
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Jadi mas Bima sudah resmi bercerai dengan mbak Rani? Dan mas Bima akan segera menikahi pacar mas?."Tanya Arya dengan detail.
Bima dan Rani sudah resmi bercerai dan kemarin surat cerai dari pengadilan agama sudah keluar. Bima tidak mau menunda-nunda niat baiknya untuk segera menikahi Karina. Akan tetapi, Bima belum ada omongan apapun dengan kedua orang tuanya. Saat ini pak Santo sedang pusing dengan kelakuan Serli yang berpacaran dengan pria yang tidak baik. Bima merasa tidak enak hati membicarakan pernikahannya dengan Karina sedangkan masalah adiknya sampai sekarang belum selesai.
" Iya, tapi mas bingung. Mas belum bicara sama bapak dan ibu, Arya. Bapak saat ini masih kefikiran dengan Serli, apa pantas mas menyela menikah begitu saja?." Tanya Bima meminta pendapat Arya.
Arya mengernyitkan keningnya, ada masalah apalagi dengan Serli sampai pak Santo bingung dengan masalah Serli. Dan kenapa sebagai kakak laki-laki Arya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan adiknya.
" Ada apa dengan Serli, mas? Apa ada sesuatu yang mas rahasiakan?."Tanya Arya penuh selidik.
Huuuffff...
Sepertinya Bima tadi tanpa sadar sudah sedikit mengulik masalah Serli. Sekarang mau tidak mau dia memang harus menceritakan soal Serli kepada Arya. Mungkin dengan bercerita dengan Arya, Arya bisa membantu untuk menasehati Serli agar tidak bergaul lagi dengan Yanto. Takut sesuatu terjadi dengan Serli, mengingat Yanto adalah pengedar n4rkob4 dan memperju4l belikan wanita.
" Serli pacaran dengan calon suami Rani, dan ternyata pacar Serli itu seorang pengedar N4rkob4 dan memperjual belikan wanita."Ucap Bima akhirnya dia bicara jujur dengan Arya tentang Serli.
" Mas Bima serius?."Tanya Arya seakan dia kurang percaya dengan perkataan Bima.
" Aku serius Bim."Jawab Bima lebih menyakinkan lagi.
" Kita harus bicara dengan Serli mas. Meskipun Serli menyebalkan, bagaimanapun dia itu adik perempuan kita. Kita sebagai kakak berkewajiban untuk melindungi dia. Apa mas tahu dimana rumah pacar Serli itu? Mas tadi bilang pacar Serli itu calon suami mbak Rani, lantas apakah Serli sudah tahu?."Tanya Arya secara beruntun.
__ADS_1
Bima menganggukkan kepalanya, meskipun Serli sudah tahu jika pacarnya adalah calon suami Rani, Serli tetap menjalin hubungan denganny dan tidak perduli dengan semuanya. Arya dan Bima berencana akan menemui Yanto, di rumah yang saat ini juga menjadi tempat tinggal Rani.
" Kapan kita kesana?."Tanya Bima.
" Mas, coba cari tahu dulu dari mbak Rani kira-kira kapan pria itu ada di rumah. Kalau dia ada di rumah kita langsung datangi rumahnya. Aku tidak habis fikir dengan kelakuan Serli, kenapa dia itu tidak takut hal yang dulu terulang lagi."Ucap Arya sambil menggelengkan kepalanya.
" Iya nanti akan aku cari tahu dari Rani."Jawab Bima cepat.
Setelah selesai bicara dengan Arya, Bima keluar dari ruangan Arya dan kembali ke tempat kerjanya.
*****
Roda kehidupan itu berputar, ada kalanya kita berada di atas dan ada kalanya kita ada dibawah. Serli, gadis cantik putih mulus dengan postur tubuh yang tinggi langsing itu kini sedang dimanjakan kemewahan oleh sang kekasih. Dulu saat menikah dengan Harsa hidupnya serba pas-pasan, saat tinggal dengan kedua orang tuanya pun dia dapat uang sesuai dengan jatah dari Arya. Sekarang apapun bisa dia miliki, semua dari Yanto.
Kehidupan Serli memang berubah, tapi perubahan itu dia dapat dengan cara yang tidak benar. Dia sama sekali tidak takut jika sampai kejadian beberapa bulan yang lalu akan terjadi lagi. Dimana dia hamil dan harus terpaksa menikah dengan Harsa, yang saat itu berstatus suami orang.
" Terima kasih sayang, kamu sudah membelanjakan ku sebanyak ini. Aku semakin cinta deh, gitu tadi bilangnya ada urusan pekerjaan? Tahu-tahu kok ngajakin jalan."Seru Serli dengan suara dibuat manja dan wajah yang menggemaskan.
" Mas kok diam saja sih?."Tanya Serli sambil menepuk pundak Yanto.
" Ehh.. Tidak, siapa yang melamun. Aku hanya memikirkan bagaimana kita bisa cepat pulang dan kita segera berolah raga, Serli ku sayang."Seru Yanto yang di ot4knya selalu memikirkan s3l4ngk4ng4n saja.
" Sabar dong mas, sebentar lagi pasti kita akan berolah raga. Sekarang cepat habiskan dulu makanannya, capek loh habis belanja-belanja dan sekarang waktunya kita isi tenaga dulu. Bukannya nanti juga kita butuh tenaga banyak?."Seru Serli dengan genit sambil menyapu bibirnya dengan lidahnya.
Apa yang dilakukan Serli itu membuat tubuh Yanto panas dingin dan semakin tidak sabar ingin berolah raga. Akan tetapi perutnya memang butuh diisi dengan makanan lebih dulu, baru dia memberi makan peliharaannya yang ada dibawah perut.
" Mas, kapan kamu mau menikahi ku?."Tanya Serli sambil mengunyah makanannya.
Hhhuufffffftttt
__ADS_1
Yanto membuang nafas dengan kasar, sampai detik ini dia belum ada rencana ataupun menikah dengan wanita manapun. Meskipun dia pria br3n9s3k, Yanto tetap menginginkan istri wanita baik-baik. Serli tidak masuk kriterianya, Serli hanya dia gunakan sebagai hiburan untuk memenuhi hasr4tnya saja.
Selagi dia punya uang, apapun bisa dia lakukan dengan mudah. Untuk sementara ini memang Serli yang lebih sering menghabiskan waktu dengannya, dan sejauh ini dia belum bosan dengan Serli.
" Mas jawab dong, kapan kamu menikahi aku? Aku tidak mau kalau cuma kamu pakai terus tapi tidak ada kepastian kapan mau dinikahi."Seru Serli nampak kesal.
" Hemm.. Nanti kita bicarakan lagi ya. Tidak nyaman membicarakan soal pernikahan di tempat umum seperti ini."Jawab Yanto sengaja mengalihkan pembicaraan agar Serli tidak lagi terus bertanya soal pernikahan.
Sampai kapanpun, Yanto tidak ada niat untuk menikah dengan Serli ataupun Rani. Kedua wanita itu hanya mainanannya saja, bedanya Serli lebih lincah dan 4gr3sif saat di atas ranjang. Dia tahu membuat Yanto terpuaskan.
" Iya mas."Jawab Serli dengan patuh.
Serli dan Yanto kembali fokus dengan makanannya. Tidak butuh waktu lama, semua makanan yang terhidang di atas meja sudah pindah tempat kedalam perut mereka.
Kini mereka sudah ada dalam perjalan ke rumah kontrakan yang biasa mereka pakai untuk saling menyatukan raga mereka.
" Mas, kalau aku minta mobil boleh tidak?." Tanya Serli tanpa ragu-ragu.
" Boleh dong, apapun yang kamu minta pasti akan aku belikan juga. Kapan sih aku pelit sama kamu?." Seru Yanto dengan senyum sumringahnya.
Serli memang di manjakan Yanto dengan banyak uang, bahkan Serli sudah mendapatkan kartu kredit dari Yanto. Dia bisa belanja apa saja dengan kartu kredit itu, tapi tidak dengan rumah dan mobil. Serli juga sudah banyak menerima barang-barang mewah dari Yanto.
" Waahhh terima kasih sayang, aku jadi semakin cinta deh sama kamu."Ucap Serli lalu memeluk Yanto dadi arah samping. Yanto tersenyum dengan wajah berseri-seri.
" Tapi tidak gratis loh, harus ada imbalannya semalaman. Bagaimana? Apa kamu setuju?."Tanya Yanto dengan memainkan alisnya.
" Itu soal mudah, sampai pagipun oke."Jawab Serli dengan berani.
Haha haaaa
__ADS_1
Yanto dan Serli tertawa bersama, sepertinya sepasang pria dan wanita itu sudah mulai gila dengan z!n4 yang mereka lakukan. Serli tidak pernah memikirkan dampak dari perbuatannya yang akan berdampak dalam hidupnya.
*************