
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Pllaakk
Pllaakk
Didepan Harsa dan Wida, ibu Marni menampar pipi anak kesayangannya. Dia benar-benar emosi setelah tahu jika selama ini nya sudah membohonginya. Anaknya sama saja sudah melemparkan kotoran di wajahnya.
" B4ngs4t kamu Serli !! Kamu sudah membohongi ibu dan yang lainnya, kamu bilang bekerja di klinik. Ternyata pekerjaan kamu menjadi wanita murahan!!."Bentak Ibu Marni lantang.
Tidak perduli saat ini dia sedang berada di rumah orang. Yang terpenting emosinya dia luapkan begitu saja. Serli sendiri menunduk ketakutan dan malu dengan Harsa serta istrinya.
" Bu maafkan Serli. Serli terpaksa melakukan semua ini karena bapak dan ibu memberi ku uang hanya sedikit. Aku kasihan sama mas Arya, karena dia yang selama ini mengeluarkan. Aku juga tidak tega meminta uang terus menerus sama mas Arya untuk memenuhi kebutuhanku."Seru Serli berani menjawab ucapan ibunya.
Harsa dan Wida yang menjadi penonton hanya bisa diam sembari menyimak perdebatan antara anak dan ibu itu.
" Bodoh !! Terus sekarang kamu hamil, dan pria yang menghamili mu tidak mau bertanggung jawab."Seru Ibu Marni kesal.
Mata ibu Marni kembali memandang kearah sepasang suami istri yang sedari tadi hanya diam menonton. Bibir ibu Marnipun menyunggingkan senyum yang susah untuk di artikan.
" Anda tetap harus menikahi anak saya. Jika tidak mau, aku akan menyebarkan kebusukan anda diluaran sana. Jadi bukan Serli saja yang malu, kamu juga pasti malu dan keluarga besar mu juga akan malu. Apalagi kalian ini keluarga terpandang."Seru ibu Marni mengancam.
" Jangan mengancam kami anda Bu !! Apa yang kalian minta akan aku turuti asal aku tidak menikah dengan anak ibu yang p3l4cur itu. Mau uang? Berapa? 30 juta atau 50 juta atau mau 100 juta sebutkan saja pasti akan aku berikan tapi setelah itu jangan ganggu hidupku lagi."Seru Harsa mencoba bernegosiasi.
" Papa !!! Uang siapa yang mau kamu pakai, Heehhh ? Kamu itu harus sadar diri di rumah ini kamu ini punya apa?." Seru Wida dengan kesal.
__ADS_1
Harsa pun kaget dengan bentakan istrinya. Dia langsung terdiam, Harsa memang tidak mempunyai apa-apa. Semua harta dan aset semuanya milik istrinya, saat menikah dulu Harsa hanya karyawan biasa di perusahaan orang tua Wida. Perusahaan pun milik Orang tua Wida, yang saat ini menjadi milk Wida dan anak-anaknya.
" Maaf ma."Jawab Harsa patuh.
" Terus bagaimana ini? kapan Harsa akan menikahi Serli, saya tidak mau Serli malu karena perutnya membesar."Seru ibu Marni terus menekan Harsa.
" Kalau tidak mau malu ya tidak usah jadi wanita murahan, yang namanya wanita murahan itukan memang sudah tidak punya malu lagi."Jawab Wida dengan monohok.
" Baik, kalau kalian tetap bersikeras seperti ini. Jangan salahkan saya jika saya akan memviralkan masalah ini, nama baik perusahaan dan keluarga anda juga akan malu."Lagi-lagi ibu Marni mengancam Harsa dan istrinya.
Hhhuuufffff
Wida membuang nafas dengan kasar. Dia belum siap jika nama baik keluarga dan perusahaan akan tercoreng karena perbuatan b3j4t suaminya.
Sebagai seorang dan seorang ibu tentunya Wida juga kasihan dengan Serli. Apalagi disaat perutnya besar nanti, sudah pasti akan menjadi bahan hinaan para tetangganya.
* Sepertinya mereka juga mengincar harta, dari sorot matanya saja sudah terlihat jelas. Harta siapa juga yang kalian incar, kalau mau ambil suamiku silahkan saja ambil. Aku juga sudah muak dengan kelakuan suamiku.*Gumam Wida dalam hatinya.
" Baik, aku akan mengizinkan suamiku menikah dengan anak anda."Ucap Wida dengan santainya.
" Ma, papa tidak mau menikah dengan wanita p3l4cur itu. Kalaupun dia hamil itu sudah resiko pekerjaannya, atau tinggal kasih uang untuk biaya hidup anak itu saja kan beres tidak perlu menikah."Seru Harsa dengan tegas menolak keputusan istrinya.
" Memang papa ada uang? Lebih baik kalian menikah saja, masalah anak nanti bisa kita tes DNA kalau sudah lahir. Yang penting saat ini kalian tebus dulu dosa zin4 kalian. Siapa yang bisa menjamin jika kalian tidak akan Zin4 lagi."Seru Wida berusaha untuk tegar.
Sudah pasti sebagai seorang istri hatinya hancur saat tahu suaminya sering jajan diluar dan sekarang sampai hamil seperti ini. Biarpun dia sedih dan hatinya hancur, dia tetap mencoba untuk kuat dan menutupi kesedihannya.
" Saya minta mahar rumah mewah untuk Serli."Ucap ibu Marni dengan gampangnya.
" Rumah ? Apa anda kira uang itu tinggal mencetak? Tidak ada mahar rumah mewah, mahar sesuai kemampuan Harsa saja. Jika kalian tidak mau, ya pernikahannya batal."Ucap Wida dengan senyum mengejek ibu Marni dan Serli.
" Bu, sudahlah. Dengan mas Harsa menikahiku itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak mau jika gagal menikah, lalu perut ini membesar dan akan menjadi bahan olokan warga. Lagipula kami hanya bisa menikah siri bu, biarkan mahar sesuai kemampuan mas Harsa."Ucap Serli ikut buka suara.
__ADS_1
* Benar juga, lebih baik mereka menikah saja dulu agar Serli tidak malu. Masalah rumah dan yang lainnya nanti bisa di atur, kalau sudah jadi nyonya Harsa sudah pasti bukan hanya rumah. Apapun bisa jadi milik Serli.*Gumam ibu Marni dengan segala macam fikiran liciknya.
" Baiklah. Ibu setuju apapun mahar yang akan diberikan oleh Harsa. Tapi setelah menikah Serli harus tinggal disini."Ucap Ibu Marni lagi.
" Tidak !! Aku tidak mau serumah dengan adik maduku, Serli nanti bisa tinggal di kontrakan atau di rumah orang tuanya saja. Aku tidak akan pernah sudi satu atap dengan dia !."Seru Wida menunjuk kearah Serli.
" Ma, apa mama serius dengan keputusan mama ini. Papa tidak sanggup untuk menikah lagi, papa tidak mau jauh-jauh dari mama. "Ucap Harsa merayu Wida.
Wida tidak menanggapi protes dari Harsa. Keputusannya sudah bulat, Harsa menikahi serli dan membawa Serli tinggal di kontrakan.
" Keputusan ku sudah bulat. Maaf lebih baik sekarang kalian berdua pulang, aku mau istirahat. Papa besok kamu menikah dengan Serli, besok mama yang akan temani papa kerumahnya."Ucap Wida lalu bangkit dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Harsa juga ikut meninggalkan ibu Marni dan Serli. Tanpa berpamitan mereka berdua juga pulang dari rumah Harsa.
Di tempat lain, Ratu sudah menceritakan kejadiab di butiknya. Dimana Mita sudah membuat masalah dengannya dan berakhir dengan pemecatan dari perusahaan oleh sang kakak, Raja.
Arya sama sekali tidak marah ataupun menyalahkan istrinya. Apa yang dilakukan Mita memang sudah tidak wajar lagi, bahkan Mita sendiri juga sering keluar masuk ruangan Arya tanpa permisi dan itu membuat Arya tidak nyaman.
" Keputusan kak Raja sudah tepat dek. Mita memang sudah keterlaluan."Ucap Arya.
" Iya mas, aku terpaksa meminta mas Raja memecatnya. Tapi belum juga aku bilang kak Raja untuk memecat Mita, Kak Raja sudah melihat kelakuan Mita dan dia pun memecatnya. Kasihan sih, tapi mau bagaimana lagi. "Seru Ratu dengan menyandarkan kepalanya di bahu Arya.
" Mas, apa mas Arya dulu tidak punya perasaan kepada Mita? Secara Mita itu cantik, tinggi dan dia juga menyukai mas Arya?."Tanya Ratu ingin tahu kisah masalalu suaminya dengan Mita.
" Mas dulu tidak mikir masalah cinta atau pacaran dek. Mas mikir belajar dan bekerja yang baik, mas dulu lulus SMA terus berkuliah. Mas kuliah dapat beasiswa, satu semester berkuliah mas bekerja part time di percetakan samping kampus. Setelah 2 tahun kuliah mas bekerja di perusahaan papa mertua. Jadi tidak ada waktu untuk cinta-cintaan, Mita memang sudah ngejar-ngejar mas dari dulu. Tapi mas cuek dan tidak meresponnya sama sekali."Jawab Arya menceritakan nya dengan jujur.
Ratu baru tahu jika dulu suaminya bekerja di perusahaan saat kuliahnya belum selesai. Yang dia tahu suaminya memang kuliah dan lulus secara Cumlaude.
" Wah mas bekerja di perusahaan papa saat masih kuliah? Wah hebat sekali sih suamiku, jadi makin bangga dan makin cinta deh aku sama mas Arya."Seru Ratu lalu memeluk mesra sang suami.
" Mas juga bangga punya istri cantik dan pengertian seperti ini."Seru Arya membalas pelukan Ratu lalu mencium kepala Ratu dengan lembut.
__ADS_1
Arya sangat bersyukur bisa mempunyai dan menikahi istri sebaik dan sesabar Ratu. Baginya saat ini kebahagiaan Ratu adalah segalanya. Meskipun mereka belum dikaruniai seorang anak, hubungan mereka tetap saja romantis. Mereka yakin jika jodoh, reziki dan maut sudah ada yang mengaturnya.
************