak terjabak macet. Baru juga mobil Ratu memasuki halaman rumah, dibelakang ikut masuk ojek online yang membawa penumpang seorang wanita paruh baya.
" Mau apa lagi ibu datang kesini?." Tanya Ratu pada dirinya sendiri.
Ya, wanita paruh baya yang baru saja datang itu adalah Ibu Marni. Bisa secara kebetulan begitu dia datang disaat Ratu juga baru pulang. Ibu Marni terlihat meminta ojek online itu untuk menunggunya, dengan segera dia berjalan mendekati Ratu.
" Bayarin ojek ibu."Ucap ibu Marni dengan gampangnya tanpa ada basa-basi dengan memakai kata tolong.
" Kok Ratu ? Yang naik ojek kan ibu, seharusnya ibu dong yang bayar."Seru Ratu menolak secara halus.
" Jangan banyak protes kamu, cepat kasih ibu uangnya. Itu kasihan tukang ojeknya sudah menunggu sedari tadi, dia mau narik lagi itu."Seru ibu Marni memaksa.
Hhuuuffffttt
Dengan terpaksa Ratu memberi ibu mertuanya uang 50 ribu. Dia juga kasihan dengan tukang ojeknya jika harus terlalu lama menunggu uang bayaran dari ibu mertuanya.
Setelah menerima bayarannya, tukang ojek itupun meninggalkan rumah Ratu. Ratu sendiri sudah jalan menuju pintu rumah.
" Hehh.. Ratu !! Tunggu ibu !! Tidak sopan kamu ya, masa ibu kamu tinggalin begini. Seharusnya kamu itu tunggu ibu, ini main nyelonong saja mana tidak menawari ibu masuk. Tapi walaupun tidak kamu tawari, ibu juga akan tetap masuk karena ini rumah anakku. Dan aku pun bebas untuk kapan saja datang kerumah ini."Ucap ibu Marni masih tidak tahu malu.
" Terserah ibu sajalah, aku lagi malas berdebat sama ibu."Jawab Ratu lalu meninggalkan ibu Marni.
__ADS_1
Ratu melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Melihat Ratu yang cuek, ibu Marni tidak ambil pusing. Dia langsung duduk di ruang keluarga dan menghidupkan televisi sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
" Aku akan menunggu Arya pulang, biarkan saja si menantu durhaka itu dikamarnya. Karena yang aku butuhin adalah Arya, bukan dia. Huuhhh.. Haus juga ya ."Ucap ibu Marni sambil mengusap lehernya.
Ibu Marni bangkit dan berjalan menuju dapur, namun saat di dapur dia melihat ada seorang wanita yang sedang menyapu di halaman belakang. Ibu Marni tidak tahu siapa wanita itu, sebab dia baru pertama kali melihatnya.
" Apa dia itu pembantu ya? Hemm.. Sepertinya iya, enak sekali hidup Ratu. Tinggal ongkang-ongkang kaki saja di rumah, uang sudah Arya kasih banyak. Kalau seperti ini terus bisa-bisa Ratu akan semakin kurangajar."Ucap Ibu Marni.
Ibu Marni berjalan keluar dapur dan berdiri di teraa belakang.
" Haii.. Kamu, kesini !!."Seru ibu Marni memanggil bik Siti.
Bik Siti meletakkan sapunya lalu lari tergopoh-gopoh menghampiri ibu Marni yang tadi memanggilnya. Bik Marni juga belum tahu siapa wanita paruh baya yang ada didepannya.
" Kamu pembantu disini? Siapa nama kamu?."Tanya ibu Marni dengan gaya bicara yang terlihat angkuh.
" Saya Siti bu, iya pembantu di rumah ini. Maaf kalau boleh tahu ibu siapa ya?." Tanya bik Siti balik.
Bik Siti yang tahu jika wanita yang ada di hadapannya adalah ibu dari Arya, dia langsung mengangguk dan melakukan apa yang diperintahkan oleh ibu Marni. Bik Siti kedapur membuatkan es jeruk untuk bu Marni.
" Silahkan diminum Bu."Ucap Bik Siti sambil meletakkan segelas es jeruk di atas meja.
" Jangan panggil aku bu, panggil aku NYONYA MARNI. Aku ini ibu dari majikan kamu, jadi kamu juga harus patuh denganku. Paham !!."Bentak ibu Marni tanpa ada tata krama.
* Ternyata benar kata bapak, kalau ibunya pak Arya itu sangat menyebalkan dan tidak punya tata krama. Pantas saja mbak Ratu tidak suka jika ibu ini datang.*Gumam Bik Siti dalam hatinya.
" Iya paham bu, eh Nyonya."Jawab bik Siti patuh.
" Mana makanannya? Kamu ini pembantu seharusnya cekatan, cepat masak sana. Masak yang enak, kalau tidak enak kamu akan aku pecat !."Ucap Ibu Marni lagi.
__ADS_1
" Siapa yang mau memecat bik Siti?." Tanya Ratu sambil menuruni anak tangga.
Ratu masuk kamarnya tadi karena dia ingin segera mandi, karena tubuhnya gerah habis perjalanan cukup jauh. Dan sebentar lagi suaminya juga pulang, jadi Ratu mau saat suaminya pulang dia sudah bersih dan wangi sehingga rasa capek suaminya sedikit berkurang dan moodnya pun selalu membaik.
" Ibu tidak berhak memecat bik Siti, bik Siti bekerja dengan Ratu dan Ratu yang menggajinya. Jadi tidak ada satu orangpun yang bisa memecatnya, jangankan ibu, mas Arya saja tidak bisa loh memecat bik Siti."Ucap Ratu terlihat kesal dengan ibu Marni.
" Kamu ini apa-apaan sih, begitu saja marah. Ibu itu hanya ingin mengajari dia untuk bekerja dengan cekatan, ini loh sudah sore dan seharusnya dia itu sudah sibuk memasak bukannya malah santai-santai. Gayanya saja menyapu halaman belakang, padahal cuma mau bersantai saja."Ucap ibu Marni membela dirinya sendiri.
" Bik Siti memang Ratu larang memasak duluan kalau Ratu belum turun kedapur. Karena Ratu yang akan memasak dan bik Siti hanya membantu saja. Kalau ibu sudah lapar, cari saja makanan di dapur. Pasti ada makanan kok, karena kalau siang bik Siti memasak untuk makan siang bik Siti dan suaminya, pak Mail."Ucap Ratu dengan masih berdiri di anak tangga paling bawah.
Bik Siti memilih pergi ke dapur untuk menyiapkan sayuran yang akan dimasak. Dia tidak mau ikut campur dengan urusan majikannya.
" Ya sudah sana masak, ibu sudah lapar. Aku tidak sudi makan makanan sisa dari pembantu. Menjijikan."Seru ibu Marni.
* Ya Allah.. Astaghfirullah. Jaga amarah ku dan jaga emosi ku, Ya Allah. Kalau bukan ibu mertua mungkin sudah aku seret keluar. *Gumam Ratu dalam hatinya.
Ratu meninggalkan ibu Marni sendirian, dia menuju dapur untuk memasak. Disana sudah ada bik Siti yang menyiapkan bahan makanan yang akan diolah.
" Bik, jangan diambil hati ya omongan ibu tadi. Mulutnya memanf begitu bi, lemes dan tajam. Kalau aku sudah sangat hafal dan tidak perduli dengan ucapannya itu."Ucap Ratu merasa tidak enak dengan bik Marni.
" Iya mbak Ratu tidak apa-apa, suami bibik juga sudah pernah bilang kalau ibu dan keluarga nya pak Arya suka rusuh."Jawab bik Siti sambil terkekeh.
" Nah memang benar kalau bikin rusuh. Biasanya dia datang bawa pasukan, ini tumben datang kok sendirian saja. Ehh kok malah bergosip, kita kan mau masak ya bik. Bibik potongin kangkungnya saja, Ratu bikin bumbunya. Bikin tumis kangkung sama goreng ayam saja lah bik yang cepat dan praktis."Seru Ratu mulai mempersiapkan bumbunya.
" Iya Mbak. Pak Arya sebentar lagi juga pulang mbak, pasti nanti kaget ada ibunya disini."Seru Bik Siti lagi.
Ratu mengangguk juga sambil menyunggingkan senyumnya. Tangan Ratu sungguh lincah menghaluskan bumbu memakai cobek, biarpun anak dari orang kaya, Ratu dari kecil sudah diajarkan memasak oleh mamanya. Sehingga saat dia menikah sudah tidak kaget lagi dengan pekerjaan rumah tangga, terutama memasak.
**********
__ADS_1
Mampir di karya terbaru Author yang ini juga ya kak. " AKU BUKAN PENGANTINNYA". ❤️❤️
TERIMA KASIH 🙏🙏❤️❤️