Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kesombongan yang sama


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tringg


Notifikasi pesan masuk di ponsel Ratu. Ratu yang memang sudah menyelesaikan pekerjaannya di butik, segera membuka pesan itu. Bibirnya hanya tersenyum tipis saat tahu siapa yang mengiriminya pesan.


[ Hehh... Menantu durhaka !! Mana jatah bulanan saya? Bukannya kemarin Arya sudah gajian? Jangan kamu kuasai sendiri ya, dasar serakah.]


Dari bahasanya saja sudah ketahuuan dari siapa pesan itu. Siapa lagi kalau bukan dari ibu Marni, si ibu mertua mata duitannya. Yang akan menghubungi Ratu jika ada butuhnya saja, apalagi kalau bukan soal uang.


[ Nanti di transfer saja, Ratu dan mas Arya tidak sempat ke rumah ibu. ] Balas Ratu masih dengan sopan.


Bagaimanapun ibu Marni lebih tua darinya dan dia juga ibu tiri dari sang suami. Sebagai menantu tentunya harus bisa bersikap baik, tapi jika ibu mertua sudah kurangajar dan keterlaluan jangan harap Ratu akan bersikap baik.


[ Hehh... Kamu lupa kalau rekening saya ini sudah keblokir? Jadi tidak ada rekening lagi, saya sendiri yang akan datang kerumah mu.]


[ Terserah ibu saja, tapi jangan sekarang karena aku sedang tidak dirumah. ]


[ Suami kerja malah kluyuran saja. Dasar istri tidak tahu diri !!.]


Hhhhuuuuffffftt


Ratu meletakkan ponsel di atas meja kerjanya. Dia sudah tidak berniat membalas pesan dari ibu mertuanya lagi. Jika dibalas urusannya semakin panjang dan hinaan serta caciannya semakin menyakitkan hati. Ratu hanya ingin tenang, tidak mau suasana hatinya buruk.


Tok


Tok


Pintu ruangan Ratu di ketuk dari luar, Ratu sudah tahu siapa yang ada diluar sana.


" Masuk."Seru Ratu dari dalam ruangannya.


Lisa membuka pintu dan masuk mendekati Ratu yang sedang duduk di kursi kerjanya. Ratu sedang tidak mengerjakan apa-apa, hanya duduk santai saja.


" Non Ratu, ini berkas yang anda minta." Ucap Lisa sambil mengulurkan berkas yang tadi memang dia minta.


" Terima kasih kak Lisa."Jawab Ratu menerima berkas itu dengan senyum sumringah.


" Kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya lagi Non."Ucap Lisa sopan.


Ratu menganggukkan kepalanya, setelah Lisa keluar dari ruangannya, Ratu membuka berkas yang tadi di serahkan Lisa. Senyum Ratu mengembang saat melihat berkas yang dikerjakan Lisa benar-benar rapi dan tidak ada yang salah.


" Kak Lisa memang bisa di andalkan."Ucap Ratu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ratu melirik jam yang melingkar di pergelangab tangan kirinya. Saat ini masih jam setengah 11 siang, Ratu tiba-tiba ingin datang ke kantor kakaknya.


" Kenapa aku tiba-tiba ingin ke kantor kak Raja ya? Lumayan jauh sih, bagaimana kalau aku kesana sekalian mau bertemu sama Anggun dan Zaskia. Aku izin mas Arya dulu lah, kalau tidak di izinkan ya sudah tidak apa-apa. Seorang istrikan memang harus patuh dengan suami."Ucap Ratu bermonolog pada dirinya sendiri.


Anggun dan Zaskia memang bekerja di perusahaan Raja. Meskipun mereka berdua berasal dari orang berada, mereka tetap mandiri dan tetap bekerja sesuai dengan keinginannya. Anggun yang sudah tahu jika dia anak angkat Sinta dan Ardi, tidak mau merepotkan orang tuanya. Ardi sudah meminta Anggun untuk bekerja di perusahaan bersama sang kakak, Bagas. Tapi Anggun memilih mandiri, Ardi maupun Sinta tidak melarangnya.


Untuk Zaskia sendiri sudah diminta untuk mengelola Toko, namun tetap sama. Dia ingin bekerja di perusahaan sesuai dengan keinginannya. Padahal saat ini orang tuanya sudah punya toko dibeberapa kota, dan Joni yang mengelolanya dibantu dengan istrinya.


Ratu menghubungi suaminya untuk meminta izin. Dengan satu kali panggilan saja Arya sudah mengangkat teleponnya, dan mengizinkan Ratu untuk datang ke kantor kakaknya.


" Akhirnya Mas Arya mengizinkan juga. Baiklah mumpung masih setengah 11 aku berangkat saja, sampai disana pas makan siang."Seru Ratu sambil memasukan ponsel kedalam tasnya.


Ratu keluar dari ruangannya, dia terlebih dahulu memberitahu Lisa jika dia akan keluar dan tidak kembali kebutik.


" Hati-hati bu."Seru Lisa.


" Iya kak Lisa."Jawab Ratu lalu melajukan kuda besinya meninggalkan butik.


Ratu mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu melaju meninggalkan pekarangan butik menuju kantor pusat STR Group untuk menemui kakaknya dan dua saudaranya. Sudah lama Ratu tidak berkendara jauh sendirian seperti ini, sebab Arya tidak mengizinkan dia berkendara sendirian.


Kali ini Arya izinkan karena memang Arya tidak bisa mengantarkan. Banyak pekerjaan yang harus Arya selesaikan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, mobil Ratu sudah sampai didepan gedung perusahaan yang menjulang tinggi itu.


" Baru jam 12 kurang 15 menit, belum masuk jam istirahat. Tapi tidak masalah, aku akan temui Anggun dan Zaskia langsung ke ruang kerjanya. Hahaa... Aku sengaja tidak memberitahu mereka dan kak Raja, biar menjadi kejutan."Ucap Ratu bermonolog sendirian.


Bruuukkkk


Seseorang yang sedang bermain ponsel tiba-tiba menabrak Ratu sampai ponsel yang orang itu pegang pun jatuh ke lantai.


" Aaooww."Seru Ratu merasakan sakit pada bahu kanannya.


" Heeh.. Kalau jalan itu pakai mata jangan asal selonong saja. Ini itu perusahaan bukan jalan depan rumah kamu yang jalan asal sesuka kamu saja."Ucap seorang perempuan yang Ratu perkirakan usianya sekitar 48 tahun.


" Maaf ya bu. Saya tidak menabrak ibu, tapi ibu sendiri yang menabrak saya. Makanya kalau jalan itu jangan sambil main Ponsel. Jadinya ibu tidak lihat-lihat jalan kan? Lalu orang lain yang disalahkan."Jawab Ratu dengan berani.


Jam makan siang pun sudah tiba, para karyawan mulai keluar untuk mencari makan di luar kantor. Ada juga yang memang langsung menuju kantin yang ada di gedung belakang perusahaan sehingga mereka tidak melihat keributan yang terjadi.


" Ehh memang kamu siapa beraninya ngatur-ngatur saya? Kamu bukan karyawan sini kan? Mau apa kamu datang ke perusahaan ini? Mau minta sumbangan?."Tanya wanita itu mencibir Ratu.


Ratu melirik nama di nametag yang dipakai oleh wanita itu. Wanita itu bernama Liana, sebagai menejer HRD. Ratu hanya tersenyum tipis, ternyata orang yang saat ini berdiri di hadapannya adalah Ibu dari Mita.


* Ternyata ini ibunya si Mita yang sombong itu? Hemm... Ibu dan anak kelakuannya sama saja. Sama-sama sombong dan belagu, buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya.*Gumam Ratu dalam hati.


Beberapa karyawan yang hendak keluar untuk makan siang pun langkahnya terhenti untuk menyaksikan keributan yang sedang terjadi antara Ratu dan ibu Liana.


" Aku siapa tidak penting bagi anda. Yang pasti aku datang kesini ada kepentingan, bukan untuk ribut sama anda. Anda jangan menghalangi langkah kaki ku, karena aku bisa membalas perlakuan anda. Jangan mentang-mentang anda seorang menejer HRD terus aku akan takut dengan anda? Kenapa ada orang tidak punya sopan santun di perusahaan sebesar ini?."Ucap Ratu sambil tersenyum sinis kearah Liana.


Liana terlihat berang, dia sudah mengepalkan tangannya ingin menampar Ratu. Di kantor Liana memang terkenal menejer paling galak dan sombong, para karyawan pun sangat segan dan takut dengannya.

__ADS_1


Terdengar kasak kusuk dari beberapa karyawan yang memang menyaksikan keributan itu.


" Siapa ya wanita itu? Dia berani sekali dengan ibu Liana?."


" Sepertinya bukan karyawan sini."


" Atau mungkin dia anak yang mau daftar magang?."


Dan masih banyak lagi kasak kusuk para karyawan yang terdengar di telinga Ratu. Namun Ratu hanya mendiamkan saja.


" Ratu."Seru Zaskia dan Anggun bersamaan.


Anggun dan Zaskia berjalan sedikit berlari menghampiri Ratu yang sedang berdiri tepat dihadapan ibu Menejer HRD.


" Kamu datang kok tidak kasih kabar sih?."'Tanya Zaskia.


" Heehh.. Kalian berdua kenal dengan dia?."Tanya Liana menunjuk kearah Ratu.


" Iya kenal dong, dia kan adiknya....."


" Aku teman dari Anggun dan Zaskia. Memangnya kenapa? Ada yang salah? Atau aku tidak boleh datang kesini untuk menemui temanku?."Ratu tiba-tiba menyela ucapan Anggun.


Ratu belum mau memberitahu siapa dia yang sebenarnya. Biarkan saja Liana semakin membenci dan menghina sesuka hatinya, dengan begitu dia akan semakin mudah untuk membuang Liana dari perusahaan papanya.


" Ada apa ini Ratu?." Tanya Anggun sedikit berbisik.


Ratu pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tanpa ada yang dia tutupi ataupun tambah-tambahi. Anggun dan Zaskia sudah tidaj kaget lagi dengan apa yang diceritakan oleh Ratu. Mereka sudah tahu betul betapa sombongnya dan Arogannya sang menejer HRD itu.


" Ohh jadi dia ini teman kalian? Jangan mentang-mentang kalian ini masih keluarga pak Raja, kalian mau seenaknya membawa orang luar masuk ke perusahaan ini. Aku akan laporkan kepada pak Raja kalau teman kalian ini sudah bikin keributan disini. Lihat nih, ponselku jadi pecah layarnya gara-gara teman si4l4nmu ini."Ucap Ibu Liana dengan marah.


" Maaf ya bu, bukan kami mau menentang ibu. Tapi dari cerita Ratu, ibu loh yang salah karena ibu main ponsel sambil jalan. Bukannya ibu yang meminta maaf tapi kok malah menyalahkan teman saya. Soal saya keluarga pak Raja atau bukan tidak ada hubungan sama kejadian ini bu. Yang pasti kami juga sudah bekerja secara profesional, lantas sekarang ibu mau apa?." Tanya Anggun dengan berani.


" Teman kamu harus ganti rugi, 30 juta.!'Seru ibu Liana dengan lantang.


Gila !!


Dia meminta ganti rugi 30 juta. Ratu dan ke dua temannya saling berada pandangan, mereka tidak percaya ibu Liana akan memanfaatkan Ratu. Ponsel ibu Liana memang ponsel merek terkenal dengan logo si buah keroak tapi bukan ponsel keluaran terbaru.


" Jangan memerasku bu, memangnya aku tidak tahu berapa harga baru ponsel anda. Lagipula aku tidak ada niat tuh untuk ganti rugi, sayang banget uangku."Ucap Ratu.


" Pokoknya kamu harus ganti rugi !! Kamu juga salah, orang luar kenapa ada di perusahaan ini. Dan kamu !! Aku akan laporkan kepada pak Raja karena sudah membawa masuk orang luar ini. Siapa tahu dia itu mata-mata dari pesaing perusahaan ini. Atau jangan-jangan memang kalian ini sudah sekongkol ya?."Ucap ibu Liana semakin tidak masuk akal.


Ratu , Anggun dan Zaskia tidak peduli dengan ucapan ibu Liana. Mereka menanggapinya dengan malas.


" Baiklah setelah makan siang nanti biar kami bawa teman kami ini menghadap Pak Raja. Jadi anda tidak perlu repot-repot melaporkannya. Yuk kita makan siang dulu."Seru Anggun mengajak Ratu dan Zaskia meninggalkan ibu Liana.


" Haeeii si4la4n kalian ya !! Lihat saja, sampai teman kalian tidak mau ganti rugi, aku akan pecat kalian berdua !!."Teriak ibu Liana.


************

__ADS_1


__ADS_2