
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Tidak boleh menganggu kehidupan Ratu dan Arya. Harus bersikap baik dan tidak mencari perkara.
Tidak boleh mengulangi ataupun mencoba mencelakai Ratu.
Tidak boleh memfitnah dan meminta uang sesuka hati serta datang kerumah Ratu seenaknya tanpa konfirmasi kepada pemilik rumah lebih dulu.
Jika melanggar perjanjian dan kesepakatan yang sudah di tanda tangani, Arya dan Ratu berhak menuntut dan meminta polisi untuk menjemput paksa ibu Marni dan kasus akan dilanjutkan ke meja hijau.
__ADS_1
Poin di atas adalah isi surat perjanjian yang dibuat Arya sebagai syarat atau perjanian untuk membebaskan ibu Marni dari penjara.
Saat ini Ratu, Arya dan juga Bima ada di kantor Polisi untuk mencabut laporan dan membebaskan ibu Marni. Namun sebelumnya, Arya meminta ibu Marni untuk menandatangani perjanjian yang sudah dia buat sebelum dia bebas. Jika ibu Marni keberatan dengan isi surat perjajian itu, Arya tidak akan mencabut laporannya.
" Apa-apaan ini? Kenapa harus ada surat perjanjian segala? Jika memang tidak ikhlas untuk membebaskan ibu, ya sudah ibu juga tidak masalah."Seru Ibu Marni tidak menerima keputusan Arya yang membuatkan surat perjanjian yang tentunya isinya memberatkannya apalagi poin ke 3.
poin ke 3 sangat memberatkannya, tidak boleh meminta uang sesuka hati. Dengan begitu dia beranggapan uang Arya akan dikuasai oleh Ratu semuanya. Ibu Marni bimbang, antara tanda tangan atau tidak. Jika tidak tanda tangan, dia akan semakin lama mendekam di penjara. Jika dia tanda tangan, dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi alias mati kutu.
" Kalau ibu tidak mau ya sudah. Arya tidak akan mencabut laporan dan bisa jadi kasus ibu akan sampai ke meja hijau. Tentunya masa tahanan ibu akan lebih lama lagi."Ucap Arya sengaja menakut-nakuti ibu Marni.
" Kalau bukan karena permintaan Ratu, Arya malas membebaskan ibu sebelum ibu meminta maaf kepada Ratu. Seharusnya Ibu berterima kasih kepada Ratu, karena dialah yang meminta ibu bebas. Akan tetapi Arya tidak mau ibu bebas begitu saja, dan akhirnya Arya buat perjanjian ini."Seru Arya bicara dengan mengulas senyum kecut.
Ibu Marni melirik Ratu yang duduk tepat di sebelah kiri Arya. Wajahnya datar, tidak ada senyum dibibirnya. Biasanya Ratu akan selalu bersikap manis dengan ibu mertuanya, tapi tidak dengan hari ini. Ratu memasang wajah mode serius.
" Sudahlah bu, jangan banyak mikir. Di rumah masih ada bapak dan Serli yang harus ibu urus, jika ibu mau selamanya di penjara ya tidak masalah juga sih. Bima juga mendukung apa saja yang akan diperbuat Arya."Ucap Bima ikut mengeluarkan ultimatum nya ibunya.
Hhhuuufffff
Ibu Marni membuang nafas dengan kasar. Tidak ada pilihan lain selain menandatangani dan menyetujui semua isi dalam surat perjanjian yang di ajukan Arya.
" Ok, kalau begitu ibu tanda tangani tepat di kolom yang ada materai nya itu."Seru Arya sambil mrnunjuk dimana ibu Marni harus tanda tangan.
Dengan disaksikan dua orang polisi ibu Marni menandatangani surat perjanjian itu. Dan setelah Arya mengurus surat-surat cabut laporan ibu Marni akan bebas.
" Nah kalau seperti ini kan enak bu. Ingat ya bu, jangan pernah mengganggu Ratu lagi. Sampai ibu mengulangi kesalahan ibu, aku tidak segan-segan untuk memenjarakan ibu !!."Ucapan Arya penuh dengan ancaman.
Ibu Marni hanya mengangguk pasrah, dia tidak bisa berbuat banyak. Yang penting saat ini dia sudah bisa mengirim udara bebas, sudah tidak akan tidur beralaskan karpet lagi.
Arya bangkit dan segera mengurus surat-surat kebebasan ibu Marni. Tidak menunggu lama, hanya sekitar 20 menit semuanya sudah beres dan ibu Marni sudah bisa pulang ke rumah.
" Ibu naik motor sama Bima saja."Seru Bima mengajak ibunya untuk bareng dengannya saja.
Bima tidak mau ibunya naik mobil bareng Ratu dan Arya dan akan berulah. Meskipun sudah menandatangani surat perjanjian, Bima masih khawatir ibunya melakukan yang tidak-tidak.
" Iya."Jawab ibu Marni singkat.
__ADS_1
Mereka secara bersama meninggalkan gedung kantor polisi. Bima membawa ibunya langsung pulang ke rumah, sedangkan Arya dan Ratu memilih untuk ke rumah sakit untuk melihat keadaan Serli yang dua hari yang lalu sudah menjalani operasi.
" Mas, semoga saja setelah ibu bebas ini hubunganku dengan ibu akan semakin membaik. Aku juga sangat ingin mempunyai mertua yang penyayang. Bisa bercanda bareng, bisa memasak bareng, dan bisa belanja bareng."Ucap Ratu terlihat penuh harap.
" Mas tidak menjamin ibu akan langsung berubah seperti itu dek. Kamu tahu sendiri bagaimana sifat ibu selama ini. Perlu waktu dan proses untuk ibu bisa seperti yang kamu inginkan itu, Dek. Sekarang ini, dia tidak mengganggu kehidupan kamu dan tidak mencari gara-gara dengan kita, itu sudah bersyukur sekali dek."Ucap Arya sambil terkrkeh pelan.
Mobil yang di kendarai Arya sudah sampai di depan gedung rumah sakit. Mereka turun bersama dan masuk ke gedung rumah sakit dan langsung menuju kamar rawat Serli.
Sementara itu, Bima dan Ibu Marni juga sudah sampai di rumah. Ibu Marni segera berlari masuk ke rumah, dia sangat merindukan rumah yang sudah 2 bulan ini dia tinggalkan. Ibu Marni juga masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur menikmati betapa empuk dan nyamamnya kasur yang saat ini dia tempati.
" Rumah kok sepi ya, Bim?." Tanya Ibu Marni tidak melihat keberadaan Serli dan pak Santo.
" Bukannya kemarin lusa Bima sudah kasih tahu ibu kalau Serli di rumah sakit. Kalau bapak mungkin saja dia juga di rumah sakit menemani Serli. Bu, sekarang ibu sudah bebas jadi ibu jangan membuat ulah lagi. Sampai ibu berulah lagi jangan salahkan Bima jika Arya akan menyeret ibu. Bisa kena 10 sampai 15 tshun penjara bu."Ucap Bima sengaja menakut-nakuti ibu Marni.
Hahhhhhh
Ibu Marni membuang nafas dengan kasar. Mau tidak mau dia mengangguk mengerti apa yang disampaiksn oleh Bima tadi.
Hari ini ibu Marni tidak akan ke rumah sakit, dia mau mandi sepu4snya dan akan tidur untuk menikmati ranjangnya yang sudah 2 bulan ini tidak dia tempati.
" Kamu sudah resmi bercerai kan sama Rani? Goni gini apa yang kalian bagi?." Tanya ibu Harti lagi.
" Iya aku sudah resmi bercerai bu. Dan sekarang aku pun sudah kembali tinggal di rumah ini lagi. Oh iya, ibu mau ikut ke rumah sakit atau mau istirahat dulu di rumah?."Tanya Bima.
" Ibu mau mandi lalu istirahat. Pinggang ibu rasanya pegel-pegel tidur beralaskan karpet selama dua bulan ini. Jadi ibu mau menikmati kasur empuk ini, besok saja ibu ke rumah sakitnya."Ibu Marni menolak ikut ke rumah sakit dengan alasan ingin beristirahat.
Bima tidak memaksa ibunya untuk ikut ke rumah sakit. Bima berangkat menuju rumah sakit tanpa ibunya, memang ada baiknya ibu Marni di rumah dulu. Disana juga saat ini ada Arya dan Ratu.
Satu masalah sudah terselesaikan, setelah Serli keluar dari rumah sakit, Bima akan membicarakan kepada orang tuanya soal rencana pernikahannya dengan Karina. Bima tidak mau menunda-nunda lagi niat baiknya menikahi Karina. Bima khawatir jika ada pria lain yang akan mendahuluinya.
Karina wanita yang baik, yang bisa menerima segala kekurangannya. Dan menerima masalalu dan statusnya yang duda. Bima tidak mau menyia-nyiakan kesempatan baiknya, apalagi Karina juga sudah tidak muda lagi. Dia tidak mau berpacaran, jika memang serius Karina meminta Bima untuk menikahinya.
" Semoga niat baikku untuk menikahi Karina di berikan jalan kemudahan. Karina wanita yang baik, dia bisa menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Semoga saja Karina masih sabar menunggu kedatangan ku bersama orang tuaku."Ucap Bima bermonolog sendiri.
Motor yang dikendarai Bima terus melaju membelah jalanan menuju rumah sakit dimana saat ini Serli di rawat.
__ADS_1
****************