Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Sumpah serapah


__ADS_3

.


.


.


πŸ’•πŸ’• HAPPY READING πŸ’•πŸ’•


Pak Santo melarang Arya maupun Ratu membantu biaya rumah sakit Serli, sebab Pak Santo mempunyai tabungan yang dikhususkan untuk masa depan Serli. Dan tabungan itu saat ini baru akan dia pergunakan untuk membiayai Rumah Sakit Serli dan operasi Serli.


Jika nanti ada kekurangan baru Pak Santo akan meminta bantuan kepada anak-anaknya. Arya pun tidak memaksakan Pak Santo untuk menerima bantuannya. Setelah semua syarat dan administrasi beres, Serli nanti malam akan menjalani operasinya.


Sementara itu, saat ini Bima datang ke penjara untuk menemui ibu Marni. Banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan sang ibu, salah satunya memintanya untuk meminta maaf kepada Arya dan Ratu, agar Arya mau mencabut laporannya. Meskipun dia kesal dengan perbuatan ibunya, Bima juga tidak tega jika ibunya terus mendekam di penjara.


Dua bulan sudah ibu Harti berada di dalam penjara. Tubuhnya terlihat lebih kurus dan rambutnya mulai memutih karena tidak pernah dirawat lagi.


" Bima, kamu datang nak? Pasti kamu mau membebaskan ibu kan nak? Cepat bebaskan ibu, ibu sudah tidak sanggup lagi berlama-lama di sini. Sudah 2 bulan ibu disini Bim, lihatlah tubuh ibu tidak terawat seperti ini. Makan tidak pernah enak, tidur juga susah."Seru ibu langsung mengeluh kepada Bima.


" Maaf bu, Bima datang kesini bukan untuk membebaskan ibu akan tetapi hanya ingin melihat kondisi ibu. Arya dan Ratu lah yang bisa membebaskan ibu, bukan Bima maupun Bapak."Jawab Bima dengan tegas.


Jawaban Bima membuat senyum yang tadi terukir di bibir ibu Marni kini seketika hilang bak di sapu angin topan. Tatapan ibu Marni seketika berubah tajam, dia mengira 2 bulan di penjara sudah cukup dan Bima datang untuk membebaskannya.


" Lantas mau apa kamu datang kesini? Ibu tidak butuh kamu bawakan makanan enak ataupun kasur empuk. Yang ibu butuhkan itu kamu bebaskan ibu !!."Seru ibu Marni bicara dengan keras.

__ADS_1


" Bima datang ke sini hanya ingin bicara dengan ibu soal Serli. Serli saat ini sedang dirawat di rumah sakit, Bu. Dan kemungkinan nanti malam dia akan menjalani operasi pada wajahnya. Ada seseorang yang menyiram Serli menggunakan air keras dan mengenai wajah dan tangannya. Ibu tahukan apa yang selama ini dilakukan oleh Serli? Serli masih saja sering tidur dengan banyak pria bu, dan kejadian ini bisa saja dilakukan oleh orang yang pernah Serli sakiti. Serli seperti itu juga itu karena ibu !! Ibu terlalu memanjakannya dan membebaskan dia dalam bergaul."Seru Bima bicara dengan d4d4 kembang kempis menahan gejolak amarahnya sendiri.


Ibu Marni syok saat tahu Serli masuk rumah sakit gara-gara di siram air k3r4s oleh seseorang. Dia tidak bisa membayangkan, betapa sakit dan menderitanya Serli saat ini. Seandainya saat ini dia ada disamping Serli tentunya dia bisa sedikit menguatkan Serli.


" Serli anakku? Siapa yang sudah menyakiti Serli?."Tanya ibu Marni sambil mengguncang bahu Bima.


" Bima tidak tahu bu."Jawab Bima cepat.


" Pasti adikmu itu saat ini sangat kesakitan dan menderita, Bim. Tolong bebaskan ibu agar ibu bisa ada didekat Serli, kasihan adik kamu Bima."Seru ibu Marni dengan suara bergetar menahan tangisnya.


" Meminta maaflah kepada Arya dan Ratu bu, dan lakukan dengan tulus dan bersungguh - sungguh. Arya dan Ratu pasti akan memaafkan ibu dan mereka akan membebaskan ibu. Hanya merekalah yang bisa membebaskan ibu dari sini."Ucap Bima tetap sama dengan jawabannya yang tadi.


Bodoh !!!


" Kamu pasti ada uang, kamu bisa menjamin ibu Bim."Seru ibu Marni tetap ngeyel ingin bebas tanpa mau meminta maaf kepada Ratu dan Arya.


" Bima tidak cukup uang bu untuk menjamin ibu. Bima habis keluar uang untuk biaya perceraian Bima dan Rani. Belum lagi untuk membantu biaya rumah sakit, dan rencananya Bima dalam waktu dekat akan menikah, Bu."Ucap Bima bicara dengan jujur.


Bima memang belum tahu perkara uang tabungan pak Santo yang diperuntukkan untuk Serli dan saat ini digunakan untuk biaya rumah sakit Serli.


Ibu Marni pun tidak habis fikir dengan jalan fikiran Bima, bisa-bisanya dia akan menikah lagi sedangkan ibunya saja masih dalam penjara. Sebenarnya Bima bercerai dengan Rani, ibu Marni kurang setuju. Namun mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi dan tidak bisa lagi untuk diperbaiki.


" Kamu mau menikah lagi ? Sedangkan ibumu saja masih didalam penjara? Dasar anak durhak4 !!."Ucap ibu Marni mulai mengeluarkan ucapan - ucapan sumpah serapahnya

__ADS_1


" Ibu tidak ikhlas kamu menikah lagi, Bima. Kamu boleh menikah jika ibu sudah kamu keluarkan dari penjara. Jika tidak, lihat saja pernikahanmu tidak akan pernah bahagia. Ingat Bima, surgamu itu ada dikaki ibu kandungmu ini."Seru Ibu Marni bicara dengan tetap mengeluarkan sumpahnya untuk Bima.


Sakit, iya itulah yang saat ini di rasakan oleh Bima. Akhirnya Bima bisa merasakan sakitnya sumpah serapah yang di ucapkan ibunya. Dulu Arya dan Ratu yang sering mendapatkan sumpah serapah buruk dari ibunya. Kini giliran dirinya sendiri, sebagai anak kandung.


* Pasti dulu Arya dan Ratu merasakan sakit seperti ini? Ya Allah, rubah dan lunakkanlah hari ibu ku.*Gumam Bima dalam hatinya.


" Maaf bu, jika kali ini Bima membuat hati ibu sedih dan marah. Mungkin dulu ibu memang bisa mengatur hidup Bima, tapi tidak dengan sekarang bu. Dan asal ibu tahu, calon suami Bima kali ini 100 kali lipat lebih baik dari Rani. Namanya Karina, dia sangat cantik dan apa adanya. Suatu saat nanti pasti ibu akan bertemu dengannya."Seru Bima lagi-lagi hanya mendapat tatapan tajam dari ibu Marni.


" Dasar anak tidak tahu diri !! Menyesal dulu aku selalu menomor satukan kamu dan selalu membela kamu ketimbang Arya. Jadi ini balasan kamu atas apa yang ibu lakukan untukmu."Ucap ibu Marni.


Hhhuuffff


Bima membuang nafas dengan kasar, dari dulu ibunya tidaklah berubah. Dua bulan sudah mendekam di penjara, dengan harapan agar bisa merubah sikap dan sifat buruknya akan tetapi semuanya nihil.


" Maaf, Bima harus pulang bu. Karena Bima harus kembali ke kantor lagi. Oh iya ini Bima bawakan makanan kesukaan ibu, ibu bisa makan dengan teman-teman ibu."Ucap Bima.


" Kamu beneran tidak mau membebaskan ibu, Bima?."Tanya ibu Marni mengiba.


" Maaf bu, aku tidak punya kuasa untuk membebaskan ibu. Jalan satu-satunya ibu bertaubat dan meminta maaf kepada Arya dan Ratu."Jawab tegas Bima.


Setelah bicara seperti itu Bima bangkit dan kekuar dari ruangan besuk. Bima berjalan dengan gontai menyusuri jalanan kantir polisi menuju tempat parkir motor.


********

__ADS_1


Jika ada yang typo atau salah ketik maaf ya πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


__ADS_2