Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Perbuatan siapa


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


M4mpus !!


Hahaaa Haahaaa Haaahaaa


Yanti tertawa dengan lantang saat dia mendapat kabar dari Rembo jika dia sudah berhasil menculik salah satu anak dari Ratu. Saat ini Revan ada di suatu tempat yang memang sudah disiapkan oleh Yanti. Yanti tidak akan menyakiti anak sekecil Revan, dia hanya ingin memberikan Ratu pelajaran dan pembalasan.


[ Kerja bagus Rembo, tapi ingat !! Jangan sakiti anak itu, kamu urus dengan baik. Nanti aku akan menambah bayaranmu].Seru Yanti yang terlihat bahagia sudah berhasil membuat Ratu hancur karena kehilangan salah satu anaknya.


[ Haahh.. Maksud kamu, aku dan anak buahku harus merawat anak itu? Kamu gila !! Kami tidak tahu bagaimana merawat anak kecil, kamu bisa dengarkan sedari tadi anak itu menangis terus. Kamu carikan saja pengasuh dan kirim ke sini].


Rembo menolak mengurus Revan, menurutnya mengurus anak kecil bukan pekerjaan yang mudah. Rembo juga masih ada pekerjaan lain yang harus dia kerjakan, tidak hanya mengurusi anak kecil.


[ Baiklah, besok aku akan membawa pengasuh ke sana. Untuk malam ini kamu yang jaga anak itu, ingat jangan kamu sakiti anak itu!]


" Anak siapa yang kamu maksud, Yanti?."Tanya Firman yang secara tiba-tiba masuk kamar.


Haaahhhh


Mas Firman? Seketika itu Yanti langsung mematikan sambungan teleponnya. J4ntungnya berdetak tidak aman, bagaimana bisa Firman tiba-tiba masuk kamar dan Yanti tidak mengetahuinya. Yanti terlihat menyunggingkan senyumnya yang aneh, membuat Firman mengerutkan keningnya.


" Ehh mas. Emm.. Bukan anak siapa-siapa kok mas."Jawab Yanti gugup sembari mencoba berfikir mencari alasan.


" Kamu berbohong kepadaku, Yanti? Kamu tahukan kalau aku ini paling tidak suka dibohongi."Seru Firman dengan menatap tajam Yanti.


* Aduh bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan sama mas Firman. Jangan sampai dia curiga dan akan dia kacaukan semuanya.*Gumam Yanti dalam hatinya.

__ADS_1


" Mas, aku.. Aku hanya ingin mengadopsi anak. Aku takut kamu tidak setuju."Ucap Yanti akhirnya dia menemukan alasan yang pas untuk pertanyaan Firman tadi.


Firma semakin mengerutkan keningnya, tanda dia heran dengan keinginan Yanti. Selama ini Yanti sengaja menunda kehamilan karena dia belum siap mempunyai anak dan yang lebih lagi jika Yanti tidak suka dengan yang namanya anak kecil. Jadi kenapa secara tiba-tiba dia menginginkan mengadopsi anak.


Firman tidak percaya begitu saja dengan istrinya yang pintar sekali berbohong. Dia mencurigai ada sesuatu yang Yanti sembunyikan darinya.


" Anak? Sejak kapan kamu menyukai anak kecil? Bahkan kamu saja sampai sekarang masih menunda kehamilan."Seru Firman dengan menatap curiga Yanti.


" Mas kok pertanyaan kamu seperti itu sih? Biar bagaimanapun aku ini seorang perempuan dan seorang istri tentunya aku juga ingin mempunyai anak. Dulu aku memang tidak mau mempunyai anak karena aku tidak suka dengan anak-anak. Tapi akhir-akhir ini aku merasa jika hidupku tidak lengkap jika tidak ada hadirnya seorang anak,mas. Jadi aku memutuskan untuk mengadopsi anak, siapa tahu dengan begitu kita bisa segera diberi momongan."Ucap Yanti pintar sekali dia merangkai kata-kata.


Firman terdiam, dia sendiri sebenarnya ingin sekali mempunyai anak. Sudah 2 tahun menikah, belum dikaruniai seorang anak. Namun dengan mengadopsi anak apakah itu keputusan yang tepat. Firman khawatir saat mereka mengadopsi anak lalu Yanti hamil, mereka tidak bisa bersikap dengan adil.


" Tapi bagaimana dengan anak adopsi itu jika kamu hamil?."Tanya Firman.


" Aku akan tetap menyayanginya seperti anakku sendiri mas."Jawab Yanti terdengar menyakinkan.


" Baiklah, aku setuju dengan keinginanmu untuk mengadopsi anak. Kamu bisa mengurusnya kan? Jujur saja, akhir-akhir ini aku lagi banyak pekerjaan di kantor."Ucap Firman sembari memegang kepala Yanti penuh kasih sayang.


* Yess. Mas Firman tidak curiga, bahkan dia setuju dengan rencana adopsi anak. Ciihhh siapa juga yang akan mengadopsi anak, aku cuma beralasan saja. Kebetulan dia menyerahkan semuanya kepadaku, dengan begitu aku bisa beralasan jika belum ketemu anak yang cocok. Beres, hahaha hahaaa.*Gumam Yanti tertawa dalam hati.


" Sekarang kita lihat, siapa yang kalah dan siapa yang akan menderita."Seru Yanti bicara pada dirinya sendiri.


Sementara itu, dikediaman Ratu saat ini keluarga sedang berkumpul, hanya dari keluarga Ratu saja yang belum datang. Mereka masih ada dalam perjalanan. Keluarga turut prihatin atas hilangnya Revan. Ratu sedari tadi hanya bisa menangis, sampai-sampai dia pingsan dan sadar pingsan lagi.


" Kenapa penculiknya sampai malam begini belum menghubungi? Jika dia memang menculik untuk meminta tebusan, seharusnya dia sudah menghubungi kita."Ucap Arya membuat yang lainnya mengangguk setuju dengan pernyataan Arya.


" Mas, bagaimana ini? Revan di mana mas?."Seru Ratu masih terus menangis.


" Dek, sabar ya. Kita juga sudah melaporkan masalah ini kepada polisi dan bukti rekaman CCTV taman juga sudah kita serahkan kepada polisi. Semoga polisi segera menemukan Revan, mas yakin Revan baik-baik saja dan akan segera kita temukan."Ucap Arya menenangkan Ratu yang masih saja menangis.


Yang lainnya pun ikut bersedih, namun mereka tidak tahu harus berbuat apa-apa. Selama ini mereka juga tidak tahu, Ratu dan Arya apa mempunyai musuh atau tidak. Bagaimana persaingan mereka di dunia bisnis.


" Apa mungkin ini perbuatan, Yanti?."Seru Agung tiba-tiba kefikiran jika itu semua ulah dari Yanti.

__ADS_1


" Yanti ? Sepertinya tidak mungkin Yanti sampai nekat seperti ini kak. Atas dasar apa dia menculik Revan?."Seru Ratu yang kurang percaya dengan tuduhan Agung.


" Yanti itukan licik dan jahat, bukannya dia akan menghancurkan rumah tanggamu. Sepertinya dia sengaja menculik Revan agar kamu hancur, dengan begitu kamu akan bersedih dan kamu tidak akan bahagia. Fiks ini pasti perbuatan Yanti, aku yakin 100 persen ini Yanti."Seru Agung sangat percaya jika Yanti yang sudah menculik Revan.


Ucapan Agung barusan ada benarnya juga, selama ini Ratu dan Arya tidak mempunyai musuh. Dan akhir-akhir ini mereka memang berurusan dengan Yanti dan bermasalah dengan Yanti.


" Sampai ini semua perbuatan Yanti, aku tidak akan memaafkan dia. Aku tidak segan-segan memenjarakan dia."Ucap Ratu dengan tangan mengepal.


" Gung, kamu ada benarnya juga. Wanita itu patut kita curigai, mulai malam ini kita harus mengintai gerak-gerik wanita itu."Ucap Arya percaya dengan Agung.


" Kamu tenang saja, aku akan membantu kalian untuk mencari keberadaan Revan. Bukannya kamu juga mempunyai mertua superhero, pasti beliau akan menghancurkan siapa pun yang sudah mengusik keluarganya."Ucap Agung.


Bertepatan dengan itu, Orang tua Ratu serta Raja masuk ke ruang keluarga. Mereka sempat mendengar yang tadi di ucapkan oleh Agung.


" Siapapun yang mengusik keluarga ku, aku akan menghancurkannya."Seru Satria dengan tiba-tiba.


" Papa, Mama."Seru Ratu bangkit lalu memeluk mama dan papanya.


" Kamu tenang ya sayang, papa mu pasti akan meminta orang-orangnya untuk mencari keberadaan Revan. Revan pasti baik-baik saja, sekarang mana Devan? Kamu jangan sampai melupakan keberadaan Devan."Ucap Dinda.


Degghhhh...


Devan ? Ratu langsung tertegun, dia baru ingat jika masih ada Devan yang membutuhkannya. Sedari tadi dia menangisi Revan, dan melupakan keberadaan Devan.


" Astaghfirullahaladzim Devan !! Aku melupakan Devan."Seru Ratu.


Ratu pun langsung berlari menuju kamar anak-anaknya. Di sana dia melihat Devan yang sudah tidur dengan pulas dan ditemani oleh Lia sang pengasuh.


" Devan, maafkan mama nak. Mama melupakan mu, maaf sayang."Seru Ratu memeluk Devan yang tertidur.


" Devan sedari tadi gelisah bu, dan ini baru bisa tidur. Sepertinya dia tahu kalau saudara kembarnya tidak ada di dekatnya."Ucap Lia.


" Iya Lia. Maaf tadi aku sudah memarahimu, aku titip Devan ya. Aku mau kembali ke ruang keluarga, jika dia terbangun tolong panggil aku."Seru Ratu.

__ADS_1


" Iya bu."Jawab Lia singkat.


***************


__ADS_2