
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Sepulangnya dari minimarket ibu Marni kelihatan murung, dia teringat dengan Serli dan Karina yang sama sekali tidak mau menyapanya saat di minimarket tadi. Yanto menghampiri ibu Marni dan menanyakan kenapa dia diam saja, padahal biasanya dia seperti burung beo yang mengoceh tidak ada hentinya.
" Kamu kenapa diam saja, Marni? Ada yang sedang kamu fikirkan?."Tanya Yanto dengan serius.
" Aku kefikiran anak-anakku Yanto sayang."Seru ibu Marni bicara dengan jujur.
Brrraakk
Dengan tiba-tiba Yanto memukul meja dengan kuat sehingga menimbulkan suara yang cukup kuat pula. Semenjak dia tahu siapa ibu Marni yang sebenarnya, dia melarang ibu Marni untuk berhubungan dengan keluarganya lagi. Sebab Yanto sendiri yang memang tidak mau berurusan dengan Arya dan Bima. Mempunyai hubungan dengan ibu Marni pun sebuah kesalahan, jika dari awal dia tahu siapa ibu Marni tentunya Yanto memilih menjauhinya.
Yanto cari aman saja, dia tidak mau Arya dan Bima mengganggu bisnisnya. Yanto dan teman-temannya memang sudah sepakat tidak akan mengganggu keluarga dan keturunan Satria lagi.
" Aku kan sudah bilang sama kamu jangan temui mereka lagi kalau kamu masih mau hidup dengan ku !! Apa kamu mau aku tidak perduli dengan mu lagi?."Seru Yanto dengan marah.
" Yanto sayang maaf, maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud untuk melanggar permintaan mu itu, aku tadi bertemu dengan Serli dan menantuku Karina saat di minimarket. Mereka berdua sama sekali tidak mau menegurku, hanya itu saja yang aku fikirkan."Seru ibu Marni menjelaskan sambil tergagap.
" Apapun alasannya aku tidak mengizinkan kamu bertemu dengan anak-anak mu itu. Kecuali jika kamu memang sengaja tidak bertemu seperti tadi. Tapi sebisa mungkin kamu menghindari mereka. Paham!!."Seru Yanto membentak ibu Marni.
Dengan cepat ibu Marni menganggukkan kepalanya. Dia sangat takut dengan Yanto, meskipun dia belum pernah yang namanya di pukul Yanto tapi ibu Marni tahu bagaimana menyeramkannya Yanto saat dia sedang marah. Dengan mata kepalanya sendiri ibu Marni pernah melihat Yanto marah dan memukul Rani saat dia masih ikut tinggal seatap dengan Rani.
__ADS_1
" Yanto sayang, Emm.. Sudah lama loh kamu tidak memakai ku. Apa kamu selalu mendapatkannya dari Rani? Rani bilang jika kami sekarang sering di servise dia?."Seru ibu Marni tiba-tiba berubah menjadi wanita yang sangat manja. Dia bicara dengan nada yang dibuat segenit mungkin dengan tangannya yang sudah berkelana kemana-mana.
Yanto yang memang tipe laki-laki mesum dan pemain tentunya dia tidak bisa menahan n4fsunya. Terlebih tangan ibu Marni sudah bergerilya di bawah sana, di mana tempat bersemayamnya senjata pamungkasnya. Sepertinya ibu Marni sudah tahu kelemahan Yanto, sehingga dia langsung mengarahkan tangannya pada alat inti Yanto.
" Yanto sayang, aku merindukanmu."Seru ibu Marni dengan berbisik di telinga Yanto.
" Marni, kamu memang paling tahu apa yang aku inginkan sayang. Lihatlah apa yang kamu pegang sudah bangun secara sempurna dan siap untuk bertempur dengan lawan mainnya. Cepat lakukan tugasmu dengan baik Marni ku sayang."Seru Yanto dengan suara parau yang sudah tidak tahan lagi menahan sesuatu yang semakin bergejolak.
" Iya sayang, tunggu sebentar. Aku lepas dulu baju ku, kita main di sofa ini saja ya sayang? Sudah lama kita tidak bergoyang di sofa ini."Seru ibu Marni semakin menjadi-jadi.
Yanto hanya pasrah dan menganggukkan kepalanya saja. Dia menunggu ibu Marni yang sedang melepas bajunya, setelah ibu Marni selesai melepas bajunya. Dengan cepat Yanto juga menanggalkan apa saja yang melekat di tubuhnya. Yanto memang tidak akan pu4s berolah raga jika baju tidak dia tanggalkan semua.
Yanto dan ibu Marni kini sudah sama-sama polos, dan ibu Marni sudah menempati posisinya. Dengan cepat Yanto mengarahkan miliknya di depan ibu Marni, tanpa di suruh ibu Marni sudah tahu apa yang harus dia lakukan untuk memu4skan Yanto.
Dengan li4r ibu Marni memakan lolipop panjang milik Yanto. Tidak ada rasa risih maupun jijik sama sekali. Semenjak bersama Yanto, permainan ibu Marni memang sangat li4r, dia mempraktekkan apa saja yang selama ini pernah diatonton di vodie.
" Ahhh.. Marni, terus sampai m4suk semua Marni."Seru Yanto m3nd3s4h dengan hebatnya.
Setelah 30 menit memakan lolipop milik Yanto, akhirnya mayones pun tumpah dan ibu Marni tanpa jijik membersihkannya sampai bersih dan tidak ada yang tertinggal sedikitpun. Mereka mengganti posisi permainan, Yanto dan ibu Marni seperti sepasang muda-mudi pengantin baru yang seakan tidak mengenal rasa lelah untuk berolah raga.
*****
Pagi ini di kediaman pak Santo, rumah sudah di hiasi sedemikian rupa indahnya. Di halaman rumah sudah berdiri tenda yang tidak terlalu besar, namu cukup untuk menampung para tamu undangan.
Saahh
Saahh
__ADS_1
Kata Sah sudah menggema di ruangan yang dijadikan tempat akad pernikahan Serli dan Yusuf.
Pagi ini tepat jam setengah sepuluh pagi, Serli dan Yusuf sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Pak Santo langsung yang menikahkan mereka.
" Alhamdulillah, sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Semoga rumah tangga kalian Sakinah, Mawwadah, Warrohmah dan disegerakan mendapatkan momongan yang sholeh dan sholeha."Ucap pak penghulu memberikan selamat kepada sepasang pengantin baru.
" Aamiin. Terima kasih pak atas doanya."Ucap Serli dan Yusuf secara bersamaan.
Ucapan selamat dari keluarga, sanak saudara serta para tetangga pun mengalir begitu saja. Sepasang pengantin itu terlihat sangat bahagia, raut wajah Serli sedari tadi memancarkan senyum bahagianya.
" Bu, Serli kok tidak mengundang ibu Marni ya? Padahal ibu Marni itu ibu kandungnya loh, masa sih keluarga yang lainnya juga tidak mengundangnya juga."Seru ibu Ani yang memang terkenal biang gosip dengan kedua temannya, ibu Pinah dan ibu Lulu.
" Iya juga ya, sedari tadi aku tidak melihat ibu Marni. Keterlaluan kalau sampai mereka tidak mengundangnya. Meskipun sudah bercerai, ibu Marni itu ibu kandung Serli loh."Seru ibu Pinah sefrekuensi dengan ibu Ani.
" Sssttt... Diam saja kenapa sih bu, jangan ikut campur urusan orang lain. Cukup nikmati saja makanan dan minuman yang sudah ada di depan kalian. Bagaimana kalau Serli atau keluaraga yang lainnya dengar yang kalian ucapkan itu? Jangan buat suasana bahagia jadi kisruh karena ucapan kalian itu, jaga sikap dan jaga ucapan !!."Seru ibu Rt menasehati ibu Pinah dan ibu Ani agar tidak ikut campur dengan urusan sang pemilik hajat.
" Apaan sih bu? Ibu Rt ini lebay banget sih."Seru ibu Lulu ikut membela kedua temannya.
Ibu Rt matanya melotot sempurna, sehingga ke tiga wanita yang duduk di sampingnya langsung diam dan kembali menikmati makanan dan minuman yang ada di hadapan mereka. Tidak di kota , tidak di desa pasti ada saja ibu-ibu yang tukang gosip dan julid yang selalu ikut campur dengan urusan orang lain.
" Mbak Karina kenapa? Kok diam saja ?."Tanya Ratu menghampiri Karina yang duduk sendirian.
" Ehh Ratu, Aku hanya kefikiran sama ibu saja Ratu. Seminggu yang lalu aku dan Serli bertemu ibu di minimarket dan saat itu kami tidak ada yang bertegur sapa. Serli sebenarnya ingin saat dia menikah ibu ikut hadir, tapi hubungan mereka saja tidak baik. Saat ini pasti dalam hati Serli sedih banget, senyum yang dia sunggingkan itu hanya untuk menutupi kesedihannya agar kita tidak bersedih."Seru Karina.
" Semoga saja ibu dapat hidayah yang baik dan bisa memperbaiki hubungannya dengan anak dan para menantunya mbak. Aku sendiri sebagai menantu nya juga ingin memperbaiki hubungan dengan ibu Marni, mbak. Tapi apa yang bisa kita perbuat? Kita berdamai kalau ibu sendiri tidak ada keinginan juga percuma kan? Sekarang ini bukan waktunya memikirka ibu, kasihan Serli kalau dia tahu kita sedih seperti ini mbak."Ucap Ratu bijak.
" Kamu benar Ratu. Ya sudah yuk kita kesana, kita ikut menyapa tamu undangan dan keluarga besan."Seru Karina dengan semangat.
__ADS_1
Ratu dan Karina berjalan menuju tempat dimana para keluarga berkumpul. Untuk orang tua Ratu sendiri saat ini tidak bisa hadir, karena kesehatan kakek Karim yang tidak baik sehingga Dinda dan Satria tidak bisa datang di acara pernikahan Serli dan Yusuf. Akan tetapi untuk hadiah pernikahan Serli sudah di kirim kan langsung sebelum hari pernikahan Serli. Dinda memberikan hadiah, berupa tiket ke Bali selama 2 hari 2 malam untuk Serli dan Yusuf.
**********