
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kedatangan kedua orang tua Ratu mengejutkan mereka semua, terutama Ratu dan Arya. Kedatangan mereka tidak di saat yang tepat, yang mana saat ini mereka sedang ada perdebatan dengan keluarga Arya. Meskipun Ratu tahu mama dan papanya tidak akan ikut campur, tapi dia tetap merasa tidak enak hati.
" Emm mama, papa datang kok tidak kasih kabar Ratu dulu?." Tanya Ratu menghampiri mama dan papanya lalu menyalami keduanya secara bergantian, begitupun dengan Arya.
" Mama tadinya mau buat kejutan untuk kamu, Sayang. Tidak tahunya disini juga ada ibu besan dan yang lainnya."Ucap mama Ratu sambil mengangguk ke arah ibu Marni.
Ibu Marni sama sekali tidak mau menyalami besannya. Dia kesal kenapa besannya itu bisa datang dan di sambut hangat oleh Arya dan Ratu.
" Ratu, kenapa rumah berantakan seperti ini?."Tanya mama Ratu melihat sampah berserakan dan bantal kursi sudah tidak pada tempatnya lagi.
" Itu karena ibu Dinda pemalas, biasa hidup dikampung sih makanya hidup semaunya. Tidak bisa mana rumah kampungan dan mana rumag mewah. Sudah bagus Arya membeli rumah mewah dan bagus untuk hunian, tapi anak ibu ini pemalas nya tidak karuan."Ucap Ibu Marni mencoba memfitnah Ratu didepan kedua orang tuanya.
" Lebih baik kita duduk dulu, nanti kita sambung lagi obrolan nya."Ucap papa nya Ratu.
Ratu dan Arya sampai lupa mempersilahkan kedua orang tuanya untuk duduk. Kini mereka sudah duduk di sofa ruang keluarga, mata ibu Marni terus mengawasi penampilan mamanya Ratu dari atas sampai bawah.
__ADS_1
Penampilan mama Ratu benar-benar berbeda, tidak seperti saat terakhir kali dia bertemu dulu. Kali ini benar-benar elegant dan barang-barang yang dipakai terlihat barang mahal. Perhiasan yang dipakai cukup mencolok, ada gelang di tangan kirinya dan 2 cincin di jari-jarinya. Serta jam bermerek dipergelangan tangan kanannya.
* Ini kenapa orang tua Dinda penampilannya seperti orang kaya. Atau jangan-jangan memang mereka ini sudah memanfaatkan uang Arya dari dulu. Aku memang baru sekali saja bertemu dengan mereka, itupun 7 bulan yang lalu saat akad nikah Arya dan Ratu. Perasaan dulu itu mereka tidak seperti ini penampilannya.*Gumam ibu Marni terus bermonolog pada dirinya sendiri.
" Ratu bisa kamu jelaskan semua ini?."Tanya papa Ratu bicara pelan tapi terdengar cukup tegas.
* Apa anakku mengalami hal yang sama seperti aku dulu? Apa keluarga suaminya tidak menghargainya, kalau memang benar seperti itu berarti memang kesabaran Ratu sedang di uji.* Gumam Satria dalam hati dengan pandangan lekat kearah Ratu.
Tubuh Arya sudah keluar keringat panas dingin, padahal yang ditanya Ratu tapi yang grogi dan dag dig dug Arya. Arya khawatir jika mertuanya akan marah dan membawa Ratu pergi dari kehidupannya.
" Begini Ma, Pa. Tadi keluarga mas Arya ini datang dan mereka juga yang sudah membuat rumah sekotor ini."Ucap Ratu mulai bicara.
" Heeehh. Kamu kan bisa bersihkan ini semua, karena ini sudah menjadi tugas kamu. Lagipula ini rumah anak saya, jadi wajar dong kalau saya mau ngapain saja di rumah ini."Ucap Ibu Marni dengan mengeraskan suaranya.
" Ibu, tolong jaga ucapan dan sikap ibu. Sudah berapa kali Arya bilang kalau ini itu bukan rumah Arya tapi ini rumah Ratu. Bisa tidak sih ibu ini bicara baik-baik tanpa harus ngotot seperti itu."Seru Arya menegur ibu Marni.
Arya malu dengan kelakuan ibunya yang sama sekali tidak menghargai kedatangan mertuanya. Justru Arya dibuat malu dengan ibunya, bisa-bisanya ibunya tetap mengira jika rumah ini rumahnya.
" Kamu diam Arya !! Kamu itu bodoh, mau saja di manfaatkan oleh istri kamu yang miskin dan kampungan ini. Ibu ini mau menyelamatkan harta kamu, bisa-bisanya kamu menyerahkan rumah ini atas nama istrimu. Ibu bicara seperti ini biar mertua kamu tahu bagaimana kelakuan anaknya. Orang dari kampung saja belagu."Ucap ibu Marni lagi-lagi membuat Arya malu.
Serli dan Rani hanya menyimak perdebatan yang tersaji di depannya. Sebenarnya mereka berdua juga kagum dengan penampilan dan kecantikan mamanya Ratu. Meskipun sudah berumur, mamanya Ratu masih terlihat cantik dan muda.
" Apa ucapan ibu itu bisa di tarik? Kenapa ibu seolah-olah merendahkan anak kami? Apa yang sudah membuat ibu membenci anak kami? Kalau soal rumah ini ibu menganggap itu milik Arya sudah pasti salah besar. Sebab rumah ini itu rumah anak saya, hadiah dari kami !!."Seru mama nya Ratu bicara dengan kesal.
__ADS_1
Satria mengusap lengan istrinya agar tidak terbawa emosi. Dia bisa merasakan apa yang saat ini dirasakan istrinya, setiap orang tua pasti akan marah dan tidak terima jika anaknya dihina dan direndahkan.
" Apa begini perlakuan ibu sehari-hari kepada anak saya? Terus seandainya anak saya ini punya banyak uang atau dia orang kaya ibu mau memperlakukan Ratu dengan baik?." Tanya Papa Ratu pelan namun cukup menegangkan.
" Jelas dong, zaman sekarang itu apa-apa pakai uang. Arya saja yang bodoh kenapa mau menikah dengan wanita seperti Ratu ini. Padahal diluaran sana banyak yang mau sama Arya."Ucap ibu Marni semakin membuat kedua orang tua Ratu meradang.
" Bukannya Arya tadi sudah bilang kalau rumah ini milik Ratu , hadiah dari kami? Ibu masih tidak percaya juga?."Tanya Papanya Ratu lagi.
" Omong kosong, orang miskin seperti kalian mana bisa punya uang untuk membeli rumah semewah ini. Ini semua milik Arya, karena Arya itukan seorang direktur gajinya sekarang sudah puluhan juta. Dan saya sebagai ibunya Arya berhak atas apa yang dimiliki Arya ini."Ucap ibu Marni benar-benar membuat Arya tidak punya muka lagi didepan mertuanya.
Ucapan ibu Marni semakin tidak terkontrol lagi, bahkan secara terang-terangan dia juga menghina besannya. Mata hati ibu Marni sudah di tutup akan harta, harta yang dia akui milik Arya padahal itu semua milik sang menantunya, Ratu.
" Ratu, mama dan papa ingin istirahat tolong antar kami ke kamar."Ucap mama Ratu.
" Enak banget ya, datang-datang langsung bisa istirahat dikamar. Sedangkan kami dari siang hanya tiduran di sofa, semua pintu kamar Ratu kunci, dasar menantu durhaka."Seru ibu Marni.
" Jaga mulut anda bu !! Sebegitu mudahnya anda menyebut anakku durhaka? Anda itu yang durhaka !! Asal ibu tahu ya, semua yang ada di rumah ini itu milik anak saya. Dan perusahaan yang saat ini dipimpin Arya itu milik suami saya. Kalau bukan karena Ratu yang minta kami untuk diam, sudah dari dulu kami kasih tahu siapa itu Ratu kepada kalian semua. Tapi ada bagusnya juga Ratu menyembunyikan identitasnya, karena dengan begini bisa tahu mana yang tulus dan mana yang modus !!." Seru mama Ratu dengan penuh emosi.
Ibu Marni, Rani dan Serli terperangah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh mama Ratu. Mereka benar-benar syok, namun akal sehat mereka tetap tidak berfungsi dengan baik.
* Benarkah Ratu anak orang kaya? Halah mungkin juga bohong, mana ada orang kaya rumahnya gubuk reot. Bahkan saat pernikahan kemarin aku takut banget rumah itu roboh.*Gumam ibu Marni dalam hati.
*************
__ADS_1